
○○○
Mata mereka seakan fokus pada back stage peragaan busana.
Mereka merasakan tegang juga cemas saat model dari Aldebaran seorang miliader Kanada tidak keluar juga.
Tap
Tap
Tap
Hingga suara high heels mulai memasuki back stage peragaan busana.
Mereka sangat menantikan mahakarya dari perusahaan ATF.
Gabriela
Mata Reynald membulat saat tahu Gabriela memasuki back stage dengan gaun perancangan Bara.
Pasalnya Reynald telah menukar gaun milik Bara yang akan diperagakan dengan gaun biasa.
Lalu siapa yang meminta Gabriela untuk melakukan peragaan busana di atas back stage sebagai pengganti Sela.
"Tunggu," kata Clay membuat Gabriela yang belum menyelesaikan peragaan busana harus terpaksa berhenti.
Clay sengaja memberhentikan fashion show karena mulai terdengar suara bisik- bisik dan sedikit gaduh.
Pasalnya setiap model dari perusahaan sudah terpampang jelas foto mereka di layar back stage.
Lantas siapa perempuan ini? Foto dia tidak masuk dalam 10 model untuk melakukan peragaan busana.
"Tuan Bara apa dia model dari gaun anda?" tanya Clay pada Bara.
Reynald yang duduk di samping Bara menatap bingung entah kini Reynald tidak bisa berpikir jernih.
Bara tersenyum ramah lalu berdiri sambil merapikan jas hitamnya.
"Maaf tuan Clay jika saya sudah merusak acara anda, tapi ada sesuatu yang harus saya tunjukkan pada anda?" kata Bara lalu Rendy yang paham kode Bara langsung menyalakan proyektor.
Di mana terpampang jelas rekaman cctv, mulai dari anak buah Reynald yang masuk ke dalam rumah sakit untuk memasang cctv juga melakukan percobaan pembunuhan pada pasien.
Hingga saat Reynald sendiri menukar gaun yang akan diperagakan milik perusahaan ATF di tukar oleh gaun biasa.
Terakhir sebagai bonus, Bara menambahkan rekaman cctv saat anak buah Reynald merusak gaun yang berada di etalase tepatnya saat di perusahaan ATF waktu itu.
Vidio telah selesai, lalu Clay menatap Reynald seakan membenci perbuatan curangnya.
"Tuan Reynald, terpaksa kami mengeliminasi anda dari babak finap ini karena perbuatan curang perusahaan anda," kata Clay membuat Reynald menatap tajam Bara.
Dengan menahan malu Reynald pergi dari kursi penonton tapi tidak dengan Walles, dia masih penasaran siapa model dari perusahaan ATF.
"Lantas tuan Bara, siapa dia? Apa dia model dari gaunmu?" tanya Clay sambil menatap Gabriela yang terus menatap Bara.
"Bukan tuan Clay, dia bagian dari orang suruhan Reynald," jawab Bara dengan tenang dan santai.
Gabriela melotot tidak percaya sama apa yang Bara ucapkan.
Bisa- bisanya Bara berbicara seperti itu disaat dia menolong Bara karena Sela tidak bisa datang, tapi siapa sangka jika.
Dengan terpaksa dan juga menahan malu, Gabriela juga turun dari panggung menyusul Reynald.
"Lantas, dimana model kamu?" tanya Clay pada Bara. Bara tidak menjawab hanya menanggapi dengan senyuman hingga
Tap
Tap
Tap
Suara high heels terdengar menaiki tangga menuju back stage membuat semua orang penasaran dan juga menunggu momen bersejarah ini.
Sela datang dengan senyuman dan juga balutan gaun yang sangat memukau di tubuhnya.
Spontan semua penonton berdiri untuk memberikan tepuk tangan paling meriah untuk model ATF.
Bara melihat wajah cantik Sela begitu bersinar dan sempat membuat Bara terpana akan pesonanya.
Begitupun orang- orang yang melihatnya.
Untungnya Bara memiliki tiga gaun dan semua masuk babak final.
Jadi, setelah tahu jika gaun pertamanya ditukar oleh Reynald, Bara harus terpaksa mengambil gaun yang akan dipajang di pameran nantinya.
Sela melakukan fashion show dengan sangat anggun dan elegan.
"Enggak nyangka gue Sela bisa secantik itu," kagum Rendy membuat Bara tersadar dari tatapannya pada Sela.
