SHAPESHIFTER

SHAPESHIFTER
Part 47


__ADS_3

Entah apa yang direncanakan Bella, namun Marco tidak mau membantahnya, dan menuruti kemauannya agar keluarga Sums pergi menemuinya.


"Silahkan duduk!" kata Bella, sambil tetap mengaduk adonan kue yang ada didalam mangkuk, yang sedang dipegangnya.


"Maafkan saya yang mungkin kurang sopan. Tapi, saya benar-benar harus mengerjakan ini semua, agar aku bisa berpikir jernih," lanjut Bella.


"Tidak masalah," kata Flints, lalu mereka semua mengambil tempat duduk didalam dapur itu.


"Marco baru saja menceritakan tentang Alpha," kata Bella.


"Rasanya, saya sudah memikirkan matang-matang, dan saya tidak mau kalau sampai terjadi apa-apa dengan Marco," kata Bella lagi.


"Aku berharap kalian bisa membantu Marco, untuk mengakhiri semua pertentangan antar Alpha," lanjut Bella.


"Satu-satunya cara untuk mengakhirinya, hanyalah kalau Marco menantang Alpha pengganti," kata Flints.


"Apa kalian tidak terpikirkan rencana apa-apa sama sekali?" tanya Bella.


Marco memutar otak.


Berarti Bella menginginkan Marco menantang Alpha pengganti, agar tidak perlu lagi merasa khawatir tentang perebutan kekuasaan.


"Seandainya aku mau mengklaim kepemimpinan, apa ada yang kalian ketahui bagaimana caranya?" tanya Marco.


"Kamu harus mendatangi Alpha pengganti di kastil," jawab Flints.


"Tapi, aku tidak pernah berkelahi sebelumnya, dan aku tidak tahu cara menguasai, atau mempergunakan kemampuanku," kata Marco.


Baik Flints maupun Seba terlihat seolah-olah terkejut, ketika mendengar Marco berkata seperti itu, dan mereka berdua bertatap-tatapan untuk beberapa saat.


Dan kini, semua orang yang ada disitu tampak seperti sedang memikirkan sesuatu, dan membuat ruangan itu hening untuk beberapa waktu lamanya.


"Aku tahu!" seru Seba.


"Ada satu shapeshifter yang bisa mengajarimu bertarung, dan mengembangkan kemampuanmu, agar kamu lebih kuat," lanjut Seba.


"Siapa? Dimana dia berada?" tanya Marco.


"Itu masalahnya, karena dia kaum pelarian, aku tidak tahu dia tinggal dimana. Aku masih harus mencari tempat tinggalnya dulu," jawab Seba.


"Tapi, aku rasa bukan cuma itu saja..." celetuk Flints.


"Apa maksudmu?" tanya Marco.


"Kelompok pengikut Alpha pengganti sudah cukup banyak. Tidak akan semudah itu kamu bisa memasuki kastil sendirian, lalu bertemu dengan Alpha pengganti," jawab Flints.


"Kita harus mengumpulkan semua shapeshifter pelarian, untuk bisa membantumu... Dan itu cukup memakan waktu," lanjut Flints.


"Kita harus berpencar, kalau mau secepatnya mengabari mereka semua. Kecuali kamu, Marco...


Menurutku, sebaiknya kamu tetap bersembunyi sambil mempersiapkan dirimu. Jangan sampai Alpha pengganti menemukanmu lebih dulu," kata Seba.

__ADS_1


Marco kemudian teringat sesuatu.


"Aku pernah melihat seorang shapeshifter di sekitar hutan didekat sini. Apa mungkin itu Alpha pengganti?" tanya Marco.


Flints terlihat mengerutkan keningnya.


"Tidak. Itu tidak mungkin. Apa cuma satu orang saja?" tanya Flints.


"Yang bisa aku lihat waktu itu cuma satu," jawab Marco.


"Tidak. Sudah pasti itu bukan Alpha pengganti. Dia tidak pernah keluar sendirian lagi, semenjak dia memimpin. Dia selalu saja dikawal beberapa shapeshifter pendukungnya," kata Flints.


Flints mengerutkan keningnya, dan mengerucutkan bibirnya, sambil digerakkannya kesana kemari.


"Apa mungkin itu Beta?" ujar Flints, dengan mata membesar.


"Maksudmu?" tanya Marco kebingungan.


"Hanya Beta, Gamma, dan Delta yang biasanya berkeliaran diluar wilayah tempat tinggal mereka, selain Alpha," jawab Flints.


"Kalau itu memang Beta, dialah yang kita cari untuk membantu mengajarimu, karena Alpha sudah tidak ada lagi," kata Seba.


