
Suara musik yang keras, lampu yang gemerlap menghiasi malam mereka, Yuna sudah merasa mual dengan semua ini.
Yuna masih duduk di meja dengan meminum sodanya. Dia masih santai sambil memainkan handphonenya tanpa melirik sekitar .
Berbeda dengan Arin dia terus meminum -minuman berarkohol itu dengan sangat santai.
"Rina cobain deh enak tahu, habis ini kita Dugem!" Arin menawarkan minumannya pada Rina. Rina mengambil gelas Arin. Namun di tahan oleh Yuna dan Ia menggelengkan kepalanya.
"Gue minum sedikit ajh Yuna gue mau nemenin Arin Dugem," pintanya.
Yuna hanya menghela nafasnya.
"kita Dugem dulu yah Yuna, Lo mau di sini ajh atau ikut kita?" tanya Arin.
Yuna hanya mengangguk kan kepalanya dia sudah bosan. Namun, dia khawatir dengan kedua sahabatnya apalagi saat ini mereka dalam keadaan mabuk.
Yuna terus memperhatikan kedua sahabat nya yang sedang bergoyang erotis. Yuna bergidik ngeri melihat Arin sedang Dugem dengan pria yang baru di kenalnya sesekali pria itu mendekat kan mukanya hingga hembusan nafas terasa hangat Arin rasakan.Arin bukannya marah, dia bahkan terus menggoda .
Yuna sudah mulai geram, ketika tangan laki laki itu mulai menjelajah tubuh Arin Yuna hendak berdiri. Namun, ada tangan yang menahannya.
Yuna sudah mulai naik pitam,
Yuna menoleh dan betapa kagetnya dia melihat Ricki berdiri tepat di sampingnya.
Ricki menggelengkan kepala,
" jangan membuat keributan!" pintanya.
"Tapi, sahabat gue sedang dilecehkan!" jelasnya.
"Dilecehkan, cih." Ricki berdesis.
"Lo ngapain di tempat ini?" tanyanya. "Gue di ajak mereka," jawabnya. "Gue ajak Lo tidak mau!" protesnya. "Gue khawatir sama mereka, makanya gue temenin!"
"Seharusnya Lo khawatir sama diri Lo yang jadi pusat perhatian laki laki hidung belang!Teman- teman Lo sepertinya sudah biasa ke tempat ini."
Yuna mengerutkan dahinya, dia memang tak menyangka Arin dan Rina tampak asyik dan santai di tempat ini. Namun, dia tak mendapati Arini yang sedang dugem.
"Gue harus cari Arini! Kemana dia?"
"Lo ga usah ngurusin urusin orang, Yuna!" sentak Ricki.
"Arin itu lagi ada masalah, gue tidak mau dia khilaf dan menyesal!"
Dia tak mengindahkan ucapan Ricki. Yuna terus berjalan melewati lorong- lorong dengan lampu yang redup, hingga tiba di ujung lorong.
Yuna mendengar desahan seorang wanita yang suaranya tidak asing. Yuna terus menelusuri asal suara.
Yuna samar melihat dua sejoli sedang bermesraan. Hembusan nafas mereka nampak beradu dan terlihat intim. Wanita yang ia lihat ternyata dia adalah sahabatnya.
Matanya terbelalak, Saat Arini hanya diam dan nampak tenang dengan tatapan yang sulit di artikan pada pria itu, nafsu sudah membumbui mereka. Hingga rasa malu sudah terlepas dalam diri mereka.
Yuna ingin menghampiri, namun lagi- lagi Ricki menahannya, Yuna hanya menutup mulutnya, ketika tangan laki laki itu mulai bergerilya menjelajahi setiap inci tubuh sahabatnya. Nampak Arin seperti kepanasan menahan gejolak tubuhnya yang terus meminta lebih. Yuna mulai geram saat mereka akan memasuki sebuah kamar.
Yuna sudah melepaskan pegangan tangan Ricki dan dia segera menghampiri Arin.
"Pulang!" bentaknya.
Seketika mata Arin melotot kaget melihat Yuna dia lupa membawa Yuna kemari.
"Yuna ...," panggil Arin dengan tatapan sendu. "Gue bilang pulang Arin!" bentak Yuna sekali lagi.
"Hey, siapa Lo! Apa Lo iri ingin gue puaskan juga?" ejeknya.
Ricki hendak menghampiri, namun langkahnya terhenti.
