
Berubah-ubah?
Kalau begitu, perjalanan mereka hari ini sia-sia saja, dan seperti yang dibilang Nancy, kalau rencana itu hanyalah rencana bodoh.
Tapi, masih ada hal yang lain yang Marco ingin tahu, yang paling tidak bisa memberikan hasil, agar perjalanan mereka agak terasa sedikit berguna.
"Grandma! Aku ingin meminta bantuanmu..." ujar Marco.
"Apa itu?" tanya Nancy.
"Apa Grandma bisa memanggil salah satu pengikut Alpha pengganti, dan bertemu denganku, tanpa membuatnya curiga?" tanya Marco.
"Untuk apa?" Nancy balik bertanya.
"Tolong, Grandma! Aku tidak akan berkelahi. Aku hanya ingin melihat salah satu dari mereka dengan jarak yang cukup dekat," pinta Marco.
"Sekarang?" tanya Nancy.
"Iya. Kalau bisa, sekarang saja!" jawab Marco, bersemangat karena tampaknya Nancy mau membantu Marco.
"Hmmm... Tunggu sebentar!" ujar Nancy, lalu terdiam dan seolah-olah sedang memikirkan sesuatu, sambil sesekali melihat kearah mereka bergantian.
"Kamu mau bertemu dalam rupa manusia? Atau dalam bentuk hewan?" tanya Nancy.
"Aku mau bertemu pengikut Alpha pengganti, dengan memakai bentuk hewan," jawab Marco.
"Rencana gila apa lagi ini?!"
"Kamu mau mengakui siapa dirimu?"
"Apa yang kamu pikirkan?"
Suara Beta, Gamma dan Delta, terdengar panik, dan saling menyela perkataan satu sama lain.
"Mereka bisa mengenalimu!" ujar Nancy.
"Apa ada cara agar mereka tidak bisa mengenaliku?" tanya Marco, sambil menatap Nancy lekat-lekat.
"Seharusnya, penampilanmu akan terlihat samar-samar, kalau kamu tidak memakai liontin itu..." jawab Nancy.
"Maafkan saya Ma'am! Tapi, saya meragukan hal itu," sela Beta.
Nancy kemudian tampak memperhatikan Marco dan Beta bergantian.
"Kita coba saja dulu... Pengikut Alpha pengganti tentu saja akan tetap merasa curiga...
Tapi kita berharap agar dia percaya kepadaku, dan tidak bisa memastikan kecurigaannya nanti," ujar Nancy, setelah sempat terdiam beberapa saat.
"Lepaskan kalung kalian, dan simpan di dalam sana saja!" lanjut Nancy, sambil menunjuk kearah sebuah rak lemari yang ada di salah satu sudut ruangan.
"Bella! Kamu ikut denganku!" ajak Nancy sambil berdiri dari tempat duduknya, dan berjalan mengarah ke salah satu ruangan berpintu disana.
Ketika Nancy kembali, Bella tidak terlihat kembali bersamanya, Nancy hanya sendirian.
"Aku menyembunyikan Bella di kamarku," celetuk Nancy, tanpa sempat Marco bertanya.
"Kalian sebaiknya berubah bentuk sekarang! Lalu tunggu disini!" perintah Nancy.
__ADS_1
Marco, Beta Gamma dan Delta, mengikuti perkataan Nancy.
Liontin mereka dilepaskan, kemudian di simpan masing-masing, didalam rak lemari yang ditunjukkan oleh Nancy tadi.
Mereka juga membuka pakaian disitu, kemudian berganti bentuk, dengan memilih bentuk sebagai seekor serigala.
"Apa rencanamu?" tanya Beta.
"Apa kau lupa? Kalau kita perlu membuktikan bahwa shapeshifter pengikut Alpha pengganti, juga memiliki tanda cacat ditubuhnya?" ujar Marco.
Untuk beberapa saat mereka menunggu, Nancy belum juga kembali, hingga Marco mulai kehilangan kesabarannya.
Sambil berjalan mondar-mandir didalam ruangan itu, Marco benar-benar ingin segera bertemu dengan pengikut Alpha pengganti.
Akhirnya, Nancy terlihat berjalan masuk kedalam ruangan itu.
"Tunggu sebentar! Dia masih mencari sela, agar tidak menakuti pengunjung manusia biasa," kata Nancy, lalu berjalan mengarah ke salah satu pintu yang ada disana.
Nancy kemudian membuka pintu itu lebar-lebar, sebelum dia kembali menghampiri Marco.
"Dia masih sangat muda. Akan jauh lebih mudah untuk mengelabuinya, tanpa membuatnya curiga kepada kalian," ujar Nancy.
"Tapi, kalian tetap harus berhati-hati," lanjut Nancy.
"Baik," ujar Marco.
Tidak berapa lama, getaran yang membuat Marco merasa kesal, semakin dekat dirasakannya.
Marco berusaha keras, agar bisa mengendalikan dirinya sendiri.
"Sepertinya ini rencana yang bodoh. Marco akan dengan mudahnya membuat kita ketahuan," celetuk Beta tiba-tiba.
Kamu akan ketahuan kalau begini keadaannya! Tarik nafasmu dalam-dalam!" kata Nancy, sambil mengelus-elus kepala Marco.
"Apakah energiku itu bisa terasa?" tanya Marco.
