
Marco merasa gelisah di tempat duduknya, menunggu jawaban dari Nancy.
"Iya. Mommy-mu masih hidup," jawab Nancy.
"Akhirnya, kamu mau mengakuinya..." lanjut Nancy pelan, dengan raut wajahnya yang terlihat lebih tenang.
"Bagaimana keadaannya sekarang?" tanya Marco.
"Maksudku, tadi anda bilang, kalau Mommy masih merindukanku..." lanjut Marco buru-buru meralat pertanyaannya.
"Iya. Kalau kamu mau mengunjunginya, kamu bisa pergi bersama saya ke kastil," jawab Nancy.
"Tapi... Bukannya, Alpha pengganti dan pengikutnya mengincarku?" tanya Marco ragu.
"Hmmm... Pengikutnya, memang mengincarmu, tapi saya rasa tidak begitu dengan Alpha pengganti..." jawab Nancy.
"Sebenci-bencinya dia kepadamu, saya rasa masih lebih besar rasa cintanya kepada pasangannya itu," lanjut Nancy.
Nancy lalu terlihat menarik nafasnya dalam-dalam, lalu menghembuskannya pelan.
"Saya sebenarnya tidak bisa memastikan jalan pikiran Alpha pengganti...
Yang jelas, kalau kamu mau mengunjungi Mommy-mu, asalkan kamu pergi kesana bersamaku, menurut perkiraanku, tidak ada pengikutnya yang akan mencurigaimu," kata Nancy.
Marco terdiam sesaat sambil memikirkan sesuatu.
Mungkin Marco bisa mendapatkan sedikit informasi tambahan dari Nancy, asalkan Marco mencoba melakukan pendekatan kepada wanita itu.
Bahkan, bisa saja Marco menemui Alpha pengganti secara empat mata, tanpa perlu melakukan konfrontasi dengan pengikutnya, kalau memang benar yang dikatakan Nancy, bahwa Marco bisa mengunjungi kastil bersamanya.
"Kenapa anda tidak tinggal didalam kastil?" tanya Marco.
"Saya merasa bosan. Sedangkan untuk berjalan-jalan sendirian, saya juga sudah tidak sekuat waktu saya masih muda dulu...
Kalau saya tinggal diluar seperti ini, saya berkesempatan untuk bertemu dengan orang lain yang lebih banyak yang datang kesini, tanpa perlu saya yang mencari orang baru untuk saya temui," jawab Nancy.
"Apa anda tidak memiliki anak?" tanya Marco.
"Terlihat jelas di wajahku?" Nancy balik bertanya.
Marco jadi merasa bersalah, karena telah menanyakan hal itu, dan mungkin membuatnya terlihat salah tingkah saat ini.
"Maafkan saya!" ucap Marco.
Nancy tampak tertawa kecil.
"Tidak apa-apa..." jawab Nancy.
"Saya dulunya sempat tertarik dengan Beta... Tapi, kami tidak berjodoh, hingga Beta menemukan pasangan lain untuknya," lanjut Nancy.
Berarti, Nancy pernah tertarik dengan Grandpa Beta yang sekarang.
__ADS_1
"Saya lihat pasanganmu ini sangat cantik. Bella namanya tadi, ya?" ujar Nancy.
"Iya, Ma'am!" jawab Bella.
"Manusia biasa... Istimewa!" kata Nancy.
"Silahkan diminum tehnya! Sejak tadi, kamu terbawa-bawa dengan gerak-gerik Alpha, hingga kamu belum sempat mencicipi minumannya," lanjut Nancy.
Bella kemudian mengangkat cangkir teh didepannya, dan menyesapnya sedikit.
"Kalau yang saya lihat. Bella berarti sudah tahu semua tentang shapeshifter, dan siapa kamu sebenarnya, hingga masih bisa terlihat tenang..." ujar Nancy.
"Iya," jawab Marco dan Bella hampir bersamaan.
"Selama saya masih hidup, saya tidak akan membiarkan kekuasaan Alpha bergeser dari keturunan aslinya," celetuk Nancy.
"Apa maksud anda?" tanya Marco.
"Alpha pengganti tidak memiliki keturunan. Hanya kamu satu-satunya yang mewariskan darah Alpha yang bisa melanjutkan kepemimpinan, untuk membawa shapeshifter kembali ke masa kejayaannya," jawab Nancy.
"Jadi, seandainya saya mati ditangan Alpha pengganti, apa yang akan terjadi?" tanya Marco.
"Apa kamu tidak mengerti? Kemungkinan besar, salah satu dari pengikut Alpha pengganti akan menantangnya saat dia lengah," jawab Nancy.
"Itu sebabnya saya bilang tadi, kalau saya tidak mengerti dengan jalan pikiran dari Alpha pengganti...
Apakah dia memang berniat membunuhmu? Dan memutuskan garis keturunan Alpha. Atau ada sesuatu yang mempengaruhinya...
Marco merasa bingung dengan perkataan Nancy, dan dia menjadi yakin kalau teka-teki di dalam keluarga Alpha, sama sekali belum ada jawaban pasti.
"Saya pernah mendengar sedikit cerita tentang hubungan antara Daddy, Alpha pengganti, dan Mommy. Tapi, apa mungkin anda tahu, selain dari isu yang aku dengar itu?" tanya Marco.
