SHAPESHIFTER

SHAPESHIFTER
Part 81


__ADS_3

Pagi-pagi sekali, matahari pun belum juga mengintip dari balik perbukitan di ufuk timur, namun didalam rumah Marco, semua orang sudah sibuk dengan kegiatannya masing-masing.


Hari ini Marco dan Bella bersama ketiga shapeshifter petarung lainnya, harus bersiap-siap untuk menempuh perjalanan dengan jarak kurang lebih dua ratus mil jauhnya.


Setelah menyantap roti isi, ditemani kopi tanpa gula, mereka berlima bergegas masuk kedalam mobil Bella.


Marco sebenarnya tidak menyangka kalau sampai sejauh itu, mengingat kalau perjalanannya lewat udara hanya memakan waktu satu sampai dua jam saja.


Mau tidak mau, mereka harus berangkat sejak matahari baru mulai terbit, kalau mau menghabiskan lebih banyak waktu disana.


Baik Bella, maupun Beta, Gamma dan Delta, tampak sesekali masih menguap, ketika Marco mulai memacu kendaraannya di jalanan.


Marco yang memanfaatkan akselerasi terbaik dari mobil Bella, melaju di jalanan dengan kecepatan enam sampai tujuh puluh mil per jam.


Meskipun terkadang dia harus mengurangi kecepatannya, bahkan sampai harus berhenti, karena ketiga shapeshifter yang duduk di jok belakang, mengalami mabuk perjalanan.


Di salah satu tempat pengisian bahan bakar, menjadi tempat beristirahat bagi mereka, untuk yang ke sekian kalinya, saat Beta, Gamma dan Delta harus memakai toilet, untuk mengurangi rasa pusing dan mualnya.


"Mereka sama sekali tidak tahan dengan perjalanan memakai mobil seperti ini," celetuk Bella.


Marco hanya bisa memandangi dari kejauhan, ketiga shapeshifter yang berlari ke toilet umum di tempat itu, sambil mengisi tambahan bahan bakar mobil Bella.


"Maklumi saja..." ujar Marco.


"Bagaimana denganmu? Apa kamu merasa baik-baik saja?" tanya Marco, sambil memeluk Bella.


"Iya. Aku baik-baik saja..." jawab Bella.


"Kalau kamu merasa tidak nyaman, segera beritahu aku," ujar Marco dan mengecup kepala Bella.


"Iya..." jawab Bella.


"Apa masih jauh?" lanjut Bella, setelah sempat terdiam beberapa saat.


"Tidak. Mungkin sekitar setengah sampai satu jam perjalanan lagi," jawab Marco.


"Apa kamu tidak butuh sesuatu? Aku rencananya tidak akan singgah lagi setelah ini. Meskipun mereka akan muntah sampai pingsan," lanjut Marco.


Bella tertawa kecil.


"Sayang, jangan begitu! Aku tidak tega melihat mereka..." ujar Bella.

__ADS_1


"Aku hanya bercanda... Tapi tetap saja. Kapan sampainya kalau hanya sibuk berhenti terus? Kamu juga pasti bosan kalau terlalu lama diperjalanan," kata Marco.


Beta, Gamma dan Delta, terlihat beriringan berjalan mendekat menghampiri Marco dan Bella yang berdiri didekat mobil.


Ketiganya dengan mata kemerahan, wajah pucat pasi, dan tampak basah seperti baru saja mencuci muka.


"Sudah merasa lebih baik?" tanya Marco.


Tanpa mengeluarkan suaranya, mereka bertiga terlihat mengangguk pelan bersamaan.


"Kalau begitu, kita lanjutkan perjalanan kita!" kata Marco, lalu membukakan pintu untuk Bella, sebelum dia masuk ke bagian supir.


Sesekali Marco melihat Beta, Gamma dan Delta dari kaca spion.


Ketiga-tiganya terlihat memijat-mijat kening, meskipun tidak ada satupun dari mereka yang mengeluh kepada Marco.


"Sabar! Sebentar lagi juga kita sampai!" ujar Marco, dan semakin mempercepat laju kendaraannya.


Hampir satu jam perjalanan tambahan, mereka kini sudah memasuki jalan raya pemukiman utama shapeshifter.


Tidak jauh berbeda dengan Marco saat pertama kali datang ke tempat itu, Bella juga tampak seperti terheran-heran melihat pemukiman utama shapeshifter itu.


"Se-mewah ini?" tanya Bella, sambil tetap memandangi keluar jendela.


"Mengherankan?" tanya Marco.


"Iya," jawab Bella.


"Aku tidak menyangka, kalau tempat tinggal yang semestinya jadi tempat bersembunyi seperti yang kamu bilang, justru lebih mewah dari pemukiman manusia biasa pada umumnya," lanjut Bella.


