SHAPESHIFTER

SHAPESHIFTER
Part 33


__ADS_3

Keluarga Bella termasuk dalam golongan orang yang berada dikota itu.


Ben Graham, Daddy Bella itu, pernah menjadi wakil pimpinan kota, adalah orang terpandang, dan cukup dihormati oleh warga penduduk kota, karena sifatnya yang bersahaja, dan jauh dari kata sombong.


Sejak Marco kecil mengenal Bella, Ben yang sering menjadi teman Daddy-nya pergi berburu bebek liar, Marco beberapa kali ikut Daddy-nya berkunjung ke rumah keluarga Graham, dan situasinya masih sama seperti saat ini, saat menerima Marco dirumahnya.


Ketika ada kunjungan Marco, Daddy dan ada kalanya Mommy-nya juga ikut, selalu saja disambut keluarga Graham dengan baik dan ramah.


Tidak ada tanda-tanda penolakan, hanya karena Marco dan keluarganya yang orang biasa-biasa saja, dan dengan gaya hidup keluarga Marco yang sederhana.


Dan sepengetahuan Marco, Bella adalah anak satu-satunya dari keluarga Graham.


"Saya benar-benar penasaran... Berarti, kamu selama ini, bertahan hidup sendirian dirumah lama kalian? Di usia yang masih sangat muda," tanya Ben, dengan alis mengerut.


"Iya. Saya sedikit mengerti cara mengelola kebun, dan peternakan. Jadi, tidak terlalu kesulitan saat harus mengerjakannya seorang diri," kata Marco.


"Hebat! Kamu memang anak Belmont yang luar biasa, dan patut dibanggakan!" ujar Ben, sambil menggeleng-gelengkan kepalanya, dan tersenyum lebar.


"Saya senang, kamu akan menjadi bagian dari keluarga kami!" lanjut Ben.


"Terimakasih pujiannya... Tapi, saya masih perlu banyak belajar..." kata Marco merendah.


"Sewaktu Bella menceritakan tentang Marco kepada saya, saya sempat akan pergi berkunjung ke rumah Marco. Tapi, Bella melarang saya, kalau saya berkunjung secara tiba-tiba, dan mungkin saja hanya akan membuat Marco terganggu," kata Ben.


"Daddy...! Jangan membuat Marco merasa canggung!" celetuk Bella, dengan suara meninggi, yang tiba-tiba sudah berdiri didekat Ben dan Marco sedang duduk.


"Daddy tidak mengganggu Marco...!" ujar Ben pelan.


"Benar 'kan?" lanjut Ben, sambil melihat Marco, seolah-olah ingin mendapatkan pembelaan.


Marco tersenyum, lalu melihat Bella, yang kini menatap Marco dengan matanya yang membesar.


"Saya dan Daddy-mu hanya membicarakan tentang peternakan," kata Marco.


"Hmmm... Oke!" ujar Bella.


"Kita pergi ruang makan, sekarang...! Mommy menunggu disana!" ajak Bella, sambil mengulurkan tangannya kepada Marco.


Marco lalu memegang tangan Bella, dan berdiri dari tempat duduknya.


Begitu juga dengan Ben yang sudah berdiri, kemudian berjalan terlebih dahulu, didepan Marco dan Bella yang menyusulnya.


"Daddy-mu masih seperti dulu..." bisik Marco.

__ADS_1


"Hmmm... Benarkah? Bukannya sekarang dia sudah jauh lebih tua?" ujar Bella, lalu tertawa kecil, tampak jelas kalau, Bella sedang berpura-pura tidak mengerti maksud perkataan Marco.


Sekejap, Marco mengecup kepala Bella, sebelum memasuki ruang makan, dimana Mommy dan Daddy Bella menunggu disana.


"Halo, Marco! Senang bisa bertemu denganmu lagi!" kata Mommy Bella, lalu berpelukan dengan Marco.


"Halo, Mistress Graham! Saya juga senang bisa bertemu dengan anda!" ujar Marco.


"Hmmm... Kalau kamu tidak keberatan, saya lebih suka, kalau kamu memanggil saya Mom..." kata Mommy Bella, sambil menatap Marco lekat-lekat, ketika melepaskan pelukannya dari Marco.


"Eh! Oke, Mom!" kata Marco, lalu tersenyum lebar.


Bella terlihat menggeleng-gelengkan kepalanya, sambil menarik tangan Marco untuk duduk di kursi yang bersebelahan dengannya.


Mommy Bella, dan Ben, terlihat sudah duduk dikursi mereka masing-masing.


"Bagaimana kabar Marco? Sehat?" tanya Mommy Bella.


