SHAPESHIFTER

SHAPESHIFTER
Part 65


__ADS_3

Pertanyaan Bella didalam mobil tadi, hanya dijawab Marco dengan kebohongan dan asal-asalan, bahwa terjadi tanpa sengaja saat Delta bergelut dengan Beta.


Dengan berbaris seperti kawanan semut, mereka semua berjalan menuruni lembah yang ada di hutan lindung, menuju ke sungai yang ada ditengah-tengah tempat itu.


Tanpa perlu bertanya, kenapa mereka yang lain tidak berganti bentuk saja, Marco sudah bisa menduga, kalau mungkin mereka mempertahankan bentuk manusianya, karena sedang membawa barang-barang yang menjadi perbekalan mereka disungai nanti.


Sesekali saja Marco bertanya kepada Bella, hanya untuk memastikan kalau Bella tidak merasa kelelahan.


Butuh waktu kurang lebih lima belasan menit, suara gemericik air terjun sudah terdengar, dan semakin lama semakin keras menggetarkan gendang telinga.


Setibanya dipinggir sungai, Fint dan Fent menggelar alas diatas tanah berumput, untuk menjadi tempat semua orang duduk.


Bella dan Adaline tampak sudah tidak sabaran untuk bermain air, dan terlihat sudah duduk diatas bebatuan besar, sambil menjulurkan kakinya kedalam sungai, merendam kaki mereka berdua hingga ke bagian lutut.


Beta membantu Seba menata barang bawaan ke atas alas yang baru saja selesai digelar Fint dan Fent.


Sedangkan Delta, membantu Marco memungut beberapa ranting pohon yang kering, untuk dijadikan api unggun, di bagian dalam hutan tidak jauh dari pinggir sungai.


Sembari memungut potongan-potongan ranting yang terlepas jatuh dari pohonnya, sesekali Marco menangkap basah Delta yang sedang mencuri-curi pandang kepadanya.


"Ada apa? Katakan saja, kalau ada sesuatu yang mengganggumu," celetuk Marco.


"Tidak ada apa-apa," ujar Delta.


Tangan mereka berdua sudah hampir penuh dengan ranting kering, dan dengan berjalan santai mereka kembali ke dekat sungai.


Marco kemudian menyalakan api dengan menumpuk sedikit ranting kering diatas tanah.


Kali ini, Bella dan Adaline sudah berenang didalam sungai, dibawah air terjun bersama Beta Fint dan Fent.


Bella dan Adaline tampak memakai pakaian renang yang minim kain seperti pakaian dalam.


Sedangkan ketiga laki-laki yang lain, meskipun berenang agak jauh dari Bella dan Adaline, tapi mereka bertiga kelihatannya berenang tanpa mengenakan apa-apa.


Marco menggeleng-gelengkan kepalanya.


Sebenarnya Marco sudah tidak heran, berhubung Marco pernah melihat Adaline yang berenang dipantai dengan saudara-saudara laki-lakinya, tanpa ada satupun dari mereka yang mengenakan sehelai benang pun.


Marco masih berusaha menyalakan api, Delta terlihat mengikuti Beta dan kedua saudara laki-laki Adaline, berenang masuk kedalam air sungai, dan Delta juga dalam kondisi yang sama.


Tidak memakai apa-apa, dan benar-benar bertelanjang bulat.


Ada apa dengan shapeshifter-shapesifter ini?


Paling tidak, seharusnya mereka tetap memakai pakaian dalam.

__ADS_1


Jika saja, ada orang lain yang tiba-tiba datang kesitu dan melihat mereka semua, bisa-bisa mereka disangka sebagai kaum *nudis.


(*Sebenarnya shapeshifter memang bisa dibilang kamu nudis, karena saat berganti bentuk, mereka akan berkeliaran tanpa memakai pakaian.)


Marco memperhatikan baik-baik gerak-gerik Bella, karena meskipun sedikit, Marco tidak akan setuju, kalau Bella sampai memandangi keempat pemuda yang tanpa busana itu.


Seba tampaknya menyadari gelagat Marco, dan terdengar seperti sedang tertawa geli didekatnya.


Marco kemudian menatap Seba, dan membuat wanita itu berhenti tertawa seketika itu juga.


"Maafkan aku!" ujar Seba.


"Untuk apa kamu meminta maaf?" tanya Marco.


"Tidak apa-apa..." jawab Seba.


"Karena kamu bertumbuh besar diantara manusia biasa, kamu pasti merasa aneh kalau melihat kaum kita yang tampak tidak merasa risih, untuk saling bertelanjang," kata Seba.


"Kalau saja Bella tidak menyuruh Adaline memakai pakaian renang milik Bella, maka Adaline juga pasti sekarang sedang bertelanjang," lanjut Seba.


