
Suasana terasa begitu sangat sakral melingkupi seisi gereja tempat pemberkatan Darius dan Scarlet di adakan. Usai mengikat janji suci dan berciuman panjang sebagai bukti sah kepemilikan satu sama lain, suara riuh tepuk tangan menyambut mereka. Membuat kebahagiaan Darius dan Scarlet semakin terasa nyata.
Selepas upacara pemberkatan, pesta kemudian di lanjutkan di sebuah ballroom hotel mewah di tengah-tengah kota Paris. Banyak sanak keluarga Darius yang turut hadir dalam pernikahan yang di gelar mewah nan megah itu. Tak terkecuali Irgi yang turut menyempatkan diri untuk datang.
"Hei ! Siapa ini ? Ku kira kau tak akan datang, Brother !" Darius memeluk erat Irgi sebelum keduanya terkekeh dan saling menepuk bahu masing-masing.
"Tentu saja aku akan datang ! Aku ingin membuktikan sendiri dengan mata kepalaku, bahwa bujang lapuk sepertimu benar-benar menggelar upacara pernikahan," gurau Irgi dengan senyum jahilnya.
Darius lagi-lagi tergelak sebelum merangkul pinggang Scarlet yang sedang berbincang dengan tamu di sebelahnya dan mengenalkannya pada Irgi.
"Ini dia wanita yang membuat bujang lapuk ini akhirnya memikirkan pernikahan. Namanya, Scarlet Johanson, yang sekarang sudah berganti nama menjadi Scarlet Kie," ucap Darius dengan bangga saat menyebut nama istrinya dengan menggabungkan nama belakangnya.
Irgi menoleh ke arah Scarlet. Tersenyum tampan dan mengulurkan tangan ke arah Scarlet sebagai tanda perkenalan.
"Hai ! Aku Irgi. Adik sepupu, Darius !" ucap Irgi ramah.
Senyum di wajah Scarlet seketika surut saat mendengar nama pria di hadapannya. Tatapan kebencian mulai mendominasi mata indah Scarlet terhadap Irgi. Scarlet hanya menyentuhkan ujung jemarinya di tangan Irgi sebelum menariknya kembali. Tampak sekali bahwa Scarlet sepertinya sangat membenci Irgi.
Irgi menarik kembali tangannya dengan perasaan tak enak hati. Apa masalah istri Darius dengannya ? Kenapa perempuan cantik itu terlihat sangat tidak menyukainya padahal ini baru hari pertama mereka bertemu ?
"Aku akan menyapa ibumu terlebih dulu. Nikmati saja waktu kalian !" ucap Irgi kemudian. Senyum di wajahnya ia usahakan senatural mungkin meski hatinya sedang dongkol karena perlakuan tak bersahabat Scarlet.
Irgi mulai berbalik dan perlahan menjauh dari Darius dan Scarlet. Darius pun mulai mencecar Scarlet dengan pertanyaan terkait perbuatannya barusan yang di nilai Darius sudah sangat keterlaluan.
"Kenapa kau berbuat seperti itu pada Irgi ? Dia itu adikku !" kata Darius sambil memegang kedua sisi pundak Scarlet lembut. Dia marah. Namun, dia juga tak bisa kasar pada istri yang sangat di cintainya.
__ADS_1
"Iya. Dia memang adikmu ! Tapi, dia juga adalah pria yang membuat wanita sebaik Arumi menderita. Apa kau lupa ?" kata Scarlet penuh emosi yang meletup-letup. Namun, suaranya tetap terdengar anggun seperti biasa walau hatinya sedang memanaskan bara kebencian untuk memanggang Irgi.
Perkataan Scarlet sontak membuat Irgi yang sebenarnya sempat terhenti karena di tahan kerabat yang lain langsung membulatkan matanya. Apa benar Darius dan Scarlet di belakangnya sekarang sedang membicarakan tentang Arumi yang itu ? Aruminya ?
"Iya. Aku ingat ! Tapi, bukankah kau juga ingat apa pesan Arumi ? Dia melarang kita memberi tahu keberadaannya pada siapapun, terutama Irgi !" ujar Darius yang mencoba membujuk Scarlet.
"Apa yang kalian bicarakan ? Jadi, kalian tahu di mana Arumi ?" Tiba-tiba saja, Irgi sudah berada di belakang mereka.
Scarlet dan Darius langsung panik dan tidak tahu harus berbuat apa.