"Kalau begitu, apa yang kita tunggu?" ujar Flints


"Kita tidak bisa menunda lebih lama. Sebaiknya, kita mulai mencari Beta, dan mengabari shapeshifter yang lain," lanjut Flints, lalu berdiri dari tempat duduknya.


"Tunggu dulu!" kata Seba.


Ketika kami mulai mengumpulkan shapeshifter yang lain, maka kemungkinan besar, Alpha pengganti akan mengetahuinya, dan bisa datang mencarimu lebih dulu, sebelum kamu pergi ke kastil," lanjut Seba.


Marco hanya bisa terdiam, lalu melihat Bella yang sedari tadi hanya memandangi mereka, yang berkumpul dimeja.


"Mau bagaimana lagi! Apa aku punya pilihan lain?" ujar Marco.


Seba dan Flints tampak ikut melihat Bella untuk beberapa saat, sebelum kembali melihat kearah Marco.


"Kamu sudah cukup bagus saat bersembunyi beberapa waktu ini...


Terus saja seperti itu! Tetap bersikap seolah-olah kamu manusia biasa. Hati-hati saat berubah bentuk, agar tidak menarik perhatian...


Karena saat ada sedikit informasi menyebar, maka kemungkinan Alpha pengganti, juga akan ikut menyebarkan mata-mata dimana-mana," kata Flints, sambil menatap Marco.


"Kami tidak akan kembali kesini, sampai kami bisa menemukan Beta," lanjut Flints.


"Jadi maksudmu, aku tetap melakukan rutinitasku seperti biasa?" tanya Marco.


"Iya. Aku rasa sebaiknya begitu. Agar tidak ada kecurigaan yang mengarah kepadamu," jawab Flints.


"Adaline! Fint! Fent! Kalian tidak perlu ikut. Kalian bertiga, bantu Marco untuk berjaga-jaga disini," kata Seba.


"Baik, Mom!" kata mereka bertiga serempak.

__ADS_1


"Ingat baik-baik! Semuanya sekarang harus lebih berhati-hati," kata Seba.


"Kami pergi dulu!" kata Seba berpamitan kepada Bella.


Bella menganggukkan kepalanya.


"Iya. Hati-hati dijalan!" kata Bella.


Seba dan Flints kemudian berdiri dari tempat duduknya, dan berjalan menuju kepintu, sambil ditemani Marco.


Mereka berjalan hingga kebagian belakang rumah Marco, dan berubah bentuk disana.


"Berhati-hatilah dijalan!" kata Marco.


"Iya. Kalian juga harus lebih waspada. Kami pergi sekarang!" kata Flints, yang sudah berbentuk anjing, sama seperti Seba, lalu berlari pergi menjauh dari tempat tinggal Marco.


Marco kemudian berjalan masuk kembali kedalam rumah, sampai kedalam dapur.


Adaline, dan kedua saudara laki-lakinya, tampak sedang duduk-duduk dimeja yang ada didapur itu.


Sedangkan Bella tampak lemas, meskipun dia masih memasukkan adonan kue buatannya kedalam oven.


"Apa kamu mau membuatku berdamai dengan hewan?" tanya salah satu saudara laki-laki Adaline.


"Iya. Kalian mau pergi ke gudang pertanian?" tanya Marco.


"Iya," jawab ketiga saudara itu serempak.


"Kalian tunggu diluar, sebentar aku menyusul," kata Marco.


Adaline dan kedua saudara laki-lakinya, kemudian berjalan keluar dari tempat itu, meninggalkan Marco bersama Bella disana.


Marco memeluk Bella dengan erat.


"Maafkan aku... Aku hanya membuatmu selalu cemas," kata Marco.


Bella tampak menarik nafasnya dalam-dalam, lalu menghembuskannya dengan pelan.


"Aku mencintaimu... Aku benar-benar khawatir dengan kemungkinan, akan terjadi apa-apa denganmu," kata Bella, yang mempererat pelukannya.


"Aku mencintaimu, sayang... Aku akan berusaha semaksimal mungkin agar kita semua bisa baik-baik saja," kata Marco.


Marco memegang dagu Bella, dan mengangkat wajahnya.


"Aku akan mengajari anak-anak keluarga Sums mengurus ternak. Agar aku bisa selalu menemanimu, dimanapun kamu berada," kata Marco, lalu mencium bibir Bella dengan lembut.


"Hmmm... Bukannya kamu pernah bilang akan menukar sapi dipekan perdagangan ternak hari ini?" tanya Bella, setelah Marco berhenti menciumnya.


"Oh, iya! Aku baru ingat!" ujar Marco.


"Tapi, aku mungkin tidak akan mengambil sapi baru, cukup menjual sapi yang lama saja. Jadi, tidak ada pekerjaan yang terlalu memakan waktu," lanjut Marco.

__ADS_1


"Terserah kamu saja..." kata Bella.


__ADS_2