"Hmmm... Bagaimana saya harus memulainya?!" ujar Nancy, sambil mengerutkan alisnya.
Nancy lalu terlihat mengangkat cangkir tehnya dan menyesapnya sedikit.
"Apa yang kamu dengar?" tanya Nancy.
"Katanya, Daddy merayu Mommy, yang saat itu menjadi pasangan Alpha pengganti," jawab Marco.
"Saya rasa hal itu tidak sepenuhnya benar adanya. Kalau saja kakakku dan pasangannya belum meninggal dunia saat itu, mungkin mereka akan lebih tahu yang sebenarnya terjadi," kata Nancy.
"Saya tidak bisa membedakan kedua keponakan saya itu, tapi menurut dugaan saya, apa yang terjadi antara ketiga orang itu, tidak seperti bayangan shapeshifter lain yang melihatnya," lanjut Nancy.
"Jadi menurut anda, apa yang terjadi?" tanya Marco penasaran.
"Mommy-mu... Saya rasa dia sengaja melakukannya, hingga kedua bersaudara itu berkelahi dan Daddy-mu akhirnya mati ditangan saudaranya," jawab Nancy.
Marco dan Bella bertatap-tatapan.
Semua dugaan demi dugaan yang dia dapatkan ini, benar-benar memusingkan kepala Marco.
__ADS_1
"Apa anda menjelaskan lebih jauh?" tanya Marco.
"Hmmm... Ini hanya dugaan saya saja. Jadi, saya harap kamu tidak serta-merta mempercayainya. Melainkan, jadikan ini sebagai bahan pertimbangan. Dengan membandingkannya dengan cerita yang kamu dengar diluar," jawab Nancy.
"Alpha pengganti datang ke kastil dengan membawa seorang wanita. Lalu, belum sampai beberapa hari dia tinggal di kastil dengan wanita itu, Alpha pengganti kemudian keluar dari kastil...
Tentu saja tidak ada yang tahu dia pergi kemana, karena sudah menjadi kebiasaannya untuk berkelana tanpa arah yang pasti...
Tiba-tiba saja, dalam waktu tidak sampai sehari dari kepergian Alpha pengganti, wanita itu sudah terlihat berjalan-jalan dengan Alpha terdahulu," kata Nancy, menceritakan kisah orang tua Marco dari sudut pandangnya.
"Sekarang, saya mau bertanya. Apa mungkin kalau Alpha pengganti tidak memberitahu, kalau dia akan melakukan perjalanan kepada wanita itu?" tanya Nancy.
"Bagaimana menurut kalian? Apa itu bisa diterima dengan akal sehat?" tanya Nancy lagi.
Marco dan Bella hanya terdiam.
"Saya rasa itu tidak mungkin...
Saya yakin kalau Alpha pengganti pasti memberitahu pasangannya, dan tidak mungkin dia hanya pergi diam-diam begitu saja." Nancy menjawab sendiri pertanyaannya.
"Lalu, bagaimana bisa wanita itu bersama dengan Alpha terdahulu? Sedangkan pasangannya sedang bepergian," ujar Nancy.
"Hmmm... Mungkin Mommy dibohongi Daddy yang berpura-pura menjadi saudaranya..." tukas Marco.
"Saya rasa tidak begitu. Karena, dia pasti sudah tahu kalau Alpha pengganti memiliki saudara kembar, sejak pertama kali dia menginjakkan kakinya di kastil...
Dan ditambah lagi, tidak mungkin dia tidak bisa menyadari kalau itu bukanlah pasangannya yang sesungguhnya. Karena, meskipun mereka saudara kembar, sifat dan gaya mereka berdua jauh berbeda...
Apa mungkin, dia tidak merasa aneh saat berbincang-bincang dengannya, lalu Alpha terdahulu tidak tahu apa-apa tentangnya?" ujar Nancy.
Nancy kembali menyesap teh di cangkirnya, yang sedari tadi masih dia pegang.
"Oh, iya! Saya baru ingat sesuatu... Apa kamu tahu kalau Mommy-mu bukanlah dari kaum shapeshifter?" tanya Nancy.
"Iya. Saya mendengar sedikit cerita kalau Mommy adalah seorang manusia biasa," jawab Marco.
"Hmmm... Begitu, ya?!" ujar Nancy.
"Tapi, saya rasa wanita itu juga bukan manusia biasa," lanjut Nancy.
Marco mengerutkan alisnya.
"Kenapa? Apa alasannya hingga anda bisa mengira kalau dia bukan manusia biasa?" tanya Marco bingung.
"Shapeshifter dan manusia biasa pasti akan menua, bukan?" tanya Nancy.
Marco dan Bella menganggukkan kepalanya.
"Tidak dengannya. Aku sudah beberapa kali menemuinya. Wanita itu tidak menua, meskipun dia bisa terpengaruh dengan kutukan shapeshifter," kata Nancy.
"Yang jadi masalahnya, tidak ada yang tahu mahluk apa dia itu. Kecuali Alpha pengganti, dan mendiang Daddy-mu. Hingga semua hanya mengira kalau dia adalah manusia biasa," lanjut Nancy.
__ADS_1