
□■□■
Reynald dan Jessy sudah tiba di Kanada 30 menit yang lalu tepatnya pukul 22.00 GMT- 5.
Entah ada apa Bara menelpon mereka berdua jika besok pagi mereka harus kumpul di rumahnya.
Jadi, Reynald mengajak Jessy untuk pulang malam ini lagian dia juga membawa helikopter Bara jadi tidak membutuhkan waktu lama agar sampai di Kanada.
Reynald masih menunggu Jessy yang mandi di kamar mandinya.
Ya, Reynald mengajak Jessy pulang ke rumahnya karena kedua orang tuanya masih berada di Britania.
Ceklek
Jessy keluar dari kamar mandi dan hanya mengenakan kimono dress warna merah.
Jessy tidak menyadari jika Reynald masih di dalam kamar dan sedang menatap dirinya yang mengeringkan rambut.
Reynald berjalan menghampiri Jessy dan meraih pinggang ramping gadisnya.
"Rey kapan kamu masuk?" tanya Jessy dengan ekspresi sangat terkejut.
"Kenapa kamu memakai ini di saat kita hanya berdua di rumah? Apa kau berniat menggodaku?" tanya Reynald yang terdengar sangat sangat seksi.
"Tidak aku hanya," Jessy mendadak gugup saat di tatap intens oleh Reynald.
Reynald meraih tengkuk Jessy dan memangut bibir merah Jessy.
Jessy yang sedikit malu hanya berpegangan pada pinggang Reynald dan tidak membalas ciumannya.
Reynald menggigit bibir bawah Jessy agar memberinya akses masuk.
Jessy perlahan mulai mengimbangi permainan Reynald dengan mengalungkan kedua tangannya di leher.
Reynald membawa Jessy ke king sizenya tanpa melepas ciuman mereka.
Perlahan Reynald membaringkan Jessy agar lebih nyaman.
Seakan gairah dan nafsu Reynald tak lagi bisa ditahan, tangannya turun ke bawah untuk membuka ikatan tali kimono Jessy.
Seketika Reynald tersadar dan sontak langsung berdiri membuat Jessy menatapnya bingung.
"Ganti pakaianmu atau malam ini aku tidak bisa mengendalikan diriku," kata Reynald sembari memalingkan wajahnya ke arah lain.
Jessy menahan senyumnya lalu kembali mengikat kimono merahnya.
Reynald yang terlanjur malu langsung masuk ke dalam kamar mandi.
♡♡♡♡
2 minggu telah berlalu.
Sela dan Rendy sudah diperbolehkan untuk pulang.
Sebagai hadiahnya Bara ingin mengajak mereka ke suatu tempat.
Jadi, Bara mengumpulkan mereka semua di rumahnya.
"Kita mau kemana sih?" tanya Rendy yang sejak tadi pagi menggerutu pasalnya ini bocah paling males bangun pagi.
"Tau tuh kemana sih?" tanya Reynald sambil menatap kesal Bara.
Bagaimana tidak jam 5 tadi dia menelponnya.
Kalian tahu kan jam 5 itu masih nyenyak- nyenyak tidur di bawah selimut.
"Udah ikut aja, naik helikopter gue aja biar cepet," kata Bara sambil sesekali melihat jam tangannya.
"Sela mana?" tanya Laura karena tidak melihat Sela di ruang tamu.
"Bentar masih ganti," kata Bara memberitahu tidak lama pintu lift terbuka menampilkan Sela dengan pakaian anggun dan elegannya.
Seakan terhipnotis dengan kecantikan Sela membuat mereka terpana.
"Maaf ya nunggu lama, ayo berangkat," ajak Sela sambil menatap mereka satu persatu yang hanya diam menatap dirinya begitu juga Bara.
"Kenapa, apa ada yang salah dengan penampilanku?" tanya Sela sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Oh enggak kok ayo semua berangkat," kata Bara langsung membuyarkan lamunannya.
Semua pun seakan juga ikut tersadar dengan ucapan Bara dan langsung menyusul Bara ke balkon karena helikopter sudah datang.
.
.
.
.
Mereka shock dan sangat kagum saat melihat ke bawah akan keindahan stella island saat helikopter Bara mencoba melihat dari atas
Benar- benar seperti surga di bumi.
Sangat indah.
Dan Bara memang cerdas memilih waktu di saat sunrise mulai muncul.
Jadi, mereka mempunyai kesempatan untuk melihat terbitnya matahari.
