
Yuna menghentikan langkahnya dan berbalik menemui Mamy Erna. Yuna berjalan dengan bermalas -malasan. Hingga, sampai di hadapan mamy Erna bersama Ricki di sampingnya. Sang Mamy meminta Yuna dan Ricki menemui keluarga besarnya. Mereka berjalan beriringan berdua seperti pasangan yang tengah bahagia mereka menyematkan senyumnya di setiap langkah.
Saat ini Yuna terlihat sangat cantik dia sangat memukau dengan gaun warna putih yang membentuk tubuh indahnya, riasan yang natural yang kontras dengan wajahnya.
Acara memang baru di mulai namun pertemuannya dengan Joe membuat moodnya tambah buruk, ditambah lagi tidak ada keluarganya di sini. Yuna tak pernah mempermasalahkan ayah Ricki yang tak menyukainya dan sengaja tidak datang dalam pernikahan ini. Karena, baginya ini hanyalah pernikahan bisnis jadi dia tidak akan membawa perasaan didalamnya.
Semua mata menatap kagum dengan kecantikan yuna sungguh Tuhan menciptakan wanita yang begitu sangat sempurna.
Saat ini Yuna menghampiri keluarga Mamy Erna untuk menyapa.
"Nona Erna, menantumu ini cantik sekali dia
pasti memiliki nama belakang yang terkenal?" tanyanya. "Tentu saja! Kak Erna tidak akan salah memilih, Iyah kan kak?" tanya sang adik.
"Aku menyayangi menantuku bukan karena nama belakangnya melainkan karena karakternya!" sergahnya.
Jawaban mamy Erna membuat Yuna tersenyum, setidaknya meskipun menyebalkan ia bisa menyayangi dan menerima Yuna. Mereka terus berbincang yang membuat Yuna Bosan, untung saja ada MC yang menghampiri kedua mempelai itu untuk melanjutkan acara pelemparan bunga.
Yuna beranjak berdiri dan tersenyum manis kepada keluarga ibu mertuanya, untuk berpamitan.
Siapa yang menyangka diantara mereka tidak ada cinta. Yuna dan Ricki tampak seperti pasangan yang di mabuk cinta.
Namun ada acara yang membuatnya sangat muak. Mereka bahkan, tidak mengetahui susunan acaranya. Yuna masih terlihat terdiam saat MC meminta dia dan Ricki untuk berciuman, ini memang terbiasa di acara kelas mereka dan tidaklah masalah baginya jika ia mencintai Ricki .
Ini sangat mengejutkan buat Yuna, hingga mengharuskannya berbisik pada Ricki dia memelankan suaranya takut ada yang mendengarnya.
"Apa kau gila! Aku tidak mau kontak fisik denganmu, bos mesum!" bisiknya dengan sesekali tersenyum pada tamu untuk menutupi kekesalannya.
"Lakukan saja! Aku tidak akan benar- benar melakukannya hanya terlihat seperti berciuman, ini pasti ulah kedua adikku!" jelasnya.
__ADS_1
"Baiklah, awas kau! Jika macam-macam akan ku habisi!" ancamnya.
Ricki hanya tersenyum Menang. Suara sorakan semakin menggema Yuna sudah memejamkan matanya dia sudah pasrah.
Ricki menatap Yuna lekat ia menatap bibir tipis Yuna penuh damba, Yuna hanya memejamkan matanya dengan sentuhan bibir Ricki, namun matanya terbuka lebar saat Ricki benar benar mencium bibirnya dan m*Lum*t nya Yuna ingin mendorong tubuh Ricki namun tangannya di tahan dan tangan satunya menekan tengkuk yuna.yuna hanya bisa pasrah menikmati perbuatan ricki padanya seandainya ini bukan hari pernikahan nya mungkin Ricki sudah di habisi oleh nya.
Suara sorakan para tamu menghentikan Ricki,dia benar benar tidak bisa menguasai diri nya saat ini.Yuna terlihat sangat kesal namun ia mencoba tersenyum.
Nampak senyuman tak pernah terlepas dari wajah Ricki, berbeda dengan Yuna saat ini.
"kalau bukan karena hal ini mana mungkin aku bisa menyentuhnya ,aku harus mentraktir kedua curut itu " Ricki bergumam
Acara belum sepenuhnya selesai namun yuna sudah tidak ingin terus berada di acara yang membosan kan seperti ini.Ia mencari kedua sahabat nya namun tak menemukan keduanya.Dan saat Yuna ingin berjalan mencari kedua sahabat nya tangan nya d tarik oleh Ricki sehingga mereka sekarang bertatapan .
