Sekertaris Dadakan

Sekertaris Dadakan
Flashback, Awal pertemuan


__ADS_3

"Marsella! Hentikan gosip murahan mu!" Edward berteriak, seketika Sela melirik sinis pada Edward.


"Ana, disini tidak aman. Ikutilah dengan ku! akan ku tunjukan padamu, tempat rahasia ku. Edward itu sangat menyeramkan kalo marah, dia suka berteriak-teriak seperti orang yang kelaparan. Aku sungguh tidak menyukainya," ucapnya dengan melirik sinis pada Edward yang kembali menemui mereka.


"Memangnya, siapa yang menyukaimu? Kau seperti wanita murahan dan selalu mengejar James, cocok sekali dengan gadis itu, sungguh kalian sepasang wanita yang menghawatirkan," ucapnya dengan tersenyum sinis.


"Apa kau bilang? menghawatirkan!" ucap Sela dengan mendorong tubuh Edward. "kalau bukan hari ulang tahunmu, mungkin kau sudah ku habisi!" Sela berkata dengan mengepalkan kedua tangannya.


"Sudahlah, katanya kau mau mengajak ku ke tempat rahasia mu? ayo, aku ingin sekali mengetahuinya," ucap Ana pada Sela dengan menyunggingkan senyumnya. Ana mencoba melerai pertikaian mereka.


"Pergilah sana, pergi yang jauh! dan jangan pernah kembali, aku tidak suka melihat wanita yang menyebalkan seperti kalian!" ucap Edward dengan mendorong- dorong tubuh Yuna dan sela.


"Lihatlah Ana, dia selalu membuat tensi darah ku naik, kalau bukan saudara ku, dia sudah ku masukan ke dalam karung saat tidur, dan melemparnya ke got bersama tikus dan kecoa, Aku sangat membenci mu Edward!" ucapnya dengan membuang muka, dan menarik tangan Ana untuk pergi, tapi Ana masih melihat ke belakang menatap kedua manik mata edward, sedang edward yang tahu di tatap Ana dia membuang mukanya.


"Tunggu sebentar!" Sela menghentikan langkahnya sehingga Ana menubruk tubuh sela. "His, kalau jalan, hati- hati untung aku yang kau tabrak bukan si singa itu," ucapnya dengan menunjuk seorang anak laki- laki bertubuh lebih tinggi berkulit putih dan pirang. "kau, jangan menyukai pria tampan di sana! awas kalau kau menyukainya!" ucapnya, dengan nada mengancam.


"Memangnya, dia siapa? kenapa aku tidak boleh menyukainya, apa dia memang mengerikan seperti singa, seperti katamu?" tanya Ana polos.


"Dia, memang sangat menyeramkan. Tapi, aku menyukainya, begini yah menurut mu kenapa laki- laki selalu tampak cuek, dan galak? apa itu cara mereka membuat ku kejer-kejer," ucapnya dengan sangat antusias.


"Mungkin kamu kejer-kejer, tanpa kamu sadari kamu memiliki penyakit ayan. Yah, kau tanya mereka saja, mana ku tahu aku belum merubah jenis kelamin ku menjadi pria," ucap Yuna dengan terkekeh.


"kau, jadi wanita tidak peka! susah di ajak bergosip, nanti ku ajari kau caranya bergosip yang baik dan benar!" ucap sela dengan menepuk dadanya menyombongkan dirinya.


"Bukankah saat bergosip Edward, kau ketahuan? bagaimana kau mengajariku sedangkan kau juga payah dalam bergosip," ucap Ana dengan tersenyum masam.


"Sudahlah, kau jangan membahas soal gosip, kita ini masih kecil untuk bergosip. Kita bahas yang lain, dia itu James, si ganteng kalem sang pemikat hati. Dia itu seperti lampu neon yang selalu menerangi ku." ucapnya dengan melambaikan tangan pada james.


"Astaga, bukan kah dia yang mengajak ku bergosip. sungguh aneh-aneh perilaku orang- orang di sini." gumam Yuna dengan menggelengkan kepalanya.


"Sel, kalau dia seperti Neon, bagaimana kalau tidak ada listrik? berarti dia tidak terang?" tanya Yuna.


"Kenapa, hal seperti itu kau pertanyakan! sungguh pertanyaan unfaedah!" ucap sela dengan mengerucutkan bibirnya. "Itukan hanya perumpamaan, kenapa kau sama menyebalkan nya dengan Edward. sudahlah, jangan merusak mood ku, lihat lah akan ku tunjukan caranya memikat laki- laki tampan," ucapnya dengan berlalu meninggalkan Ana.