"Iya," jawab Beta, Gamma dan Delta serempak.
"Bahkan bisa terlihat dengan jelas," jawab Beta mempertegas.
"Benar kata mereka. Cobalah untuk memikirkan sesuatu yang bisa membuatmu lebih tenang," jawab Nancy.
Marco menuruti perkataan Nancy, dan menarik nafasnya dalam-dalam, lalu menghembuskannya dengan pelan, berkali-kali.
Tak lama kemudian, seekor serigala tampak berjalan masuk dari pintu yang terbuka itu.
"Kalian tahu tugas kalian, bukan?" tanya Marco setengah berbisik.
"Iya," jawab Beta, Gamma dan Delta bersamaan.
Serigala hitam berjalan mendekat menghampiri Marco dan ketiga shapeshifter yang lain.
"Mereka ini yang mau bergabung dengan Alpha pengganti!" ujar Nancy.
Serigala itu selain suara nafasnya yang berat, tidak mengeluarkan sepatah kata pun, dan tampak memperhatikan Marco dan teman-temannya satu persatu, secara bergantian.
Marco mengambil kesempatan itu, untuk memperhatikan bagian demi bagian tubuh pengikut Alpha pengganti, sebisanya matanya bisa melihat, tanpa menggerakkan kepalanya.
__ADS_1
Ada.
Tanda cacat itu ada di tubuh shapeshifter pengikut Alpha pengganti.
Karena rasa senang mengetahui hal itu, Marco jadi bersemangat, dan entah ada apa, tiba-tiba salah satu shapeshifter yang ada didekatnya, menendangnya dengan cukup keras.
Marco akhirnya tersadar, saat Nancy yang menatapnya, menggerakkan salah satu tangannya turun naik di depan dadanya, seolah-olah menyuruh Marco untuk mengatur nafasnya.
Buru-buru, Marco berusaha menenangkan pikirannya lagi, sebelum shapeshifter pengikut Alpha pengganti melihat kearahnya lagi.
"Kalian terlihat cukup bagus!" ujar suara asing yang diduga Marco, adalah suara dari shapeshifter lawannya itu.
"Tapi, bukan aku yang bisa menilai kalian," katanya lagi.
"Kalian harus menemui Alpha! Dan dia yang akan menentukan, apa kalian bisa ikut atau tidak," lanjut shapeshifter itu lagi.
"Apa kami bisa pergi sekarang? Menemui Alpha?" tanya Marco yang mendadak mendapatkan ide.
"Tidak. Tidak hari ini... Alpha sedang di menara timur, dan tidak ada yang bisa mengganggunya saat dia sedang berada disana," jawab shapeshifter itu.
"Lalu kapan kami bisa bertemu dengan Alpha?" tanya Marco.
"Alpha baru saja pergi kesana beberapa waktu yang lalu. Dan waktunya tidak pernah sama setiap dia pergi kesana...
Bisa saja nanti sore dia kembali, atau seminggu ke depan," jawab shapeshifter itu.
"Kalian bisa menunggu disini. Nanti aku beritahu Madam Hawthorne, kalau Alpha sudah kembali," lanjut shapeshifter itu, kemudian berjalan pergi dan akhirnya keluar dari ruangan itu.
Sesaat setelah shapeshifter itu pergi, nancy terlihat berjalan ke pintu yang dilewati shapeshifter tadi, lalu berjalan keluar, seolah-olah memastikan kalau shapeshifter itu benar-benar sudah tidak disana lagi.
"Hampir saja!" celetuk Beta, sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
Ketika Nancy kembali dan menutup pintu, nancy kemudian berjalan menghampiri Marco.
Nancy tampak menarik nafasnya dalam-dalam, dan menghembuskannya dengan kasar.
"Aku bangga karena kamu berani. Tapi, kamu harus lebih banyak belajar, untuk mengendalikan diri. Kamu nyaris membuat rencanamu sendiri menjadi kacau," ujar Nancy.
"Apa aku boleh tahu apa yang kamu pikirkan, hingga mau bertemu dengan shapeshifter pengikut Alpha pengganti?" tanya Nancy.
Marco terdiam.
"Sebaiknya kalian kembali ke bentuk kalian sebagai manusia, agar kita bisa bicara dengan baik," ujar Nancy.
"Dan kamu berhutang penjelasan kepadaku!" lanjut Nancy, sambil menatap Marco lekat-lekat.
Marco, Beta, Gamma dan Delta, kemudian berjalan kembali ke salah satu sudut ruangan, dan berganti bentuk disana, juga memakai kalungnya lagi.
"Apa kalian melihatnya?" tanya Marco sambil memakai pakaiannya.
"Iya. Aku melihatnya. Ada dibagian kakinya, dekat dengan lututnya," jawab Beta.
"Benar. Kali ini aku yakin kalau semua dari shapeshifter berarti memiliki tanda cacat yang sama," ujar Marco.
"Aku penasaran... Kalau tadi dia bilang kita bisa menemui Alpha pengganti, apa kamu benar-benar akan menemuinya saat itu juga?" tanya Delta.
"Tentu saja. Akan lebih baik, kalau kita bisa masuk dan bertemu dengan Alpha pengganti, tanpa perlu bersusah payah mencari cara untuk menyusup," jawab Marco.
__ADS_1
"Aku rasa itu adalah hal yang gila..." ujar Beta.