SHAPESHIFTER

SHAPESHIFTER
Part 70


__ADS_3

Rasa ketidak sukaan Marco kepada Delta, berkurang banyak setelah pembicaraan mereka berlangsung.


Marco jadi mengerti dengan jalan pikiran Delta, meskipun hanya dengan beberapa menit bersamanya.


Kelihatannya, Delta tidak bermaksud untuk menjadi orang yang menyebalkan, dia hanya mengikuti nalurinya untuk mengenali orang dengan baik, dan bukan hanya berdasarkan cerita atau pendapat orang lain saja.


Setelah mereka semua menyelesaikan makan malam bersama, sambil bersantai diberanda rumah, semua berkumpul sambil berbincang-bincang dengan pembahasan ringan.


Tidak ada yang terkecuali, semuanya tampak menikmati pembicaraan yang sama sekali tidak menyinggung tentang pergeseran kepemimpinan.


"Kelihatannya, Delta cukup menyenangkan untuk jadi lawan bicara," celetuk Bella, dengan berbisik-bisik kepada Marco.


"Iya. Kurang lebih begitu," kata Marco datar.


Di beranda itu, tersaji minuman coklat panas dan camilan kue sisa dari toko kue milik Bella, yang tidak habis terjual hari itu.


Sembari mereka bercakap-cakap, sesekali Bella menyuapkan kue ke mulut Marco.


"Sayang... Kalau begini terus, tidak ada pakaianku yang muat dan bisa aku pakai lagi," ujar Marco.


Bella hanya tersenyum lebar, lalu mencium Marco sekilas.


"Kegiatanmu yang banyak, akan dengan mudahnya membakar kalori dari makananmu," kata Bella membela diri, sambil tetap menyuapkan sepotong kecil kue ke mulut Marco.


"Kalau tidak salah, tanaman jagungnya sebagian sudah bisa dipanen," celetuk salah satu saudara laki-laki Adaline.


"Besok pagi kita mulai memanennya. Kalian mau membantu?" tanya Marco.


"Tentu saja."


Suara dari beberapa orang yang ada disitu, terdengar serempak menjawab pertanyaan Marco.


Tiba-tiba, suara gonggongan Duke, memecah kesunyian di area peternakan, dan tampak menarik perhatian mereka yang sedang duduk berkumpul disitu.


Hampir semua orang yang ada di beranda itu kini menatap Marco, seolah-olah menunggu Marco mengatakan sesuatu.


Marco hanya menatap mereka bergantian, tanpa berbicara apa-apa.


"Apa kamu tidak merasa kalau ada sesuatu yang berbahaya?" tanya Beta.


"Aku tidak merasakan apa-apa. Tapi, memang sebaiknya aku memeriksa gudang pertanian," jawab Marco, lalu berdiri dari tempat duduknya.


"Sayang! Tunggu disini sebentar!" kata Marco kepada Bella.


Bella menganggukkan kepalanya.


"Iya. Hati-hati!" ujar Bella.

__ADS_1


Marco kemudian berjalan dan menuruni tangga beranda mengarah ke gudang pertanian, dimana Duke masih saja menggonggong disana.


Beta dan Delta tampak mengikuti langkah Marco, dan berjalan bersebelah-sebelahan dengannya.


"Kalian tidak perlu ikut, mungkin hanya ada kawanan coyote yang mendekat ke pagar pembatas," kata Marco.


"Lebih baik kalau kamu tidak pergi sendiri," ujar Beta.


Marco tidak berkomentar apa-apa lagi, dan membiarkan Delta dan Beta mengikutinya.


Duke dengan gonggongan keras, menghadap kearah pagar pembatas area peternakan Marco.


Dan tampaknya benar saja dugaan Marco, suara-suara geraman, dan rengekan seperti suara anjing yang tercekik, semakin jelas terdengar ketika mereka bertiga mendekati Duke yang berdiri didekat pagar.


"Marco! Ini kesempatanmu untuk mencoba berbicara dengan hewan liar!" ujar Beta terdengar bersemangat.


Marco hanya menoleh kesamping dan melihat Beta sekilas yang terpapar sedikit cahaya lampu dari gudang pertanian, lalu kembali melihat kearah luar pagar pembatas.


Diluar sana terlalu gelap, hingga Marco hanya bisa mendengar anjing liar itu, tanpa bisa melihat bentuk mereka dengan jelas.


Seolah-olah sudah ada yang pernah mengajarkannya sebelumnya, Marco melepas pakaiannya, dan berubah bentuk menjadi coyote.


Setelah Marco menjadi coyote, seketika itu juga penglihatan Marco menjadi terang, dan bisa melihat sekitarnya dengan jelas.


