
Yuna mulai menundukan wajah nya, ia tidak tahu lagi harus berbuat apa harapan satu-satunya adalah keluarga sela. Yuna memahami bahwa ia tidak bisa memaksakan kehendak. Karena, tahu bagaimana menderitanya keluarga ini di masa lalu.
" Tapi, papah bisa membantu mu satu hal. Namun, kau juga harus melakukan sesuatu untuk kami."
" Apapun akan Ana lakukan pah, katakan saja apa syaratnya. Yuna tidak mau semua perusahaan besar jatuh pada tangan Tn.Erik. Bisa hancur semua perusahaan- perusahaan kecil di negara ini."
" Baiklah, dengarkan ucapan ku baik- baik nak.
papah bisa meminjamkan aset perusahaan papah semua ke kamu. papah mempercayakan nya pada mu. Tapi, papah tidak ingin terlibat. Kau buat lah seperti papah menjual semua aset papah pada salah satu orang kepercayaan mu. Papah rasa kamu mengerti maksud papa." Ucap papah sela.
" Baiklah, Anna akan menjamin semuanya dan Ana menyarankan untuk sementara papah tinggal di kediaman Ana yang dulu atau di Los Angeles. Ana sarankan untuk sementara tinggal di Los Angeles, akses paman Erik di sana sudah ku batasi dahulu. Jaringan nya di L.A. sangat lemah."
" Kami ikut yang menurut mu baik. Hati- hatilah nak berurusan dengan mereka, semoga kamu bisa merebut kembali perusahaan milik papah mu dan bisa kembali bersama orang yang kamu cintai."
Yuna hanya menganggukan kepalanya dan terus berbincang dengan serius.
Di tempat yang berbeda.
Ricki nampak berputar- putar di taman belakang kediaman sela. Ia tak sengaja melihat sosok seseorang yang selalu berpenampilan gagah, tangguh dan sangat garang kini nampak seperti seekor kucing yang sedang ketakutan di siram air.
Laki- Laki gagah itu tengah menyembunyikan dirinya di balik pohon besar dekat semak-semak. Ricki terheran dengan apa yang terjadi tidak mungkin laki- laki yang memiliki badan Atletis dan ahli bela diri itu menghindari musuh dengan cara memalukan seperti ini.
Ricki masih melihat dari kejauhan ia duduk di kursi santai milik keluarga sela.
Dari arah yang berbeda seseorang berteriak- teriak sambil menengok ke kanan dan ke kiri.
tak lain dan tak bukan dia adalah sela. Nampak sela sedang mencari seseorang ia mencari sambil sesekali berteriak. Ricki hanya melihat dengan terheran tanpa berbicara apapun.
Di sebuah semak seseorang tengah sibuk menghentak- hentakkan kakinya dengan sesekali menngebas- ngebas kan jaket yang ia kenakan dengan tangan nya. Rupanya laki- laki itu tengah sibuk di gerummuti semut. Ricki melihat dengan menggelengkan kepalanya.
" Dasar bodoh sudah tahu di gigit semut, masih saja di diam di situ. Memangnya apa yang lebih menakutkan sehingga ia tetap diam di sana." Ucap Ricki dengan menggelengkan kepalanya.
Sementara sela masih terus mencari seseorang sambil berteriak.
" James, James sayang kemari lah aku tidak akan menggigit mu, aku sudah jinak sayang." Sela terus memanggil nama James hingga sampai ke telinga Ricki.
" Rupanya si badan Babon itu takut dengan gigitan wanita ini, apa wanita ini jelmaan srigala? kalau begitu pantas saja dia rela di gigit ribuan semut merah." ucap Ricki penuh keheranan dengan muka bengong nya.
" Sayang ku James, ayolahhh kau jangan malu- malu. Kau tahu aku sangat merindukan mu, aku suka sekali bau kentut mu."
" Dasar wanita gila! pantas saja si Babon itu rela di gigit semut, baru kali ini ada wanita yang terobsesi dengan kentut laki- laki." Ricki berucap dengan tawanya.
" Apa-apaan dia, bahkan aku tak pernah kentut di hadapan nya. Dasar tidak waras!" James terus menggerutu.
" Aduhhhhhhh.......,
Bruukkkk..
James terjatuh dan terjungkal ke tanah, saat ia menghindari segerombolan semut yang ingin menyerang nya kembali.
__ADS_1
" Sepertinya, aku mengenal suara sexy si pemikat hati ." Ucap Sela yang terus menelusuri seisi taman.
James seketika menutup mulutnya. James terlihat seperti orang terbodoh saat ini.
James menghela nafas nya ia merasa tenang karena tidak melihat sela lagi. Ia sudah tidak menghiraukan tubuhnya yang sudah penuh dengan bentol dan merah- merah. Mungkin baginya lebih baik dikerubunggi ribuan semut di banding bertemu satu makhluk.
Greebb.....
seseorang memeluk james dari belakang, seketika mata James melotot seperti hendak copot dari tempatnya.
" Dapat, kau aku dapatkan. Sayang....,sedang apa kau disini. Apalah kau ingin mengajak ku bermain petak umpet? ohh sweet banget. Kau begitu sangat romantis." Ucap sela dengan mengedip kan matanya .
" Ada apa dengan matamu? apa matamu kemasukan gajah hah ...!"ucap James sinis.