Sela, pergi menemui James dan melambaikan tangan pada James, sela tampak riang dan ceria saat berjalan mendekati James. James yang melihat sela seketika lari terbirit-birit seperti melihat hantu, ia sempat menabrak kerumunan tamu dan dia menabrak kaki meja hingga terjatuh, saat Sela mulai mendekat dan ingin membantunya. Namun, James segera berdiri dan berlari menjauh dengan terpincang- pincang menahan sakit.


Yuna yang melihat itu, ia tanpa.terasa tertawa terpingkal- pingkal dengan memegangi perutnya. Sela datang dengan muka masam, melihat Yuna tertawa dia semakin memanyunkan bibirnya 15cm.


"Hahahaha, itu yang kau sebut jurus memikat laki- laki, itu namanya jurus seribu bayangan


lihatlah melihat mu James seperti melihat bayangan hantu," ucap Yuna dengan tak hentinya tertawa.


"Tenang, sajah! Ana. Aku tidak akan menyerah untuk mendapatkan James, kau tahu cinta ku pada James seperti bulan merindukan matahari, sama- sama cahaya itu sangat menakjubkan bukan? kami berdua itu hebat makanya butuh perjuangan untuk bersatu!" ucapnya penuh percaya diri.


"Astaga, sela....., kau tahu arti perumpamaan mu?" tanya Yuna.


"Yah, seperti yang ku katakan tadi, apa kau bodoh begitu saja kau tak mengerti!" ucapnya dengan tersenyum mengejek.


"Seperti Bulan merindukan Matahari, memang hebat dan menakjubkan! tapi kau tahu? mereka tidak akan pernah bisa bersama, karna mereka berada di waktu yang berbeda. bulan di malam hari sedang matahari di siang hari, kau mau seperti itu? terlihat pasangan hebat namun tak pernah bersama?" tanya Ana.

__ADS_1


"Tentu saja, tidak mau! kalau begitu James bulan dan aku bintang, kan kita di waktu yang sama dan selalu bersama," ucapnya dengan tersenyum bahagia, entah apa yang di pikirkan sela.


"Ia, memang di waktu yang sama. Tapi, kau tahu saat hujan bintang tidak muncul dan lagi kalau kau bintang dan dia bulan kau harus siap di madu?"


"Maksudnya?" Sela mengerutkan dahinya.


"Bukankah, bulan satu dan bintang banyak, yah harus siap kalo nanti James memiliki banyak bintang di hatinya," ucap Yuna dengan terkekeh.


"Lalu, aku harus bagaimana? kenapa semua perumpamaan memojokkan ku!" ucap Sela mulai kesal.


"Bagaimana kalau seperti tikus dan got, kan mereka saling melengkapi tikus got kata


yang saling melengkapi dan sudah menyatu," ucap Yuna dengan tertawa puas, hingga hampir semua tamu melihat ke arah kedua gadis kecil itu.


"kenapa, perumpamaan nya begitu sangat menjijikan tapi memang benar adanya. Ana apa tidak ada perumpamaan yang lebih keren dan hebat lagi?" tanya Sela dengan muka memelas.


"uppp, Yuna menutup mulutnya Karena tak tega melihat ekspresi Sela kala itu. "Yah, terserah ingin terlihat hebat seperti Matahari dan bulan tapi tidak menyatu? atau tikus got yang sudah menjadi satu kesatuan," tawa Yuna kembali pecah. Ya sudah, kau seperti pasir dan semen gimana?" tanya Yuna.


"Itu maksudnya apa?" tanya Sela.


"Ya Kalian bersatu itu bisa menyatukan bangunan, dan kalian bisa membangun masa depan," ucap Yuna.


"Hey, kau masih kecil kenapa kau bisa tahu, bahasa orang dewasa seperti itu?" tanya sela heran.


"Jangan bilang- bilang aku suka mengintip dan menguping saat Mas ku yang di kampung telpon sama pacarnya," ucap Yuna.


"Hhhahaha, kau bisa jadi anak dewasa sebelum waktunya, lalu kau mengerti apa yang kau katakan barusan?" tanya sela.


"Tentu saja apa?" tanya Sela kembali.


"Tentu saja, aku tidak paham apa yang ku katakan, aku hanya mengingat dan mengikuti apa yang Mas ku katakan pada pacarnya,"hahahah.


"Ternyata, kau lebih bodoh dariku," sela terkekeh. "Sampai lupa ayo kita ke tempat rahasia ku! kau tahu? kalau malam di sana indah sekali bisa melihat bintang dan bulan," ucap sela dengan wajah berbinar.


"Benarkah? ini kan sudah malam. Aku sudah tidak sabar, ayo ajak aku ke sana!"


Mereka berdua berlalu meninggalkan pesta, mereka sudah tidak memperdulikan orang- orang di sekitar yang menatap mereka heran. karna, sedari tadi mereka tertawa, ini adalah awal dari pertemuan mereka dan awal dari persahabatan mereka.


