Sekretaris Canduku

Sekretaris Canduku
London Punya Cerita


__ADS_3

♡♡♡


Bara terus menatap Sela yang kini sedang menyuapinya.


Kini tubuhnya merasa sangat hangat setelah memakan sop buatan Sela.


Setelah selesai, Sela langsung membawa nampannya ke dapur.


Bara merasa kini perutnya sangat geli dan banyak kupu yang bertebaran keluar dari perutnya.


Dirinya begitu girang kala Sela mencemaskannya.


Ya tuhan, andai sekarang dia berada di kamarnya.


Sudah Bara pastikan dia akan jungkir balik di kamarnya.


Bara menatap ponsel Sela yang tergeletak di atas bantal.


Sela masih sibuk mencuci piring jadi Bara berniat untuk melihat sebentar ponsel Sela.


Beruntung banget Bara saat tahu ponsel Sela tidak dikunci.


Bara ingin melihat koleksi foto Sela dan berharap jika ada foto dirinya yang terselip atau Sela yang memang sengaja menyimpannya.


Seperti dirinya yang memenuhi galeri ponselnya dengan foto Sela.


Sedangkan Aldebaran yang terkenal dingin, biasanya galeri ponselnya hanya berisi foto aib Rendy atau hasil presentasi dan juga foto dirinya.


Tapi karena si Aldebaran yang dingin kini berubah bucin jadi isi galerinya hanya foto Sela.


Deg


Bara tercengang kala melihat foto dirinya dengan Gabriela.


Di mana di foto tersebut leher Gabriela penuh dengan kissmark.


Keparat.


Bahkan Gabriela tidur dalam pelukan Bara, yang Bara yakini itu adalah rekayasanya.


Jadi ini yang Sela maksud dirinya mempermainkan wanita.


Jalang satu ini memang harus dikasih pelajaran yang setimpal.


Bara mencoba mengingat kejadian malam itu.


Sepertinya tidak mungkin jika Bara melakukan hal sebejat itu meski dirinya dalam pengaruh obat tidur Gabriela.


Dasar jalang satu ini sungguh meresahkan.


Sekarang Bara paham, Gabriela berniat untuk menjebak dirinya dengan foto mereka berdua yang terlihat seperti selesai melakukan hubungan.


Tapi realitanya itu tidak sungguh- sungguh terjadi pada mereka berdua.


Bara ingin sekali memberitahu Sela, tapi Bara berpikir sejenak.


Sela tidak akan percaya segampang itu, Bara harus bisa mencari bukti kuat.


Bara mengembalikan ponsel Sela di atas bantal lalu meraih ponselnya di atas nakas.


Tolong periksa rekaman cctv di rumah Gabriela.


-Peter


Bara mengirimkan pesan itu pada Peter.


Kenapa hal ini tidak terpikirkan olehnya sejak kemarin.


Astaga, Bara merasa sangat bersalah pada Sela.


Bukannya menemukan sesuatu di rumah Gabriela tapi malah mendapatkan perkara.


Sela kembali dari dapur, buru- buru Bara meletakkan ponselnya di atas bantal.


Sela membuka lemari dan mengeluarkan selimut tebal.


"Sayang kemarilah," kata Bara sambil menepuk sisi ranjang di sampingnya.


Sela menatap kesal Bara.


"Enggak usah banyak ulah, besok anda harus cepat kembali," ketus Sela lalu berjalan menuju sofa.


Sela berbaring di sofa dengan selimut tebalnya.


Bara hanya menatap gadisnya yang kini sedang merajuk.


Dan memilih untuk tidur di sofa.


Bara berbaring ke samping kiri dengan tangan menopang kepalanya.


Mengamati Sela yang kini sedang tertidur di sofa.


Ting


Ada pesan masuk dari Peter, mata Bara berbinar kala melihat salinan rekaman cctv di rumah Gabriela.


Ternyata benar dugaan Bara jika itu semua adalah rekayasa dari jalang itu.


Ting


Pesan masuk dari Peter, kini salinan rekaman cctv yang kedua.


Apa isinya?


Bara langsung membukanya dan betapa terkejutnya Bara melihat isi dari vidio tersebut.


Jadi, dia dibalik masuknya ayah Gabriela di rumah sakit.


Dan membalikkan fakta seolah Sela yang membelikan semua obatan terlarang itu.


