SHAPESHIFTER

SHAPESHIFTER
Part 56


__ADS_3

Setelah duduk dibawah pohon maple cukup lama bersama Beta, Marco mulai merasa bosan, hingga dia akhirnya berbaring diatas tumpukan daun.


"Kamu mau mencoba bertarung?" tanya Beta.


Marco terdiam sambil memikirkan ajakan Beta.


"Oke. Ayo kita lakukan," jawab Marco.


Baik Marco maupun Beta, kemudian berdiri dan berjalan menjauh dari tempat itu.


"Jangan saling memberi tahu, apa bentuk yang masing-masing kita pilih!" ujar Beta, lalu seolah-olah sedang bersembunyi di salah satu sudut dibelakang rumah Marco.


Marco pun bertingkah sama.


Disalah satu sudut yang berlawanan, Marco melepaskan pakaiannya, dan memilih bentuk hewan yang pertama.


Dan yang menjadi pilhan Marco, adalah berubah bentuk menjadi singa jantan yang besar.


Dengan bentuknya sekarang, Marco kemudian berjalan ke bagian tengah halaman belakang rumahnya.


Ternyata, Beta memilih bentuk yang sama.


Berhadap-hadapan, baik Marco dan Beta berjalan pelan berputar-putar, sambil mencari titik serang awal pertarungan latihan mereka saat itu.


Tanpa aba-aba, dan secara mendadak, Beta menyerang Marco terlebih dahulu.


Marco yang tidak waspada karena gerakan Beta yang tiba-tiba, hampir saja mendapat gigitan dibagian leher bagian bawahnya.


Marco meloncat, dan menancapkan taringnya di bagian atas leher Beta, lalu membanting Beta ketanah.


Mereka bergumul, berguling-guling sambil saling gigit dan mengeluarkan cakar dari kaki-kaki mereka.


Suara keributan auman dan bantingan demi bantingan ketanah, benar-benar memecah keheningan ditempat itu.


Pertarungan tampaknya masih dikuasai Marco, dan Beta tampak kewalahan, hingga beberapa kali bergerak mundur menjauh dari Marco.


Setelah beberapa kali percobaan menyerang Marco, dan gagal mengalahkan Marco, Beta akhirnya terlihat berlari menjauh.


Ketika dia kembali, Beta sudah berubah menjadi seekor burung elang.


Entah mengapa, mungkin saja karena terpacu dengan adrenalin, Marco tidak menyadari perubahan bentuknya dan tiba-tiba saja, tanpa dia perlu berganti menjadi manusia, Marco sudah terbang mengangkasa mengejar Beta dengan bentuk yang sama.


Kembali pertarungan antara Beta dan Marco terjadi diangkasa.


Tanpa memperlambat kepakan sayap mereka, sambil terbang tinggi, mereka berdua saling kejar, menghindar, dan saling serang satu sama lain.


Pertarungan itu berlangsung cukup lama diangkasa, dan itu semua cukup untuk membuat nafas Marco tersengal-sengal.

__ADS_1


Marco menahan bentuknya sebagian sebagai manusia dan menangkap Beta, hingga tidak bisa membuka sayapnya lagi untuk terbang menghindar.


Marco terbang menukik turun sambil tetap menahan Beta dalam pelukannya, dan membawa Beta hingga Marco memijakkan kakinya ditanah.


"Kamu bisa berpikir cepat. Tapi, bukan cuma itu intinya," kata Beta.


"Apa maksudmu?" tanya Marco.


"Bukannya aku sudah mengalahkanmu?" tanya Marco.


"Karena kamu Alpha! Pasti saja kalau kamu lebih kuat dariku!" ujar Beta ketus.


Beta tetap dengan bentuknya sebagai seekor elang, berjalan pergi ke tempat dia berganti bentuk tadi.


Sedangkan Marco yang kebingungan, masih berdiri ditengah halaman belakang, dengan bentuk separuh manusia dan separuh lagi berbentuk burung elang.


Beta kemudian terlihat berjalan kembali menghampiri Marco, dengan bentuknya sebagai manusia, dan sudah kembali memakai pakaiannya.


"Memang terlihat hebat, kalau kamu menahan bentukmu seperti ini. Tapi, Alpha pengganti bisa saja membunuhmu, saat kamu membawanya turun seperti membawaku tadi," ujar Beta.


"Kamu seharusnya memilih hewan yang tepat untuk mengalahkan dan membunuhnya, dan bukannya seperti malah berniat untuk menyelamatkannya!" lanjut Beta ketus.


"Jadi, menurutmu pilihanku ini salah?" tanya Marco dengan nada sinis.


