Sekretaris Canduku

Sekretaris Canduku
Baby Boy


__ADS_3

□■□■


Reno dan Dea sedang menghadiri pengumuman pemenang dari ajang perlombaan gaun sutra.


"Sayang, kira- kira kita bisa menang enggak ya?" tanya Reno yang sudah cemas.


"Pasti menang," jawab Dea tanpa ragu.


Dea menggenggam tangan kekar Reno untuk memberikan rasa percaya diri.


"Apapun hasilnya kita harus terima," kata Dea membuat Reno mencium keningnya.


"Makasih ya udah suport aku dari bawah sampai ditingkat tinggi sekarang ini," kata Reno tulus pada Dea.


"Ok semuanya, kalian pasti sudah tidak sabar menunggu hasil dari penilaian dewan juri bukan?" kata mc yang kembali setelah menunggu dewan juri diskusi.


"Langsung saja akan saya bacakan tiga pemenang gaun sutra tahun ini," semua seakan detak jantung berdetak begitu cepat.


Begitu juga Reno dan Dea.


"Juara ketiga berhasil diraih oleh perwakilan Meksiko," tepuk tangan terdengar begitu bergemuruh. Perwakilan dari Meksiko naik ke atas panggung untuk menerima penghargaan.


"Langsung saja, juara kedua berhasil diraih oleh perwakilan Los Angeles," tepuk tangan kembali bersuara dan perwakilan dari LA maju ke depan untuk menerima penghargaan.


"Baik ini adalah puncak yang kita tunggu- tunggu," Reno menggenggam erat tangan Dea.


"Kamu pasti menang," kata Dea berbisik pada Reno.


"Juara pertama untuk gaun sutra tahun ini berhasil diraih oleh perwakilan negara," Reno memejamkan matanya sembari berdoa membuat Dea tersenyum melihatnya.


"Kanadaaa," Reno membuka matanya dan langsung memeluk erat Dea.


"Sayang kita menang," kata Reno begitu bahagia dan kembali memeluk Dea.


Reno maju ke depan untuk menerima penghargaan bersejarah dalam setahun itu.


"Terima kasih banyak buat kalian semua para staf dan karyawan yang selalu mendampingi juga bekerja sama dengan sangat kompak," kata Reno pada semua karyawannya yang ikut hadir dalam acara ini.


"Dan terima kasih banyak buat istri saya tercinta," kata Reno sambil menunjuk Dea yang tersenyum manis kearahnya.


"Yang selalu ada di samping saya," lanjut Reno membuat semua orang bertepuk tangan bergemuruh dan menatap Dea bangga.


"Ohh ya tuan Reno, sebelum anda mengakhiri ucapan terima kasih ini, saya minta pada anda untuk melihat layar di belakang anda," kata mc memberitahu agar Reno berbalik untuk melihat layar di belakangnya.


Reno berbalik dan menampilkan sebuah gambar yang membuatnya mengernyit bingung.



Mc itu kembali menggeser pada slide kedua.



Reno menatap mc itu dengan senyuman lebar dan tak percaya.


Klik



Reno membungkam mulutnya tak percaya saat membaca slide ketiga.


"Sekarang lihatlah ke belakang tuan," kata mc itu membuat Reno perlahan berbalik dan betapa terkejutnya dia saat semua orang menatap dirinya dengan senyuman bahagia.


Terlihat Dea sedang memegang foto hasil usg dan semua karyawannya memegang tulisan


HELLO DADDY


"Selamat ya tuan Reno sebentar lagi anda akan menjadi seorang ayah," kata mc itu memberi selamat pada Reno.


Reno langsung berlari menghampiri Dea dan memeluknya erat.


"Terima kasih, terima kasih banyak," kata Reno sambil mencium kening Dea berkali- kali.


"Selamat ya tuan, sebentar lagi anda akan menjadi seorang ayah," kata salah satu staf memberi selamat pada Reno.


"Untuk merayakan kemenangan ini, mari kita berpesta," teriak Reno dan disambut bahagia oleh semua staf dan karyawan.


"Terima kasih banyak sayang," bisik Reno pada Dea lalu ia memeluk erat pinggang istrinya.


《♡♡♡》


Reno dan Dea pulang ke pulau Stella tepat pukul 3 sore.