Dasar licik.


Bara menatap Sela yang terbaring di sofa.


Dia meletakkan ponselnya di atas bantal lalu turun dari ranjang untuk menghampiri Sela.


Terdengar napas yang tenang dan beraturan, itu tandanya Sela sudah tidur.


Perlahan Bara mengangkat tubuh Sela dan memindahkannya di tempat tidur.


Kemudian Bara ikut berbaring di sampingnya dan menutupi tubuh mereka dengan selimut tebal.


Besok aku akan menunjukkan semuanya, jika aku tidak melakukan apapun pada Gabriela, batin Bara sambil menghirup aroma rambut Sela dari belakang.


Bara melingkarkan tangannya di pinggang Sela memeluknya dengan erat.


Seakan takut jika ia akan ditinggal lagi oleh Sela.


Mereka terlelap di tempat tidur yang sama dengan diiringi turunnya salju awal tahun di London.


Sweet bukan?


Bara merasa dirinya orang paling beruntung dan bahagia.


Bisa mendapatkan cinta Sela untuk selamanya.


Bara akan menjaga cintanya bersama Sela.


Itu pasti.


.


.


.


Kring kring kring


Sela terbangun karena suara ponsel yang pasti bukan miliknya.


Sela merasakan ada sesuatu yang melingkar di perutnya dan juga kenapa dirinya bisa pindah ke tempat tidur.


Sela menoleh sedikit ke belakang, terlihat Bara sedang tertidur pulas dengan memeluk dirinya.

__ADS_1


Ya tuhan, kenapa jantung Sela kini kian berdetak tak karuan.


Meski Bara selalu melakukan hal ini, tapi bagi Sela itu tidaklah baik.


Tentu saja tidak baik, selama Bara memeluk dirinya kala tertidur, detak jantungnya kian berdetak tak karuan.


Sela melihat siapa yang menelpon Bara sepagi ini.


Papa Garang😎


Sela sempat menahan tawanya kala membaca nama kontak Bradsiton dalam ponsel Bara.


Dasar anak laknat.


Sela terdiam kala dia baru menyadari jika lockscreen Bara adalah fotonya.


Foto di mana itu adalah kali pertama Sela foto model.


"Sayang kamu udah bangun?" suara serak dan parau dari Bara membuat Sela gelagapan.


Sela bangun lalu mengedarkan pandangannya.


"Papa tadi telpon," kata Sela yang tidak berani menatap Bara.


Mata Bara terbuka lalu bangun dan menyandarkan punggungnya di kepala ranjang.


Bara menelpon balik papanya, ada apa papanya telpon sepagi ini?


Dasar bapak tua, enggak tahu apa anaknya lagi menikmati waktu dengan calon menantunya.


"Halo pa,"


"Halo son, apa papa menganggu?"


"Tentu saja,"


"Hahaha kenapa kau terlihat marah? Apa kau sedang bersama Sela?"


Bara menatap Sela yang sedari tadi menunduk, senyum dekilnya terbit di bibir Bara.


"Apa Sela?"


Sela menoleh menatap Bara bingung sambil menunjuk dirinya.


Bara menahan tawanya lalu mengisyaratkan pada Sela dengan jari telunjuknya untuk diam.


"Oh menantu papa, ini lagi tidur sama Bara,"


Bugh


Sela memukul kaki Bara dengan bantal dan membuat Bara semakin tertawa.


"Hey son, Sela ke London untuk belajar jangan kau terburu untuk membuat anak," goda Bradsiton di seberang sana.


"Pa gimana kalau Bara buat cucunya dulu baru nikah?"


Bugh


Sela melempar bantal untuk kedua kalinya lalu pergi dari sana.


Daripada dia stres mikirin obrolan kedua laki- laki itu, mending Sela mandi dan berangkat ke kampus.


"Hahaha papa pastikan mamamu yang pertama kali akan membunuhmu,"


"Ya tuhan kenapa Bara selalu salah di mata kalian. Bara cuma mau jadi anak berbakti,"


"Berbakti tapi enggak harus buat hamil anak orang sebelum nikah,"


"Yayayaya,"


"Hey son, kau kelihatan begitu bahagia apa Sela sudah memaafkanmu?"


"Dan kelihatannya kau juga tidak lagi tidur di bangku taman?"