"Bar kita kesini?" tanya Rendy dengan wajah girangnya. Bara tersenyum sambil mengangguk pelan.
"Ya tuhan bagus banget," kagum Laura karena dia bisa melihat keseluruhan stella island dari atas.
"Jangan bilang jika kamu menyewa pulau ini," tebak Sela dan itu tepat sasaran sekali dengan Bara yang mengangguk.
"Iya ini buat kalian semua dan perayaan atas sembuhnya kamu," kata Bara sembari mencubit pipi Sela.
"Ahh so sweet," kata para perempuan saat melihat sikap manis Bara.
Perlahan helikopter mulai mendarat turun di tempat yang tersedia.
Para perempuan dengan cepat turun dari helikopter dan berlarian menuju pantai dengan sangat girang.
Para laki- laki hanya bisa tersenyum dan menggelengkan kepalanya saat melihat perempuan mereka begitu bahagia.
"Bro makasih ya buat liburannya," kata Reynald langsung memeluk Bara ala pria.
"Wah wah wah tom anda jerry kampus udah akur nih?" tanya Rendy yang masih belum tahu.
__ADS_1
Bara dan Reynald saling menatap lalu dengan kerlingan mata mereka berdua langsung menyerang Rendy.
"Eh enaknya ngapain sekarang?" tanya Reno ingin mengawali pagi ini dengan indah.
"Gimana kalau kita main voli aja?" usul Reynald sembari memeluk bahu Reno.
"Ide bagus tuh," kata Rendy dengan semangat 45.
"Tunggu apalagi yuk buruan," kata Bara langsung berlari menuju tepi pantai karena di sana sudah ada net yang sudah disiapkan.
Mereka langsung berganti pakaian untuk bermain di pantai.
Sedangkan para cewek sudah ganti pakaian dan bermain air di tepi pantai.
Dan kalian tahu apa yang membuat para perempuan marah.
Saat semua pakaian yang ada di lemari tidak ada satupun baju pantai atau bikini untuk bermain di pantai.
Alhasil mereka memakai baju lengan pendek dan celana pendek.
Sungguh menyebalkan.
"Sel coba deh sini," teriak Laura melambaikan tangannya agar menghampirinya.
"Jes ayo kesana," kata Sela sambil menarik tangan Jessy.
"Ada apa Ra?" tanya Sela pada Laura.
"Sini deh kita foto bertiga," ajak Laura sambil memegang ponselnya.
Ketiganya langsung berpelukan satu sama lain dan berpose.
"Mau gue buat kenang- kenangan," gumam lirih Laura membuat Sela dan Jessy saling menatap.
"Yaudah Ra tolong dong fotoin aku," kata Sela yang berlari ke tepi pantai.
Dengan semangat Laura memotret Sela yang terlihat begitu cantik dengan rambut kepangnya.
Lalu bergantian dengan Jessy.
Sedangkan di sisi lain para laki- laki sedang beristirahat setelah lelah bermain voli dan sepak bola.
"Ternyata seru juga ya," kata Rendy mengingat betapa mereka sangat menikmati liburan kali ini.
"Bener banget, gue akhir- akhir ini stress karena banyak proyek yang numpuk, jadi lumayan buat liburan," kata Reynald sambil mengibaskan tangannya di depan muka karena gerah.
Bara senang jika mereka semua menikmatinya.
Rendy lalu beralih untuk mencari keberadaan para perempuan.
Lalu tanpa sengaja ia melihat Sela yang sedang dipotret oleh Laura.
"Ya tuhan kenapa pacar orang lebih cantik dan menarik," gumam Rendy yang didengar oleh mereka.
Seketika mereka langsung menonyor kepala Rendy untuk menyadarkannya.
"Awas aja lo ambil Jessy," ancam Reynald pada Rendy.
"Siapa yang mau ambil Jessy gue lagi lihatin Sela," kata Rendy keceplosan lalu langsung mendapatkan pelototan dari Bara.
"Oh ya gue mau kasih tahu, besok malam minggu gue sama Jessy akan menikah, tapi di negara orang tuanya, di Jerman. Kalian dateng ya," kata Reynald memberitahukan kabar gembira ini pada mereka.
"Wih seriusan lo? Wah mantep lo," puji Rendy sambil sesekali melirik Bara.
"Ganteng doang tapi enggak berani nikahin," sindir Rendy pada Bara.
"Kenapa, daripada lo baperin doang enggak berani nikahin," bales Bara dengan kesal.
Seketika Rendy langsung teringat akan sesuatu.