Marco bisa melihat kalau ada kurang lebih sepuluh ekor coyote, sedang berkumpul di luar pagar pembatas, dengan jarak kurang lebih lima puluh meter.


"Coba kamu berkomunikasi dengan mereka!" ujar Beta, dan perkataan Beta itu meyakinkan Marco, kalau dugaannya memang benar.


Marco berjalan menghampiri gerombolan coyote yang bisa dia lihat.


"Apa ada yang kalian cari disini?" tanya Marco pelan, kearah gerombolan anjing liar didepannya itu.


Untuk beberapa saat Marco menunggu kalau ada reaksi dari kumpulan coyote-coyote itu, namun tidak tanda-tanda kalau mereka mengerti dengan ucapan Marco.


"Mereka tampaknya tidak mengerti dengan apa yang aku katakan," kata Marco.


"Coba lagi!" kata Beta.


Marco terdiam sebentar, sambil memikirkan perkataan apa yang harus dia ucapkan lagi.


"Apa kalian lapar?" tanya Marco.


"Iya," tiba-tiba terdengar jawaban dengan suara yang berbeda dari Beta ataupun Delta.


"Maafkan aku... Tapi, disini belum ada hewan yang layak untuk kalian makan," kata Marco.


"Mereka membalas perkataanmu?" tanya Beta.

__ADS_1


"Iya. Mereka menjawab pertanyaanku. Apa kalian tidak bisa mendengarnya?" tanya Marco.


"Tidak," jawab Beta dan Delta serempak.


"Lalu kami harus mencari makan dimana?" tanya suara asing itu lagi.


"Waktu itu, kami menemukan banyak makanan yang dibiarkan begitu saja disini," lanjut suara asing itu.


Marco kemudian teringat dengan dua pengikut Alpha pengganti, yang dibunuhnya waktu itu.


"Iya. Aku sengaja mengumpulkan daging-daging itu, dan membiarkannya untuk kalian makan," ujar Marco.


"Tapi, untuk saat ini, kalian masih harus berkelana untuk mencari makan," jawab Marco.


"Baik. Kalau begitu, kami pergi dulu. Maafkan kami karena sudah mengganggu tempat tinggalmu," kata suara asing itu.


"Iya. Kalau ada hewanku yang bisa untuk kalian makan, aku berjanji akan memberikannya kepada kalian nanti disini," kata Marco.


"Terimakasih," jawab suara asing itu, kemudian gerombolan coyote itu terlihat beranjak pergi dari tempat itu.


Marco kemudian berbalik, dan berjalan mendekat ke pagar pembatas peternakannya.


Marco tidak tahu apa yang dipikirkan Beta dan Delta, hingga mereka berdua tidak terdengar suaranya, ketika Marco berbicara dengan gerombolan coyote tadi.


Marco kembali menjadi manusia, dan memakai pakaiannya yang hanya digantungnya begitu saja di pagar.


Tidak berapa lama, Beta dan Delta terlihat menyusulnya dan melakukan hal yang sama.


"Kamu bisa saling berbicara dengan mereka?" tanya Beta.


"Iya. Bukannya aku tadi sudah memberitahumu?!" ujar Marco.


"Ternyata memang bisa. Kami saja yang tidak bisa mendengar mereka," kata Beta yang terlihat senang.


"Jangan terlalu senang! Karena pembicaraan tadi, aku terlanjur membuat janji untuk memberikan mereka makanan, meskipun aku bisa menunda dan memberikannya di lain waktu," ujar Marco.


Duke kini sudah terlihat tenang, berhenti menggonggong, dan sudah masuk lagi kedalam gudang pertanian, yang pintunya memang sengaja dibiarkan terbuka.


Marco tidak lagi memperhatikan gerak-gerik Beta dengan Delta yang berjalan didekatnya, dan hanya menatap jalan kembali ke rumah, sambil memikirkan apa yang baru saja terjadi.


Sebenarnya, kejadian tadi agak mengejutkan bagi Marco, dan masih membuatnya merasa heran dan sulit untuk mempercayainya.


Itu kali pertama bagi Marco bisa berkomunikasi dengan hewan, saat dia benar-benar berkonsentrasi, dan membulatkan niatnya untuk berbicara dengan hewan itu.


Kalau begitu, Marco hanya kurang fokus saja, hingga membuatnya tidak bisa memahami apa yang hewan katakan padanya diwaktu-waktu sebelumnya, dan hanya mendengarkan kata-kata mereka yang membentuk kalimat acak.


"Kamu bisa memakai kemampuan itu untuk membantu kita nanti," kata Delta.

__ADS_1


"Iya. Aku sudah tahu. Beta sudah pernah mengatakannya kepadaku," ujar Marco datar.


__ADS_2