SHAPESHIFTER

SHAPESHIFTER
Part 54


__ADS_3

"Bagaimana kalau Alpha sudah memiliki keturunan? Apa kekuatannya masih bisa tetap bertahan seperti itu?" tanya Marco.


"Iya. Keturunan Alpha akan memiliki kekuatan yang sama dengan Daddy-nya, tapi dia tidak bisa serta-merta menggantikan posisi Daddy-nya, selama Daddy-nya tidak mengizinkannya," jawab Beta.


"Sedangkan Beta, Gamma, dan Delta, bisa langsung menggantikan posisi Daddy-nya, saat Daddy-nya sudah tua, tanpa harus menunggu persetujuan Daddy-nya," lanjut Beta.


Marco terdiam sambil memikirkan perkataan Beta.


Memang tidak ada yang biasa dari segala sesuatu yang berhubungan dengan shapeshifter.


Entah susunan hierarki, kekuatan yang dimiliki, juga cara bertahan hidup kaum shapeshifter, tidak ada yang bisa dikatakan biasa saja.


"Ayo kita masuk! Seba dan Adaline sedang memasak untuk makan siang," ajak Marco.


"Kamu juga belum bertemu dengan pasanganku, yang baru saja aku tahu, kalau dia sedang mengandung anakku," lanjut Marco dengan rasa bangga.


"Selamat!" ucap Beta.


"Tapi, dengan begitu, kamu harus berusaha lebih keras lagi untuk membuktikan, kalau kamu memang akan menjadi Alpha yang sesungguhnya, dan bisa diandalkan," lanjut Beta datar, bahkan terdengar agak sinis.


Marco mengerutkan keningnya, dan mengencangkan rahangnya, ketika mendengar perkataan Beta.


Apa Beta sekarang sedang mengajak Marco bercanda?


Atau hendak mencoba-coba memancing kemarahan Marco?


Ucapan selamat macam apa itu?


Masih ada embel-embel tentang Marco, yang belum bisa menguasai kekuatannya yang sebenarnya.


Marco mendengus kesal, lalu berbalik dan berjalan menuju kedalam rumahnya, tanpa mau menanggapi lebih jauh perkataan Beta.


Ketika Marco dan Beta memasuki rumah Marco, dan berjalan terus sampai ke dapur, Marco bisa melihat kalau Adaline dan Bella tampak terkejut, karena kedatangan Marco bersama Beta disitu.


Tapi, apa yang mengejutkan kedua wanita itu?


"Beta?" tanya Adaline.


"Iya," jawab Beta singkat.


Baik Adaline maupun Bella, sekarang ini terlihat kalau mereka seolah-olah sedang terkagum-kagum melihat Beta, untuk beberapa waktu lamanya.


Hey!


Tidak masalah kalau Adaline tertarik dengan Beta.


Tapi, Bella?


Bella juga terpukau dengan penampilan Beta?


Tidak, sebaiknya Bella tidak tertarik dengan Beta!

__ADS_1


Meskipun sedikit (atau banyak), ada rasa cemburu yang timbul dihati Marco, ketika melihat Bella yang ikut-ikutan seperti Adaline, yang tampak terpana memandangi Beta, hingga seakan-akan lupa caranya untuk mengedipkan mata mereka, sambil senyum-senyum sendiri.


Begitu juga Beta yang tampaknya mengagumi Bella, sampai-sampai Beta menatap Bella lama-lama, dengan matanya yang juga seakan tidak tahu caranya untuk berkedip.


Jangan macam-macam!


Marco lalu berdiri didepan Bella, dan menghalangi pandangan wanita itu dengan badannya, agar tidak bisa melihat Beta.


Bella tampak tersentak, lalu menatap Marco lekat-lekat, dan tidak lama kemudian Bella tersenyum lebar.


Marco lalu membungkuk hingga wajahnya mendekat kesalah satu sisi wajah Bella.


"Apa pemuda itu lebih menarik dariku?" bisik Marco, dengan geramnya.


Bella tertawa kecil, lalu memegang wajah Marco dengan kedua tangannya.


"Sedikit... Beta lebih tampan darimu, sedikit..." jawab Bella pelan, setengah berbisik dengan raut wajahnya yang tampak serius.


"Lalu kamu menyukainya?" tanya Marco setengah berbisik, dengan suara bergetar menahan kekesalannya.


Bella kemudian tersenyum lebar, lalu mencium Marco.


"Tidak, sayang... Kamu jauh lebih tampan darinya, dan aku hanya tertarik denganmu," kata Bella, setelah berhenti mencium Marco.


"Jangan coba-coba bermain-main denganku!" kata Marco tegas, lalu memegang Bella agar berdiri dari tempat duduknya.


