
Meskipun Seba tampak ragu-ragu, namun mungkin karena Marco yang tampak sangat memaksa, akhirnya Seba mau menceritakan tentang apa yang pernah diceritakan Beta kepadanya.
"Alpha pengganti adalah shapeshifter yang suka berkelana...
Sedangkan Daddy-mu adalah kebalikannya, dia tidak terlalu suka pergi kemana-mana...
Dan sebagian besar waktu Daddy-mu dihabiskannya didalam kastil, atau sekadar berjalan-jalan di pemukiman utama..." kata Seba membuka ceritanya.
"Alpha pengganti bertemu dengan Mommy-mu diluar pemukiman utama. Tapi, tidak ada yang tahu jelasnya darimana kota asal Mommy-mu...
Yang diketahui hanyalah Alpha pengganti membawanya kedalam kastil sebagai pasangannya..." Seba menceritakan dengan perlahan-lahan.
Saat mengeluarkan kata-kata dari mulutnya, Seba tampak seolah-olah sedang berhati-hati, mungkin agar dia tidak salah berbicara.
"Aku sudah bilang 'kan kalau Alpha pengganti dan Alpha terdahulu adalah saudara kembar?" tanya Seba tampak memastikan kepada Marco.
"Iya. Apa mereka berdua sangat mirip seperti Fint dan Fent?" tanya Marco.
"Iya. Mereka sangat mirip satu sama lain, dan yang bisa membedakan penampilan fisik mereka hanya orang tua Alpha dan Delta. Maksudku Delta terdahulu...
Kebiasaan mereka saja yang bisa membuat shapeshifter lain bisa membedakannya...
Seperti yang aku bilang tadi, kalau Alpha pengganti suka berkelana sendirian ke tempat-tempat yang jauh," jawab Seba, menjelaskan panjang lebar.
"Lalu? Apa yang terjadi hingga Daddy-ku bisa berpasangan dengan Mommy-ku, kalau Alpha pengganti adalah pasangan Mommy-ku yang sebenarnya?" tanya Marco.
"Dugaan yang berkembang waktu itu, Alpha terdahulu tertarik kepada Mommy-mu...
Lalu, ketika Alpha pengganti sedang berkelana, dan meninggalkan Mommy-mu di kastil, Daddy-mu mendekati Mommy-mu, dengan berpura-pura menjadi saudara laki-lakinya..." Seba kemudian mendadak berhenti bercerita, dan menatap Marco lekat-lekat.
"Kenapa?" tanya Marco heran.
"Maafkan aku... Tidak sepatutnya aku menceritakan hal seperti ini tentang Alpha terdahulu, tentang Daddy-mu," kata Seba.
"Tidak apa-apa... Lanjutkan saja ceritamu," ujar Marco.
"Entah apa yang terjadi kepada Alpha pengganti ditempatnya berkelana, hingga dia baru kembali ke kastil, ketika kurang lebih sebelas tahun setelah dia pergi waktu itu," kata Seba.
"Tunggu! Tunggu dulu sebentar!" tahan Marco.
__ADS_1
"Orang-orang di kastil tidak ada yang tahu kalau Daddy-ku sedang merayu pasangan saudaranya?" tanya marco.
"Menurut Beta, semua orang di kastil tahu akan hal itu...
Karena mereka semua tahu kalau saudara laki-laki Alpha sedang berkelana, dan Alpha terlihat bersama pasangan saudaranya itu," jawab Seba.
"Lalu, tidak ada satupun dari mereka yang memberitahu Mommy-ku, kalau dia sedang berhubungan dengan orang lain, dan bukan dengan pasangan aslinya?" tanya Marco bingung.
"Iya. Semua orang menutup mulutnya rapat-rapat, karena tidak ada yang mau menentang Alpha," jawab Seba.
Marco menggeleng-gelengkan kepalanya, rasanya dia tidak percaya kalau Daddy-nya yang asli adalah orang yang licik.
"Apa kamu masih mau aku lanjut bercerita?" tanya Seba.
"Eh! Iya," jawab Marco gelagapan.
"Setelah Daddy-mu mencoba untuk membuatmu berubah bentuk kemudian gagal, Daddy-mu kemudian membawamu keluar dari kastil...
Mungkin karena merasa sangat kehilanganmu, makanya Mommy-mu mengalami shock yang berat. Dia tidak bisa berhenti menangis hingga meraung-raung, dan kehilangan semangat hidupnya...
Dan mungkin saja, Alpha terdahulu memang sengaja mengutuk Mommy-mu, agar Mommy-mu tidak lagi mengamuk dan memaksa untuk mencarimu," kata Seba.