" kedua sahabat mu sudah pulang di antar supir ku ."ucap Ricki pelan di dekat telinga yuna
" hey pengantin baru bersabar lah ,masih banyak tamu jangan terus membuat jiwa jomblo ku meronta !"
hampir semua tamu melirik pada Yuna dan Ricki yang sedang bertatapan Yuna segera melepaskan genggaman tangan Ricki di tangan nya dan mencoba tersenyum manis.
" dasar pencuri bisa-bisanya dia menggoda ku ,awas kau ."
Ancam Yuna pada joe pelan.namun ,joe hanya tersenyum meledek .Ricki menatap Yuna lekat ia menyuruh Yuna untuk duduk.
Gak terasa acara pun selesai saat ini semua keluarga Ricki menginap di hotel ,saat ini terpaksa Yuna berada satu kamar lagi dengan Ricki.mereka berjalan menyusuri setiap kamar hingga berhenti di salah satu kamar.
Yuna dan Ricki mulai masuk mereka tercengang saat mendapati kamar hotel di penuhi rangkaian bunga mawar ,tempat tidur di penuhi bunga mawar yang bertebaran.
jika memang pernikahan ini bersama orang yang di cintai sungguh malam ini adalah malam yang di nanti.
Ricki tidak banyak komentar dia sadar memiiki salah pada Yuna .ia bergegas akan masuk kamar mandi sebelum Yuna menyadari satu hal dan inilah kesempatan baik untuk nya selagi Yuna terpesona akan dekorasi kamar ini.
__ADS_1
Ricki sudah akan me lenglang pergi namun ia urung kan kerena tarikan pada kerah baju nya.
"heyyyy.......mau kemana kau mesum !"Yuna berbicara dengan menarik kerah baju Ricki.
" Apaan sih lepas kalo mau ,tunggu lah sebentar aku akan mandi setelah itu kita mulai !" ucap Ricki dengan mengangkat kedua alis ya
" kenapa kau begitu percaya diri ,aku akan membuat perhitungan dngan mu.ingat kita tidak ada kontak pisik paham.kenapa kau mencium ku tadi? "yuna berbicara dngan nada meninggi
" berhenti lah berteriak !! aku ini suami mu ,aku berhak atas mu .meski kita menikah atas sebuah kesempatan tapi aku berhak atas mu.sekarang kau buka baju mu aku memerintahkan mu untuk melayani ku.
" hey bos mesum Sudi sekali aku melayani mu !! Yuna membuang muka nya .ia tidak mungkin menendang Ricki dan membuatnya babak belur karena bagaimana pun itu adalah suami ya dan memang benar yang di katakan Ricki.namun, Yuna tidak ingin memulainya dengan baik.
Ricki laki-laki normal dia tak mungkin tidak bereaksi saat berada satu kamar dengan wanita cantik dan memiliki tubuh yang tidak lah biasa.Ia berkali kali menahan slavina nya menatap bibir tipis Yuna dia berpikir keras untuk sebuah alasan.
" bukalah bajumu aku akan membantu mu ." ucap nya
" Sudi sekali meminta bantuan mu mesum !"
" terserah " Ricki duduk di sofa menatap Yuna yang sibuk dengan gaun nya Yuna kesulitan membuka bajunyalalu ia berlalu menuju kamar mandi selang beberapa waktu ia kembali keluar dari kamar mandi .Yuna menatap Ricki kesal
" kenapa kau diam sajah,aku ini sedang kesulitan membuka baju ku,sungguh laki-laki tidak peka."sungut nya.
" gw salah lagi ,memang wanita selalau benar ."
Ricki berucap dengan berdiri dari duduknya dan menghampiri Yuna ,ia mulai membuka resleting baju pengantin Yuna ,Ricki menatap pemandangan yang indah tubuh putih mulus Ricki ingin menyentuh nya namun ia urungkan.
" kenapa lama sekali ?jangan macam-macam! sentak Yuna
" diam lah !! ini sangat sulit sepertinya ada yang rusak Ricki mencoba me maju mundurkan resleting baju yuna ia mencari alasan untuk bisa berlama lama memanjakan matanya.
" begitulah ?baiklah Yuna terlihat pasrah
saat Yuna mulai tak merespon dengan sigap tangan Ricki menyelinap masuk dan bermain di dada Yuna .Yuna tercengang kaget ia ingin memberontak namun Ricki membuat nya lupa dan terbuai.
__ADS_1