"Saya baik-baik saja, Mom!" jawab Marco.


"Silahkan dinikmati makanannya! Sebelum semua makanannya menjadi dingin... Kita bisa sambil bercakap-cakap disini," kata Ben.


"Selamat makan!" ucap Marco, Bella dan kedua orang tuanya bersama-sama.


"Bagaimana rencana kalian berdua? Apa tidak mau menggelar pesta?" tanya Ben.


"Tidak perlu, Dad! Aku lebih suka kalau hanya bersama keluarga saja yang merayakannya," kata Bella.


"Hmmm... Oke! Tapi, bagaimana dengan Marco? Mungkin dia ingin sesuatu yang berbeda darimu," kata Ben.


"Saya hanya ikut dengan keinginan Bella saja... Yang mana saja, yang jadi pilihannya, saya ikuti..." kata Marco.


"Hmmm... Kalau menurut Mommy, paling tidak, kita mengundang orang-orang terdekat... Bagaimana?" tanya Mommy Bella.


Baik Bella maupun Marco, hanya terdiam, sambil mengunyah makanan mereka.


"Kamu mau?" tanya Bella, sambil melihat Marco.


"Terserah kamu saja... Tidak masalah..." jawab Marco pelan.


"Asalkan jangan terlalu banyak tamu! Aku sudah melihat beberapa temanku yang menikah, dengan banyak tamu undangan, dan tampaknya sangat melelahkan, saat harus menyambut semua orang yang hadir, satu persatu..." kata Bella.


"Bagus! Kalau begitu, Mommy akan persiapkan pesta kecil-kecilan untuk kalian nanti," ujar Mommy Bella bersemangat.

__ADS_1


"Kalian sudah menentukan tanggalnya?" tanya Ben.


"Belum..." jawab Marco.


"Hmmm... Kalau bisa, sebelum toko kue milikku dibuka," kata Bella.


"Itu tinggal beberapa hari lagi!" kata Mommy Bella, yang tampak cemas.


"Iya," kata Bella datar.


"Hmmm... Satu lagi! Kalian mau menggelarnya dimana? Dirumah Marco atau disini?" tanya Ben.


"Kalau dilangsungkan disini, tidak apa-apa?" tanya Bella, sambil melihat Marco.


"Tidak masalah...!" jawab Marco.


"Maafkan saya! Mungkin akan merepotkan... Tapi, rumah saya memang masih belum selesai direnovasi," lanjut Marco.


"Tidak apa-apa... Kami tidak merasa direpotkan. Marco tidak perlu sungkan," kata Ben.


"Apa kalian bisa menemui Pastor besok?" tanya Ben.


"Bisa!" jawab Marco dan Bella hampir bersamaan.


"Kalau begitu, Mommy akan mempersiapkan untuk acaranya disini. Lusa nanti, semestinya kalian sudah bisa menikah," kata Mommy Bella.


"Baik, Mom!" kata Marco, dan Bella yang lagi-lagi hampir bersamaan.


"Terimakasih banyak atas bantuannya," lanjut Marco.


"Sama-sama... Tidak ada masalah bagi kami. Apalagi saya. Saya justru merasa senang, karena kami diijinkan untuk terlibat dalam pernikahan kalian berdua," kata Mommy bella.


"Iya, benar kata Mommy Bella. Kami justru berharap, kalau-kalau kami masih bisa membantu kalian, agar kami masih merasa berguna, di usia kami yang sudah tidak lagi muda," kata Ben.


"Saya bangga dengan kalian berdua, yang mau berkomitmen, dan tidak hanya seperti anak muda kebanyakan. Dan saya rasa, kedua orang tua Marco juga pasti bangga, dengan keputusan yang kalian ambil," lanjut Ben.


Marco, Bella dan kedua orang tua Bella, lalu melanjutkan memakan makan malam mereka, sambil sesekali berbincang-bincang, dengan pembahasan yang ringan.


"Saya tidak menyangka sama sekali... Gurauan saya kepada Greg, untuk menjodohkan Marco dengan Bella, ternyata bisa menjadi kenyataan. Kasihan Greg dan istrinya, yang tidak sempat melihat pernikahan kalian," celetuk Ben.


"Sudah cukup... Kamu hanya akan merusak kebahagiaan anak-anak kita," kata Mommy Bella.


"Tidak apa-apa... Saya justru merasa senang, karena saya bisa diterima di keluarga Graham, dan diijinkan menikahi Bella," kata Marco.

__ADS_1


"Aku sungguh-sungguh mencintainya..." lanjut Marco, sambil melirik Bella disampingnya, yang sekarang tersipu-sipu, lengkap dengan wajahnya yang merona merah.


__ADS_2