
Semenjak mereka semua masih menikmati sarapannya, Marco sudah berniat untuk mempersiapkan mobil Bella, untuk perjalanan mereka besok menuju pemukiman utama shapeshifter.
Sebenarnya, kalau mereka memintas jalan dengan terbang kesana, maka tidak akan memakan waktu terlalu lama, dan tidak terlalu jauh jaraknya.
Berhubung mereka akan melintasi jalan raya, perjalanan kesana akhirnya menjadi cukup panjang.
Sehingga Marco harus memastikan kalau Ford Mustang Mach-1, keluaran tahun sembilan belas enam puluh sembilan itu, siap untuk dipakai mereka berkendara tanpa perlu khawatir dengan kondisi kendaraannya.
Sebelum sempat menghabiskan secangkir kopi hitam tanpa gula yang dibuatkan Bella, Marco sudah membawa mobil Bella itu ke bengkel yang berada ditengah kota Bridget.
Marco memang tidak bisa memastikan sendiri kondisi kendaraan itu, karena Marco sendiri belum terlalu tahu banyak tentang mesin kendaraan bermotor beroda empat.
Tidak perlu menunggu terlalu lama, montir dari bengkel yang didatangi Marco, sudah mulai memeriksa bagian demi bagian mobil satu persatu.
Sesekali Marco bertanya kepada montir, apa saja yang mungkin akan Marco butuhkan, agar kendaraan itu tidak mengalami masalah saat mereka sedang diperjalanan.
Kurang lebih satu sampai dua jam saja didalam bengkel itu, mobil Bella itu dianggap sudah siap untuk dipakai Marco.
Benda itu hanya mendapatkan perawatan biasa, karena mesin 428 Cobra Jet V8 itu masih dalam kondisi prima, dan tidak membutuhkan perbaikan apa-apa.
Dan Marco hanya perlu sedikit mengeluarkan uang lebih, untuk mengganti ban yang mulai gundul, dengan ban yang baru.
Marco sebenarnya tidak heran kalau perawatan mobil Bella tidak terlalu banyak.
Meski keluaran mobil itu lebih tua, jika dibandingkan dengan mobil bak terbuka Chevrolet 1978 milik Marco, namun kondisi mobil Bella itu masih terlihat jauh lebih baik.
Sebelum kembali ke rumah, Marco juga menyempatkan untuk mengisi bahan bakar, agar tidak perlu di sibukkan dengan itu lagi, saat mereka harus berangkat pagi-pagi besok.
Setibanya dirumah, Flints sudah tidak terlihat lagi, dan menurut perkataan Seba, Flints sudah melanjutkan perjalanannya, untuk menemui shapeshifter pelarian yang lain.
Hanya dengan menyapa Bella sebentar, Marco menyempatkan untuk memeriksa gudang pertanian yang sedang di urus Fint dan Fent.
"Apa tidak ada kendala dengan hewan-hewan ternak ini?" tanya Marco.
Fint dan Fent terlihat sedang membersihkan gudang pertanian, dan ada juga yang sedang memasukkan makanan ternak ke dalam palung.
"Tidak ada. Kami sudah mengantar telur ke pedagang bahan makanan segar," jawab salah satu saudara laki-laki Adaline.
"Tapi... Aku rasa jumlah telur ayam-ayam ini mulai berkurang," lanjutnya lagi.
"Aku sudah menduganya..." ujar Marco.
"Kami yang sering berlatih dengan memakai bentuk elang, pasti menakuti ayam-ayam ini, hingga membuat mereka tidak menghasilkan telur dengan baik," lanjut Marco.
"Lalu, apa ada jalan keluarnya, agar produksi telur mereka bisa kembali normal?" tanya salah satu saudara laki-laki Adaline itu.
"Kalian tidak perlu mengeluarkan mereka dari gudang pertanian setiap hari... Itu saja," jawab Marco.
Marco kemudian melihat-lihat biri-biri peliharaannya, yang tampak sehat dan segar.
Bulu dari semua biri-biri itu sudah mulai panjang, dan tinggal beberapa minggu lagi semestinya sudah bisa dicukur.
"Cukup biri-biri saja yang keluarkan. Kalau terlalu lama dikurung, nanti mereka bisa stres," ujar Marco.
"Oke!" jawab Fint dan Fent bersamaan.
Marco kemudian membuka pintu kandang biri-biri.
__ADS_1
"Duke! Giring mereka semua keluar!" ujar Marco.
Dan seperti biasa, Duke terlihat tidak kesulitan untuk menggiring hewan-hewan itu keluar dengan berbaris rapi, dan tidak bertabrak-tabrakan.
Setelah dirasa Marco kalau tidak ada lagi yang perlu dia lakukan disana, Marco kemudian bersiap untuk pergi dari situ, sebelum dia akhirnya teringat akan sesuatu.
"Fint! Fent! Kalau kalian sudah selesai didalam sini, nanti kalian susul aku di halaman belakang rumah!" kata Marco.
"Oh, Oke!" jawab Fint dan Fent serempak.
Di halaman belakang rumahnya, Marco melihat dua ekor anjing sedang bergelut, saling gigit, dan berkejar-kejaran.
Sedangkan Beta, terlihat santai duduk dibawah pohon maple, sambil melihat kearah dua anjing itu.
Berarti, Gamma dengan Delta yang sedang beradu ditengah halaman itu.
"Apa yang terjadi?" tanya Marco.
Beta tampak tersentak saat Marco bertanya kepadanya.