"Aku juga berpikir begitu, waktu aku datang kesini bersama keluarga Sums," ujar Marco.


Beta, Gamma dan Delta tampaknya masih sibuk dengan mabuk perjalanannya, hingga mereka hanya terdiam, tidak menanggapi pembicaraan Marco dan Bella, juga tanpa memperdulikan apa-apa yang ada diluar mobil saat ini.


"Kita nanti kesana!" ujar Marco menunjuk tidak jauh ke depan, dimana terlihat banyak kendaraan, dan bangunan yang lebih rapat berjejer.


Tidak lama Marco mencari tempat untuk memarkirkan kendaraannya, mereka semua kemudian bergegas keluar dari dalam mobil itu.


Untuk beberapa waktu lamanya, Beta, Gamma dan Delta, masih mengikuti kemana Marco dan Bella berjalan menyusuri pertokoan.


"Kalian hanya akan mengikuti kami? Apa ada yang mau kalian beli?" tanya Marco datar.

__ADS_1


"Maaf... Tapi, bisa tunggu sebentar lagi?" tanya Beta pelan.


"Kepalaku masih pusing..." lanjut Beta.


Keadaan ketiga shapeshifter itu memang masih terlihat buruk, Marco akhirnya tidak bisa memaksakan agar Beta, Gamma dan Delta untuk segera memeriksa area kastil.


"Kita singgah disana saja dulu!" ajak Marco.


Sebuah tempat yang tampak mirip seperti coffee-shop, menjadi tempat bagi mereka untuk duduk tenang, dan Marco berharap ketiga shapeshifter itu, bisa segera merasa lebih baik.


Lima cangkir teh dan beberapa buah pancake jadi pesanan mereka, sambil menunggu Beta, Gamma dan Delta, siap untuk melakukan tugasnya sesuai dengan rencana.


Beta masih meminta segelas air kosong, untuk menjadi tambahan pesanannya, dan menghabiskannya dalam sekali minum.


Kelihatannya, dengan meminum air biasa seperti itu, Beta lebih cepat terlihat lumayan segar, hingga Gamma dan Delta juga ikut meminta air, untuk mereka masing-masing.


Setelah beberapa saat mereka disitu, Beta tampak bersiap-siap untuk pergi, begitu juga dengan Gamma dan Delta.


"Kalian pergi sekarang?" tanya Marco.


"Iya. Kami akan mencoba menyusup di sekitar kastil sekarang," jawab Beta sambil berbisik-bisik, sambil melihat-lihat kesana kemari.


"Hati-hati! Jangan sampai memicu konflik!" kata Marco yang juga ikut bicara pelan.


Pengunjung tempat itu tidak terlalu ramai, namun akan berbahaya kalau ada yang mencurigai, apalagi kalau sampai ada yang tahu kalau mereka sedang merencanakan sesuatu, dengan pergi area kastil yang terlarang.


"Kami akan menunggu kalian di sekitar sini. Tapi, kalau-kalau kalian kembali lalu kalian tidak menemukan kami, susul saja ke mobil!" lanjut Marco.


Beta, Gamma dan Delta menganggukkan kepala mereka bersamaan, lalu berjalan keluar dari tempat itu.


Marco kemudian membayar makanan dan minuman mereka, sebelum akhirnya dia bersama Bella, ikut keluar dari tempat itu dan berjalan-jalan di area pertokoan lainnya, sambil melihat-lihat barang yang diperdagangkan di sana.


Perkiraan Marco, hari ini daerah itu tampak jauh lebih ramai, dibandingkan waktu dia kesitu bersama keluarga Sums.


Diantara orang banyak yang berlalu-lalang, Marco sempat merasakan sesuatu yang aneh saat dirinya dan Bella, berpapasan dengan beberapa orang.


Dan Marco menduga kalau itu bukan manusia biasa, melainkan sesama shapeshifter, namun mereka adalah shapeshifter yang tidak mendukungnya.


Marco berusaha keras mengendalikan pikirannya, agar dia tetap terlihat tenang dan tidak terpengaruh oleh shapeshifter pengikut Alpha pengganti.


Ketika Bella sedang melihat-lihat permata di salah satu toko, entah hanya karena terlalu waspada atau apa, yang jelas, Marco merasa kalau ada yang menatap mereka berdua, meskipun tidak terasa seolah-olah tatapan itu berniat ataupun berprasangka buruk.

__ADS_1


Marco berpura-pura melihat-lihat permata ditempat pajangan lain, agar bisa melihat ke sekeliling ruangan toko itu.


Hingga pandangan Marco akhirnya beradu dengan sepasang mata.


__ADS_2