SHAPESHIFTER

SHAPESHIFTER
Part 46


__ADS_3

Setelah menghabiskan sarapannya, Flints kembali pemukiman shapeshifter, untuk mengajak anggota keluarga Sums mendatangi rumah Marco.


Marco yang sudah memasukkan semua hasil ternak kedalam bak belakang mobilnya, membawa barang-barang itu pergi ke pedagang bahan makanan segar, bersama Bella.


"Flints terlihat aneh!" celetuk Bella, ketika Marco baru saja mengemudikan mobilnya pelan, keluar dari halaman rumah.


"Kenapa Flints tampak sangat tertarik hanya untuk melihat hewan ternak?" tanya Bella kemudian.


"Dia belum pernah bisa sedekat itu dengan hewan asli," jawab Marco.


"Memangnya kenapa?" tanya Bella.


"Kaum shapeshifter tidak bisa berada didekat hewan asli. Tapi, karena aku menyentuh Flints tadi, dia akhirnya bisa mendekat kepada hewan asli, tanpa membuat hewan-hewan itu ketakutan," jawab Marco.


"Hmmm... Apa maksudmu?" tanya Bella, yang tampak kebingungan.


"Salah satu kemampuan Alpha yang katanya tertulis diramalan leluhur, Alpha bisa mendamaikan antara shapeshifter, dan hewan asli," kata Marco.


"Jadi maksudmu, Flints sudah tahu kalau kamu memang Alpha? Dan kamu memiliki kemampuan seperti itu?" tanya Bella penasaran.


"Iya. Aku sudah mengakuinya," jawab Marco.


"Tapi, aku juga sudah mengatakan padanya, kalau aku belum bisa mengambil kembali posisi Alpha dari Alpha pengganti," lanjut Marco.


Marco berpikir keras, sambil menatap jalanan.


Apa dia harus menceritakan kepada Bella tentang perkataan Flints kepadanya tadi?


Mungkin Bella bisa membantu bertukar pikiran, dan memberikan pendapatnya kepada Marco.


Tapi kemungkinan besar, itu juga bisa membuat Bella jadi khawatir.


Karena Marco terlalu sibuk dengan pikirannya sendiri, Marco melewatkan tempat pedagang bahan makanan segar, yang semestinya dia singgahi.


"Sayang... Bagaimana dengan hasil ternakmu?" tanya Bella.


Marco akhirnya tersadar, lalu seketika itu juga memelankan laju mobilnya hingga berhenti berjalan, dan memutar kemudi, mengarah kembali ke tempat pedagang yang terlewatkan olehnya tadi.


Kelihatannya Bella menyadari kalau ada yang sedang Marco pikirkan, namun dia mungkin masih menahan diri untuk bertanya.


Hingga semua hasil ternak diturunkan, dan botol-botol bekas susu, berikut juga dengan kotak telur sudah dimuat kembali kedalam bak mobil, Bella masih terdiam meski masih curi-curi pandang melihat Marco.


Ketika mereka tiba di toko kue milik Bella, barulah akhirnya Bella membuka suaranya, untuk bertanya.

__ADS_1


"Sayang... Kamu berjanji untuk terbuka denganku bukan? Kalau ada yang mengganggu pikiranmu kamu akan menceritakannya kepadaku," celetuk Bella, sambil berjalan bersama Marco, didalam toko yang hampir selesai dirapikan.


"Apa yang sedang kamu pikirkan sekarang ini? Biarkan aku mendengarnya. Jangan kamu simpan sendiri...!" lanjut Bella.


Marco menatap Bella lekat-lekat, sambil berpikir apa memang harus dia menceritakan tentang itu semua.


Bella berhenti berjalan, lalu berdiri berhadap-hadapan dengan Marco, dan memegang kedua sisi pinggang Marco, dengan kedua tangannya.


"Jangan menyembunyikan rahasia dariku!" kata Bella, sambil mendongakkan kepalanya, agar bisa melihat mata Marco dengan jelas.


Marco bingung harus memulai darimana untuk mengatakannya kepada Bella, tanpa membuat wanita itu khawatir.


"Kalau kamu berdiam diri seperti ini, kamu hanya membuatku merasa cemas, karena aku tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi," kata Bella.


Marco kemudian memeluk Bella dengan erat, lalu berbisik,


"Kita bicara didalam mobil saja...!"


Bella menganggukkan kepalanya, dan berjalan dengan Marco menuju ke mobil yang terparkir diluar.


"Menurut Flints, aku harus secepatnya menggeser Alpha pengganti dari kepemimpinannya sekarang..." kata Marco.


