Sekretaris Canduku

Sekretaris Canduku
Wedding Bala


__ADS_3

♡♡♡♡



Mereka bertiga telah sampai di rooftop paling atas.


Ternyata Jessy tidak bohong, jika di sini sangatlah indah sekali.


Jessy melepaskan kedua tangan Laura dan Sela.


"Gimana, indah banget enggak sih?" tanya Jessy yang sangat menyukai sunset.


Sela dan Laura tak lagi bisa berkata- kata hanya menganggukkan kepalanya.


"Andai Bara ada di sini," gumam Sela lirih namun Laura dan Jessy tidak tuli yang jelas- jelas sangat mendengarnya.


"Ehh liat deh ada balon udara," teriak Laura saat melihat balon udara yang terbang bebas dengan sangat indah mengiringi sunset di sore hari ini.



Tidak berapa lama, terlihat dari kejauhan beberapa helikopter sedang melakukan atraksi di atas udara.


Helikopter FBI?


Ada helikopter Bara dan Bradsiton juga.


"Wahh," kata Sela berdecak kagum saat melihat permainan dari kelima helikopter agen FBI itu.


"Surpriseeee," teriak semua orang membuat Sela berjengkit kaget saat semua pengunjung satu persatu keluar dari persembunyiannya dan bersorak sorai.


Sela membungkam mulutnya saat Rose Reno Laura dan Jessy memegang balon masing- masing dan Rose membawa kue cantik berwarna pink tersenyum manis ke arahnya.



Sela beralih untuk melihat ke atas, Bara membuka pintu helikopter lalu melepaskan beberapa balon dengan jumlah yang besar dengan tulisan.


Happy Birthday Sela


Tidak sampai di situ, helikopter milik FBI kembali melakukan aksinya.


Sontak para pengunjung berteriak histeris dan melompat- lompat saat helikopter itu menunjukkan aksi terakhirnya.



Semua pengunjung tidak akan melewatkan momen paling bahagia ini dengan mengambil ponsel mereka dan mengabadikannya.


Lalu di sebelah kiri ada Rendy dan Reynald yang menaiki balon udara dengan tulisan yang sama.



Sela meneteskan air matanya saat Bara terjun bebas mendarat di kapal untuk menghampiri Sela.


"Karena ketidakpercayaanmu jika kamu calon istriku, aku harus kembali melamarmu," sontak semua pengunjung tertawa mendengar dumelan Bara.


Bara lalu bersimpuh di depan Sela dengan tangan yang memegang cincin yang ia ukir khusus untuk melamar Sela di tahun ini.


"Hari ini tepat di ulang tahunmu, aku ingin mengatakan sesuatu yang sangat sakral bagi siapapun,"


"Dan kuharap ini adalah hadiah di hari ulang tahunmu, jadi kumohon jangan menolak hadiah ini,"


"Sela, Will You Marry Me?"


Suasana mendadak menjadi sangat heboh karena teriakan histeris dari para pengunjung dan kilatan cahaya dari ponsel mereka sontak menjadi sangat indah mengiringi Bara yang bersimpuh di depan Sela.


"Bara, kamu tidak perlu melakukan hal sebesar ini," kata Sela sambil mengelap air matanya.


"Semua ini hanya untukmu sayang," kata Bara semakin memperparah keadaan karena para pengunjung tak hentinya berteriak dengan sangat histeris dan melompat- lompat.


"Yes i will," jawaban Sela sontak membuat Bara langsung bangun dan memasangkannya di jari manis Sela lalu memeluknya erat.


"Yeayyyyyy," teriak mereka saat lamaran Bara diterima oleh Sela.


Dan perlu kalian ingat, Bara melamar Sela sudah kedua kalinya.


"Selamat ulang tahun sayang," kata Bara sambil menatap Sela yang malam ini sangatlah cantik sekali.


"Ehh ayo ini ditiup dulu lilinnya, mama udah capek pegangnya," kata Rose mengeluh membuat Bradsiton dan para pengunjung tertawa.


Sela lalu menghampiri Rose untuk make a wish.


"Selamat ulang tahun ya sayang," kata Rose sambil mencium kedua pipi Sela dan memeluknya sayang.


"Ma makasih banyak ya," kata Sela yang kembali meneteskan air matanya.


