Sekretaris Canduku

Sekretaris Canduku
Pertarungan


__ADS_3

□□□


Rendy dan Reno sedang berbelanja di toko kue.


Entah enggak ada hujan enggak ada petir Rendy ngajakin Reno buat mukbang kue mochi.


Setelah selesai berbelanja, Rendy dan Reno berjalan menyusuri jalan yang sangat ramai.


"Tuan, kita mau kemana?" tanya Reno karena sejak tadi jalan tidak tentu arah.


"Kita duduk di situ aja," kata Rendy sambil menunjuk bangku di tepi sungai.



"Tuan kenapa anda membeli kue sebanyak ini?" tanya Reno yang heran sama sikap Rendy yang membeli kue mochi sebanyak itu.


"Gue lagi patah hati tau Renoooo,"teriak Rendy membuat Reno menyumbat kedua telinganya.


"Emang kenapa sih?" tanya Reno heran sama moodnya Rendy yang selalu berubah- ubah.


"Bayangin aja ya, masak iya Bara udah ngelamar Sela waktu di AS," kata Rendy membuat Reno sontak langsung berdiri.


"Apa lo bilang?" teriak Reno membuat Rendy menatap kaget Reno.


"Lo seriusan?" tanya Reno masih tidak percaya sama ucapan Rendy.


Rendy mengusap air mata buayanya lalu mencerna kalimat Reno barusan.


"Bentar- bentar lo manggil gue apa barusan? Lo?" tanya Bara sengit membuat Reno cengengesan.


"Hehe enggak tadi saya cuma keceplosan," kata Reno langsung kembali duduk di samping Rendy.


"Emang bener tuan Bara udah ngelamar Sela?" tanya Reno sekali lagi karena tidak percaya.


"Iyalah masak bohongan," jawab Rendy ketus.


"Ya bagus dong kalau ada kepastian gitu," kata Reno membuat Rendy melotot kesal pada Reno.


"Ohh jadi lo dukung Bara ketimbang gue?" tanya Rendy sengit membuat Reno serba salah.


"Ya terus gimana?" tanya Reno heran.


"Kan gue juga suka sama Sela, kalau Bara duluan lamar Sela terus gue sama siapa?" tanya Rendy merengek karena patah hati.


"Kan cewek di dunia ini banyak bukan cuma Sela," kata Reno sambil menatap air sungai yang tenang.


"Tapi kan yang kayak Sela cuma 1 dari 1000 orang," gumam Rendy sambil memakan kue mochinya.


"Iya juga sih," kata Reno menyetujui ucapan Rendy.


Sedangkan dari tempat lain dua preman yang waktu itu tidak sengaja melihat Rendy dan Reno sedang duduk di bangku berdua.


"Bang, itu bukannya orang yang waktu itu ngerampok kita," kata preman itu saat melihat Rendy dan Reno duduk di bangku.


"Bener juga, ayo kita samperin," ajak preman gempal itu berjalan menghampiri Rendy dan Reno.


"Ehh kalian berdua," kata preman tinggi itu pada Rendy.


Rendy dan Reno menoleh bersamaan.


"Aduh abang kalau mau ngerampok jangan sekarang, saya lagi patah hati sekarang ini," keluh Rendy membuat kedua preman saling menatap.


"Emang patah hati kenapa?" tanya preman itu pada Rendy.


Rendy dan Reno beralih duduk di bawah lalu diikuti kedua preman itu yang juga duduk di bawah.


"Lo tahu enggak bang, cewek yang gue incer sekarang udah dilamar sama orang," kata Rendy mengutarakan perasaannya.


"Yaelah kirain apaan," kata preman tinggi itu.


"Anak muda jaman sekarang patah hati aja udah kayak masalah paling besar, padahal masalah paling besar sebenarnya adalah masalah hidup," celetuk preman gempal itu membuat Rendy berhenti memakan kue mochinya.


"Abang enggak tahu gimana rasanya patah hati," kata Rendy pada preman gempal itu.


"Saya tahu saya juga pernah muda," jawab preman gempal itu.


"Bang kenapa kalian berdua ngerampok kan masih pada kuat buat kerja?" tanya Rendy penasaran.


