
Kali ini, Marco memang berniat agar tidak memberikan kesempatan kepada Peri itu, untuk menguasainya pikirannya lagi.
Meskipun kedua tangan Cecilia bergerak cepat mengarah ke leher Marco, namun Marco tidak kalah cepat untuk menangkisnya, dan segera mengubah situasi.
Sekarang, Marco yang berusaha mencekik Cecilia.
Tidak semudah mencekik Bella dalam halusinasi Marco tadi.
Ketika Marco memegang leher Cecilia, kulit lehernya terasa licin berlendir, dan ketika Marco meremasnya terasa kenyal seperti karet.
Kelihatannya tidak mudah bagi Marco membunuh wanita itu, jika Marco hanya berniat mematahkan lehernya saja, atau cuma memukulnya begitu saja.
Kalau Marco mau menghabisi nyawa Peri itu, Marco harus mencabik-cabik tubuhnya, dan itu tidak mungkin dilakukan Marco jika dia hanya berbentuk manusia.
Sambil tetap berusaha menahan Cecilia, Marco berubah bentuk dan seketika itu menjadi seekor burung elang.
Tapi dengan perubahan Marco, Cecilia terlepas dari pegangannya, dan tampak berusaha melarikan diri dengan terbang menjauh.
Marco segera terbang mengejarnya.
Sama sekali tidak mudah bagi Marco untuk menangkap Peri itu.
Cecilia pintar menghindari cakar-cakar Marco yang hendak menangkapnya.
Bukan itu saja.
Kali ini beberapa shapeshifter yang juga berbentuk sama seperti Marco, tampak ikut mengincar Marco.
Cecilia tampaknya memakai kekuatannya untuk membuat beberapa shapeshifter itu untuk melawan Marco.
Marco kewalahan.
Bagaimana tidak?
Marco harus berusaha menangkap Cecilia, dan dia juga harus bisa menghindari serangan dari beberapa shapeshifter sekaligus.
Apalagi, Marco masih merasa lelah karena pertarungannya tadi, dengan Eackbert, sang Alpha pengganti.
Nafas Marco tersengal-sengal.
Benar-benar sulit mengatasi keadaan itu, Marco sempat beberapa kali menerima pukulan shapeshifter di tubuhnya, karena perhatiannya yang teralihkan dengan gerakan terbang Cecilia yang acak.
Dengan sedikit kekuatannya yang tersisa, Marco membiarkan shapeshifter lain memukulinya, dan berfokus untuk menangkap Cecilia saja.
Akhirnya Marco mendapat sela, dan bisa menancapkan salah satu kuku cakarnya ke bagian pinggir punggung Cecilia, dan merusak sedikit sayap wanita itu.
Rasanya, Marco seperti sedang menancapkan kukunya kedalam jeli yang padat, dan mengeluarkan bunyi mendesis seperti angin yang keluar dari dalam ban kendaraan yang bocor.
Suara desisan itu bercampur dengan suara Cecilia yang melengking, dan bernada tinggi yang nyaring dan membahana di angkasa.
__ADS_1
Meskipun hanya dengan satu kuku cakar saja, Marco berusaha agar cakarnya itu tidak terlepas dari badan Cecilia.
Ketika Cecilia bergerak, kesempatan itu diambil Marco untuk bergerak dengan arah yang berlawanan, hingga cakar Marco yang tertancap di badan Cecilia, menimbulkan luka goresan terbuka yang cukup panjang dan dalam.
Tapi dengan begitu, tubuh Cecilia jadi terlepas dari kuku cakar Marco.
Saat itu juga, Marco menyadari kalau shapeshifter yang menyerang Marco, sudah berhenti memukuli Marco.
Marco kembali mengincar Cecilia lagi.
Dan kali ini, Marco bisa mencengkeram erat Cecilia dengan kedua kaki bercakarnya, dan membawanya terbang turun hingga menyentuh permukaan tanah.
Dengan cakar-cakarnya, Marco menghancurkan sayap Peri yang ada dipunggung Cecilia.
Setelah sayap Peri Cecilia hancur, penampilan Cecilia satu persatu juga ikut berubah.
Daun telinganya jadi seperti telinga manusia biasa, berikut juga gigi-giginya yang menjadi rata dan normal seperti gigi orang biasa pada umumnya.
Cecilia masih mengeluarkan suara melengking dari mulutnya, seolah-olah dia sedang mengerang kesakitan dan menangis dengan caranya sebagai Peri.
Dan tak lama, lengkingan bernada tinggi itu menghilang, dan tersisa suara tangisan sesenggukan biasa.