Sela mengajak Ana ke taman belakang kediaman Tn. Robert, hari sudah larut malam namun tidak nampak gelap karena terdapat beberapa lampu penerangan taman. Udara malam menyelimuti mereka, Ana dan sella tertidur di atas rumput hijau di iringi hembusan angin yang menggoyangkan dedaunan sesekali beberpa helai daun menerpa mereka, Saat ini Yuna dan sela tengah tertidur di bawah rumah pohon, dia atas rumput hijau yang terawat.


Mereka berdua menyaksikan malam, dengan penuh keindahan seindah persahabatan mereka. Sinar rembulan samar menerpa wajah mereka, bintang bertaburan menghiasai langit, mereka menatap ke atas sambil berpegangan tangan.


"Ana, aku mau berbicara sesuatu padamu," ucap sela dengan nada serius.


"Bicaralah, kenapa kau harus meminta ijin, bukankah tanpa di ijinkan pun kau berbicara terus. Seperti bebek," ucap Yuna dengab terkekeh namun mata nya masih menatap langit biru.


"Ana, kau berjanjilah padaku! mulai saat ini kita bersahabat dan apapun yang terjadi Kau dan aku akan selalu bersama," ucap Sela.


Ana masih terdiam, baginya masih terlalu baru untuk menganggap orang yang dia kenal dan baru di temui nya jadi seorang sahabat. Sela memang baik, dan sedikit gila tentunya. Tanpa sadar Yuna tersenyum sendiri mengingat awal pertemuan mereka yang sangat singkat.

__ADS_1


"Ana, kenapa kau tiba- tiba tersenyum? apa kau kalau malam suka sedikit gila?" tanya Sela dengan tatapan mengiba. " Tenang sajah, kau tak perlu khawatir. Meski kau kadang gila, aku akan tetap menjadi sahabat mu."


"Entah aku harus bahagia atau marah pada mu sel?! tadinya aku mau bersahabat dengan mu. Tapi, karna kau mengatai ku gila, rasanya aku berubah pikiran," ucap Yuna dengan membuang Muka.


"Yah, kau seperti anak kecil ajh! begitu saja marah, kau tahu kalau anak yang suka marah suka di gigit hantu."


"Hey, aku memang masih anak kecil! lagian mana ada hantu jaman Sekarang. Tapi kalau pun ada dia pasti akan mencari mu, Sel."


"Sudahlah, ayo kita ke rumah pohon! kita menginap di sana, kau pasti menyukainya Ana."


Saat ini, mereka masih terduduk. Sela masih menepuk- nepuk punggung Ana yang terdapat banyak rumput-rumput yang menempel pada gaunnya. Saat mereka akan beranjak terdengar suara di semak - semak, pohon pun bergoyang. Ana dan Sela melihat itu pun seketika saling bertatapan. Ana una masih terlihat santai dan berdiri, berbeda dengan Sela dia loncat berdiri dan memeluk Ana.


"Ana, suara apa itu, kenapa pohon itu bergoyang- goyang? aku takut!" ucapnya.


"Ayo kita lihat!" ajak Ana dengan menarik tangan Sela. "Tidak perlu takut kan ada aku,"


Mereka memberanikan diri, untuk melihat ke semak-semak betapa kaget nya mereka saat melihat apa yang ada di balik pohon.


...Bersambung...


intermesso dulu 😘🤭


Cita - Cita Murid


Guru bertanya cita – cita kepada muridnya.


Guru: Dillah cita-cita kamu apa?


Dillah: Jadi polisi bu, kalau ada penjahat yang ganggu ibu, aku bisa menembak dan nangkap mereka. Gratis untuk ibu


Guru: Dillah, ibu jadi terharu. Murdi kamu jadi apa?


Murdi: Kalo aku pengen jadi dokter bu, supaya bila ada penjahat melukai ibu, aku bisa rawat. Khusus buat ibu, gratis!


Guru: Ibu jadi sangat terharu. Kalau kamu, Utong, mau jadi apa?


Utong: Tukang gali kubur, bu. kalau Dillah tidak berhasil menangkap dan penjahat berhasil melukai, dan ferdi gak berhasil merawat ibu, dan ibu meninggal, kan sudah ku sediain kuburan.. Gratis. . tis. . tis. .tis untuk ibu.


Guru dengan kesal dan berkata:


"Dasar kampret keluar dari ruangan sekarang..."


🤔🤣🤣🤣🤣🤭


Salam ngakak, 😂


Sekarang Jejakin dulu,


maksih yang udah kasih jejak like, koment, vote

__ADS_1


yang masih sider kalo berat vote, komentarin, masih berat juga like ajh lah ka🤭🤭🤭


salam sayang dari otor yang cintah kalian semua😘😘😘


__ADS_2