"Emang siapa yang mau terima kita kerja, kita ini mantan napi," jawab preman berbadan tinggi.


"Emang kenapa abang bisa dipenjara?" tanya Reno.


"Kita dulunya karyawan di perusahaan besar tapi setelah di phk kita tidak ada lagi kerjaan yaudah kita jadi perampok aja," jawab preman gempal.


"Tapi kalian jangan salah paham dulu, kami cuma ngerampok orang- orang kaya yang tidak peduli sama orang kecil seperti kita," kata preman itu membuat hati Rendy merasa tersentil.


"Terus sekarang ini abang masih ngerampok?" tanya Rendy penasaran keduanya langsung mengangguk.


"Mau gimana lagi, kalau kita enggak ngerampok anak istri kita di rumah bakal dikejar- kejar sama debkolektor," kata preman gempal itu sendu membuat hati Rendy tersentuh.


"Hutang kita banyak, kalau kita enggak ngerampok gini, kasian mereka di rumah,"


"Ditambah kita ngelamar kerja dimanapun enggak ada yang mau terima kita," adu preman gempal itu berubah menjadi sendu membuat Rendy tidak tega melihatnya.


"Yaudah, kalian berdua kerja aja sama saya," mata kedua preman itu seketika langsung berbinar saat mendengar ucapan Rendy.


"Kamu serius mau mempekerjakan kita berdua?" tanya preman gempal tidak percaya sama ucapan Rendy.


Rendy mengangguk santai sambil memakan kue mochinya.


Kedua preman itu seketika langsung memeluk Rendy yang hampir saja terhuyung ke belakang.


"Ya tuhan makasih banyak ya nak kamu sudah menolong kita berdua," kata preman berbadan tinggi merasa sangat senang.


"Tapi kalau boleh tahu berapa gaji kita satu bulannya?"


"Kenapa?"


"Saya ingin melunasi semua hutang- hutang saya agar anak dan istri saya bisa tidur nyenyak tanpa diganggu oleh debkolektor," adu preman gempal itu yang juga diangguki preman berbadan tinggi.


Rendy mengeluarkan black cardnya lalu memberikan pada Reno.

__ADS_1


"Tolong lo pergi ke atm bentar ambilin gue uang," kata Rendy memerintah Reno.


"Sekarang?"


"Enggak tahun depan," jawab ketus Rendy.


Reno langsung bergegas pergi ke atm untuk mengambil uang.


15 menit Reno kembali dengan uang yang Rendy perintahkan.


"Ini," kata Reno memberikan uang pada Rendy.


"Ini uang buat ngelunasi hutang- hutang kalian, setelah selesai ngelunasi semua hutang kalian, besok siang saya tunggu di rumah ini, kalian bisa mulai kerja besok," kata Rendy membuat kedua preman itu langsung berbinar.


"Ini uangnya beneran tuan? Rendy mengangguk sambil menyodorkan uangnya pada kedua preman.


"Ya tuhan terima kasih banyak tuan," kata preman itu lalu saling berpelukan satu sama lain.


"Pulanglah anak istri kalian sedang menunggu," kedua preman itu sontak berdiri dan menghadap Rendy.


"Nak terima kasih banyak atas kebaikan kamu ini, kita janji bakal kerja dengan baik dan tidak mengecewakan kamu," Rendy hanya mengangguk senang melihat senyum bahagia terbit di bibir mereka.


Kedua preman itu langsung bergegas pulang dengan hati sangat bahagia dan kegirangan.


Akhirnya mereka bisa melunasi hutang- hutang mereka dan anak istri mereka juga bisa tidur nyenyak tidak lagi dikejar- kejar debkolektor.


♡♡♡


Bara baru saja tiba di rumah, buru- buru Bara masuk ke dalam rumah untuk menemui Sela.


Bara menaiki lift untuk menuju lantai atas.


Bara langsung menuju kamar Sela dan mengetuk pintu kamarnya.


Tok tok tok


"Sayang," panggil Bara namun tidak ada respon dari Sela.


Perlahan Bara membuka pintu kamarnya terlihat Sela sedang tertidur.


Bara masuk ke dalam kamar Sela dengan sangat pelan.


Bara duduk di tepi queen size Sela, terlihat mata yang sembab juga hidung yang memerah.