"Mereka berdua bersitegang sejak kamu pergi tadi. Jadi, aku biarkan mereka berdua bergelut untuk mengurangi frustrasinya...
Dengan syarat, tidak ada yang memakai bentuk hewan pemangsa yang besar, dan tidak boleh sengaja memukul di tanda cacat," jawab Beta.
Marco tertawa kecil.
"Mereka mau saja diberikan syarat seperti itu?" tanya Marco.
"Iya. Karena aku menakut-nakuti mereka berdua...
Aku katakan, kalau mereka tidak mau menurut, maka aku akan melaporkan tingkah mereka kepadamu, agar kamu menghukum mereka berdua," jawab Beta.
Apa-apaan mereka bertiga ini?
Memangnya, Marco orang tua mereka yang perlu menghukum anak-anaknya yang nakal?
Ada-ada saja...
"Delta! Gamma!" seru Marco.
Kedua anjing itu kemudian spontan berhenti berkelahi, dan melihat kearah Marco yang memanggil mereka.
"Sudah cukup!" ujar Marco.
"Sekarang, kita akan berlatih bersama-sama!" lanjut Marco.
Kedua anjing itu kemudian terlihat berjalan menghampiri Marco.
"Latihan hari ini, selain kalian menjadi lawanku, kalian juga harus belajar melindungi tanda cacat ditubuh kalian," kata Marco, ketika mereka semua sudah berdiri didekatnya.
"Untuk apa? Alpha pengganti dan pengikutnya, pasti tidak tahu kalau shapeshifter memiliki tanda cacat itu," ujar Beta.
"Iya... Hanya kamu saja, yang mengetahui kalau kita memiliki titik kelemahan," sambung Delta membenarkan perkataan Beta.
Marco menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Bukan itu masalahnya. Tapi, apa kalian lebih suka, kalau kalian kalah begitu saja dariku?" tanya Marco.
__ADS_1
Beta, Gamma dan Delta kemudian terdiam.
"Oke! Aku mengerti maksudmu," ujar Beta.
"Siapa yang memilih bentuk lebih dulu hari ini?" lanjut Beta.
"Aku," jawab Marco, kemudian berjalan menuju ke dalam rumah untuk berganti bentuk disana.
Marco kembali ke halaman belakang dengan menjadi seekor harimau.
Beta, Gamma dan Delta pun memilih bentuk yang sama, dan tanpa menunggu lama-lama, mereka mulai berlatih bertarung di situ.
Semakin sering Marco bertarung dengan mereka bertiga, pertarungan menjadi terasa semakin mudah.
Karena gerak-gerik mereka yang berulang, sudah dihapal Marco, dan Marco menganggap latihan itu hanya sekedar berolah raga saja, sekalian menjadi ajang mencoba strategi menyerangnya yang baru.
Sementara mereka bertarung di daratan itu, Fint dan Fent terlihat berjalan mendekat kesitu, dan duduk dibawah pohon maple, sambil menonton pertarungan antara Marco dan ketiga shapeshifter yang lain.
Meskipun Marco sudah melihat keberadaan Fint dan Fent, tapi Marco meneruskan pertarungan mereka, hingga Beta, Gamma dan Delta kelelahan menangkis serangan Marco.
"Kita istirahat sebentar!" kata Marco.
"Fint! Fent!" seru Marco.
Kedua saudara laki-laki Adaline itu kemudian menghampiri Marco.
"Kalian berubah menjadi harimau sekarang, lalu kembali kesini!" ujar Marco.
Walaupun Fint dan Fent tampak kebingungan, namun mereka tetap menuruti perintah Marco.
Ketika mereka kembali menghampiri Marco, dan sudah dengan bentuknya sebagai seekor harimau.
Marco kemudian mulai menyusun rencana latihan pertarungan yang baru.
"Kalian masing-masing, akan melawan Beta dan Delta," ujar Marco.
"Ikut denganku!" ajak Marco.
"Gamma! Kamu juga ikut denganku!" lanjut Marco, kemudian berjalan agak menjauh dari tempat Delta dan Beta berdiri.
Marco kemudian menunjukkan tanda yang ada di tubuh Gamma, dan menyuruh agar Fint dan Fent memperhatikan baik-baik tanda itu, sebelum Marco kembali menghampiri Beta dan Delta, bersama kedua saudara laki-laki Adaline itu.
Sedangkan Gamma, tetap menunggu di bagian yang agak jauh dari tengah halaman.
"Kali ini, kalian akan bertarung dengan menghajar tanda yang di tubuh lawan!" kata Marco kepada Delta, Beta, Fint dan Fent.
"Ingat! Fint dan Fent harus mencari tanda yang aku tunjukkan tadi, dan memukulnya dengan keras, sambil berusaha menghindari serangan Beta atau Delta..." Kata Marco.
"Begitu juga, kalian berdua!
Beta dan Delta harus mencari titik kelemahan yang ada di tubuh Fint dan Fent, sambil kalian menyerang ataupun bertahan, dan melindungi titik kelemahan kalian," kata Marco menjelaskan aturannya.
"Oh, iya! Aku baru ingat! Beta dan Delta tidak boleh memukul terlalu keras tanda di tubuh Fint dan Fent!" lanjut Marco.
"Semuanya sudah mengerti?" tanya Marco.
"Iya!"
__ADS_1
Suara jawaban dari mereka berempat, menjadi tanda bagi Marco untuk menjauh dari tengah halaman.