Mereka berencana untuk cepat memberitahu semua keluarga besar atas kabar gembira ini.


"Sayang pasti papa sama mama bakalan kaget banget waktu tahu kamu hamil," kata Reno yang memeluk erat pinggang istrinya untuk masuk ke dalam rumah.


"Aku seneng banget bisa hamil barengan sama Sela dan Laura," ujar Dea jujur membuat Reno juga bahagia dan mencium keningnya.


Ceklek


"Pa ma," panggil Reno saat masuk ke dalam rumah dan terlihat sepi.


"Kemana mereka pergi?" gumam Dea saat rumah begitu sepi.


Reno melihat sudut- sudut rumah dan tidak ada siapapun.


"Yaudah kita ke kamar aja dulu," kata Reno sambil menggandeng tangan Dea pelan.


Mereka menaiki lift untuk ke lantai atas.


Ting


Reno dan Dea terdiam saat pintu lift terbuka dan ada kejutan di depan pintu lift.


Reno mendekati boneka tersebut diikuti Dea di belakangnya.



Reno membaca note kecil yang tertempel di balon tersebut.


Tolong pergi ke taman


"Sayang ayo kita ke taman," ajak Reno kembali menarik tangan Dea untuk memasuki lift.


Mereka berjalan menuju taman sesuai intruksi dalam note kecil tertulis tadi.


"Surpriseee," teriak mereka keluar dari persembunyiannya membuat Reno dan Dea terkejut.


"Hei sayang, sekarang kamu sudah hamil dan menyusul Laura," kata Rose yang langsung memeluk Dea.


Reno melihat sekeliling taman yang sudah di dekor indah untuk menyambut kabar gembira ini.



"Selamat ya bro, bentar lagi kita bakal jadi ayah," kata Rendy sambil menepuk bahu Reno.


"Selamat ya son," kata Bradsiton bergantian memeluk Reno.


"Wih gue enggak nyangka kalau kita bertiga bakal jadi ayah," kata Bara begitu bahagia atas apa yang mereka dapatkan selama ini.


"Tapi bagaimana bisa kalian tahu tentang kabar gembira ini?" tanya Reno bingung pasalnya ia belum memberitahukan pada mereka semua.


Mereka semua saling menatap satu sama lain dan tertawa bersama.


"Rahasia dong," kata Rose membuat Reno dan Dea tertawa.


"Ma makasih banyak ya," kata Dea pada Rose.

__ADS_1


Rose begitu terharu akan suasana ini, ia kembali memeluk Dea lalu diikuti Sela dan Laura.


Mereka lalu berpesta untuk merayakan hari bahagia ini.


Bara sedang tidur di pangkuan Sela sambil mengusap pelan perut besar istri tercinta juga buah hatinya.


"Sayang kamu udah enggak marah lagi kan?" tanya Bara sambil menatap wajah Sela yang silau karena sinar senja di sore hari ini.


Sela diam tak menjawab. Ini yang membuat para pria selalu putus asa menghadapi para wanita yang hanya diam saat ditanya.


"Sayang, itu hanya pertemuan biasa, kami hanya minum teh dan ada Rendy juga di sana," kata Bara mencoba menjelaskan meski dia begitu takut hanya karena menatap wajah Sela yang diam.


"Wah kamu laki- laki yang sangat baik mau bertemu dengannya dan minum teh bersama," puji Sela membuat Bara tersenyum malu- malu.


"Hehe makasih sayang," kata Bara sambil mencium perut besar Sela.


"Kenapa enggak sekalian semua wanita kamu ajak minum teh bersama," ok ini bukan pujian Bara, ini jebakan batman.


"Enggak bukan gitu sayang," kata Bara membela diri.


"Aku sangat kasihan melihatmu karena bingung saat aku pergi ke London, kukira kamu akan melajang selamanya. Ahh tapi siapa sangka jika kamu memiliki kekasih," kata Sela mengatai Bara.


"Ahh dia bukan kekasihku, aku ke sana karena terpaksa dan aku tidak memiliki pilihan lain," kata Bara berbohong membuat Sela menunduk dan menatap sinis Bara.


"Omong kosong bahkan kamu juga kencan buta waktu malam minggu," kata Sela menyudutkan Bara.


