
Bella sudah selesai berbincang-bincang dengan Ariel, dan bahkan sudah berpamitan untuk pulang.
"Bagaimana? Dia mau bekerja di tokomu?" tanya Marco.
"Iya. Dia bahkan sudah setuju untuk mulai bekerja besok pagi," jawab Bella.
Marco mengangguk-anggukkan kepalanya.
"Sekarang kita kemana? Mau langsung pulang atau mau jalan-jalan?" tanya Marco lagi.
"Bisa kita pergi ke minimarket sebentar? Ada yang ingin aku beli," ajak Bella.
"Oke! Kita bisa kesana sekarang," ujar Marco.
Marco kemudian memacu kecepatan mobilnya, mengarah ke minimarket yang letaknya tidak jauh dari sana.
Hanya Bella yang masuk kedalam minimarket, sedangkan Marco dan ketiga pemuda yang lain, memilih untuk duduk bersantai dibawah pohon yang berdiri di depan minimarket itu.
Delta yang duduk paling dekat dengan Marco, tampak sedang melamun, dengan matanya yang menatap lurus ke depan.
"Apa ada yang kamu pikirkan?"
Pertanyaan Marco membuat delta terlihat agak tersentak, dan terlihat jelas kalau dia memang terkejut dengan suara Marco yang tiba-tiba saja.
"Tidak ada..." jawab Delta.
"Apa sesuatu yang ada hubungannya dengan gadis tadi?" tanya Marco.
"Aku sudah bilang tidak ada!" jawab Delta ketus.
"Hmmm... Benarkah?" tanya Marco sambil tertawa kecil.
"Ah... Kamu mau meledekku..." ujar Delta, dengan menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Aku tidak percaya cinta pandangan pertama... Berbeda lagi dengannya..." kata Delta sembari menunjuk Gamma.
"Hati lembutnya, menyebarkan cinta dimana-mana..." lanjut Delta lalu tertawa kecil.
"Jadi maksudmu Gamma mudah merasa jatuh cinta?" tanya Marco.
"Iya. Untung saja, selama ini dia tidak pernah menjadi bahan permainan wanita," jawab Delta.
"Kamu juga bisa dibilang beruntung... Meskipun Bella dikelilingi oleh pemuda-pemuda tampan seperti kami, tampak tidak terpengaruh sama sekali," lanjut Delta.
"Tentu saja. 'Kan aku masih lebih tampan dari kalian," ujar Marco menyombongkan diri.
Delta kemudian tertawa kecil, begitu juga Marco yang ikut tertawa bersamanya.
"Apa yang kalian bicarakan?" tanya Gamma, yang tiba-tiba menghampiri Marco dan Delta.
__ADS_1
"Kamu... Kami membicarakanmu, yang jatuh cinta disana sini," jawab Delta dengan santainya.
Rasanya, Marco tidak percaya dengan apa yang didengarnya dari mulut Delta.
Akan tetapi, Gamma kelihatannya bukan orang yang gampang tersinggung.
Gamma masih tampak tersenyum lebar, dan seolah-olah tidak perduli dengan perkataan Delta.
Marco jadi terpikir kejadian tadi, saat dia mencekik Gamma sampai hampir saja mati.
Pemuda itu terlihat tidak marah sama sekali, malahan masih bisa tersenyum lebar saat melihat Marco.
Pembawaan Gamma juga terasa tenang, dan memang kurang lebih seperti yang dibilang Delta, kalau Gamma adalah pemuda yang berhati lembut.
"Gamma! Berapa usiamu sekarang?" tanya Marco.
"Usiaku tahun ini, kalau aku tidak salah hitung, dua puluh tujuh tahun," jawab Gamma.
"Kenapa tidak ada dari kalian yang berpasangan?" tanya Marco.
"Hmmm... Bukannya tidak mau. Tapi, kesibukkan yang membuatku tidak bisa menetap, membuatku agak kesulitan untuk memilih pasangan," jawab Gamma.
"Kalau mereka berdua aku tidak tahu alasannya apa... Tapi, menurutku mungkin sama saja" lanjut Gamma.
"Kamu tidak perlu menjawabnya untukku. Aku ada disini dan bisa menjawab sendiri, pertanyaan Marco," celetuk Delta.
"Kalau Delta, mungkin karena sifat pemarahnya, makanya tidak ada satupun wanita yang tertarik" ujar Gamma.
"Hey! Kamu mau bergelut denganku!" kata Delta.