"Iya sayang, udah jangan nangis, yuk kita masuk," kata Rose sambil menggandeng Sela untuk masuk ke dalam mal yang sudah ia dekor untuk pesta ulang tahunnya.



Semua pengunjung ikut masuk ke dalam karena undangan dari Rose di hari ulang tahun Sela.


Bara merasa sangat bahagia malam ini, lalu bagaimana dengan perasaan Sela.


Apa ia merasakan hal yang sama.


Bara sudah tidak sabar untuk pernikahan besok.


Saat pintu di buka Sela dibuat tercengang dengan dekor yang dibuat untuk ulang tahunnya.


Kue yang sangat besar dan megah membuat Sela takjub.



"Kamu suka enggak sayang sama kue dan dekorasinya?" tanya Rose sembari menuntun Sela menuju pestanya.


"Ma kenapa harus semewah ini?" tanya Sela membuat Bradsiton tertawa pelan dan menggelengkan kepalanya.


"Ini hanya pesta kecil- kecilan sayang," kata Bradsiton sambil mencium puncak kepala Sela.


Dan kalian tahu, di sisi lain ada laki- laki yang sedang menahan cemburu saat Bradsiton mencium kepala Sela.


Ya Bara.


"Udah papa jangan deket- deket sama Sela, main cium aja sukanya," kata Bara sambil menarik tangan papanya agar sedikit jauh dari Sela.

__ADS_1


Bradsiton hanya tertawa melihat reaksi putranya ini.


Posesif sekali kau nak.


Pesta sudah berjalan selama 2 jam lebih dan Rose meminta untuk Bara membawa pulang Sela.


Karena apa, Sela dan Laura juga Jessy sejak pagi udah jalan- jalan seharian.


Pasti mereka capek, jadi Rose meminta Bara agar membawa Sela pulang ke rumah.


.


.


.


Bara telah sampai di rumah lalu memutari mobilnya untuk membukakan pintu Sela.


"Ahh," teriak Sela terkejut saat Bara membopong dirinya bridal style.


"Kamu pasti capek seharian jalan- jalan," kata Bara sambil menaiki lift.


"Enggak," jawab Sela sambil memeluk erat leher Bara.


Ting


Bara langsung membawa Sela menuju kamarnya.


Karena apa, kamar Sela sudah dikosongkan beberapa minggu yang lalu dan sekarang dikunci oleh Bara agar Sela setiap malam tidak kembali ke kamarnya jika Bara tidur.


Ceklek


Sela terkejut saat melihat kamar Bara kini didekorasi seindah mungkin dengan tulisan


Happy Birthday Sayang


Sela kagum akan dekorasi sederhana yang Bara buat.


Sangat indah dengan banyaknya lilin.


"Jadi bagaimana, apa kau akan berpesta malam ini denganku?" tanya Bara menggoda Sela dari belakang.


"Tidak, belum waktunya," jawaban Sela sukses membuat Bara tertawa keras lalu membopong Sela menuju king size.


"Sekarang tidurlah, besok kita akan melakukan foto prewed dan jangan coba- coba kabur dariku," bisik Bara tepat di telinga Sela membuat Sela menahan sensasi geli.


Sela hanya bisa diam dan tidur di pelukan Bara dengan menahan senyumannya.


Oh tidak sebentar lagi ia akan menikah dengan Bara.


Ya tuhan ini bukan mimpi kan?


□■□■


Bara dan Sela sudah bersiap untuk melakukan foto prewed.


Jam 7 tadi mereka berangkat ke Swiss untuk melakukan foto prewed.


Asal kalian tahu saja, jika Rose meminta agar mereka berdua melakukan foto prewed di 5 negara.


Pertama di Kanada, Jepanga, Prancis, Spanyol lalu terakhir di Bahama.


Bara benar- benar takjub akan kecantikan Sela saat memakai berbagai macam gaun.


Bahkan ia sempat menahan diri untuk tidak menerkam Sela saat sesi pemotretan.


Bagaimana tidak, Bara benar- benar gemas dengan Sela yang begitu cantik.


10 jam mereka akhirnya selesai melakukan foto prewed.