"Sayang, tapi di sana aku tidak sendiri ada Rendy, lagipula apa kamu tidak melihat ekspresiku saat berfoto dengannya, ekspresiku datar, seperti ini," kata Bara memperlihatkan wajah datarnya.


"Bahkan aku saja tidak ingat namanya," bohong Bara membuat Sela tersenyum miring.


"Ahhh kamu tidak ingat namanya?" Bara menggelengkan kepalanya.


"Tapi ketiga suku kata itu langsung membuatmu berlari," gumam Sela sambil memalingkan wajahnya.


Bara tertawa melihat wajah Sela yang cemberut menambah kesan begitu manis.


"Kenapa kamu tertawa, hah?" tanya Sela ketus saat Bara terus menatapnya dan tertawa.


"Sayang, apa kamu sedang cemburu?" tanya Bara yang jelas- jelas enggak usah ditanya.


Bugh


Sela memukul dada bidang Bara karena kesal.


"Minggir, aku ingin bersama mama," kata Sela ketus membuat Bara bangun dari pangkuan Sela.


Bara hanya menatap kepergian Sela yang menghampiri mamanya dan bermanja.


"Astaga, dia begitu cantik saat cemburu," gumam Bara sambil tidak melepaskan tatapannya dari Sela.


"Bagaimana bisa aku selingkuh jika aku mempunyai istri sempurna sepertinya," kata Bara lalu menghampiri mereka.


□■■□


Hari ini semua orang akan pergi ke Jerman untuk acara baby shower Jessy dan Reynald.


Jadi, mereka berangkat pagi- pagi tadi agar mereka bisa menghabiskan banyak waktu saat di sana.


"Bentar lagi nyampe," kata Rose membuat semua orang tersenyum lebar karena sudah tidak sabar ingin melihat baby boy Jessy.


"Uhhh aku enggak sabar pengin lihat bayi mereka," kata Dea merasa begitu gemas untuk membayangkannya.


"Mama juga sayang," kata Rose membuat Dea tertawa pelan.


Perlahan helikopter mendarat di rooftop rumah Jessy dan Reynald yang telah di sediakan.


Dengan cepat Sela dan Laura bergegas turun dan sedikit berlari kecil.


"Sayang jangan lari- lari," teriak Bara mengintruksi Sela yang tidak memperhatikan perutnya yang semakin membesar.


"Astaga, apa istri kita mantan atlet lari, kenapa mereka hobinya lari- lari," gerutu Rendy membuat Bara tertawa dan mengejar Sela.


"Jessyyy," teriak Sela dan Laura membuat Jessy terkejut.


Mereka tiba- tiba langsung memeluk Jessy tanpa persiapan membuat Jessy hampir tersungkur ke belakang.


"Jessy aku rindu denganmu," kata Sela sambil menatap ibu cantik ini.


"Sela jangan ceroboh, perutmu kini sudah semakin membesar," kata Jessy memperingati Sela.


"Jessy mana putramu?" tanya Dea yang baru saja datang bersama lainnya.


"Ada di kamar, lihat aja," kata Jessy pada Dea lalu menyambut Rose dan Bradsiton.


Ketiga perempuan itu langsung berlari menuju kamar baby boy Jessy.


"Astaga ketiga perempuan itu benar- benar atlet lari," gumam Rendy membuat semua orang tertawa.


Sela melihat baby boy pertama mereka, benar- benar sangat menggemaskan.



"Jessy siapa nama baby boy tampan ini?" tanya Laura yang terus menciumi wajah bayi Jessy.


"Mike Cassius Reynaldo," jawab Jessy sedikit berteriak dari arah dapur.


.


.



Setelah baby boy Jessy tertidur, kini saatnya para orang tua berpesta ria di taman.


Namun pesta ini dibagi menjadi dua bagian.


Para wanita sibuk untuk mengobrol dan makan sedangkan lelaki sibuk membakar daging sembari minum wine.


"Wahhh gue pengen banget jadi mereka, hanya duduk dan mengobrol sembari menunggu dagingnya matang," kata Rendy yang iri dengan para wanita.


"Kenapa? Lo iri sama mereka?" tanya Reno sambil mengolesi daging dengan bumbu.


"Son jadi mereka tuh ribet, mending jadi laki," kata Bradsiton yang sudah setengah mabuk.