Bukan cuma itu saja.
Kebencian, kemarahan dan rasa jijik Marco kepada Cecilia juga ikut menghilang.
Cairan berwarna hijau bening, terlihat mengalir keluar dari luka menganga di punggung Cecilia, yang berbaring meringkuk di atas tanah berumput.
Marco membawanya terbang tinggi mengangkasa, sambil melihat kesana kemari untuk mencari jalan untuk pergi ke tempat Nancy.
Setelah Marco merasa yakin kalau arahnya memang tepat, dengan tergesa-gesa Marco terbang kesana sambil membawa Cecilia, dan Marco berharap kalau Gamma masih disana dan bisa membantu mengobati luka Cecilia.
"Kenapa kamu tidak membunuhku?" tanya Cecilia.
"Apa kamu lebih suka mati, daripada hidup tenang bersama keluargamu?" Marco balik bertanya.
"Aku bukan lagi seorang Peri, dan kamu pasti membenciku. Lalu, yang mana keluargaku? Lebih baik kamu jatuhkan aku sekarang, agar aku segera mati," ujar Cecilia.
Marco mendengus.
"Apa semua kaum Peri kerasa kepala sepertimu?" tanya Marco.
"Biasakan saja dirimu untuk menjadi Mommy yang baik! Kamu berhutang puluhan tahun kepadaku!" lanjut Marco.
Cecilia tampak menangis lagi, untuk beberapa saat, lalu tiba-tiba Cecilia terdiam, dan kelihatannya Cecilia kini jatuh pingsan.
Marco semakin mempercepat gerakan sayapnya, agar bisa segera tiba di tempat Nancy.
Ketika Marco memijakkan kakinya di bagian samping rumah Nancy, saat itu juga Marco berteriak agar di bukakan pintu untuknya.
__ADS_1
"Grandma!"
"Grandma!"
Sempat beberapa kali Marco berteriak, sebelum akhirnya pintu disamping itu terlihat terbuka lebar.
Nancy tampak berdiri didepan pintu yang terbuka, dengan raut wajah heran.
"Marco!" ujar Nancy.
"Dimana Gamma?" tanya Marco, sambil membawa Cecilia masuk kedalam rumah Nancy.
"Dia di dalam, menjaga Uncle-mu," jawab Nancy.
"Untuk apa kamu membawa makhluk ini kesini?" tanya Nancy dengan suara meninggi.
"Grandma! Sudahlah! Jangan membuat keributan! Tolong bantu aku! Panggilkan Gamma kesini!" kata Marco.
Dan tanpa menunggu persetujuan Nancy, Marco membaringkan Cecilia di atas sofa.
Nancy terlihat berdiri terdiam di tempatnya berdiri.
"Grandma...!" ujar Marco.
Nancy kemudian terlihat berjalan jauh masuk kedalam rumahnya, dan tak lama Gamma terlihat datang sambil berlari sendirian dari arah Nancy pergi tadi, dan kini menghampiri Marco.
"Ada apa?" tanya Gamma.
"Tolong obati dia!" ujar Marco.
Setelah Gamma melihat Cecilia, Gamma malah terdiam dan kembali menatap Marco lekat-lekat dengan alisnya yang mengerut.
"Turuti saja kataku!" ujar Marco.
Gamma kemudian berubah bentuknya menjadi seekor ular, dan menggeliat keluar dari pakaiannya, lalu mematuk Cecilia didekat lukanya yang terbuka.
Ketika Gamma mematuknya, kaki Cecilia tampak bergerak-gerak, dengan mata yang masih terpejam, alisnya mengerut, dan mengeluarkan suara merintih dari mulutnya.
Nancy kini terlihat sudah berada didekat situ, dan tampak memperhatikan gerak-gerik Marco, Gamma dan Cecilia sebentar, sebelum dia pergi lagi dari situ.
Marco tidak sempat melihat kemana perginya Nancy, karena terlalu fokus memperhatikan apa yang dilakukan Gamma kepada Cecilia.
"Sudah!" kata Gamma.
Gamma, lalu berubah bentuk menjadi manusia di tempat itu juga, dan kembali memakai pakaiannya lagi.
"Sekarang lukanya harus dijahit!" kata Gamma lagi.
Nancy yang tiba-tiba sudah berada didekat mereka lagi, kemudian menyodorkan kotak obat kepada Gamma.
__ADS_1
Gamma kemudian mengambil kotak obat itu, dan memeriksa barang-barang yang ada didalam sana, sambil berjongkok di dekat Cecilia.