SHAPESHIFTER

SHAPESHIFTER
Part 31


__ADS_3

Ada sedikit rasa penasaran, dan ingin melihat-lihat pemukiman utama shapeshifter, yang terlintas dalam pikiran Marco.


"Apa aku bisa kesini lagi besok?" tanya Marco.


"Bisa! Kamu bisa berkunjung kapan pun kamu mau," jawab Flints.


"Hmmm... Kalau begitu, mungkin aku akan datang kesini, di jam-jam seperti tadi. Aku ingin melihat-lihat pemukiman utama, walau hanya sebentar," kata Marco.


"Iya. Pasti kamu penasaran bukan?" kata Seba.


Marco menganggukkan kepalanya.


"Iya, benar. Saya belum pernah melihat kaum shapeshifter, yang berkumpul dalam jumlah banyak," kata Marco.


"Kalau begitu, kami akan menunggumu datang besok, dan kita bisa pergi bersama-sama kesana," kata Flints.


"Baik, Sir! Sekarang saya pulang dulu!" kata Marco, lalu berjabat tangan dengan Flints.


"Terimakasih banyak, sudah menerima kedatangan saya, Sir!" kata Marco.


"Sama-sama... Menyenangkan bisa bertemu dengan Marco!" ujar Flints.


Marco kemudian berjabat tangan dengan Seba.


"Terimakasih, Ma'am! Sudah menerima saya, bahkan menjamu saya dengan makanan yang enak," kata Marco.


"Sama-sama... Tidak usah sungkan-sungkan untuk datang kesini lagi. Hati-hati diperjalanan kembali ke tempat tinggalmu!" kata Seba.


"Baik, Ma'am! Saya permisi, untuk pulang!" kata Marco, sambil melihat Flints dan Seba bergantian.


"Baik! Hati-hati dijalan!" kata Flints dan Seba, hampir bersamaan.


Marco kemudian berjalan keluar dari rumah keluarga Sums, sambil ditemani Adaline.


"Terimakasih, Adaline! Kamu memiliki keluarga yang baik," kata Marco.


"Tidak masalah, keluargaku juga terlihat senang dengan kunjunganmu," kata Adaline.


"Besok kamu akan kesini?" tanya Adaline.


"Mungkin, kalau tidak ada sesuatu yang mendesak yang menahanku untuk datang kesini," jawab Marco.


"Oke! Aku tunggu!" ujar Adaline.


Marco dan Adaline masih berjalan beriringan, sampai di bagian belakang rumah Adaline.


"Ingat rutemu! Jangan sampai kamu terbang kearah pemukiman warga shapesifter yang lain!" pesan Adaline.


"Iya, saya masih ingat arah perjalanan ke rumah ini tadi. Terimakasih banyak atas sambutanmu dan keluargamu. Sekarang, aku pulang dulu!" kata Marco.


Tanpa perlu berjalan kembali ke pinggir pantai, Marco hanya membuka pakaiannya, di sebuah lumbung tempat menyimpan jagung keluarga Sums, yang ada di bagian belakang rumah, dan berganti bentuk disana.


Dan tanpa berlama-lama lagi, setelah bentuknya sempurna, Marco mengepakkan sayapnya dengan cepat, dan terbang mengangkasa.

__ADS_1


Marco memang mengingat arah terbangnya untuk kembali kesisi pulau, yang katanya aman untuk warga pelarian, dan langsung mengarah kesana.


Begitu juga saat dia sudah diatas permukaan laut, Marco menghapal rute untuk kembali kekota Bridget.


Dengan tenaga penuh, Marco bisa terbang melintasi lautan untuk kembali kehutan lindung kota Bridget, tanpa merasa terlalu kelelahan.


Tidak berapa lama rasanya Marco terbang mengangkasa, hutan lindung kota Bridget sudah bisa dilihat Marco.


Setelah berputar-putar beberapa kali diatas titik tempatnya biasa menyimpan pakaiannya, dan memastikan kalau tempat itu aman dari penglihatan manusia biasa, Marco lalu menukik turun.


Sebelum menginjakkan kakinya ketanah, Marco sudah mengubah wujudnya sebagian, dan mengatur kepakan sayapnya perlahan, hingga kakinya menyentuh daratan.


Marco memakai pakaiannya, lalu berjalan keluar dari hutan.


Hari sudah sore, mungkin Bella sudah kembali ke rumah Marco sekarang.


Marco memacu mobilnya, melaju dijalan mengarah kekota.


Jalanan kota sudah semakin sepi, kalau hari sudah terlalu sore seperti sekarang ini, dan Marco bisa memacu kecepatan mobilnya, agar bisa cepat tiba dirumahnya.