Marco kemudian merangkul pinggang Bella, dan memperlihatkannya kepada Beta.


Beta kemudian berjalan mendekat menghampiri Bella yang berdiri bersama Marco.


"Aku Beta. Pasangan Alpha ternyata sangat cantik. Senang bisa bertemu denganmu!" kata Beta, sambil tersenyum lalu mengulurkan tangannya kearah Bella.


"Bella. Aku juga senang bisa bertemu denganmu," kata Bella yang juga tersenyum, sambil menyambut tangan Beta, dan berjabat tangan dengannya.


Marco tidak mau berlama-lama melihat adegan berjabat tangan, sambil saling senyum itu, dan dengan berpura-pura akan membuat Bella beristirahat, Marco mendudukkan Bella kekursinya kembali.


"Istirahat ya sayang...! Kamu sedang mengandung, tidak boleh kelelahan dengan berdiri lama-lama," ujar Marco.


Bella tertawa kecil, tapi tetap menuruti kemauan Marco.


"Beta! Kamu bisa duduk disebelah sana!" kata Marco, sambil menunjuk salah satu kursi didekat Adaline.


Beta menganggukkan kepalanya, lalu pergi duduk ditempat yang ditunjuk Marco.


Marco kemudian duduk didekat Bella, dan menggenggam tangan Bella erat-erat.


"Kamu cemburu?" bisik Bella ditelinga Marco.


"Iya!" jawab Marco tegas, meskipun dengan suara berbisik-bisik.


Kembali Bella tertawa kecil, sambil menutup mulutnya dengan tangannya yang bebas dari pegangan Marco.

__ADS_1


"Jangan mengejekku! Kamu hanya milikku... Ingat?!" kata Marco.


"Iya, sayang..." jawab Bella pelan.


Marco lalu menoleh kesampingnya, dan menatap Bella lekat-lekat, kemudian dengan cepat memegang wajah Bella, agar tidak bisa menghindari ciuman Marco.


Marco memang mau mengingatkan kepada semua orang, kalau Bella memang hanya bisa menjadi miliknya.


"Sayang...!" ujar Bella, dengan suara memelas, sambil mendorong wajah Marco menjauh darinya.


Marco kemudian melihat orang-orang disitu satu persatu bergantian, yang tampak sedang melihat kearah lain.


"Kita sudah bisa makan siang sekarang! Makanannya sudah matang!" ujar Seba.


"Adaline! Panggil kakak-kakakmu kesini! Kita makan siang bersama-sama," lanjut Seba.


"Baik, Mom!" kata Adaline, lalu bergegas pergi dari situ.


"Kamu duduk saja! Biar aku saja yang membantu Seba, menata peralatan makan," kata Marco kepada Bella.


Bella menganggukkan kepalanya.


Marco kemudian berdiri dan mulai mengambil peralatan makan yang mereka butuhkan, dibantu Beta menatanya diatas meja.


Sesekali, Marco masih menangkap basah saat Beta saling tersenyum dengan Bella, dan itu membuat Marco benar-benar geram.


Marco menarik nafasnya dalam-dalam, dan menghembuskannya dengan pelan berkali-kali, agar bisa sedikit mengendalikan emosinya.


Sudahlah... Mereka berdua hanya tersenyum.


Marco saja yang terlalu pencemburu.


Memangnya, semudah itu Bella akan jatuh hati kepada Beta?


Bella sudah menjadi istri Marco, apalagi sedang mengandung anak Marco, tidak mungkin Beta hingga terlalu berani mencoba-coba mendekati Bella.


Fint dan Fent tampak berjalan masuk bersama Adaline, dan kurang lebih sama reaksinya dengan Marco, Bella, dan Adaline saat melihat Beta untuk pertama kali.


"Beta?"


"Hebat!"


"Kamu ternyata pemuda yang tampan!"


"Keren!"


Kata Fint dan Fent bersemangat, lalu berjabat tangan dengan Beta, sambil bercakap-cakap sebentar dengan Beta disitu, sebelum mereka semua mencuci tangan, dan mengambil tempat duduk di meja makan.


"Terimakasih, kalau kalian menganggapku tampan!" kata Beta, sambil melihat kearah Fint dan Fent.


"Kalian mungkin tidak akan percaya kalau aku bilang, Gamma dan Delta adalah pemuda-pemuda yang jauh lebih keren dan lebih tampan, kalau dibandingkan denganku," lanjut Beta, yang terlihat santai berbicara dengan Fint dan Fent.

__ADS_1


Marco, Bella, dan Adaline bertatap-tatapan bergantian dengan wajah datar, atau lebih tepatnya dengan wajah penasaran, setelah mendengar perkataan Beta.


__ADS_2