SHAPESHIFTER

SHAPESHIFTER
Part 71


__ADS_3

Bella dan Seba, sedang menyiapkan sarapan sambil sedikit dibantu Marco.


Sejak pagi-pagi sekali, Adaline sudah pergi ke toko kue milik Bella, di antarkan salah satu saudara laki-lakinya, dan hanya sempat mengambil roti isi untuk jadi sarapannya pagi itu.


Hampir semua orang yang tinggal bersama Marco, sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing, sebelum nanti akhirnya mereka akan berkumpul di kebun jagung.


Rencananya, hari ini mereka akan memanen sebagian jagung di kebun Marco yang sudah cukup umur.


Setelah semua makanan yang akan jadi menu makan pagi mereka sudah siap, Marco kemudian mengajak semuanya untuk makan pagi bersama.


"Apa aku bisa memetik jagung yang masih muda?"


Salah satu saudara laki-laki Adaline, terdengar berhati-hati, saat bertanya kepada Marco, ketika mereka sudah berada dikebun jagung dan bersiap-siap untuk panen.


"Ambil saja! Untuk apa?" ujar Marco.


"Aku ingin memakan jagung rebus untuk makan siang nanti," jawab saudara laki-laki Adaline itu.


"Iya. Ambil secukupnya, agar semua bisa kebagian!" kata Marco.


Senyum lebar tampak mengembang diwajah saudara laki-laki Adaline itu.


"Terimakasih!" ucapnya.


"Tidak perlu berterimakasih... Aku justru baru ingat, kalau kamu sebaiknya memetiknya lebih banyak. Kita bisa membuat barbeque nanti malam," kata Marco.


"Oke!" jawab saudara laki-laki Adaline itu, tampak bersemangat.


Semua laki-laki yang tinggal dirumah Marco, kini sudah menyebar diantara barisan tanaman jagung.


"Aku tidak pernah memanen jagung sebelumnya. Apa yang aku lakukan ini benar?" tanya Beta.


Beta memperlihatkan hasil kerjanya, yang mematahkan habis batang tanaman jagung, kepada Marco.


"Kalau seperti itu caranya, kamu akan kesulitan memasukkannya kedalam karung," kata Marco.


"Cukup kamu ambil buahnya saja! Sisa tanamannya akan di bersihkan belakangan. Yang kamu ambil itu, juga masih terlalu muda. Belum layak untuk dipanen," lanjut Marco, sambil menunjukkan cara dan perbedaan jagung yang layak dipanen.


Delta juga tampak ikut memperhatikan yang di ajarkan Marco, dan mengikuti cara Marco.


"Kamu tidak akan menertawakan kami, 'kan?" tanya Delta.


Marco menatap Delta lekat-lekat.


"Aku dan Beta, begitu juga Gamma, tidak pernah mengerjakan pekerjaan seperti ini. Jadi aku harap kamu memakluminya," lanjut Delta.


"Tidak apa-apa. Lanjutkan saja panennya!" ujar Marco.

__ADS_1


Setelah kurang lebih seperempat barisan tanaman jagung sudah selesai mereka petik, Marco merasakan kedatangan shapeshifter yang cukup kuat, dan menghampiri lahan miliknya.


"Kita kedatangan tamu!" celetuk Marco.


"Apa?" tanya Beta kebingungan, karena mungkin tidak mendengar perkataan Marco dengan jelas.


"Kita kedatangan tamu!" Delta yang menjawab pertanyaan Beta.


"Fint!" teriak Marco asal-asalan.


"Iya! Ada apa?" jawab Fint, dari barisan yang agak jauh dari Marco.


"Minta sepasang pakaian dari Bella! Lalu berikan kepada shapeshifter yang baru datang! Dia sekarang ada di area peternakan...


Sebaiknya kamu buru-buru menemuinya, agar dia menjauh dari tempat itu. Dia hanya menakuti hewan ternak saja," teriak Marco lagi.


"Oke!" jawab Fint, lalu tampak berjalan keluar dari antaran tanaman jagung.


"Kamu tahu siapa yang datang?" tanya Delta setengah berteriak.


"Tidak. Tapi, aku hanya menduga kalau itu mungkin Gamma. Karena getaran saat kedatangan kalian terasa sama," jawab Marco.


Selain Fint, tidak ada satupun diantara mereka yang berhenti memanen jagung, dan tetap melanjutkan kegiatan itu.


Tidak sampai beberapa menit kemudian, seseorang tampak mendekati Marco.


"Hmmm... Oke!" jawab Marco datar, sambil melihat Gamma.