Bruk
Yuna menonjok perut laki- laki itu hingga laki laki itu tersungkur.
"Bajingan! Lo apain sahabat gue!" bentaknya. "Hey, jangan norak! Kalau mau, sini. Gue bikin Lo melayang dan yang pasti, desahan Lo sangat seksi," ejeknya.
"Cih, najis gue, lihat muka Lo yang menjijikan!" umpatnya. Lelaki itu tersenyum menyeringai dia mencoba bangkit dan akan menyentuh pipi Yuna. namun, tangannya di plintir ke belakang oleh Yuna,
"Bajingan Lo! Beraninya Lo sentuh gue, dengan tangan Lo yang kotor!";Yuna mendorong dan menendang muka laki laki itu, hingga benar- benar tersungkur.
"Hey, Wanita sinting! Asal Lo tahu, teman Lo yang mau sama gue dan lagi ini tidak gratis!"
"Maksud Lo?!" Yuna mengepalkan tangannya dan melirik Arin dan gadis itu hanya menunduk.
"Pulang!" bentaknya. Yuna menarik tangan Arin.
"Dan Lo bajingan! Jangan pernah main- main lagi dengan sahabat gue! Awal Lo!" ancamnya. "Gue lebih suka main- main sama Lo! Kalau Lo mau, gue bisa bayar lebih!" Yuna nampak geram dan mengepalkan tangannya.
"Apa Lo bilang! Ulang!" bentaknya dan Yuna hendak menendang laki- laki yang sudah tak berdaya itu. Namun, di tahan oleh Arin. "Lebih baik kita pulang, Ayo! Gue yang salah, Maaf." sesalnya,
"wanita yang menarik," gumam laki laki itu,dengan mengusap darah segar yang mengalir dari bibirnya
__ADS_1
...----------------...
gila calon isteri gw keren banget,gaya nya seperti ketua Gank yang lagi bertarung,badan kecil bisa lumpuhin dengan satu tendangan". gumam Ricki
Yuna berjalan sambil menyeret tangan Arin dengan Ricki yang membuntuti di belakang,
Yuna mencari Rina dan ternyata Rina masih anteng duduk di meja dengan seorang pria.
Yuna menghampiri Rina dengan tetap menyeret Tangan Arin.
" pulang "!!
" kenapa sih,gw lagi asyik ngobrol"!
" Lo pulang sekarang atau gw tinggal "!!sentak Yuna dan berlalu dengan muka yang sangat mengerikan
" Rina berdiri dan berlari mengikuti Yuna ,"
" gila,cakep banget tuh temen nya si Rina."
ucap cowok yang tadi duduk bersama Rina.
" Lo anterin kita,"!!ucap Yuna pada Ricki
" heyy..., kenapa harus gw bahkan gw belom senang senang !!"
" Lo anterin atau mau gw bikin babak belur"!!
" tolong ,bapa ikuti apa kata Yuna.Saya mohon, Yuna kalo marah bisa lebih mengerikan dari Hulk"Rina berbisik.
Ricki menatap Rina dan mengeleng gelengan kepalanya,
" dalam situasi seperti ini ,masih saja bercanda ,"! dia bercanda apa gaya bicara nya yang bodoh,mengatai teman nya Hulk ,
geng tergila yang pernah gw temui ," ucap ricki
sampai di mobil Yuna duduk di tengah tengah sahabat nya ,duduk di kursi belakang.
"emang gw supir kalian apa"??kenapa kalian duduk di belakang semua "? Yuna kau di depan"!!
" jalan kan mobil nya atau ku buat ,kau masuk rumah sakit"!!ucap Yuna.
Ricki hanya mendengus kesal.
" *gw seperti di todong ,penjahat " gumam Ricki.
" apa yang Lo lakuin"?? tanya Yuna datar tanpa melihat arin
" jawab "!!! sentak Yuna .
Arin menangis tersedu sedu..,
" maaf " ucap ya
Yuna menghembuskan nafas kasar nya.mengontrol emosi nya.
" gw ga butuh kata maaf,gw butuh penjelasan Lo"!!
". gw bingung,adik gw mau operasi,gw ga punya duit,nyokap dah nangis terus,bokap gw malah semakin gila." Arin menangis dengan sangat kencang.
" gw bilang gw bakal bantu Lo,kenapa Lo harus jual diri "!! sentak Yuna
Rina memelotot kan matanya , karena kaget,tapi dia tidak berani bertanya. karena Yuna sekarang terlihat angker lebih angker dari kuburan .
