
Nancy menyodorkan jubah mandi kepada Marco.
"Pakai ini saja! Aku tidak punya pakaian laki-laki disini!" ujar Nancy, lalu duduk di sofa yang kosong.
Dengan membalikkan badan, Marco kembali ke bentuk manusianya sepenuhnya, dan memakai jubah mandi pemberian Nancy.
"Aku tidak mengerti dengan jalan pikiranmu...
Tapi, aku rasa saat ini kamu sedang menjadi dirimu sendiri," kata Nancy pelan.
Marco kemudian ikut duduk disana.
"Apa kamu yakin kalau dia tidak akan mengendalikanmu lagi?" tanya Nancy.
"Iya, Grandma! Dia sudah bukan seorang Peri lagi, sayapnya sudah hancur, dan aku sudah tidak merasakan niat buruk dari dirinya lagi," jawab Marco.
Nancy mendengus.
"Setelah aku memeriksa Eackbert disini tadi, dan kembali ke kastil, aku merasa yakin kalau kamu tadi sedang didalam pengaruhnya," kata Nancy sambil melirik ke arah Cecilia terbaring.
"Kamu tiba-tiba meminta para shapeshifter melayanimu...
Bahkan, kamu menyuruh mereka yang ada disana agar mempersiapkan diri untuk peperangan, dan agar mereka juga menyampaikan hal itu kepada shapeshifter yang lain," ujar Nancy.
"Aku tidak mau berdiam lama-lama disana, dan segera bergegas kembali ke rumah ini," lanjut Nancy lagi.
"Lalu, apa mereka sudah pergi memberitahu shapeshifter yang lain tentang perintahku itu?" tanya Marco.
"Oh, iya! Aku baru ingat!" ujar Nancy dengan mata membesar.
"Cepatlah kamu kembali ke kastil! Hentikan semua perintah gila-mu tadi!" lanjut Nancy.
Marco sebenarnya masih merasa sangat lelah dan ingin beristirahat walau sejenak.
Tapi mau tidak mau, Marco harus kembali ke kastil, kalau dia tidak ingin ada yang bersiap untuk berperang dengan kaum lain.
Marco berjalan keluar dari pintu samping rumah Nancy, lalu berubah bentuk disana dan bersiap untuk pergi.
"Beta dan Delta ada dimana?" tanya Marco.
"Mereka di kastil! Hanya Gamma yang tertinggal disini, untuk merawat Uncle-mu," jawab Nancy.
"Tolong rawat Cecilia, Grandma!" kata Marco berpesan, kemudian terbang mengangkasa.
Setelah mendekat ke kastil, Marco berpikir kalau mungkin dia harus pergi di menara bagian barat.
Dan ternyata benar saja.
Didalam sana, tampak shapeshifter-shapeshifter sedang berkumpul, dan seolah-olah sedang menunggu sesuatu.
Marco terbang melintas di atas mereka, dan mengarah ke kursi yang seingat Marco sempat didudukinya tadi, sebelum berselisih dengan Cecilia.
Marco menahan bentuknya sebagian, lalu memijakkan kakinya tepat didepan kursi itu.
__ADS_1
Marco kebingungan mencari yang mana Beta dan Delta, diantara puluhan shapeshifter lain yang memakai bentuk hewan pilihan mereka.
"Beta! Delta!" seru Marco.
Dua shapeshifter berbentuk serigala, kemudian terlihat berjalan pelan mendekati Marco.
"Berdiri di sebelahku!" ujar Marco.
Beta dan Delta kemudian berdiri di sisi kiri dan kanan Marco, tanpa berkomentar apa-apa.
"Dengarkan perintah Alpha!" seru Marco.
"Katakan kepada semua shapeshifter, baik yang berada di pemukiman utama, maupun yang ada di pelarian!
Semua shapeshifter bisa datang, tinggal dan berkumpul di pemukiman utama, tanpa ada perbedaan status!
Kalian semua, pergi kabarkan, sekarang juga!" seru Marco lagi.
"Baik, Alpha!"
Jawaban mereka yang serempak, di ikuti dengan gaya tubuh seolah-olah sedang membungkuk, memberi hormat kepada Marco.
Kemudian suara shapeshifter yang melangkah keluar dari ruangan itu, dan suara mereka yang saling berbicara dalam jumlah banyak, agak mengalihkan pendengaran Marco dari suara Beta.
"Beta! Apa yang kamu katakan?" tanya Marco.
"Apa yang terjadi? Bukannya tadi kamu meminta kami untuk persiapan perang?" tanya Beta.