Bara mendelik kesal kala papanya mengetahui semuanya.


"Bagaimana papa tahu?" tanya Bara.


"Semua bisa papa ketahui son, termasuk kamu yang selalu menggoda Sela, hahaha,"


"Sejak kapan profesi papa berubah jadi mata- mata," kesal Bara membuat Bradsiton di seberang sana tertawa keras.


"Gimana apa masalah kalian sudah selesai?"


"Ya hari ini Bara akan memberitahukan semuanya pada Sela,"


"Bagus, cepat selesaikan dan kembalilah. Perusahaan sedang menunggumu, jangan kau honeymoon sebelum nikah,"


"Tadinya mau gitu tapi gagal karena papa,"


"Baiklah papa hanya menanyakan hal itu, jaga baik- baik menantu papa,"


"Hem baiklah. Oh ya, jangan menelpon saat Bara sedang bersama Sela, papa ganggu tahu enggak,"


"Hahaha, papa cuma jadi penengah son, takutnya kamu tidak bisa menahan diri,"


"Ehh mama dateng, udah ya nanti papa telpon lagi,"


"Ya," Bara mengakhiri panggilannya dan tersenyum senang.


"Dasar bapak tua, gitu aja takut sama istri," gumam lirih Bara sambil menatap layar ponselnya.


Bukan takut sama istri, cuma jadi suami yang baik dengan menyambut istrinya kala datang.


-Papa Garang😎


Bara melotot kala menerima pesan dari papanya.


Seakan menjawab dari apa yang baru saja dia katakan.


"Oh good Bradsiton, bahkan anda bisa mengetahui apa yang anakmu bicarakan, meski dia berada di angkasa," gerutu Bara sambil menatap pesan dari papanya.


Tap


Tap


Tap


Suara langkah kaki Sela yang baru saja selesai mandi.


Dan kini sudah rapi dengan jas barunya.


Mahasiswi Universitas Hardvard


Bara terpesona akan kecantikan Sela, begitu elegan dan menawan.


Setelah selesai Sela menyambar tas dan buku tebalnya.


Karena Sela mendapat jam kuliah pagi.


"Apa kamu akan berangkat sekarang?" tanya Bara membuat Sela menatapnya sekilas dan mengangguk.


"Baiklah kalau begitu aku juga akan pergi," kata Bara yang turun dari ranjang.


Sela menatap Bara, kemana orang ini akan pergi?


"Tetaplah di sini, besok baru kembali," kata Sela membuat Bara menatapnya tak percaya.


"Apa kamu serius?" tanya Bara karena tak percaya. Sela mengangguk dengan ekspresi datar.


Sedangkan Bara kini merasa jantungnya sedang melompat- lompat.


Andai aja Sela tidak marah padanya, Bara ingin berhambur ke pelukan Sela.


"Kalau begitu saya kuliah dulu," pamit Sela yang bergegas keluar kamar sebelum Sandra tahu jika Bara di dalam kamarnya.


Bersamaan dengan itu Sandra juga baru keluar dari kamarnya.


"Sel," panggil Sandra membuat Sela tersenyum manis.


"Yok berangkat sekarang," ajak Sandra sambil menggandeng lengan Sela.


Hal ini mereka lakukan saat perjalanan ke kampus, karena saat di kampus mereka akan seperti orang tidak kenal.

__ADS_1


Ya karena itu peraturan di London, tidak diperbolehkan mempunyai sahabat.


"San tahu enggak sih tadi malam lampu padam," kata Sela membuat Sandra yang diam- diam tersenyum manis.


.


.


.


.


.


Sela baru pulang pukul 5 sore karena hari ini ada 2 tambahan mata kuliah.


Sela membuka kamarnya terlihat sangat sepi.


Kemana Bara, apa dia pergi?


Sela menatap kotak merah di atas tempat tidurnya.


Sela mendudukkan dirinya di tempat tidur sambil memangku kotak merah tersebut.


Apa isinya?


Sela membukanya, dress warna merah yang sangat cantik.


Ada catatan kecil di dalamnya.


Malam ini aku akan memberitahukan segalanya. Aku akan menunggumu di Big Ben.


-Bara Tampan


Perasaan Sela mendadak tak karuan, ada apa dengannya ini.