" bantu dengan doa?? hah !?" adik ku tidak akan sembuh dengan doa saja Yuna"
" Lo ga percaya sama gw Arin"?? Yuna mulai memelankan suaranya ,karna dia sadar dia yg tidak bisa gegabah menggunakan fasilitas nya.
" Yuna,Lo hanya jadi Sekretaris gaji Lo ga bakal cukup untuk biaya adik gw"!!
dan lagi gw sudah banyak menyusahkan Kalina."!!
" jadi ,Lo lebih baik menjual diri Lo di banding nyusahin kita"??
" gw butuh biaya itu secepatnya !!gw ga tahu cara lain,saat laki laki itu menawarkan sejumlah uang buat beli gw ,gw sudah ga pikirin apa apa lagi !!'
" berapa "??
Arin hanya menunduk tanpa menjawab
" berapa,gw tanya " !! sentak Yuna
" se-seratus juta "ucap Arin. dengan terbata
" besok antar gw ke rumah sakit adik Lo." ucap Yuna.
'"sekarang, pulang ke kosan Rina."!!
__ADS_1
" tapi gmana nyokap gw ?? "
" Lo mw setiap hari dengar desahan setan "?? sentak Yuna.
"Lo bilang Lo wanita normal gw ga mw dengar ,apalagi lihat Lo jadi wanita murahan ."!!
"Yuna, apa Lo masih mw temenan sama gw"?? gw kotor Yuna,!ucap arin
" kalo gw ga mau temenan sama Lo ,ngapain gw repot ngurusin Lo,"!
" btw Lo dapat uang dari mana uang sebanyak itu"??tanya Arin dengan wajah tak tahu malunya
" emang gw bilang, mau bayarin biaya rumah sakit adik Lo ??" tanya Yuna dengan sedikit meledek.
" yah,...gw kira, kalo gtu gw balik lagi ke clab,.
" setann.lo, "!! yuna menjitak kepala Arin
"
tenag ada pa Ricki ntar gw pinjem ke dia " ucap Yuna santai
Ricki yang mendengar namanya di sebut tak terima.
"heyy kenapa jadi bawa bawa nama gw."!!kalian yang punya masalah gw yang harus rugi "!! kesal Ricki
" pinjemin atau semua batal" ancam Yuna
Ricki hanya bisa menghela nafas nya
" baiklah.." dengan nada pasrah
namun dalam hati nya dia begitu kagum dengan sikap Yuna yang begitu peduli dan berani.
" Lo denger kan Arin semua beres ." ucap Yuna songong
" makasih ya ,Yuna..gw selalu merasa beruntung punya sahabat kaya Lo"..Arin memeluk Yuna.
" ia...'"!!Lo jangan lakuin hal hal gila lagi ya,apapun masalah kalian Lo cerita ke gw."
Yuna membelai rambut Arin,tepat seperi ibu yang menenag kan anak nya
"sebentar gw masih bingung dengan ancaman Lo pada pa Ricki"??batal apa"??tanya Rina penasaran
" terlalu banyak tahu akan memperpendek umur lo" ucap Yuna
Rina terdiam dengan mengerucutkan bibirnya, sungguh dia tidak tahu apa apa, tapi dia akan bertanya langsung pada Arini. karena, bicara dengan Yuna hanya membuat nya tambah pusing.
" sungguh gw baru ketemu, wanita wanita yang tidak tahu malu,"gumam Ricki
🌺🌺
intermesso dulu nyok🤗
Ditilang Polisi
Suatu hari ada operasi kendaraan bermotor yang dilakukan oleh polisi.
Polisi: Selamat siang, bisa tunjukan SIM Anda?
Cewek: Waduh hilang Pak
Polisi: Hah, hilang ke mana?
Cewek: "Ndak tau, Pak. Sekarang suka ngilang-ngilang gak ada kabar. Mungkin udah bosan. Hiks hiks"
Auto baper gays....🤣🤣
salam ngakak dari author
setelah baca tolong tinggalin jejak
like
coment
vote 😍
biar author nya semangat update dan lanjut
ngehalu..
kalo ga ada jejak, dengan berat hati author bakal lama update terbaru 😓
Terimakasih yang sudah meninggal kan jejak dan vote
__ADS_1
semoga di lancarkan rejekinya 😘
ehhh🤭