"Yaaa tuan Bradsiton, kenapa kau mabuk- mabuk, bukankah pinggangmu masih sakit?" marah Bara pada Bradsiton.


"Son kita harus merayakan malam ini, jadi minumlah," kata Bradsiton sambil menuangkan wine di gelas untuk ketiga putranya.


Sedangkan di sisi lain para wanita itu menatap sebal pada para suami mereka.


"Ahhh liatlah pak tua itu, dia sudah tua tapi masih berusaha untuk minum," kata Rose yang sebal melihat Bradsiton sudah mabuk.


"Kenapa mereka bersikap seperti bocah?" gumam Laura yang heran dengan para lelaki saat mabuk.


"Pasti harga diri mereka akan jatuh saat mengingat tingkahnya kala mabuk," kata Sela sambil menatap Bara yang sudah mabuk.


"Ayo sayang mending kita masuk saja, di sini sangat dingin," ajak Rose pada mereka untuk masuk ke dalam rumah.


Alhasil mereka masuk ke dalam rumah dan meninggalkan para suami yang sibuk mabuk sambil baberque.


.


.


.


Keesokan paginya bendera perang dunia seakan berkibar dengan sangat jelas.

__ADS_1


Entah ada apa, Rose dan keempat menantunya sedang duduk di kursi ruang tamu sambil menunggu suami mereka bangun.


Ceklek


Ceklek


Ceklek


Ketiga kamar terbuka bersamaan menampilkan wajah baru bangun tidur suami mereka.


"Sayang, kenapa kamu tidak membangunkan aku?" tanya Bradsiton yang belum menyadari wajah garang Rose.


"Ra kamu tumben bangun pagi," kata Rendy sambil menggaruk tengkuknya.


"Sela sayang, kenapa semalam kamu menyalakan AC begitu dingin," kata Bara sambil menatap wajah Sela yang datar.


"Kalian semua kenapa diem aja?" tanya Reynald yang diangguki oleh Reno dan lainnya.


Mereka para wanita hanya diam dan menatap para suami yang berdiri dengan pikiran yang bingung.


"Sebentar, apa kita melakukan hal konyol saat mabuk kemarin?" kata Rendy pelan membuat mereka seketika langsung mengingat kejadian malam tadi.


SAAT MABUK TADI MALAM


"Ayo kita menari bersamaa," teriak Rendy bersorak sorai sambil mengangkat tinggi botol wine yang ia bawa.


"Rendy, kenapa lo pakai rok istri gue?" tanya Reynald yang setengah sadar melihat Rendy memakai rok pendek milik Jessy.


"Lo tahu, jadi cewek itu enak banget, cobain deh," kata Rendy membuat Reno tersenyum.


"Bener banget, gue juga mau jadi cewek kalau gitu," kata Reno yang langsung menuju jemuran di belakang rumah.


"Dia mau ngapain?" tanya Bara saat Reno sempoyongan berjalan menuju jemuran.


"Biarin yang penting dia enggak pergi ke salon," kata Rendy.


"Taraaaa, gimana penampilan gue?" tanya Reno yang sudah merubah penampilannya.


Semua menoleh dan menatap penampilan Reno dan kalian tahu apa yang ia pakai.


Dress milik Jessy.


"Yaaa kenapa lo pakai baju istri gue," bentak Reynald kesal.


"Coba deh, jadi perempuan sehari aja, enak tahu," kata Reno yang berjalan dengan linggak- lingguk seperti perempuan.


"Masak sih?" tanya Bradsiton dan diangguki oleh Rendy dan Reno.


Alhasil semua lelaki ini pergi menuju jemuran dan memakai baju Jessy yang tadi siang ia jemur.


Dan bajunya itu rata- rata dress.


Mereka memakainya lalu dengan jalan sempoyongan berjalan masuk ke dalam rumah.


"Dah besok kita ketemu lagi ya," kata Rendy yang melambaikan tangan pada mereka sebelum masuk kamar.


"Ayo Ren lo tidur sama gue," kata Rendy yang langsung menarik tangan Reno untuk masuk ke dalam kamar.


"Dadah, kita juga mau tidur," kata Bara yang juga melambaikan tangan perpisahan sebelum masuk kamar pada mereka.


"Ayo pa tidur sama Bara," kata Bara mengajak Bradsiton masuk ke dalam kamar.


