
Arumi ragu melangkahkan kakinya untuk mendekati pria dan wanita itu. Dia berjalan dengan pikiran menerka-nerka.
"Kak Darius ?" Tanya Arumi tak yakin.
Pria itu tersenyum lebar dan langsung bergerak memberi pelukan pada tubuh Arumi yang masih berdiri kebingungan.
"Aru ! Aku sangat senang bisa bertemu kau di sini." Ucap pria tadi sambil melepaskan pelukannya.
"Apa kabar ? Kau baik-baik saja kan ?" Lanjut pria tersebut sambil memegang kedua bahu Arumi dan menatap gadis itu lekat-lekat.
"Kau benar-benar Kak Darius ?" Arumi mengulang kembali pertanyaannya dengan ragu.
"Ya. Ini aku Darius. Sepupu Irgi." Jawab Darius dengan senyum lebar.
Jantung Arumi mulai berdetak tak beraturan. Semua ini sudah diluar rencananya. Tak pernah terbesit sedikit pun dalam benaknya bisa bertemu dengan orang yang dia kenal di negeri orang seperti ini. Belum lagi, orang itu adalah mantan kakak iparnya sendiri. Darius Dwiguna. Kakak sepupu Irgi yang Arumi ketahui berprofesi sebagai seorang pelaut.
"Ngomong-ngomong, kenapa kau bisa berada di sini ? Apa kau sedang liburan bersama Irgi ? Tapi, dimana dia ?" Tanya Darius sambil mengedarkan pandangannya ke sekeliling butik. Mencari-cari di mana keberadaan sepupunya yang sudah satu tahun lamanya tidak pernah bertemu.
Arumi tertunduk diam. Kedua jemarinya saling meremas gugup. Dia tidak tahu harus berucap apa pada Darius. Pasti pria itu belum tahu bagaimana nasib tragis pernikahannya dan Irgi berakhir.
"Hon ! Dia siapa ?" Wanita cantik yang sejak tadi mengapit mesra lengan kekar Darius kembali menghampiri tunanganya dan juga Arumi.
"Oh iya. Maaf Sweetheart ! Aku bahkan sempat melupakan keberadaanmu." Darius terkekeh sambil mengecup singkat pipi tunangannya.
"Kenalkan ! Dia adik iparku. Namanya Arumi. Dia istri adik sepupuku, Irgi." Lanjut Darius sambil memperkenalkan Arumi dengan bangga pada tunangannya.
Wanita yang sejak melihat keberadaan Arumi sudah memasang wajah kesal itu langsung berubah menjadi ramah saat Darius memperkenalkan siapa Arumi sesungguhnya. Senyumnya kini bahkan sudah bisa di bilang sangat manis bahkan mengalahkan manisnya madu.
"Hai Arumi ! Aku Scarlet tunangan Darius." Ucapnya sambil mencium pipi Arumi bergantian.
"Senang bertemu denganmu, Scarlet !" Ucap Arumi tulus.
"Oh iya, kau belum menjawab pertanyaan kakak iparmu ini, Aru ! Di mana Irgi ?" Kata Darius mengulang pertanyaannya.
"Irgi tidak di sini Kak." Jawab Arumi dengan senyum mirisnya.
Dahi Darius mendadak mengkerut. Dia masih belum paham betul apa maksud perkataan Arumi.
__ADS_1
"Maksudnya, Irgi sedang di hotel dan kau di biarkan keluar berbelanja sendiri ? Begitu ?" Tanya Darius penuh selidik.
"Bukan seperti itu Kak." Arumi menggeleng.
"Lalu ?" Darius masih mendesak meminta penjelasan yang lebih rinci.
Arumi menggigit bibir bawahnya sambil lagi-lagi tertunduk. " Aku dan Kak Irgi sudah bercerai."
"Apa ?" Darius seperti baru saja terkena serangan jantung mendadak. Matanya membulat sempurna mendengar pengakuan adik iparnya.
Arumi mengangguk membenarkan perkataannya sendiri. Sementara Darius masih terdiam dengan mata bulat dan mulut yang sedikit terbuka. Otaknya terlalu lamban untuk mencerna perkataan Arumi.
"Ba-bagaimana bisa ?" Tanya Darius setengah tak percaya.
Dia tahu betul bagaimana sikap Arumi selama menjadi istri Irgi. Gadis itu sangat baik, penyabar bahkan telaten mengurus rumah. Tak ada yang kurang dari kepribadian Arumi sebagai sosok seorang istri. Lantas, kenapa Irgi bisa membuang Arumi sebodoh ini ?
Arumi hanya bisa menghela napas berat. "Ceritanya panjang Kak." Jawabnya lemas.
"Kalau begitu, ceritakan padaku !" Darius segera menarik Arumi keluar dari butik di ikuti oleh Scarlet yang masih bingung dengan apa yang terjadi.