"Hmmm... Jadi kalian lebih suka untuk berperang?" Marco balik bertanya.
"Kalau begitu, apa kalian masih memiliki pakaian?" tanya Marco.
Beta dan Delta mungkin kebingungan hingga mereka terdiam untuk beberapa saat, sebelum akhirnya menjawab pertanyaan Marco.
"Pakaian kami masih ada!" jawab Delta.
"Sebaiknya, kalian menjadi manusia sekarang!" ujar Marco.
"Carikan juga pakaian untukku!" lanjut Marco, kemudian duduk di kursi yang ada di belakangnya.
Beta dan Delta berjalan keluar dari ruangan itu meninggalkan Marco sendirian cukup lama, sampai Marco tertidur di kursi itu saking lelahnya, dan terlalu lama menunggu Beta dan Delta.
"Marco!"
"Marco!"
Suara Beta yang memanggil Marco, sambil mengguncang bahu Marco, membuat Marco terbangun dari tidurnya.
Tertidur dalam posisi duduk yang tidak nyaman karena sayapnya yang melengkung dan terlipat, membuat badan Marco terasa pegal saat berdiri.
"Ini pakaian untukmu!" kata Beta sambil menyodorkan sepasang pakaian untuk dipakai Marco.
Masih sesekali menguap, Marco memakai pakaiannya.
__ADS_1
"Apa ada yang bisa aku makan? Aku sangat lapar!" kata Marco sambil mengancing kemejanya.
Beta dan Delta lalu tampak bersiap untuk berjalan keluar dari sana.
"Hey! Kalian tidak mau menungguku?" tanya Marco.
"Bukannya kamu mau makan?" Delta balik bertanya.
"Iya," jawab Marco.
"Justru itu, kami akan pergi mengambilkannya untukmu!" ujar Delta.
Marco menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Aku tidak menyuruh kalian untuk mengambilnya... Aku hanya bertanya...
Kalau memang ada, aku masih bisa pergi makan dimana tempat makanan itu berada," ujar Marco.
Marco kemudian berjalan bersama-sama dengan Beta dan Delta, keluar dari ruangan itu.
"Apa kamu mau menceritakan apa yang terjadi?" tanya Beta.
"Aku rasa kamu sempat dalam pengaruh Peri sejak kemarin, setelah kamu mengalahkan Uncle-mu," ujar Delta.
"Kemarin?" tanya Marco kebingungan.
"Iya," jawab Delta dan Beta bersamaan.
"Berarti benar kamu dalam pengaruh Peri itu? Bagaimana cara kamu mengatasinya? Dimana dia sekarang? Apa dia sudah mati?" Pertanyaan demi pertanyaan Beta, meluncur dari mulutnya tanpa jeda.
"Pelan-pelan!" kata Marco, sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Setahu aku, sesaat setelah pertarunganku dengan Eackbert, aku dibawa masuk kedalam pikirannya...
Hmmm... Itu bukan yang pertama kali. Saat kita dikamar Cecilia, maksudku Mommy-ku, aku juga sempat dibawanya kedalam pikirannya...
Tapi, aku bisa keluar begitu saja, saat aku bilang kalau aku akan mengikuti semua keinginannya," kata Marco.
"Lalu bagaimana kamu bisa sadar saat ini?" tanya Beta.
"Aku merasa kalau aku sudah pulang kerumahku, dan Bella sedang menjamuku...
Tapi, aku tersadar saat melihat hal aneh di mata Bella, jadi aku membunuhnya, dan saat itu juga aku kembali lagi kesini, dan berselisih dengan Cecilia," jawab Marco.
"Nanti saja aku ceritakan semua. Sekarang, aku mau cepat makan dan pulang. Aku ingin segera bertemu Bella!" lanjut Marco.
"Sebelah sini!" kata Beta, sambil menunjukkan salah satu arah kepada Marco.
Mereka bertiga kemudian masuk dalam sebuah ruangan yang berisikan meja besar dan panjang, lengkap dengan kursi yang berjejer rapi di dekat meja itu .
"Kamu duduk saja! Nanti aku minta pekerja, menyajikan makanan untukmu," kata Beta.
Marco kemudian duduk di salah satu kursi dan delta juga ikut duduk bersebelahan dengannya.
__ADS_1
"Untung saja, kita sudah pernah membahas tentang Peri. Kalau tidak, aku mungkin akan terjebak didalam pikirannya..." celetuk Marco, sambil melihat Delta yang menuangkan air minum untuknya.