"Istri siapa dulu," kata Bara membuat Rendy mendelik kesal.
"Nikah aja belum main ngaku- ngaku jadi suaminya, dasar buaya," ketus Rendy membuat Bara tertawa renyah melihat wajah marah Rendy.
Peragaan busana telah usai kini tinggal menunggu pengumuman pemenang dari dewan juri.
"Akhirnya waktu yang telah kita tunggu kini tiba saatnya saya mengumumkan perusahaan yang memenangkan tender besar ini dan bisa melakukan kontrak kerja dengan perusahaan kami," kata mc membuat suasa mendadak hening.
Semua orang memperhatikan dan juga menyimak dengan seksama.
"Ok, langsung saja pemenang dari fashion show ada tiga juara, kita awali perusahaan yang meraih peringkat ketiga, berhasil diraih oleh model perusahaan group style one atas nama Alexa Braina Sisco,"
tepuk tangan bergemuruh, model asal Spanyol itu berjalan sangat elegan.
"Untuk perusahaan yang telah berhasil menduduki peringkat nomor dua telah diraih oleh model perusahaan JM Company atas nama Belva Draxia Craos,"
__ADS_1
tepuk tangan kembali bergemuruh mengiringi langkah model asal Italia itu menuju atas panggung.
"Ok kini saatnya yang kita tunggu- tunggu, langsung saja peringkat pertama telah diraih oleh model dari perusahaan ATF atas nama Sela Gabriela Maxiton,"
Sontak mereka semua berdiri untuk memberikan tepuk tangan yang paling meriah.
Sedangkan Walles berkali- kali mengerjapkan matanya menatap dengan jelas Sela.
Apa Maxiton?
Jadi, perempuan cantik itu adalah putri Maxiton?
Senyum smrik terbit di bibir Walles, akhirnya setelah 5 tahun lamanya kini dia bisa menemukan putri Maxiton.
Kekalahan pada proyek ini, akhirnya tergantikan saat dia bisa menemukan putri Maxiton.
Enggak sia- sia semua perjuangannya selama ini.
Mereka adalah ketiga model yang berhasil menang tahun ini.
Para CEO dari masing- masing negara maju ke depan untuk memberikan sambutan juga menerima penghargaan.
Hingga tiba pada giliran Bara untuk memberikan sambutan.
"Terima kasih banyak untuk penghargaan ini. Tanpa pegawai saya mungkin saya tidak akan bisa berdiri di sini untuk menerima penghargaan ini, terima kasih banyak atas jasa kalian semua,"
"Dan untuk seseorang yang selalu ada buat saya, terima kasih banyak," kata Bara sambil menatap ke samping melihat wajah cantik Sela.
Sambutan telah selesai, Bara kembali ke tempat duduk penonton.
"Nih buat lo," kata Bara memberikan bunga juga penghargaan pada Rendy.
"Ini bisa gue jual enggak?" tanya Rendy membuat Bara memukul bahu Rendy.
"Apa- apa lo jual, apa- apa lo jual, itu black card kurang isinya?" ketus Bara pada Rendy yang sibuk menatap piala penghargaan.
"Kan gue pengin lebih kaya dari lo," gumam Rendy membuat Bara tersenyum samar.
Dia paling tidak bisa untuk marah pada Rendy terlebih sama Sela.
Dua orang paling berharga setelah kedua orang tuanya.
Acara sudah selesai, Bara hendak menghampiri Sela yang berjalan ke belakang panggung.
Namun, urung saat kedua presiden dari dua negara itu menghampiri Bara dengan pengawal yang setia mendampingi.
"Aldebaran," kata presiden AS menyapa Bara lalu saling berjabat tangan.
Bara membalas uluran tangan presiden namun, tatapan dia tak lepas dari Sela.
Rendy yang paham kegelisahan Bara langsung berinisiatif untuk menyusul Sela di belakang panggung.
"Anda sangat beruntung bisa memiliki pemuda berbakat dan luar biasa seperti dia," kata presiden AS pada presiden Kanada.
"Benar, saat ini dialah pemuda yang paling berpengaruh di negara kita, juga pemuda yang menjadi motivasi bagi banyak orang di luar sana," kata presiden Kanada yang bangga akan kehebatan Bara.
