SHAPESHIFTER

SHAPESHIFTER
Part 44


__ADS_3

Marco bersama dengan Bella, menghabiskan waktu bersama keluarga Graham semalam, hingga hampir tengah malam, sebelum mereka kembali ke rumah Marco, dan beristirahat disana.


Mungkin karena kelelahan, pagi ini Bella masih tertidur pulas, ketika Marco sudah keluar dari rumah, dan pergi ke gudang pertanian.


Bau kotoran hewan ternak menyengat mengganggu penciuman, karena sore kemarin Marco yang sibuk dipernikahannya, tidak mengurus gudang pertanian miliknya itu.


Sebelum memerah susu sapi dan memutik telur, Marco terpaksa harus membersihkan kandang-kandang ternak dari kotoran, terlebih dahulu.


Sembari Marco membersihkan kotoran hewan, Duke tampak gelisah.


Meskipun Duke tidak menggonggong, namun duke tampak berjalan mondar-mandir, masuk keluar dari gudang pertanian.


Marco sudah melihat gerak-gerik aneh Duke, tapi karena masih sibuk, dan ingin menghilangkan aroma tidak sedap dari dalam gudang pertanian secepatnya, Marco belum mau memeriksa keadaan diluar.


Untuk kesekian kalinya, Marco melihat Duke mondar-mandir dan cukup mengganggu perhatian Marco.


"Duke! Ada apa denganmu kawan?" tanya Marco.


Duke kali ini berdiri didekat Marco, dan tampak tidak mau menjauh dari Marco, meskipun sempat beberapa kali, Marco hampir saja menabraknya.


Memang tidak biasa.


Gelagat Duke sangat aneh hari ini.


Marco kemudian tersentak.


Apa jangan-jangan...


Marco melepaskan sekop yang dia pegang, lalu berlari keluar dari gudang pertanian, dan segera mengarah kerumah, dengan sekedar melepaskan sepatu boots dan celana karet, Marco terburu-buru memeriksa Bella dikamar.


Bella tampak masih tertidur pulas diatas tempat tidur, Marco bisa sedikit bernafas lega, tapi perasaannya belum benar-benar tenang, dan membuatnya kembali berlari keluar.


Marco melayangkan pandangannya kesegala penjuru, yang bisa dijangkau penglihatan matanya.


Setelah merasa tidak apa-apa, Marco lalu melihat keatas.


Perasaannya memang tidak salah.


Di langit tampak ada burung elang terbang berputar-putar, dan kelihatannya tidak wajar.


Marco yakin kalau itu bukan elang biasa, karena Duke tidak akan ketakutan kalau itu memang cuma burung.


Tanpa menunggu lama, Marco berlari ke gudang pertanian dan melepaskan pakaiannya disana.


Marco merubah bentuknya, lalu menyusul burung elang yang dilihatnya diangkasa.


"Siapa kamu? Apa yang kamu lakukan disini?" tanya Marco, dan bersiap untuk menyerang.


"Tenang Marco! Aku Flints!" kata elang, yang didekati Marco tadi.

__ADS_1


"Kenapa kamu datang seperti ini?" tanya Marco kesal.


"Aku ingin bicara denganmu," kata Flints.


"Apa kita bisa bicara dengan tenang sebentar?" tanya Flints.


Marco masih sebal, karena kedatangan Flints yang tiba-tiba, dan membuat Marco sempat merasa cemas, karena mengira kalau itu saudara Alpha.


Setelah beberapa saat, Marco lalu menukik turun dan terbang masuk kedalam gudang pertanian, kemudian memakai pakaiannya lagi.


Marco kemudian berjalan masuk kedalam rumah, untuk mengambilkan pakaian untuk dipakai Flints, sebelum dia mengayunkan tangannya, dan mengajak Flints untuk mendarat.


Flints memijakkan kakinya dibagian belakang rumah Marco, dan memakai pakaian yang diberikan oleh Marco.


"Apa kedatanganku benar-benar mengganggumu, hingga kamu hampir menyerangku tadi?" tanya Flints.


"Saya tidak biasa menerima tamu. Karena saya hanya tinggal sendiri, wajar saja kalau saya waspada bukan?" ujar Marco beralasan.


Flints tampak mengangguk-anggukkan kepalanya, sambil menundukkan pandangannya.


"Mari ikut saya masuk!" ajak Marco, lalu berjalan menyusuri pinggir rumah, dan membawa Flints masuk dari pintu depan.


"Silahkan duduk!" kata Marco mempersilahkan, lalu merebus sedikit air, untuk menyeduh kopi.


Marco masih mempersiapkan kopi didalam cangkir, Bella terlihat keluar dari kamar, dengan wajah sembab sambil menguap.