Bara membelai rambut Sela dan menatap sendu.


Kemudian beralih mencium pipi Sela dengan sangat lembut dan sayang.


Bara melihat sepertinya Sela kelelahan dan sangat pulas tidurnya.


Bara berinisiatif untuk berbaring di samping Sela.


Dengan sangat pelan dan perlahan Bara naik ke atas gueen size dan berbaring di samping Sela.


Bara menelusupkan tangannya di leher Sela lalu membalik tubuh Sela agar menghadap dirinya.



Bara ikut memejamkan matanya sambil menghirup aroma stroberi pada rambut Sela.


Aroma yang saat ini menjadi candu baginya.


Keduanya tertidur sangat pulas hingga sinar mentari membuat Sela terbangun.


Saat pukul 6 pagi, dengan otomatis gorden akan membuka dengan sendirinya.


Hal itu seperti alarm untuk membangunkan saat mereka tidak juga bangun pada pukul 5 maka secara otomatis gorden akan terbuka pada pukul 6 pagi.


Sela merasa jika posisinya sangat sempit.


Sela melirik ke sebelah dan terlihat Bara masih memejamkan kedua matanya dengan tangan memeluk dirinya erat.


Sela sedikit bangun untuk meneliti wajah tampan Bara.


Terkadang Sela berpikir, apakah dia nyata?


Kenapa dia bisa setampan itu?


Dan sekarang dia yang akan menjadi pendamping hidupnya.


Sungguh khayalan yang dulu tidak pernah dia pikirkan.


Sela dengan pelan melepaskan pelukan Bara dan memberanikan diri untuk mendekat ke arah Bara.


Sela dengan sangat pelan dan memberanikan diri untuk mencium pipi Bara.


Tapi siapa yang tahu jika sejak tadi Bara tidak tidur.


Saat Sela hendak mencium pipi Bara, dengan cepat Bara memalingkan wajahnya.


Alhasil kedua bibir mereka saling menempel satu sama lain.


Sela melotot karena terkejut saat melihat Bara yang terbangun dan saat ini sedang tersenyum menyebalkan pada Sela.


Sela dengan cepat menjauh dari Bara tapi bukan Bara namanya kalau enggak usil.


Bara menarik Sela hingga kembali berbaring lalu mengunci kedua tangan Sela dengan senyum devil di bibirnya.


"Sekarang mulai berani ya," kata Bara membuat Sela memberontak untuk bisa melepaskan genggaman tangan Bara.


"Lepasin enggak," ketus Sela membuat Bara terkekeh.


"Siapa yang udah mancing duluan pagi- pagi gini," kata Bara membuat Sela mendengus sebal.


"Tuan Aldebaran lepasin enggak," kata Sela dengan sengit membuat Bara semakin tertawa.


Cup


Bara mencium pipi Sela sebelah kanan.


"Jangan marah- marah mulu, jelek tahu," kata Bara membuat Sela melirik sinis Bara.

__ADS_1


"Tuan saya kebelet ke kamar mandi," alibi Sela agar Bara mau melepaskan tangan Sela.


"Ayo saya antar," kata Bara melepaskan genggaman tangan Sela dan hendak membopong Sela ke kamar mandi.


Dengan cepat Sela mendorong Bara lalu berlari menuju kamar mandi.


Bara tertawa melihat tingkah Sela dan kembali berbaring di queen size Sela.


Aroma tubuh Sela yang masih menempel di queen size membuat Bara merasa tenang dan rileks.


Terdengar suara guyuran air artinya Sela sedang mandi.


"Ya tuhan, apa dia sedang mengujiku, aku juga laki- laki dewasa yang normal," gumam Bara sambil memejamkan matanya dan tersenyum manis.


Ceklek


Sela keluar dari kamar mandi, aroma yang sangat harum menyebar di penjuru kamar.


Bara bangun dan melihat Sela yang sudah fresh dengan baju mandinya. Sela tidak menyadari jika Bara masih di dalam kamarnya.


"Tahan Bar belum waktunya," gumam Bara sambil berjalan menghampiri Sela yang duduk di meja rias.


Bara memeluk Sela dari belakang membuat Sela menatap pantulan cermin dan melotot kesal.