"Kalau aku terus menunda-nunda, Alpha pengganti akan semakin kuat, lalu bisa melawanku...


Dia akan berusaha menyingkirkan aku dan keluargaku selamanya, agar dia bisa memegang kekuasaan secara mutlak," lanjut Marco.


"Maafkan aku... Sungguh maafkan aku... Aku telah melibatkanmu kedalam permasalahanku," kata Marco bersungguh-sungguh.


"Hentikan! Jangan berkata seperti itu!" bentak Bella.


"Jadi maksudmu, meskipun kamu tidak mau melawannya, dia akan tetap mencarimu?" tanya Bella.


"Iya. Kemungkinan besar seperti itu," jawab Marco.


"Kalau kamu terus menghindar darinya, kemungkinannya kamu tidak dapat melawannya lagi? Karena dia semakin kuat. Begitu?" tanya Bella.


"Iya," jawab Marco.


Bella tampak seperti sedang berpikir keras, dan entah apa yang dia pikirkan sekarang ini.


Wanita itu terdiam untuk waktu yang cukup lama, dan hanya menatap lurus kedepan, tanpa sekalipun menoleh kesamping, untuk melihat Marco.


"Kita kembali kerumah sekarang! Aku harus menyiapkan kue untuk diisi di tokoku besok, dan kamu juga sudah berjanji untuk membuatkan Pai untuk toko kue milikku," kata Bella.

__ADS_1


Marco kemudian menyalakan mobilnya, dan kembali mengemudi menuju kerumahnya.


Disepanjang perjalanan mereka, hingga mereka berdua tiba dirumah Marco, Bella masih tidak bicara apa-apa, dan hanya melenggang masuk kedalam rumah, tanpa menunggu Marco membukakan pintu untuknya.


Marco tidak mau memaksa Bella untuk berbicara, dan hanya mengerjakan hal yang harus dia kerjakan.


Mulai dari menurunkan barang-barang dari bagian belakang bak mobilnya, hingga membersihkan semua botol bekas susu.


Setelah semua sudah selesai dikerjakan oleh Marco, barulah dia menyusul Bella kedalam rumah, dan mempersiapkan bahan-bahan untuk kue pai yang akan jadi pengisi didalam toko kue milik Bella.


Meskipun mereka berdua berada didalam satu ruangan, dan sesekali hampir bertabrakan, tapi Bella tampak mengunci mulutnya rapat-rapat.


Setelah Marco selesai menyiapkan bahan Pai mentah, dan baru memasukkannya sebagian kedalam lemari es, Marco mendengar kalau ada yang mengetuk pintu rumahnya.


Ketika Marco berjalan keluar dan membukakan pintu, terlihat anggota keluarga Sums sedang berdiri di beranda rumahnya.


Marco kemudian mempersilahkan mereka semua untuk masuk.


"Silahkan masuk!" ajak Marco.


"Kami kesulitan menemukan tumpangan untuk datang kesini," ujar Flints, sambil berjalan masuk disusul anggota keluarga Sums yang lain.


"Kenapa tidak berganti bentuk saja?" tanya Marco.


"Kami tidak mau merepotkanmu, mempersiapkan pakaian ganti untuk kami pakai," kata Seba.


Marco mengangguk-anggukkan kepalanya.


"Hmmm... Aku tinggal kalian sebentar, ya?! Ada yang masih harus aku kerjakan sebentar saja," kata Marco, lalu berjalan terus kedapur, meninggalkan keluarga Sums diruang tamu.


Marco lalu lanjut memasukkan sisa bahan Pai mentah kedalam lemari es.


"Sayang! Ada keluarga Sums, yang datang mengunjungi kita," kata Marco kepada Bella.


"Apa yang akan kalian lakukan?" tanya Bella, dengan wajah datar.


"Kalau menurut Flints tadi, keluarganya juga mau agar bisa sepertinya... Bisa mendekat dengan hewan asli," jawab Marco.


"Hmmm... Kalau begitu, itu masih bisa ditunda," kata Bella.


"Ajak mereka masuk kedalam sini. Ada yang ingin aku tanyakan kepada mereka," lanjut Bella, tanpa mengalihkan pandangannya dari adonan kue, yang sedang dibuatnya.


"Iya," jawab Marco singkat, lalu kembali keruang tamu, menemui keluarga Sums yang menunggunya disana.

__ADS_1


"Hmmm... Apa kalian bisa ikut denganku? Bella ingin berbicara sesuatu dengan kalian semua, tapi dia masih sibuk membuat kue," kata Marco.


"Tentu saja," kata Flints dan Seba, hampir bersamaan.


__ADS_2