"Eh gue boleh minta bantuan kalian enggak?" tanya Rendy takut jika mereka menertawakannya.
"Apaan?" tanya Reno kepo lalu Reynald dan Bara langsung mendekat ke arah Rendy karena penasaran.
"Tapi lo jangan ketawain gue ya," kata Rendy sambil menatap mereka bertiga.
"Iya buruan," kata Bara yang sudah tak sabaran.
Rendy lalu memberitahukan rencananya.
.
.
.
Malam sudah tiba, saatnya mereka akan makan malam.
Mereka menghampiri para perempuan yang duduk di balkon dekat laut untuk menikmati ombak saat malam hari.
"Kalian mau makan malam apa?" tanya Rendy yang kemudian duduk di sofa.
"Sayang aku ingin makan daging," kata Laura dengan sangat manjanya pada Rendy membuat Rendy malu karena Bara sedang mengejeknya.
"Aku juga," kata Jessy sambil menatap Reynald menggemaskan. Reynald merasa tidak bisa menolak permintaan Jessy.
"Sayang kamu bagaimana, apa kamu ingin makan yang lain?" tanya Bara pada Sela yang hanya diam saja.
"Aku ikut mereka saja, makan daging," jawab Sela sambil senyum manis ke arah Bara tapi mampu menyihir Rendy dan Reynald terpesona.
"Tunggu apalagi yok kita bakar dagingnya sekarang biar yang perempuan santai," ajak Bara sambil menarik kerah baju Rendy yang terus menatap Sela tanpa kedip.
"Andai enggak ada Sela gue colok tuh mata lo," bisik Bara tepat di telinga Rendy membuat dia langsung berlari.
Rendy dan Reynald sedang menyiapkan apinya.
Bara dan Reno sedang mengambil daging juga persediaan lainnya.
"Enak banget jadi mereka, kita yang masak mereka yang makan," dumel Rendy sambil mengipasi arang untuk memanggang.
"Oh jadi lo enggak mau?" tanya Bara yang baru saja datang sambil membawa banyaknya plastik berisi daging dan sayuran.
"Gimana enggak mau coba kalau mereka mintanya pakai acara memelas gitu," kata Rendy sambil melihat Bara yang mulai memanggang dagingnya.
"Kita jadi laki- laki harus bisa memperlakukan mereka layaknya ratu. Lo bentar lagi nikah sama Laura masak kayak gitu," kata Bara menasehati Rendy seperti kakak memberitahu adiknya.
"Iya juga sih," kata Rendy lalu melanjutkan mengipasi dagingnya.
Bagaimana menurut kalian, mereka memperlakukan para perempuan seperti ratu.
__ADS_1
Mereka yang masak dan perempuan hanya menunggu sembari mengobrol.
Uhh indahnya dunia ini jika saja di real life seperti itu.
Beberapa menit kemudian mereka telah selesai memanggang dagingnya dan Rendy sedang memanggil para perempuan untuk makan di tempat yang sudah disiapkan.
Ya mereka memilih untuk makan malam di pinggir pantai.
Selain suasanannya sangat mendukung ada kejutan untuk seseorang nanti.
Rendy datang bersama para perempuan dengan wajah sangat senang.
"Wah ini kalian berempat yang masak?" tanya Jessy sambil menatap hidangan yang mereka siapkan lalu duduk di samping Reynald.
"Iya sayang kita yang siapin," kata Reynald sambil mencium pipi Jessy.
Laura duduk berdampingan dengan Rendy lalu Sela duduk tepat di samping Bara.
Sedangkan Reno untuk saat ini dia sedang sendiri entah nanti.
Bara melepas jaketnya lalu memakaikannya pada Sela.
Sela menoleh lalu hanya tersenyum manis.
Mereka lalu larut dalam makan malam ini dengan suasana sangat hening dan juga begitu nyaman.
Mereka selesai makan malam, diselingi dengan canda tawa, cerita dan saling menghibur satu sama lain.
Sela merasa dirinya sangat beruntung sekali bisa berada di samping Bara dan bertemu sama mereka semua.
Rasanya kini Sela mempunyai keluarga yang sangat lengkap dan begitu bahagia.
Bara yang melihat Sela menatap mereka yang sedang canda tawa, memegang tangan Sela.
Seolah bertanya, ada apa. Sela hanya menanggapinya dengan senyuman.
Cup
Sela mencium pipi kiri Bara membuat sang empu mendadak shock.
Semua memandang Sela tak percaya lalu tersenyum menggoda.