"Tuan," kaget Sela karena saat ini dia sedang memakai baju mandi.


"Sayang, nanti malam aku dan Reynald akan bertarung, apa kamu tidak berniat untuk menonton?" tanya Bara membujuk Sela seperti yang disarankan Peter.


Sela dengan cepat dan kasar melepaskan pelukan Bara.


"Enggak," bentak Sela membuat Bara menghela napas pelan.


"Sayang percayalah, aku akan menang, jangan khawatir," kata Bara masih berusaha untuk membujuk agar Sela mau menonton pertarungannya.


"Aku bilang enggak ya enggak," bentak Sela membuat Bara terdiam.


Sela pergi ke walk in closet mengabaikan Bara begitu saja.


"Sayang kalau gitu aku berangkat ke kantor ya, nanti malem mungkin aku pulang telat," kata Bara pamit pada Sela yang masih berganti pakaian.


Tidak ada jawaban dari Sela, dengan langkah lunglai Bara keluar dari kamar Sela dengan hati sedikit kecewa.


Bara mendial nomor Peter.


"Halo,"


"Gimana lo bisa bujuk Sela buat nonton lo nanti malem?"


"Enggak,"


"Yaudah gini aja, entar gue bakal dateng buat dokumentasiin pertarungan lo sama Reynald, entar kalau Sela udah luluh kita kasih vidio itu ke Sela,"


"Terserah lo," kata Bara lalu mematikan sambungan teleponnya dan pergi ke kamar untuk bersiap pergi ke kantor.


□□□



Di sinilah Bara dan Reynald sekarang berada.


Di kelilingi banyak penonton juga para wartawan untuk mengabadikan momen bersejarah ini.


Seorang miliader dengan pengusaha dari Kanada.


Ini bukan lagi rahasia umum bagi kalangan masyarakat.


Saat mereka melakukan pertarungan satu sama lain 1 banding 1.


Sebenarnya ini hanyalah pertarungan biasa yang mereka adakan sendiri.


Tapi siapa yang tahu jika Reynald mengunggah hal itu di weibo.


Seketika para warga berantusias saat tahu orang yang paling berpengaruh di negara Kanada akan melakukan pertarungan dengan CEO Reynald.


Bara vs Reynald.


Bara tidak keberatan saat tahu Reynald juga mengundang banyak wartawan dan penonton juga terlihat begitu banyak.


Cuman 1 yang Bara takutkan, Reynald kalah di tangannya dan dia akan menanggung malu yang sangat besar karena ulah yang dia buat.


Mengundang semua wartawan di ring tinju.


Ini sudah keempat kalinya Bara menjatuhkan Reynald dan terlihat jika keadaan Reynald sudah tak lagi mampu untuk berdiri.


Pikiran Bara seakan terpecah kala bayangan Sela terlintas di kepalanya.


Hal itu Reynald manfaatkan untuk bisa menjatuhkan Bara.


Bugh


Bara berhasil Reynald jatuhkan, Reynald menatap sinis Bara dengan tangan mengunci pergerakan Bara.


"Lo inget baik- baik ucapan gue, sampai kapan pun gue enggak bakal lupain status lo sebagai pembunuh kedua orang tua gue,"


"Dan sampi kapan pun gue bakal hancurin semua usaha lo dan merebut apa yang menjadi milik lo," seakan terpancing dengan ucapan Reynald Bara mendadak emosinya meningkat.


Bugh


Reynald kembali dijatuhkan oleh Bara dan kini giliran Bara yang mengunci pergerakan Reynald.


"Lo juga harus inget baik- baik ucapan gue, sampai kapanpun gue bakal buktiin kalau gue bukan seorang pembunuh dan,"


"Apapun yang jadi milik gue enggak akan bisa jadi milik orang lain," kata Bara penuh penekanan.


Bara mengakhiri pertarungan ini dan turun dari ring.


Saat turun dari ring dan banyak wartawan yang memotret tatapan Bara bukannya fokus pada kamera melainkan pada seseorang yang bertopi hitam sedang duduk di bangku penonton dan terus saja menunduk.


Bara berjalan menghampiri bangku penonton diikuti para wartawan di belakangnya.


▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎

__ADS_1


__ADS_2