"Tolong katakan ! Di mana Arumi ?" tanya Irgi lagi.
"Apa yang kau bicarakan ? Arumi ? Mana mungkin kami tahu !" Darius terkekeh sumbang.
"Jangan bohong, Darius ! Aku sudah mendengar semua percakapan kalian. Jadi tolong katakan ! Di mana Arumi sekarang ?" ucap Irgi bersungguh-sungguh.
Darius melangkah lebih dulu dan di ikuti oleh Irgi kemudian. Sementara Scarlet tetap berada di tengah pesta untuk menyambut para tamu undangan.
Irgi dan Darius memasuki sebuah ruangan. Mereka duduk di sofa yang berada di ruangan itu dengan posisi saling berhadapan.
"Apa yang kau ketahui tentang keberadaan Arumi ? Apa kau bertemu dengannya ? Di mana ?" cecar Irgi tak sabaran.
"Tenangkan dirimu, Irgi ! Aku akan jelaskan semuanya !" ucap Darius.
"Bagaimana aku bisa tenang, ketika aku tahu bahwa ternyata kau telah bertemu dengan Arumi sementara aku sudah hampir putus asa karena tak juga menemukannya sampai sekarang ?" Irgi menghela napas kasar. Menyisir rambutnya dengan gelisah.
__ADS_1
Darius menatap wajah Irgi lekat. Mencari maksud terselubung yang mungkin saja Irgi rahasiakan darinya. Ia tak ingin, jika Irgi mencari Arumi hanya untuk membuat luka baru di hati mantan adik iparnya itu. Demi apapun ! Darius tak akan membiarkan hal itu terjadi lagi.
"Kenapa kau mencari Arumi lagi setelah jelas-jelas kau sendiri yang membuangnya ?" tanya Darius penuh selidik.
Irgi berdecak kesal. "Aku sedang tidak ingin membahas masa lalu, Darius ! Yang aku inginkan sekarang hanyalah bertemu Arumi ! Aku sudah menyesali perbuatanku di masa lalu. Aku ingin meminta maaf."
"Maaf ? Lalu setelah maaf, apa lagi yang akan kau minta ?" Darius masih menyelidik dengan pandangan waspada ke arah Irgi.
"Aku ingin meminta Arumi untuk kembali lagi padaku. Kau puas ?"
"Bagaimana bisa kau mau meminta Arumi kembali setelah semua yang sudah kau lakukan, Gi ? Arumi itu bukan barang, yang bisa kau tukar-tukar seenaknya," ujar Darius yang mulai tersulut emosi karena perkataan Irgi.
Jujur, Darius memang bukan tipe lelaki yang suka mempermainkan hati perempuan. Dia tipe lelaki yang hanya setia pada satu wanita meski profesinya adalah seorang pelaut yang katanya tak akan pernah cukup dengan satu wanita. Akan tetapi, Darius mampu mematahkan kepercayaan itu usai dirinya bertemu dengan Scarlet tujuh tahun lalu. Perempuan itu yang berhasil menawan Darius hingga membuat pria itu akhirnya pensiun dan memilih membuka sekolah pelayaran di kota Paris beberapa bulan yang lalu.
"Aku tahu aku salah. Dan untuk itu, aku ingin meminta pengampunannya. Aku tahu aku sudah di butakan cinta oleh Beverly. Tapi, aku dan dia sudah bercerai. Yang ku inginkan sekarang hanya Arumi, Darius ! Arumi !" ucap Irgi penuh penekanan.
"Kau bercerai dengan Beverly ? Bukankah dia sedang hamil ?" tanya Darius setengah tak percaya.
"Darimana kau tahu bahwa Beverly hamil ?" Irgi balik bertanya dengan mata memicing.
"Arumi sudah menceritakan semuanya padaku, Gi ! Kami bertemu sekitar sebulan yang lalu. Arumi berada di sini. Dia bahkan bekerja di salah satu butik ternama di kota ini," ucap Darius sambil menghela napas.
"Benarkah ?" Mata Irgi berbinar. Senyum tampannya seketika muncul saat akhirnya dia menemukan titik terang mengenai keberadaan mantan istri yang di cintainya.
"Kau lihat betapa bagusnya jas dan gaun pengantin aku dan Scarlet bukan ?"
__ADS_1
Irgi mengangguk sementara Darius tersenyum kecil.
"Ini semua adalah hasil rancangan Arumi ! Gadis kecil itu yang membuatnya," tukas Darius dengan bangga.