Apa Bara akan memberitahunya jika Gabriela hamil?


Atau Bara akan, ahh kenapa dengan diri Sela ini.


Kenapa dirinya terus berpikir yang tidak pada Bara.


Sela memutuskan untuk membersihkan diri terlebih dahulu.


Setelah mandi Sela menatap dress merah di atas tempat tidurnya.


Dengan ragu dan perasaan tak karuan, terpaksa Sela memakainya.


Dia menatap dirinya di pantulan cermin, gaun merah itu sangat cocok dengan dirinya.



"Bagaimana jika begini?" gumam pelan Sela melihat penampilannya.


"Apa ini tidak berlebihan?" tanya dirinya lagi melihat riasan wajahnya.


"Ya tuhan ada apa denganku ini, ini bukan kali pertama aku bertemu dengan tuan Bara,"


"Detak jantungku tidak bisa berdetak dengan normal," gerutu Sela karena dia terus merasa deg- deg an.


"Aku akan menguncirnya saja," kata Sela yang langsung merubah gaya rambutnya.



"Gini ajalah," kata Sela lalu menyambar tas selempangnya.


Sampainya di lobi Sela di sambut seorang bapak paruh baya yang dia bilang orang suruhan Aldebaran.


Mobil melesat menuju Big Ben, perasaan Sela semakin tidak karuan.


Sela mengalihkan hal itu dengan menatap ke luar jendela.


Mengamati Kota London di malam hari.


"Nona kita sudah sampai," kata bapak sopir.


"Terima kasih pak," ucap Sela lalu turun dari mobil.


Deg


Kenapa sangat sepi sekali?


Apa Bara berniat untuk membohonginya?


Sela mendadak takut, dengan ragu ia melangkah.


Dan Sela terkejut kala dia melangkah satu demi satu, bersamaan dengan itu lampu menyala satu persatu.


Hingga ia berada tepat di depan Big Ben, terlihat Bara yang kini sedang tersenyum ke arahnya dengan balon di tangannya.



Sela berdecak kagum akan keindahan Big Ben di malam hari.


Ternyata begitu indah dan terlihat sangat nyata.


Beda saat dia hanya melihat dari internet.


Bara berjalan perlahan menghampiri Sela dengan senyum manisnya.


"Malam ini kamu begitu cantik," puji Bara sambil menatap kagum Sela.


"Kenapa anda menyuruh saya ke sini?" tanya Sela dengan formal.


Bara mengambil kotak berudu merah di tali balon lalu melepaskan balon itu ke udara.


"Lihatlah di sana," kata Bara sambil menunjuk ke belakang Sela.


Sela berbalik di sana ada layar monitor.


Dengan satu tombol layar monitor menyala dan kini menayangkan rekaman cctv di rumah Gabriela.


Sela menatap tanpa berkedip dan meneliti dengan sangat teliti.


Fiuhhhh


Ternyata itu semua palsu dan rekayasa dari Gabriela.


Dan tentang kissmark itu, Gabriela memakai lipstiknya untuk terlihat nyata dan merah.


Sela ingin tertawa melihat hal itu, kenapa dirinya bisa segampang itu percaya.


Hap


Bara memeluk Sela dari belakang dan mencium pelipisnya.


"Jadi bagaimana, apa kamu percaya?" tanya Bara menggoda. Sela mengangguk dan menyembunyikan senyumnya.


Bara membalikkan tubuh Sela agar menghadap dirinya.


"Jadi, nona Aldebaran, will you marry me?" tanya Bara membuat rona merah di wajah Sela muncul begitu saja.


Sela hanya menatap Bara tanpa mau memberikan jawaban.


Sela berjinjit dan mencium bibir Bara yang begitu seksi.


1 ciuman yang mewakili 1001 perasaan.


Bara memegang pinggang Sela dan merapatkan tubuh Sela agar lebih dekat dengannya.


Tanpa ditanya lagi, Bara sudah tahu jawabannya.


Dengan disaksikan Big Ben dan kota London di malam hari ini.


Cinta mereka berdua kini telah kembali.


Di mana Bara yang bisa mengembalikan cincin tersebut ke jari manis Sela.


Dan status Sela yang kini kembali menjadi calon istri dari


Aldebaran Bradsiton Arganta


Semua telah kembali.

__ADS_1


▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎**


__ADS_2