SHAPESHIFTER

SHAPESHIFTER
Part 95


__ADS_3

"Halo!" sapa Marco, setelah menempelkan gagang telepon ke telinganya.


"Halo, Marco!" sapa Nancy dari seberang.


"Kamu bisa kesini sekarang?" tanya Nancy.


Marco melihat wajah ketiga shapeshifter yang berdiri di dekatnya itu bergantian.


"Mereka sedang melakukan pergeseran penjagaan, karena Alpha pengganti sudah kembali ke menara barat," lanjut Nancy.


"Baik. Aku kesana sekarang!" jawab Marco.


"Tapi, Grandma! Apa aku bisa membawa Beta, Gamma dan Delta bersama kita?" tanya Marco.


Nancy tidak menjawab pertanyaan Marco untuk beberapa saat Marco menunggu.


"Grandma?" tanya Marco.


"Bisa... Kita coba saja!" jawab Nancy.


"Baik. Kami bersiap pergi. Terimakasih, Grandma!" ujar Marco kemudian memutuskan panggilan telepon itu.


Marco menarik nafasnya dalam-dalam, lalu menghembuskannya dengan pelan.


"Panggil Fint dan Fent! Juga, Seba agar berkumpul disini! Lalu, tunggu sebentar, aku ingin berpamitan dengan Bella," kata Marco.


Marco kemudian berjalan ke kamar, dan menemui Bella.


"Sayang! Aku akan ke pemukiman utama shapeshifter sekarang," ujar Marco.


Bella beranjak turun dari tempat tidur lalu berpelukan dengan Marco.


"Hmmm... Iya. Berhati-hatilah dijalan!" kata Bella.


"Apa kamu yakin untuk tetap tinggal disini?" tanya Marco.


"Kenapa? Apa Beta, Gamma dan Delta, juga ikut denganmu?" Bella balik bertanya.


"Iya," jawab Marco.


"Bagus! Kalau ada mereka ikut menjagamu, aku tidak terlalu khawatir... Dan kamu juga tidak perlu mengkhawatirkan aku...


Rasanya tidak akan terjadi apa-apa, dalam beberapa waktu ke depan...


Tapi, kalau kamu masih merasa ragu, aku nanti pergi ke rumah orang tuaku saja setelah Adaline pulang," ujar Bella.


"Terserah kamu saja, dimana kamu bisa merasa lebih nyaman," kata Marco, lalu mencium Bella untuk beberapa waktu lamanya.


Bella kemudian ikut berjalan keluar dari kamar bersama Marco.

__ADS_1


Diluar terlihat Seba, Fint dan Fent, juga Beta, Gamma dan Delta tampak menunggu Marco.


"Kalian masih ingat yang aku ajarkan tentang titik kelemahan shapeshifter, bukan?!" ujar Marco.


"Iya," jawab Seba Fint dan Fent bersamaan.


"Ajarkan Adaline tentang hal itu, kalau dia sudah pulang nanti!


Kalau sampai ada pengikut Alpha pengganti datang kesini, pergunakan itu untuk mengalahkan mereka...


Tidak perlu berubah bentuk menjadi hewan yang besar. Cukup menjadi hewan yang lincah, maka kalian pasti bisa menjatuhkan mereka," ujar Marco.


"Aku akan pergi ke kastil sekarang ini. Jadi aku titipkan Bella untuk kalian jaga, selama aku tidak ada," lanjut Marco.


"Baik!" Kembali jawaban dari Seba, Fint dan Fent terdengar serempak.


"Aku pergi dulu!" kata Marco sambil memeluk Bella dengan erat.


"Hati-hati! Dan cepatlah kembali!" ujar Bella.


"I love you so much!" ucap Marco.


"Love you too, babe!" ujar Bella.


Marco kemudian berjalan keluar dari rumah, disusul oleh Beta, Gamma dan Delta.


Marco tidak berganti sepenuhnya, dan memilih untuk menahan bentuk manusianya sebagian, agar bisa membawa pakaian mereka ditangannya.


Meskipun perubahan Marco tidak sempurna, namun kekuatan Marco seakan tidak berkurang sama sekali, hingga Beta, Gamma dan Delta jauh tertinggal dibelakangnya.


Tapi Marco tidak mengurangi kecepatannya demi menunggu mereka, dan tetap terbang seperti biasa.


Marco baru memelankan laju terbangnya sambil menunggu ketiga shapeshifter lain itu, ketika Marco sudah melihat pesisir pantai tempat dia bertemu pertama kali dengan keluarga Sums.


"Kita singgah di rumah keluarga Sums, dan berpakaian disana!" kata Marco, lalu kembali memimpin hingga mereka tiba dirumah keluarga Sums.