Hal itu membuat Bara merasa kasihan pada Sela yang terlihat sangat kelelahan karena beratnya gaun yang ia pakai.


"Ayo kita istirahat," ajak Bara namun Sela menolak karena ingin melihat hasilnya.


"Tidak aku ingin melihat hasilnya terlebih dahulu," kata Sela sambil nunggu hasil foto prewed mereka.


Lalu Bara menurut dan stand di belakang Sela untuk menjaganya takut jika Sela drop.


"Ini tuan hasil fotonya," kata fotografer itu sambil memberikan gambaran foto prewed mereka.



"Bagaimana tuan?" tanya fotografer itu.


"Baik sangat memuaskan," jawab Bara lalu langsung membopong Sela menuju helikopternya.


"Ih Bara kan belum selesai aku lihatnya," kesal Sela saat Bara langsung membopong dirinya di depan banyaknya para fotografer.


Bara hanya diam dan berjalan menuju helikopternya


Ia tahu jika Sela sudah kelelahan dan Bara bisa melihat dari mimik wajahnya.


Bara lalu membaringkan Sela di kamar yang tersedia di dalam helikopter.


"Sekarang istirahatlah, aku akan mandi," pamit Bara pada Sela.


Sela menghela napas pelan, ia memang sangat lelah seharian melakukan foto prewed.


Yang tempatnya bukan dekat lagi melainkan dari negara satu ke negara sebelah.


Rose minta hal itu karena Bradsiton akan merayakan pesta selama 1 minggu penuh.


Wow amazing.


Dan tamu undangan juga bukan hanya kerabat dekat atau saudara.


Tapi karyawan pejabat tinggi bodyguard semua akan hadir.


Bahkan Bara dan Bradsiton sudah menyiapkan seseorang spesial di acara pernikahan nanti sebagai wali dari Sela.


Siapa dia?


Tunggu aja nanti.

__ADS_1


Bara selesai mandi dan terlihat Sela sudah tertidur pulas.


"Tinggal bilang capek aja apa susahnya sih," gumam lirih Bara sambil menyelimuti tubuh Sela saat helikopter mulai terbang untuk kembali ke Kanada.


Bara lalu menghubungi seseorang untuk menjemput wali dari Sela.


"Halo,"


".....,"


"Besok jemput beliau jam 7 malam,"


"......,"


"Kalau bisa bawakan kursi roda agar beliau tidak kelelahan,"


"......,"


"Ya sampai besok," kata Bara mengakhiri panggilannya.


1 jam kemudian helikopter telah mendarat bebas di balkon kediaman Bradsiton.


Dengan santainya Bara membopong Sela yang masih mengenakan gaun panjangnya untuk pindah ke kamar.


"Bara," panggil Rose saat Bara baru saja keluar dari kamarnya.


"Ssstt Sela lagi tidur," kata Bara sambil memeluk manja mamanya untuk turun ke lantai bawah agar tidak menganggu tidur calon istrinya.


"Jadi gimana foto prewednya mama pengin lihat," kata Rose lalu Bara menyerahkan beberapa lembar contoh foto prewednya.


"Wow menantu mama benar- benar sangat cantik sekali. Seharusnya ini masih kurang Bara, kalau perlu 8 negara atau enggak Sela...,"


"Ma jangan berlebihan, itu 5 negara aja Bara kasihan banget sama Sela karena gaun yang mama desain khusus begitu berat saat dikenakan Sela," kata Bara pada mamanya.


"Iyakah, ya tuhan kasihan sekali menantuku," kata Rose menyesali perbuatannya.


Kalian tahu semua gaun yang dipakai saat prewed semua itu adalah desain khusus yang dirancang oleh Rose untuk Sela.


Wow, gila enggak sih, keren parah.


Bayangin aja, lo dibuatin gaun khusus sama calon mertua lo sendiri.


Bahkan kita aja enggak tahu kita jodoh apa enggak sama anaknya, iya enggak sih.


Siapa sih yang enggak bahagia bisa jadi menantu mereka.


Dan Rose mulai desain ini 3 tahun lalu sebelum Sela berangkat ke London untuk menempuh kuliahnya.


"Hey son foto prewednya udah selesai?" tanya Bradsiton yang terlihat sangat sibuk sekali mengurusi semua daftar tamu para pejabat dan petinggi negara untuk acara besok dan dekorasi untuk pesta.