" Kau tak tahu, Mata ku kemasukan cintamu sayang." ucap sela dengan mempererat pelukannya.
James tidak merespon, Ia segera melepas pelukan sela dan berjalan lebih cepat seperti berlari menghindari sela.
" Sayang, kenapa kau tidak sabar sekali. Kau berjalan begitu cepat apa kau akan segera melamar ku ? sabarlah tak perlu berjalan tergesa-gesa aku akan tetap membantumu untuk memintaku pada orang tua ku."
James hanya menggeleng kan kepalanya, ia sudah tidak tahan dengan panas dan gatal di tubuhnya karena serangan semut-semut merah.
" Sayang, aku akan mengobati luka di seluruh tubuh mu dengan cintaku yang besar ini."
" Berhentilah berkhayal sela! mana bisa kau sembuhkan luka ku dengan cinta bodoh mu itu! berfikir lah lebih realistis kau ini sudah tua sela, bertingkah lah layaknya orang dewasa!" James berucap dengan sinis.
CK.......
" Terserah mu aku akan pergi dan berhentilah mengganggu ku setan kribo."
" Lihatlah, aku sudah meluruskan rambut ku dan terlihat lebih cantik James, apakah itu panggilan sayang mu? oh...James aku sangat bahagia dengan panggilan itu."
" Dasar wanita gila! baru kali ini aku melihat orang yang bahagia di katakan setan. Kau lebih buruk dengan rambut mu yang sekarang sela."
" kalau begitu kau menyukai rambut kribo ku?James, katakan kau mencintaiku, Aku tahu. Karena sudah berapa kali kau menyelamatkan nyawaku dan kau diam-diam memperhatikan ku kan. Hayoo mengaku lah." Sela berucap dengan mengedipkan sebelah matanya.
" Ada apa dengan matamu apa sekarang kau memiliki penyakit cacingan?" James berucap dengan nada meledek.
" Jangan mengalihkan pembicaraan katakan kau mencintaiku James?"
" Kenapa kau memaksa sekali, melindungi kau dan Nona Ana adalah tugas ku jadi berfikir lah lebih realistis belajar lah menggunakan otak mu." James pergi dan segera berlalu meninggalkan sela. Sela masih mematung di tempat nya. Sudah kesekian kali ia menerima penolakan dari James.
" Sedari kecil aku sangat mencintaimu, aku selalu berfikir akan hidup bahagia dengan mu. Bahkan kau yang selalu menyelamatkan nyawaku. Tapi, kenapa kau tak pernah memiliki hati pada ku."
" Bertahun-tahun aku mengubur perasaan ini. Semakin ku mencoba semakin aku sakit dan perasaan itu terus tumbuh dan memenuhi hati dan pikiran ku. Mencintai mu sangat menyakitkan James. Apa aku harus bunuh diri. Tapi, kalau aku bunuh diri kau menikah dengan orang lain. Takan ku biarkan"
Sela terus bergumam dengan sesekali mengusap- usap dagunya. Tanpa ia sadari ada seseorang yang berada tepat di belakang ny.
" Jadi, kau akan bunuh diri di mana. Minum racun atau gantung diri di pohon pisang . Eh jangan kasian pohonnya nanti mati. Kalau begitu kau menceburkan diri di Empang saja biar kau di makan ikan-ikan ku. Kan lumayan aku tak perlu memberikan makan ikan ku." Ricki berkata dengan senyum mengejek nya.
__ADS_1
" Dasar laki- laki berotak unggas. Aku heran kemana otak Yuna saat menikah dengan mu."
Sela, berucap lalu pergi meninggalkan Ricki.
...-------...
Di tempat lain. Karena, kebodohan nya menghindar dari sela membuatnya kehilangan banyak informasi dari beberapa anak buahnya. Saat ini James tengah berdiri di dekat pintu mobilnya dan sedang sibuk melakukan panggilan telpon.
Mukanya sangat tegang, entah apa yang terjadi lalu ia bergegas masuk ke dalam rumah sela menemui Yuna. James membisikan sesuatu pada Yuna seketika Yuna berubah ekspresi yang tadinya ia nampak bahagia bercanda gurau dengan orang tua sela. Sekarang terlihat murung.
Bersambung..
intermesso dulu biar ga tegang ,
cukup Yuna ajh yang tegang🤭
Otak Bisnis Seorang Nenek
Anto, seorang anak yang masih SD,menanyai neneknya yang tinggal di rumah reot.
Anto : “Nek,seandainya saat ini ada perang dan rumah ini sudah terkena rudal. Apakah nenek merasa sedih?
Nenek: “Nenek justru merasa senang!
Anto : “Loh,kenapa nek?
Nenek: “Harga rumah ini kalau dijual paling ratusan ribu saja. Harga rudalkan milyaran rupiah. Jadi, nenek malah untung. Yang rugi kan musuh!
Anto : ???!!!???
ya sudah lah gimana nenek ajh.
sekarang jejakin ajah yah😘
serah kalian mau jejakin apa ajh, biar othor senang.
vote kencengin
tips banyakin🤭
kasi like, comeen
kalo mau othor up setiap hari other butuh jejak banyak🤭
bantu Share,.sangat di perbolehkan 😍
Terimakasih, yang udah dukung karya receh ku yang banyak kekurangan ini.
love love kalian semua😘😘
__ADS_1