* * *
"Bukankah Kakak sudah tahu jika Kak Irgi dulunya berpacaran dengan kakakku Beverly ?"
"Ya. Aku tahu !" Angguk Darius cepat. Matanya tetap menatap tajam Arumi meminta penjelasan yang lebih banyak.
Merasa di tatap dengan tatapan tajam menakutkan, Arumi semakin tak berani melihat ekspresi yang di tampilkan Darius saat ini. Pasti mantan kakak iparnya itu sekarang sedang menahan amarah. Pasalnya, dia adalah orang yang paling mendukung pernikahan Arumi dan Irgi di saat semua orang justru menentang di kala itu. Darius bahkan terang-terangan mengatakan lebih menyukai Arumi di banding Beverly. Jika bukan karena Darius, mungkin Arumi sudah di buang Irgi sesaat setelah pernikahan berlangsung saat itu.
"Kak Irgi dan Kak Lily ternyata kembali bersama tanpa sepengetahuanku. Dan..." Arumi mulai ragu melanjutkan kalimatnya.
"Dan ?" Darius menunggu kelanjutan perkataan Arumi tak sabaran.
"Kak Lily hamil anak Kak Irgi. Itu sebabnya Kak Irgi menceraikan aku." Kata Arumi menyelesaikan kalimatnya. Hatinya masih terasa sakit jika kembali mengingat kisah menyedihkan itu. Meski tak seperih dulu, luka itu tenyata sepenuhnya belum mengering.
"Br*ngsek ! Apa dua manusia itu sudah kehilangan akhlak ? Tega sekali mereka melakukan hal itu kepadamu ! Suami dan kakakmu sendiri. Apa mereka berdua benar-benar sudah tidak memiliki hati ?" Darius berucap kesal. Urat-urat di sekitar dahinya sudah terlihat jelas karena dirinya berusaha menahan amarah yang kian mendidih.
Arumi memalingkan wajahnya ke arah lain. Air matanya kembali luruh karena Darius baru saja dengan jelas mengingatkan status dua orang yang sudah menyakitinya begitu dalam di masa lalu. Benar. Mereka tak lain suami dan kakaknya sendiri. Pengkhianatan dari dua orang itu akan selalu Arumi ingat selamanya.
__ADS_1
"Hon ! Tenangkan dirimu !" Ucap Scarlet lembut sambil mengusap lengan calon suaminya. Dia juga ikut menatap Arumi dengan perasaan iba.
Darius menarik napas beberapa kali demi menenangkan emosinya kembali. Setelah cukup tenang, dia kembali melanjutkan percakapannya dengan Arumi.
"Apa Irgi tahu kau ada di sini ?"
"Tidak Kak. Aku tidak memberitahu siapapun tentang keberadaanku saat ini."
"Kenapa ?"
"Aku hanya ingin hidup tenang dan berdamai dengan masa laluku Kak. Aku kemari untuk melanjutkan mimpiku yang tertunda untuk menjadi desainer. Dan sekarang, mimpi itu sudah terwujud. Perlahan namun pasti, aku juga sudah mulai bisa melupakan Kak Irgi."
"Apa kau bekerja di butik tadi ?" Tanya Darius lagi.
"Iya Kak." Angguk Arumi.
"Baiklah ! Kalau begitu ayo kita kembali ke tempat kerjamu. Kau bukannya harus mengukur ukuran bajuku dan calon istriku kan ?" Kali ini wajah Darius sudah mulai menebar senyum kembali. Persis ketika tadi dia datang dan melihat Arumi.
Mereka bertiga kemudian memutuskan untuk kembali ke butik. Arumi sudah mencatat ukuran Darius dan Scarlet secara bergantian. Sepasang calon pengantin yang katanya bulan depan akan naik ke pelaminan itu juga sudah berkonsultasi tentang model baju pengantin yang mereka inginkan. Arumi mencatat semuanya secara detail dan terperinci untuk dia kembangkan lagi.
"Kak ?" Panggil Arumi ketika Darius dan Scarlet sudah ingin keluar dari butik.
"Ada apa Aru ?" Tanya Darius lembut.
"Apa kakak bisa merahasiakan keberadaanku di negara ini ?"
"Maksudnya ?"
"Tolong jangan katakan pada siapapun bahwa aku di sini. Terutama pada Kak Irgi dan keluargaku."
"Apa kau benar-benar sudah tak ingin berurusan lagi dengan Irgi ?"
Arumi mengangguk sebagai jawaban. Darius tampak mendesah samar lalu perlahan kembali tersenyum dan mengiyakan permintaan Arumi.
"Baiklah ! Akan kakak lakukan sesuai permintaamu."
"Terima kasih Kak." Lirih Arumi yang merasa terharu pada kebaikan Darius.
__ADS_1
"Ya. Sama-sama. Jangan sungkan untuk meminta bantuan."