Sedangkan Reynald langsung masuk kamar dengan sendirinya.


Di dalam kamar Bara dan Bradsiton langsung membaringkan tubuhnya di king size.


"Ahh pa kenapa di sini sempit sekali?" gumam Bara sambil memeluk Sela yang sudah tertidur.


"Iya son, di sini juga sempit banget, gimana kalau kita pindahin aja gulingnya?" kata Bradsiton memberikan usulan.


"Bener pa, ayo kita pindahin ke sofa," kata Bara yang langsung mengangkat Sela ke sofa.


Bradsiton juga melakukan hal yang sama pada Rose memindahkannya di sofa.


"Ahhh akhirnya kita bisa tidur dengan luas ya pa," kata Bara saat mereka bisa tidur dengan nyaman.


Rose dan Sela terbangun saat tidur mereka merasa tidak nyaman.


"Loh sayang kok kita tidur di sofa?" tanya Rose pada Sela.


"Aisshhh laki- laki ini benar- benar ingin mati," umpat Rose saat menyadari jika ini ulah suami juga putranya.


"Ngeselin banget sih jadi suami," gerutu Sela membuat Rose mengambil remote kontrol AC dan menaikkan suhunya.


Sedangkan di kamar sebelah Rendy dan Reno bukannya tidur melainkan melakukan fashion show.


"Bentar Ren, gue matiin dulu lampunya terus entar gue sorot lo pakai senter pas muncul dari sana, ok?" kata Rendy memberi intruksi pada Reno.


"Siap komandan, saya akan melakukan fashion show dengan baik," kata Reno sambil memakai high heels milik Dea yang berada di kamar.


Rendy pun menyalakan musiknya lalu mematikan lampunya.


Ia menyorotkan senter agar Reno bisa jalan di atas selimut yang ia jadikan karpet merah.


Laura terusik dari tidurnya saat Rendy menyalakan musik dengan sangat keras.


Ia terbangun dan betapa terkejutnya dia.


Tidak berapa lama, Dea juga terbangun karena ulah mereka berdua.


"Aishhh apa mereka sudah gila, kenapa mereka memakai baju Jessy?" gumam Laura yang tak habis pikir dengan Rendy.


"Lihatlah, bahkan mereka juga melakukan fashion show di dalam kamar," kata Dea kesal lalu keluar dari kamar diikuti oleh Laura.


"Mama Sela?" kata Laura terkejut saat melihat Rose dan Sela sudah duduk di sofa dengan mata pandanya.


Ceklek


Jessy keluar dari kamarnya dengan muka kesalnya.


"Kalian kenapa keluar?" tanya Jessy saat melihat mereka duduk di sofa bukannya tidur.


"Suamiku sedang fashion show di dalam kamar," kata Dea dan Laura bersamaan membuat Jessy menahan tawa.


"Suamiku sedang tidur berdua dan memindahkan kita ke sofa," kata Sela dan Rose bersamaan dengan muka kesal.


"Lantas bagaimana denganmu?" tanya Laura pada Jessy.


"Lihatlah suamiku, dia mengeluarkan semua bajuku dan mencobanya satu persatu, bahkan kamarku seperti kapal pecah," adu Jessy kesal.


SAAT BANGUN TIDUR


"Jadi, bagaimana apa kamu tidur nyenyak semalam setelah memindahkan guling ke sofa?" tanya Rose pada Bradsiton dan Bara.


"Lantas, apa acara fashion showmu di dalam kamar lancar?" tanya Laura sambil menatap tajam Rendy.


"Siapa pemenangnya?" tanya Dea pada Reno.


"Apa kamu sudah mengeluarkan semua bajuku di dalam kamar?" tanya Jessy pada Reynald.


Semua para wanita berdiri dan menghampiri suami mereka masing- masing.


"Sekarang, kalian harus menerima hukumannya," kata Rose sambil menarik telinga Bradsiton.


Hal itu diikuti oleh Sela yang juga menarik telinga Bara dan membawanya pergi.


Begitu juga Laura Dea dan Jessy.

__ADS_1


"Sial, gara- gara mau jadi cewek sehari aja bukannya untung malah kena hukuman," gumam Rendy saat Laura menarik telinganya.


__ADS_2