Berkat kehebatannya Bara bisa membawa nama baik Kanada dan juga dikenal banyak orang.
"Oh ya Bara, suatu saat saya akan membutuhkan bantuanmu, apa boleh?" tanya presiden AS yang langsung diangguki oleh Bara.
Bara tidak bisa berpikir jernih dia terus gelisah karena siapa tahu Reynald atau Gabriela bisa bertindak di luar dugaan.
Sedangkan di belakang panggung Sela yang baru saja turun dari panggung langsung dihampiri oleh Gabriela dan
Plak
Sela terkejut saat tiba- tiba saja Gabriela menamparnya.
Sela memegangi pipinya yang memanas lalu menatap Gabriela.
"Gabriela," kata Sela yang tertegun karena sikap Gabriela barusan.
"Kenapa, sakit hah?" tanya Gabriela menatap tajam dan sinis Sela.
"Gabriela kenapa kamu sangat kasar?" tanya Sela dengan pelan.
"Apa, lo enggak terima hah? Apa lo tahu gimana rasanya dipermalukan di depan banyak orang?" Sela mulai menyadari kekesalan Gabriela pada dirinya.
"Tapi La, enggak ada yang meminta untuk kamu menggantikan ini semua, lalu siapa yang tahu jika kamu akan datang," emosi Gabriela semakin memanas saat Sela mengatakan hal itu.
Plak
Sela hanya diam dan memejamkan matanya.
Biarkan Sela yang menerima kekesalan Gabriela.
"Karena gue cinta sama Bara, karena itu gue berniat untuk membantu Bara dalam rencana Reynald, tapi kenapa lo selalu hancurin semua rencana gue," bentak Gabriela yang sempat membuat beberapa model menatapnya sinis.
"Tapi La, semua ini sudah direncanakan sejak awal oleh tuan Bara, bukan kemauanku," kata Sela masih tenang dan tetap santai menghadapi Gabriela.
"Tapi gue selalu benci semua ini, kenapa harus lo yang selalu datang untuk menjadi pahlawan," kata Gabriela maju perlahan mendekati Sela dan menatap nyalang Sela.
"Lo tahu gue sejak dulu bukan? Pasti lo tahu apa yang gue inginkan harus bisa menjadi milik gue, seperti Bara," kata Gabriela penuh penekanan.
"Tapi La, sikap kamu yang seperti itu akan membuat laki- laki memandang kita rendah, tak punya harga diri,"
Gabriela mengangkat tangannya untuk kembali menampar Sela namun teriakan Bara membuat Gabriela terhenti.
"Gabriela," teriak Bara dengan sangat keras membuat beberapa model terjengkit kaget.
Bara berjalan dengan langkah lebar menghampiri Sela.
Bara mengangkat dagu Sela memeriksa setiap inci wajahnya.
__ADS_1
Memar dan merah pada pipi.
"Apa dia menamparmu?" tanya Bara sambil menatap Sela lekat.
Sedangkan Sela tidak berani menatap mata merah Bara yang sudah terkuasai oleh emosi.
"Jawab Sela?" teriak Bara membuat Sela memejamkan matanya karena terkejut.
Sela menghempaskan tangan Bara di dagunya dengan kasar sambil memalingkan wajahnya.
"Enggak," jawab Sela singkat dan ketus membuat Bara berbalik dan menatap tajam Gabriela.
"Apa lo bosen hidup hah? Kenapa lo selalu cari masalah?" tanya Bara dengan nada tinggi dan terdengar sangat marah.
"Kenapa aku hanya memberinya sedikit pelajaran penting tentang sakitnya dipermalukan di depan umum,"
Plak
"Awww," teriak para model yang melihat Bara menampar tanpa sungkan pada Gabriela.
"Tuan Bara," teriak Sela yang terkejut saat Bara menampar Gabriela tanpa rasa kasihan sedikitpun.
Gabriela mengusap pelan pipinya sambil tersenyum miring pada Bara.
"Meski lo cewek, gue enggak tahan buat enggak nampar lo," kata Bara pada Gabriela.
Kini mereka bertiga jadi tontonan para model yang sedang duduk beristirahat.
"Tamparan lo enggak sebanding sama sakit hati gue saat dipermalukan lo di depan umum," kata Gabriela tidak takut akan kemarahan Bara.