Pemuda dengan postur tubuh mirip-mirip dengan Delta dan Beta, berwajah tampan hingga hampir menjadi cantik, dan yang paling mencolok darinya adalah rambutnya yang panjang.


"Kamu bisa mengambil karung kosong disebelah sana! Bantu kami memanen jagung ini!" lanjut Marco, lalu menunjuk kearah rumahnya.


Seketika itu juga terdengar suara gelak tawa dari beberapa orang, yang pecah diantara tanaman jagung.


Sedangkan Gamma, tanpa berkomentar apa-apa, segera berjalan mengarah ke rumah Marco, dan mengikuti perintah Marco.


"Apa ada yang lucu?" teriak Marco, berniat menegur mereka agar berhenti tertawa.


"Tidak...!" jawab beberapa suara laki-laki disana hampir serempak.


Meski begitu, masih ada suara tertawa diantara tanaman jagung, dan Marco menduga kalau itu suara Beta.


"Beta! Apa yang kamu lakukan?" tanya Marco.


"Tidak ada... Eh! Aku memetik jagung!" jawab Beta, yang terdengar seperti gelagapan dan seolah-olah sedang berusaha agar berhenti tertawa.


"Apa kamu tahu cara melakukannya?" tanya Marco, ketika Gamma menghampirinya sambil membawa karung ditangannya.

__ADS_1


Gamma menggelengkan kepalanya, "Tidak."


"Lihat saja dulu! Lalu kamu ikuti!" kata Marco.


Gamma mengikuti langkah Marco, dan tampak memperhatikan apa yang dilakukan Marco, untuk beberapa saat, sebelum dia mengambil barisan tanaman jagung yang lain, dan terlihat mulai ikut memanen.


Karung demi karung, kini mulai penuh terisi jagung.


Pekerjaan memanen hampir selesai, dan mereka melewatkan semua tanaman yang belum bisa dipanen.


Beberapa barisan yang diambil Marco, sudah selesai dipetik, dan Marco kemudian kembali ke rumah dengan membawa karung terakhir yang dipegangnya.


Baru saja Marco meletakkan karung itu didekat rumah, Flints tampak menghampirinya.


"Aku harus kembali sebentar kesini. Nanti aku pergi lagi untuk mengabari shapeshifter, yang belum aku temui. Aku merindukan istriku..." kata Flints yang terdengar berhati-hati.


"Iya. Tidak masalah... Istirahat saja dulu!" jawab Marco.


"Seba ada didalam bersama Bella. Kamu masuk saja!" lanjut Marco.


"Tapi, apa kamu tidak membutuhkan bantuan tambahan untuk memanen?" tanya Flints.


"Tidak. Sudah banyak tangan yang bekerja. Tidak banyak yang harus dipanen. Sebentar lagi, semua pasti sudah selesai bekerja," jawab Marco.


"Baik," kata Flints lalu beranjak pergi dari situ, dan terlihat berjalan mengarah kedalam rumah Marco.


Satu persatu shapeshifter yang membantu Marco memanen jagung, kembali ke dekat rumah Marco, dan meletakkan karung berisi jagung disana.


Beta dan Delta duduk didekat Marco, sedangkan Fint dan Fent tampak berjalan masuk kedalam rumah.


Kini tertinggal Gamma yang masih berada di antara tanaman jagung, dan belum ada tanda-tanda kalau dia akan segera menghampiri tempat duduk Marco, Delta dan Beta.


Cukup lama mereka bertiga menunggu, hingga akhirnya Gamma terlihat berjalan mendekat, sambil menyeret karung yang tampak penuh berisi.


Beta hampir tidak bisa berhenti tersenyum, bahkan dia hampir tertawa, dan tampak berusaha keras agar dia tidak mengeluarkan suara tawanya dari mulutnya.


Begitu juga Delta yang tampak terpengaruh dengan gerak-gerik Beta, hingga dia senyum-senyum, dengan bola matanya yang bergerak liar, seolah-olah dia tidak mau berlama-lama melihat Beta.


"Ada apa dengan kalian berdua? Bukannya, kalian berdua juga tidak tahu cara memanen?!" ujar Marco, sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


Gamma meletakkan karung diantara tumpukan karung yang lain, lalu terlihat seperti orang yang kebingungan, menatap Beta dan Delta bergantian.


"Tidak usah memperhatikan mereka..." ujar Marco.


Saat ini, ketika Marco bisa memperhatikan Gamma baik-baik, penampilan rambut Gamma dengan wajahnya, hampir seperti seorang wanita cantik yang tomboi.


Postur badannya yang tegap saja, yang membuatnya masih terlihat seperti seorang laki-laki.

__ADS_1


__ADS_2