"Eh! Maaf, saya tidak tahu kalau anda datang berkunjung," sapa Bella.


Bella kemudian menghampiri Marco, dan mengambil alih pekerjaan Marco, yang hendak membuat kopi untuk menjamu Flints.


"Biar aku saja yang membuatnya, sayang! Maaf, aku bangun kesiangan," kata Bella.


"Tidak masalah sayang... Aku tahu kamu pasti kelelahan. Aku bisa membuat kopi sendiri," kata Marco.


"Honey...! Biar aku saja!" kata Bella, sambil melirik kesamping sebentar, seolah-olah sedang menunjuk Flints dengan matanya, sebelum dia kembali melihat Marco.


Marco kemudian memeluk Bella, sambil mencium kening wanita itu, lalu pergi duduk dimeja berhadap-hadapan dengan Flints.


"Apa ada sesuatu yang ingin kamu bicarakan? Atau hanya sekedar jalan-jalan?" tanya Marco.


"Dua-duanya. Apa saya mengganggu kesibukanmu?" tanya Flints.


"Tidak," jawab Marco.


"Tapi, kelihatannya kedatanganku memang mengganggu. Saya tadi melihatmu seolah-olah sedang sibuk dibangunan lain," kata Flints.


"Setiap pagi, saya memang mengurus ternakku," kata Marco.


"Hmmm... Menarik! Apa aku bisa melihatnya?" tanya Flints.

__ADS_1


Marco lalu terdiam sebentar.


Meskipun kedatangan Flints, terasa sedikit mencurigakan, Marco menyetujui keinginan Flints, untuk melihat ternaknya dari dekat.


"Apa kamu mau kesana? Tapi, saya sambil bekerja. Tidak masalah?" tanya marco.


"Hmmm... Iya. Saya penasaran dengan caramu memelihara hewan ternak," jawab Flints.


"Sayang...! Aku pergi dengan Flints ke gudang pertanian sebentar. Sekembalinya kami nanti, baru kami meminum kopinya," kata Marco, kepada Bella.


"Oh, Oke!" ujar Bella.


Marco kemudian berdiri dari tempat duduknya, dan mengajak Flints untuk ikut bersamanya.


"Ayo kita pergi!" ajak Marco.


Celana karet dan sepatu boots yang ditinggalkan Marco diberanda rumahnya tadi, kemudian dipakainya lagi, sebelum lanjut berjalan menuju gudang pertanian.


Hewan ternak disitu tampak tenang, dan biasa-biasa saja ketika Marco masuk bersama Flints.


"Kamu tidak mau mengatakan sesuatu?" tanya Flints, setelah beberapa saat mereka didalam situ.


"Apa yang harus saya katakan?" tanya Marco, sambil menyekop kotoran hewan, dan memasukannya kedalam gerobak khusus, tanpa melihat Flints.


"Dengan adanya kamu, hewan-hewan ini tidak takut dengan keberadaanku," kata Flints.


"Hmmm... Jadi, apa maksudmu? Saya tidak mengerti arah pembicaraanmu," ujar Marco.


"Saat ini kamu memang terlihat seperti Alpha," kata Flints.


"Atas dasar alasan apa kamu berkata demikian?" tanya Marco, tetap berpura-pura tidak tahu apa-apa.


"Kalau kamu mau mencobanya, kamu bisa keluar dan membiarkan saya tertinggal sendiri dengan hewan-hewan ini. Dan kamu akan mengerti maksudku," kata Flints.


"Memangnya apa yang akan terjadi?" tanya Marco.


"Mereka semua pasti akan meloncat-loncat ketakutan," jawab Flints.


"Oke! Lalu apa? Itu tidak membuktikan apa-apa," ujar Marco.


"Hanya Alpha yang bisa membuat hewan asli tetap merasa tenang, saat berada didekat shapeshifter," kata Flints.


"Karena secara naluriah, mereka tahu kalau Alpha tidak akan berbuat semena-mena, kepada mereka," lanjut Flints.


"Hmmm... Itu cerita yang bagus," kata Marco datar.


"Apa kamu masih tidak mengerti?" tanya Flints.


"Apa yang tidak aku mengerti?" tanya Marco.

__ADS_1


"Rasanya, tidak ada yang aneh, kalau hewan-hewan peliharaan tidak takut dengan orang lain, karena merasa pemiliknya sedang menjaganya," lanjut Marco.


"Saya bukan orang lain biasa. Shapeshifter bukan orang biasa. Kita jauh lebih kuat dari hewan asli. Jika bukan karena adanya Alpha, mereka semua sudah mati ketakutan saat ini," kata Flints tegas.


__ADS_2