Mobil Bella, sudah terparkir dihalaman rumah Marco, ketika Marco memasuki pekarangan rumahnya itu.


Marco segera berjalan ke gudang pertanian, sesaat setelah dia memarkirkan mobilnya, dan keluar dari dalam situ.


Terlihat disana, Bella sedang bermain dengan Duke, sambil duduk-duduk didekat gudang pertanian.


"Maaf aku terlambat!" kata Marco, ketika dia sudah didekat Bella.


Bella yang melihat Marco, kemudian berdiri dari tempat duduknya, dan mengibas-ngibaskan celananya.


"Aku mencintaimu..." lanjut Bella.


Marco tersenyum lebar, lalu ikut memeluk Bella, dan mengecup kepala wanita itu dengan lembut.


"Aku tahu, sayang... Aku juga mencintaimu..." kata Marco.


Dan kelihatannya, perkataan Marco bisa membuat Bella merasa senang, hingga tersenyum lebar, dan mendekatkan wajahnya, lalu mencium Marco, yang juga membalas ciumannya.


Apa yang Marco cari?


Fint dan Fent, saja menginginkan kehidupan yang dijalani Marco.


Begitu juga Adaline, meski dia berusaha untuk tetap kelihatan tegar didepan orang tuanya, tapi masih tetap terlihat, kalau dia juga ingin mendapatkan pasangan yang mau menerimanya apa adanya.


"Bagaimana orang tuamu?" tanya Marco, sambil tetap memeluk Bella.


"Hmmm... Apa maksudmu?" Bella balik bertanya.


"Mereka sudah tahu kalau kamu tinggal denganku?" tanya Marco.


"Iya," jawab Bella.


"Lalu bagaimana tanggapan mereka?" tanya Marco.

__ADS_1


"Mereka mempercayai pilihanku, dan tidak mempermasalahkan apa-apa," jawab Bella.


"Kalau aku memintamu untuk menikah denganku, bagaimana?" tanya Marco.


Bella tampak terkejut, dan mengerutkan keningnya sambil menatap Marco lekat-lekat.


"Apa kamu serius?" tanya Bella.


"Iya. Aku ingin kamu selalu bersamaku," jawab Marco.


Bella tersenyum lebar, dan menyandarkan kepalanya didada Marco.


"Aku mau... Aku mencintaimu, sayang..." ujar Bella, yang terasa sedang meremas punggung Marco, dengan kedua tangannya.


"Aku juga mencintaimu..." kata Marco pelan.


"Tapi, aku hanya bisa menggelar pesta pernikahan yang sederhana. Apa tidak jadi masalah bagimu?" tanya Marco.


"Tidak perlu menggelar pesta apa-apa. Cukup kita melangsungkan pernikahan, lalu mengadakan makan malam, dengan keluargaku saja. Itu sudah cukup," jawab Bella.


"Kalau begitu, kapan kamu mau kita melakukannya?" tanya Marco.


"Terserah kamu..." jawab Bella.


"Apa kamu tidak mau membicarakannya dulu dengan orang tuamu?" tanya Marco.


"Hmmm... Kamu mau kita membicarakannya dulu?" Bella balik bertanya.


"Mungkin sebaiknya begitu. Jadi, orang tuamu tidak akan terkejut, dengan pernikahan kita yang tiba-tiba," jawab Marco.


"Kita bisa kerumah orang tuaku malam ini. Aku akan menghubungi mereka, sambil kita bersiap-siap pergi kesana," ujar Bella.


"Kalau begitu kita siap-siap sekarang?" tanya Marco.


"Iya," jawab Bella singkat, lalu melepaskan pelukannya dari Marco.


Bella hampir saja berjalan kerumah, tapi Marco menahannya.


"Tunggu sebentar! Aku mau memeriksa ternak dulu," kata Marco.


"Tidak perlu! Aku dan Duke sudah mengurus mereka semua," ujar Bella.


"Kamu tinggal memberi makan Duke, sambil menunggu aku selesai mandi," lanjut Bella.


Marco tersenyum lebar, dan hampir tertawa.


"Oke! Terimakasih..." kata Marco.


"Lain kali, kamu tidak perlu berterimakasih lagi. Wajar saja, kalau aku yang mengurus ternak, saat kamu tidak berada disini," ujar Bella datar.


"Baik sayang..." kata Marco, lalu mengecup kening Bella.


"Duke! Ikut dengan kami!" seru Marco, memanggil anjing peliharaannya.

__ADS_1


Marco lalu merangkul pinggang Bella, dan berjalan pelan menuju kerumah, sambil diiringi Duke yang juga berjalan pelan didekat mereka.


__ADS_2