"Iya! Sangat-sangat salah!" jawab Beta.


"Jadi kamu sudah tahu, kalau hewan itu lawannya elang?" tanya Beta yang terlihat heran.


"Tentu saja. Kamu pikir aku sebodoh itu?!" jawab Marco, sambil mengencangkan rahangnya.


"Aku hanya tidak mau menyakitimu saja, karena kita hanya berlatih," lanjut Marco.


"Maafkan aku... Aku tidak berniat meremehkan kamu," kata Beta pelan.


"Tapi, terimakasih untukmu... Kelihatannya, aku memang bisa dengan spontan berganti bentuk, tanpa harus kembali menjadi manusia," ujar Marco.


"Bahkan, aku tadi bisa berubah bentukku sebagian, saat masih diudara..." lanjut Marco.


Marco kemudian berjalan pergi menuju salah satu sudut rumah, tempat dia meletakkan pakaiannya tadi, dan kembali berpakaian lagi disitu.


Ketika Marco berjalan kembali berniat menemui Beta, dibawah pohon maple, Fint dan Fent tampak sedang duduk bersama Beta.


"Marco! Eh, maaf...! Alpha!" ujar salah satu kakak laki-laki Adaline itu.


"Tidak perlu meminta maaf. Kalian bisa memanggilku dengan sebutan apa saja, yang bisa membuat kalian merasa lebih nyaman," kata Marco.


Marco kemudian ikut bergabung disitu, bahkan sampai berbaring dibawah pohon maple itu.

__ADS_1


"Pertarungan kalian cukup seru! Aku melihatnya sampai hampir tidak bisa berkedip," kata salah satu kakak laki-laki Adaline itu.


Marco masih belum bisa membedakan antara Fint dan Fent.


Kelihatannya, mereka memang kembar identik, hingga gerak-gerik mereka pun sama.


"Kalian tidak bisa bertarung?" tanya Marco.


"Bisa. Tapi, kami hanya bisa melawan shapeshifter biasa seperti kami, barulah pertarungannya bisa seimbang," jawab kakak Adaline itu.


"Aku sudah salah menilaimu..." celetuk Beta tiba-tiba.


"Kenapa? Apa yang salah?" tanya Marco.


"Aku mengira kalau kamu perlu di ajari, untuk mengembangkan kemampuanmu. Ternyata, kamu hanya butuh pemicunya saja," jawab Beta.


"Tidak bisa diragukan lagi, kamu memang Alpha yang tangguh dan bisa diandalkan," lanjut Beta.


"Hmmm... Terimakasih! Itu pujian yang bagus," kata marco.


"Tapi, meskipun hanya untuk jadi pemicu, tetap saja harus ada yang melakukannya untukku," lanjut Marco, sambil meregangkan tubuhnya.


Kemudian mereka semua hanya terdiam, dan menikmati hembusan angin sepoi-sepoi yang sejuk dan segar, untuk beberapa waktu lamanya.


"Kamu tidak menolak untuk sering menjadi lawanku berlatih, bukan?" tanya Marco.


"Iya. Tentu saja," jawab Beta.


"Kalau Gamma dan Delta sudah disini, kamu bisa melawan kami bertiga sekaligus. Kalau kekuatan kami digabungkan, kurang lebih sama dengan kamu melawan satu Alpha," lanjut Beta.


"Ide yang bagus," ujar Marco.


"Aku memang harus sering berlatih, agar tidak seperti awal pertarungan tadi. Aku hampir saja lengah waktu kamu menyerang kearah leherku," lanjut Marco.


"Iya, itu memang benar. Mungkin karena kamu tidak pernah bertarung sebelumnya...


Bahkan aku rasa, kamu mungkin tidak pernah berkelahi dengan siapa-siapa sebelumnya, meskipun itu hanya dengan manusia biasa," ujar Beta, lalu ikut berbaring dibawah pohon maple itu.


Memang benar apa yang dikatakan oleh Beta.


Jangankan sampai beradu fisik, Marco bahkan tidak pernah berdebat mulut dengan orang lain, baik dengan manusia biasa, apalagi dengan sesama shapeshifter, yang baru ditemuinya beberapa orang saja.


Kalau Alpha pengganti, kekuatannya hanya seperti Beta, Marco bukan berniat menyepelekan, tapi rasanya, Marco masih bisa mengatasi kekuatan setara dengan Beta.


Sudahlah...


Itu tidak mungkin.

__ADS_1


Jelas saja meskipun hanya menjadi Alpha sementara, tidak mungkin Alpha pengganti akan selemah itu.


__ADS_2