"Lantas siapa yang menyuruhmu untuk datang dan melakukan peragaan busana dengan gaunku, hah siapa yang memintamu?" bentak Bara dengan nada tinggi.
Bahkan suasan ruang tunggu mendadak hening karena kemarahan Bara.
Tadinya Bara juga tidak menyangka jika Gabriela yang akan melakukan fashion show dengan gaun yang telah diambil Reynald.
Lalu Bara berpikir cepat untuk bisa memanfaatkan kesempatan yang dibuat oleh Gabriela ini untuk memberi pelajaran pada Reynald.
"Karna gue cinta sama lo Bara," teriak Gabriela tidak kalah kerasnya dan dengan cepat Gabriela berjinjit dan mencium bibir Bara.
Sela memalingkan wajahnya sedangkan para model terkejut dengan sikap Gabriela yang agresif.
Plak
Lagi- lagi Bara menampar Gabriela membuat semua orang menganga tidak percaya.
Begitu juga Sela yang berada di belakang punggung Bara.
"Lo tahu enggak sih, sikap lo yang seperti ini menggambarkan kalau lo itu seperti jalang, murahan," kata Bara membuat Gabriela mulai berkaca- kaca.
"Gue enggak peduli, gue cuma cinta sama lo, gue rela lakuin apapun buat lo Bar," kata Gabriela kini air matanya sudah mulai turun.
Sela yang di belakang punggung Bara menunduk dan meneteskan air matanya.
"Tapi gue enggak suka sama lo dan mulai detik ini lo harus berhenti suka sama gue, karena gue udah suka sama seseorang," kata Bara membuat Gabriela tersenyum miring.
"Apa jalang murahan di belakangmu itu?" tanya Gabriela membuat Bara hendak kembali menampar Gabriela namun terhenti.
"Stop," teriak Sela membuat Bara menurunkan tangannya.
"Udah cukup, apa kalian tidak malu jadi bahan tontonan mereka?" Bara dan Gabriela menoleh jika kini mereka menjadi pusat perhatian.
Sela pergi begitu saja tanpa mengucapkan sepatah kata.
Bara menatap kepergian Sela lalu kembali menatap Gabriela.
"Gue enggak akan segan- segan buat sakitin lo ketika gue tahu lo nyakitin Sela," ancam Bara lalu pergi menyusul Sela.
Gabriela hanya diam sambil menatap kepergian Bara.
Alexa model asal Spanyol itu berjalan menghampiri Gabriela.
"Jangan bersikap seperti itu, apalagi menyakiti hati sesama perempuan, jika dilihat kamu bukankah mencintai laki- laki itu melainkan terlalu terobsesi dengannya," kata Alexa pelan memberitahu kebenaran pada Gabriela.
"Enggak usah ikut campur," kata Gabriela lalu pergi begitu saja tanpa memedulikan ucapan Alexa.
Alexa hanya menggelengkan kepalanya.
Alexa merasa jika Sela adalah pihak yang selalu tersakiti dan juga mengalah karena Gabriela.
Karena itu Alexa mencoba membantu untuk menyadarkan Gabriela namun tidak mempan.
Ya, Alexa dan Sela memang baru kenal barusan tadi sebelum fashion show.
Menurut Alexa, Sela adalah perempuan yang sangat baik.
Dia aja di dekat Sela merasa nyaman apalagi Bara.
Dari sini Alexa bisa tahu kenapa Bara sangat mencintai Sela.
Karena dia tulus dan baik hati.
Terlebih sangat nyaman untuk seseorang dekat dengannya.
Alexa berharap suatu hari nanti dia bisa bertemu dengan Sela kembali.
▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎
**Terima kasih buat kalian semua sudah setia menunggu😊
Saya benar- benar terima kasih sama kalian semua, selalu dukung saya, kasih semangat dan juga mendoakan yang terbaik untuk saya🙏.
Saya cuma bisa membalas kebaikan kalian dengan menciptakan cerita ini sebagus mungkin agar tidak membuat kalian kecewa.
Karena itu terkadang saya lebih lama up dibanding author lainnya karena saya lebih mementingkan kualitas cerita dan alurnya.
Jadi maaf kalau terlalu lama, saya di sini berusaha sebaik mungkin agar bisa membuat kalian puas dengan cerita saya dan ada pelajaran yang bisa diambil dari cerita ini**.
__ADS_1