"Kenapa bisa begitu? Apa ada alasannya?" tanya Marco.


"Hmmm... Kaum shapeshifter sudah terbiasa untuk menahan nafsunya, karena mereka tahu konsekuensinya, kalau mereka asal-asalan berhubungan intim dengan seseorang," jawab Seba.


"Tidak seperti manusia biasa yang bisa bergonta-ganti pasangan sesukanya, saat mereka merasa bosan atau tidak ada kecocokan lagi...


Shapeshifter yang berhubungan intim, entah berpasangan dengan manusia biasa ataupun dengan sesama shapeshifter, maka dia akan terikat dengan sebagian jiwanya...


Dia tidak akan bisa jatuh cinta dengan orang lain lagi sampai dia mati...


Atau seperti yang dikatakan manusia biasa... Satu cinta untuk sehidup semati," jawab Seba.


Marco jadi ingat kali pertama dia tidur dengan Bella.


Mungkin perasaan Marco saat itulah yang dimaksud Seba.


"Siapa yang menyangka, kalau semua pertarungan dan perebutan kekuasaan ini, juga terjadi hanya karena cinta..." celetuk Seba.


"Bagaimana bisa? Apa yang kamu tahu?" tanya Marco penasaran.


"Menurut cerita Beta... Maksudku Daddy-nya," ujar Seba sambil menunjuk Beta yang sedang berenang disungai.


"Mommy-mu sebenarnya adalah pasangan Alpha pengganti, saudara kembar Daddy-mu, Alpha terdahulu," lanjut Seba.


Mata Marco terbelalak, dengan rasa tidak percaya akan apa yang dia dengarkan barusan dari mulut Seba.

__ADS_1


Marco sama sekali tidak menduga akan mendengar cerita seperti itu, tentang orang tua aslinya.


"Sayang... Kamu tidak mau berenang bersamaku?" tanya Bella, yang tiba-tiba sudah berdiri didekat Marco.


Marco masih ingin mendengarkan cerita Seba, namun dia juga tidak mau mengacuhkan Bella disitu.


Apalagi, Bella yang basah, dan hanya mengenakan bikini yang benar-benar minim kain, dan tampak sangat menarik perhatian Marco, kini sedang duduk di atas pangkuannya sambil berhadap-hadapan.


"Kamu mau membuatku membawamu pergi dari sini sekarang juga?" tanya Marco dengan suara berbisik ditelinga Bella.


Bella tampak terkejut dan kebingungan mendengar pertanyaan Marco.


"Tidak... Kenapa kamu berpikiran seperti itu?" tanya Bella.


"Sekarang ini kamu terlihat sangat menggoda..." jawab Marco masih berbisik-bisik.


Bella tertawa kecil.


"Jangan tertawa! Kamu tahu 'kan kalau aku tidak bisa menahannya, kalau kamu berpenampilan seperti ini, lalu tertawa didepanku," ujar Marco dengan gemasnya, sambil memeluk Bella dengan erat.


Seba kemudian terlihat beranjak pergi dari situ, dan duduk diatas bebatuan ditengah sungai.


"Jangan macam-macam! Kamu membuatku malu saja," ujar Bella, sambil mendorong Marco sedikit, agar ada jarak antara dada mereka berdua.


"Kamu sendiri yang menggodaku lebih dulu," kata Marco tidak mau kalah, dengan tangannya yang mulai bergerak nakal dibagian depan badan Bella.


"Marco! Sayang! Apa yang kamu lakukan?" ujar Bella sambil tertawa, dan mencoba menahan tangan Marco.


"Aku hanya memegangmu... Apa ada larangan untuk itu?" tanya Marco, sambil menatap Bella lekat-lekat, lalu menggigit bibirnya sendiri.


"Kita sedang diantara orang banyak..." ujar Bella.


"Ah, aku tidak perduli! Kamu milikku. Suka-suka aku, apa saja yang mau aku lakukan padamu," ujar Marco.


Bella menggeleng-gelengkan kepalanya, namun akhirnya, Bella membiarkan tangan Marco bergerak bebas di dadanya, sambil mereka berdua berciuman disitu.


Marco hampir tidak bisa mengendalikan dirinya sendiri lagi, dan mulai melakukan gerakan yang berlebihan, hingga Bella menghentikan semua aksi nakal Marco.


"Sayang... Nanti saja, kalau kita sudah pulang..." kata Bella dengan suara memelas.


Marco mendengus kesal.


"Seharusnya kita tidak perlu datang kesini! Hanya membuat kepalaku sakit saja!" ujar Marco ketus.


Bella tertawa geli, sambil melingkarkan kedua tangannya dileher Marco.

__ADS_1


__ADS_2