Setelah semuanya sudah berpakaian, dengan berjalan kaki, mereka mengarah ke pemukiman utama.


"Apa yang sedang kamu pikirkan sekarang?" tanya Beta.


"Tidak ada. Aku tidak tahu apa yang perlu aku pikirkan. Yang aku tahu, aku hanya ingin bertemu dengan Mommy dan Alpha pengganti sekaligus," jawab Marco.


"Jadi kita kesana tanpa rencana apa-apa?" tanya Beta.


"Aku tidak mau memikirkan rencana apa-apa lagi. Semua rencana demi rencana, hanya membuat otakku menjadi lelah, dan tidak menghasilkan apa-apa...


Kali ini, cukup bertindak spontan saja. Dan berusaha agar kita bisa keluar dari sana hidup-hidup," jawab Marco.


Beta, Gamma dan Delta, tidak lagi berkata apa-apa dan hanya mengikuti langkah Marco melewati padang ilalang.

__ADS_1


Setelah melewati semua rerumputan liar dan pepohonan pembatas, mereka akhirnya mencapai jalan raya, dan semakin mempercepat langkahnya menuju toko permata milik Nancy.


Setibanya di tempat Nancy, wanita itu buru-buru menyuruh Marco dan ketiga shapeshifter yang lain itu, untuk segera masuk kedalam.


"Kamu harus menjelaskan kepadaku dulu, apa rencanamu...


Aku tidak mau kalian melakukan kesalahan, karena aku sudah berjanji kepada pasanganmu kalau aku akan memastikan keselamatanmu," ujar Nancy.


"Maaf, Grandma! Aku tidak punya rencana. Dan tolong jangan memaksaku untuk mengatur rencana lagi...


Aku tidak sanggup memikirkan rencana yang sama sekali aku tidak tahu, apa yang sebenarnya aku hadapi," kata Marco bersungguh-sungguh.


"Yang pasti, aku dan mereka tidak mungkin melakukan sesuatu yang bodoh, hingga membuat nyawa kami terancam," lanjut Marco, berusaha meyakinkan Nancy.


Nancy kemudian hanya terdiam untuk beberapa saat, dan tampak menundukkan pandangannya.


"Tunggu disini sebentar!" ujar Nancy lalu berjalan pergi.


Tidak berapa lama, Nancy kemudian kembali.


"Kita pergi sekarang!" ajak Nancy.


Marco, Beta, Gamma dan Delta mengikuti langkah Nancy, dan ternyata diluar sudah menunggu sebuah kendaraan yang cukup mewah.


"Kita kesana dalam bentuk manusia. Akan sangat melelahkan kalau harus berjalan kaki," ujar Nancy, tanpa sempat Marco atau yang lainnya bertanya.


Menggunakan kendaraan itu, mereka semua di antar hingga ke salah satu bagian hutan, yang tidak bisa di lewati kendaraan itu lagi.


"Kita akan mulai berjalan kaki dari sini! Tidak terlalu jauh kedalam," kata Nancy, ketika semuanya sudah keluar dari mobil, dan tertinggal supir yang mengantarkan mereka saja.


Nancy berjalan paling depan bersama Marco.


Beta, Gamma dan Delta, mengikuti mereka dari belakang, menerobos hutan belantara yang tebal dan hampir gelap gulita, karena pepohonan yang besar dan rindang, tumbuh cukup rapat hingga menutupi pandangan ke angkasa.


Meskipun begitu, semak belukar di dasar hutan masih bisa tumbuh segar dan tinggi, bahkan menutupi hingga hampir ke perut Marco.


Bagi Nancy yang bertubuh jauh lebih kecil dari Marco, jelas sangat kesulitan menerobos semak-semak itu, hingga Marco harus membantunya agar tetap bisa berjalan melewatinya.


"Apa Grandma selalu datang kesini dengan berjalan kaki?" tanya Marco.


"Tentu saja tidak. Tapi, kalau kita berubah menjadi shapeshifter, aku khawatir kalau-kalau kamu dan mereka akan ketahuan," jawab Nancy.


Ketika Marco melihat pepohonan yang ada didalam hutan itu, Marco teringat akan mimpinya yang selalu dia alami setiap malam dalam tidurnya.


"Grandma! Aku rasanya pernah melihat tempat ini dalam mimpiku..." celetuk Marco.


Nancy menghentikan langkahnya, kemudian menatap Marco lekat-lekat.


Marco kebingungan melihat tingkah Nancy, dan tampaknya begitu juga Beta, Gamma dan Delta, namun tidak ada yang bersuara, dan hanya menunggu Nancy disitu.

__ADS_1


__ADS_2