"Lihat 'kan apa maksudku?!" ujar Gamma, lalu tertawa kecil.
"Ada apa ribut-ribut?" tanya Beta yang tampak penasaran, ikut mendekat di antara Marco, Gamma dan Delta.
"Delta akan bergelut dengan Gamma," jawab Marco sambil tertawa.
Beta tampak menggeleng-gelengkan kepalanya.
Terlihat jelas, kalau Gamma dan Delta memang memiliki sifat yang bertolak belakang, sedangkan Beta memiliki sifat ditengah-tengahnya antara sifat Delta dan Gamma.
"Apa kalian selalu begini kalau bertemu?" tanya Marco.
"Iya. Mereka berdua pasti akan bertarung bebas, kalau sampai mereka berdua bertemu, dan tanpa ada orang lain yang bersama dengan mereka," jawab Beta.
"Bukan hanya mereka saja, setahuku Daddy mereka juga begitu. Untungnya, pertarungan mereka tidak sampai membuat salah satu dari mereka terluka parah," lanjut Beta.
"Lalu bagaimana bisa bekerja sama kalau begitu keadaannya?" tanya Marco.
"Hmmm... Susunannya. Itu yang membuat mereka tidak bertengkar saat di situasi kritis," jawab Beta.
__ADS_1
"Apa maksudmu?" tanya Marco.
"Kalau akan terjadi peperangan, shapeshifter pengalih perhatian akan berada di bagian barisan yang paling depan...
Kemudian, kita bertiga akan berjejer. Aku, kamu sebagai Alpha, dan Delta...
Dibagian tengah, akan ada shapeshifter yang bisa membantu kita untuk bertarung...
Sedangkan Gamma, berdiri di belakang, sebelum barisan shapeshifter biasa yang bisa membantu Gamma, merawat shapeshifter yang terluka," jawab Beta menjelaskan panjang lebar.
"Saat itu, semua akan sibuk dengan tanggung jawab masing-masing, dan tidak ada kesempatan untuk mereka berdua bersinggungan," lanjut Beta.
"Kecuali, Delta terluka dan butuh perawatanku. Maka saat aku terlalu sibuk dengan shapeshifter lain, Delta pasti akan mengamuk..." ujar Gamma sambil tertawa.
"Hey! Memangnya kamu tidak tahu kalau aku lebih dibutuhkan di peperangan, dibandingkan dengan shapeshifter lain?" tanya Delta dengan suara meninggi.
"Alpha dan Beta yang lebih penting," jawab Gamma sambil tersenyum lebar.
Delta tampak seolah-olah akan menyerang Gamma saat itu juga, dan Beta dengan terburu-buru, tampak menengahi agar mereka segera menghentikan niat mereka untuk bertarung.
"Kalian sudah gila? Kita sedang berada diantara manusia biasa!" bentak Beta.
"Kenapa kamu tidak menahan mereka?" lanjut Beta sambil menatap Marco.
"Kalau mereka mau bertarung silahkan saja. Anggap saja kalau mereka sedang latihan," jawab Marco dengan santainya.
Mata Beta terbelalak, terlihat seolah-olah dia tidak bisa percaya dengan apa yang Marco katakan.
Marco menarik nafasnya dalam-dalam, lalu menghembuskannya dengan pelan.
"Aku rasa, mereka tidak akan bergelut begitu saja didepanku..." ujar Marco
"Benar 'kan?" lanjut Marco kemudian melihat Gamma dan Delta bergantian.
Delta terlihat memalingkan wajahnya, dan melihat kearah berlawanan dimana tempat Gamma duduk.
Sedangkan Gamma, masih terlihat santai sambil senyum-senyum sendiri, dan Beta hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Kita akan berlatih bertarung lagi, sepulangnya kita dari sini nanti," celetuk Marco datar.
Bella akhirnya terlihat keluar dari minimarket sambil mendorong troli belanjaannya.
Belum sempat Marco berdiri, Gamma, Beta dan Delta dengan cepat sudah menghampiri Bella dan membawakan barang-barang belanjaannya.
Mereka semua kemudian kembali ke rumah Marco, setelah Bella memastikan kalau tidak ada tempat lain lagi yang harus dia datangi.
Setibanya mereka dirumah Marco, dan semua belanjaan Bella sudah dibawa masuk kedalam rumah, seperti perkataan Marco tadi, tanpa berlama-lama, mereka berempat pergi ke bagian belakang rumah.
"Kali ini, silahkan kalian pilih bentuk duluan!" kata Marco mantap.
__ADS_1