"Lalu, apa masih ada hal yang lain lagi?" tanya Marco.
Seba tampak mengerutkan keningnya, seolah-olah dia sedang mengingat-ingat segala sesuatu, untuk menyambung ceritanya.
"Hmmm... Ketika Alpha pengganti kembali, dan mengetahui kejadian didalam kastil, tentu saja hal itu membuatnya sangat marah...
Pertengkaran kedua bersaudara itu tidak terhindarkan lagi...
Kondisi Alpha yang sedang sakit dan lemah, dengan mudahnya dikalahkan Alpha pengganti, yang saat itu juga menantangnya," jawab Seba.
"Alpha terdahulu kemudian meninggal dunia dalam pertarungan melawan saudaranya, dan saudara laki-lakinya itu yang menggantikannya...
Dan semua yang tinggal di kastil ikut mendapat imbas dari kemarahan Alpha pengganti, hingga semua orang yang tidak mau mendukungnya diusir keluar dari kastil...
Sejak saat itu, tidak ada yang tahu dengan jelas apa yang terjadi didalam kastil," lanjut Seba.
Seba terlihat menarik nafasnya dalam-dalam, dan menghembuskannya dengan pelan.
__ADS_1
"Maafkan aku... Tapi, saat aku mendengarkan cerita Beta itu, waktu aku mencari anaknya yang jadi pengganti Beta, entah mengapa aku merasa kalau Alpha pengganti sebenarnya tidaklah sekejam yang kita bayangkan sekarang ini," kata Seba.
"Alpha pengganti hanya mengusir, tanpa membunuh atau menyiksa orang-orang yang bersekongkol dengan Alpha terdahulu, yang menipu pasangannya...
Padahal, dia bisa saja membunuh mereka semua saat itu, karena kejahatan mereka. Mereka 'kan sudah tahu, kalau shapeshifter tidak akan bisa jatuh cinta lagi dengan orang lain?!
Bayangkan bagaimana sakit hatinya Alpha pengganti, ketika pasangannya diambil orang lain, yang juga notabene adalah saudaranya sendiri," lanjut Seba.
Memang benar kata Seba.
Kelakuan Daddy Marco itu keterlaluan dan sangat memalukan, dan pendukungnya pun ikut-ikutan menutup-nutupi keburukan Daddy Marco, hanya karena berdasarkan alasan susunan hierarki.
Pikiran Marco mendadak buyar, dan Marco sangat terkejut ketika merasakan kalau ada yang sedang memeluknya.
Ketika dia menoleh kesampingnya, terlihat Bella sedang memeluknya dengan erat, dengan mata berkaca-kaca seolah-olah dia akan menangis.
"Ada apa denganmu, sayang?" tanya Marco, sambil mengangkat Bella, dan mendudukkan wanita itu diatas pangkuannya.
"Tidak apa-apa. Aku hanya merasa kalau cerita tentang orang tuamu, dan saudara laki-laki Daddy-mu, sangat menyedihkan," jawab Bella.
"Mereka bertiga pasti sama-sama terluka, dan sama-sama merasakan sakit hatinya, karena rasa cinta mereka," lanjut Bella.
"Iya... Aku juga merasa begitu. Aku rasa baik Alpha, pasangannya, dan Alpha pengganti, pasti sangat sedih..." sambung Seba.
Marco memeluk Bella dengan erat.
"Itu cerita masa lalu... Jangan terbawa perasaan, lalu ikut-ikutan merasa sedih. Nanti bayi kita juga merasa sedih," kata Marco.
Kekacauan yang luar biasa, pertarungan yang melibatkan nyawa, cuma karena kelakuan brengsek Daddy Marco yang menikung saudaranya sendiri.
Wajar saja kalau Alpha pengganti seperti orang gila, dan penuh dengan amarah.
Hanya melihat Bella dan Beta saling tersenyum saja, Marco sudah merasa geram, apalagi sampai seperti itu?!
Mengingat Alpha pengganti adalah orang yang pertama menjadikan Mommy Marco sebagai pasangannya, berarti bisa saja kalau Alpha pengganti sebenarnya orang yang baik, hingga Mommy Marco mau ikut dengannya ketempat tinggalnya di dalam kastil.
Alpha pengganti hanya ingin membalaskan dendamnya, dan tidak puas hanya dengan membunuh Daddy Marco.
Mana tahu, kalau mungkin saja, Alpha pengganti sebenarnya juga menyesali perbuatannya yang membunuh saudaranya sendiri.
__ADS_1
Semuanya kini hanya menjadi dugaan demi dugaan, di dalam kepala Marco.