"Duhhh bucinnya Selakuuuu," kata Laura membuat Sela menutup wajahnya malu, dia lupa jika masih berada di luar dan ada mereka semua.
Semua sontak tertawa melihat Sela yang menunduk malu.
Bara pun juga tidak bisa menahan senyumnya saat melihat tingkah manis Sela.
Reynald lalu memberi kode pada Bara dan Reno lewat kerlingan matanya, seakan mengingatkan mereka akan sesuatu.
"Oh ya gue sama Jessy pergi dulu bentar ya," kata Reynald tiba- tiba membuat Jessy bingung karena tidak tahu.
"Loh kemana?" tanya Laura saat Bara dan Sela juga ikut berdiri diikuti Reno juga.
"Bentar gue mau bicara sama Sela," kata Bara yang langsung menarik Sela pelan menuju suatu tempat.
"Gue juga mau pergi dulu Ren, bye- bye," kata Reno yang menyusul Bara dan Sela.
"Kok mereka pada pergi sih, mereka kenapa ya Ren?" tanya Laura kebingungan.
"Mungkin mereka pengin habisin waktu berdua," jawab Rendy santai sambil menghembuskan napasnya pelan untuk berbicara pada Laura.
"Ra gue juga mau kasih sesuatu sama lo," kata Rendy setelah beberapa kali menetralkan jantungnya.
"Apa?" tanya Laura sambil menatap Rendy menganggumi ciptaan tuhan yang begitu seksi ini.
"Tapi lo harus tutup mata lo dulu," kata Rendy langsung mengeluarkan kain kecil untuk menutupi kedua mata Laura.
"Kita mau kemana Ren? Lo enggak akan ninggalin gue kan?" tanya Laura sambil memegang tangan Rendy saat menutup matanya.
"Enggak akan, gue cuma mau kasih sesuatu sama lo," kata Rendy sambil membantu Laura berdiri dan menuntunnya berjalan menuju tempat yang sudah ia siapkan sejak tadi bersama yang lain.
"Ren udah sampai belum?" tanya Laura takut jika Rendy meninggalkannya.
"Bentar lagi," kata Rendy sambil menuntun Laura melewati lilin yang ia pasang disepanjang jalan.
Rendy melepaskan tangan Laura lalu dengan pelan ia membuka kain yang menutupi kedua mata Laura.
Laura melihat sekeliling, begitu indah saat ia melihat banyaknya lilin yang menghiasi.
"Ren kita ngapain di sini?" tanya Laura masih sibuk melihat sekitar karena banyaknya lilin yang menghiasi. Rendy hanya diam dan tersenyum manis.
*Lap
Lap
Lap
Lap*
Tiba- tiba ada cahaya yang menyala satu persatu dan berurutan hingga membentuk sebuah kata 'Marry Me'
Dan terlihat ada teman- temannya yang tadi pamit pergi sedang berdiri di belakang huruf sambil tersenyum manis ke arahnya.
Laura hendak bertanya pada Rendy tapi saat menoleh Laura melihat Rendy sudah bersimpuh dengan satu kakinya sembari membuka kotak berudu cincin berlian.
"Ra gue emang enggak punya apa- apa tapi cinta gue ke lo itu melebihi segalanya bahkan seisi dunia yang akan jadi saksinya,"
"Kalau lo enggak keberatan untuk menjadi pendamping hidup gue, menemani hingga waktu tua nanti,"
"Will you marry me?"
Laura membungkam mulutnya tak percaya, air matanya turun begitu saja.
Laura seakan merasa jika ini mimpi bukan nyata.
Laura menoleh melihat Sela dan Jessy, mereka tersenyum hangat ke arahnya seolah menyakinkan padanya jika Rendy sungguh- sungguh.
"Ren lo tidak sedang bercanda kan?" tanya Laura masih tak percaya dan Rendy hanya menggelengkan kepalanya.
"Yes i will," jawab Laura sontak membuat mereka semua bersorak senang dan tepuk tangan.
Bersamaan dengan memasang cincin berlian itu di jari manis Laura, langit malam yang sepi tanpa bintang dan bulan kini dihiasi oleh kembang api yang sangat indah.
Inilah kisah dari mereka berdua, para laki- laki yang memperlakukan pasangan layaknya seorang ratu.
Dan menyayangi mereka tidak lebih seperti mereka menyayangi seorang ibu.
Jadi, kau akan terlihat cantik saat kamu berada di tangan laki- laki yang tepat.
__ADS_1