"Udah pa," kata Bara sambil melepaskan jas hitamnya karena sangat lelah sekali.


"Coba liat," kata Bradsiton lalu melihat lembaran foto mereka prewed.


"Enggak salah lagi papa bikin pesta 7 hari 7 malam kalau menantunya secantik ini," gumam Bradsiton kagum akan kecantikan calon menantunya.


"Perasaan dari tadi yang dipuji Sela mulu, Bara kan juga putra kalian," kata Bara cemburu saat mereka hanya memuji Sela tanpa melihat keberadaan Bara.


"Emang kamu mau dipuji cantik juga?" tanya Rose ketus membuat Bradsiton tertawa.


"Sela di mana sekarang?" tanya Bradsiton saat tidak melihat menantunya.


"Tidur di kamar," jawab Bara singkat.


"Pa," panggil Rendy yang datang bergerombolan bersama yang lainnya.


"Hey son, gimana udah selesai yang papa minta tadi?" tanya Bradsiton pada Rendy.


"Udah nanti malam kita bakal latihan lagi," kata Rendy sambil duduk di samping Bradsiton.


"Kalau capek istirahat aja dulu," kata Rose saat melihat Laura dan Jessy terlihat lelah.


"Enggak ada kata capek ma, besok adalah hari bahagia buat Sela," kata Jessy sangat antusias yang diangguki oleh Laura.


"Bener ma, Sela cuma punya kita jadi buat hari besok menjadi momen yang bersejarah baginya," tambah Laura sangat bersemangat.


Bara merasa terharu dengan pertemanan ini.


"Thanks ya buat semuanya," kata Bara pada mereka berempat.


"Santai aja bro," kata Reynald membuat Bara terkekeh.


"Yaudah sekarang kita harus semangat buat suksesin acara ini. Kita bagi tugas ya," kata Bradsiton membuat mereka kembali bersemangat.


"Papa sama mama bagian tamu untuk para pejabat dan petinggi. Rendy sama Reynald kalian siapin keamanan untuk perketatan acara besok dengan siapin beberapa pengawal papa dimulai dari gerbang masuk, pintu masuk sampai di dalam gedung,"


"Jessy sama Laura kalian bagian kostum untuk para tamu, pastikan semua tamu untuk memakai baju yang telah disiapkan oleh tim kita, kecuali para pejabat dan petinggi yang papa undang sendiri, jadi bagaimana, apa kalian paham?" tanya Bradsiton saat selesai menjelaskan.


Kenapa harus dengan kostum yang sama, karena Bradsiton nanti akan melakukan pemotretan pada para tamu agar terlihat serasi.


Dan kira- kira kostum untuk para tamu nanti seperti ini.



"Paham pa," jawab mereka serentak dan kompak.


"Eh pa terus jadinya mau dikasih souvenir apa?" tanya Bara pada papanya.


Bradsiton langsung mengeluarkan tas kecil yang tadi Rendy bawa.



"Ini jam tangan Rolex dengan desain warna army bercorak militer untuk pria dan liontin disertai anting cantik untuk perempuan, gimana suka enggak kamu?" tanya Bradsiton pada Bara.


"Wow, it's good. Luar biasa pa," kata Bara kagum akan souvenir yang papanya belikan.


Jam rolex ini di desain khusus satu bulan sebelumnya.


Dan kalian tahu, Bradsiton memesan sekitar 10 ribu jam rolex untuk para tamu undangan begitu juga liontin kupu cantik itu juga.


Yang lebih membagongkan lagi, jika dijual jam rolex itu akan dilelang dengan harga sekitar 1,5 milyar karena dengan desain yang sangat langka untuk jam rolex sendiri.


Untuk liontin hanya berkisar sekitar kurang dari 1 milyar karena banyak sekali corak dan macam- macam liontin seperti itu.

__ADS_1


"Papa kok bisa kepikiran buat desain jam rolex dengan warna army dan corak militer?" tanya Bara penasaran membuat Bradsiton menahan senyumnya.


"Siapa lagi kawan papa yang dibidang militer selain agen FBI," sontak semua tertawa saat tahu siapa orangnya.


__ADS_2