SHAPESHIFTER

SHAPESHIFTER
Part 99


__ADS_3

Keributan yang terjadi di kamar itu, sama sekali tidak dihiraukan oleh Marco, hingga akhirnya pintu kamar itu dibuka dari luar.


Di depan pintu kini berdiri seorang laki-laki yang tampak berusia sekitar lima puluh tahunan.


Marco kembali melihat kilatan aneh di mata laki-laki itu, sama seperti yang sempat di lihat Marco di mata Mommy-nya tadi.


Dibelakang laki-laki itu terlihat banyak shapeshifter yang memakai bentuk hewan, dan tampak berjaga-jaga disana.


"Aku menantang Alpha!" ujar Marco dengan tegas.


Untuk beberapa saat semua yang ada disitu hanya terdiam, dan laki-laki yang kelihatannya adalah Alpha pengganti, tampak melangkah maju mendekat kearah Marco.


"Aku terima tantanganmu!" kata laki-laki itu dengan suara berat dan bergetar.


Laki-laki itu kemudian berbalik, dan berjalan menjauh dari tempat itu, sedangkan beberapa shapeshifter mengawal Marco, Cecilia dan yang lainnya berjalan mengikuti arah perginya Alpha pengganti tadi.


Cecilia yang menggandeng tangan Marco, sedangkan Beta Gamma dan Delta juga nancy yang menyusul di belakang, berjalan cukup jauh menyusuri koridor demi koridor yang ada didalam kastil.


Marco benar-benar hanya mengikuti kawalan, dan berjalan hingga mereka semua tiba di lapangan terbuka di bagian tengah kastil.


Cukup adil bagi Marco, kalau melihat gerak-gerik para shapeshifter pengikut Alpha pengganti, yang tidak berusaha menyakiti dirinya dan yang lainnya, dan hanya mengantar Marco ke tempat itu.


Meskipun demikian, Marco sekarang ini sebenarnya sedang merasa sangat gusar, dan dia hampir kewalahan mengendalikan dirinya untuk menahan kekesalannya.


Tapi, Marco tetap berusaha tetap terlihat tenang sebisanya, hingga keringatnya kini terasa membasahi kening dan punggungnya.


Alpha pengganti, Eackbert, sekarang tampak berdiri di tengah-tengah lapangan terbuka, dan Marco kemudian ikut turun ke lapangan itu, dan berhadap-hadapan dengan Eackbert.


Marco lalu melayangkan pandangannya ke sekeliling tempat itu.


Sekarang ini, tempat itu sudah banyak sekali shapeshifter yang memakai bentuk hewan pilihan mereka.


Shapeshifter-shapeshifter itu berdiri, dan hampir membentuk bundaran seperti pagar betis, yang mengelilingi Marco dan Eackbert.


Hanya Cecilia, Beta, Gamma, Delta dan Nancy yang masih terlihat dengan bentuknya sebagai manusia.


"Pilih bentuk pertamamu!" kata Eackbert.


Marco kemudian berubah bentuk sebagai burung pipit, dan sontak jadi bahan tertawaan, ketika badan kecil Marco berusaha keluar dari pakaiannya yang menutupinya.


"Apa kamu yakin?" tanya Eackbert yang tampak berwajah datar, dan tidak tertawa sama sekali.


"Iya," jawab Marco.

__ADS_1


Setelah menjawab pertanyaan Eackbert, seketika itu juga Eackbert berubah menjadi seekor elang, hingga pakaiannya yang terkoyak terlempar berhamburan ke tanah.


Bahkan ada beberapa potongan pakaian Eackbert yang sempat mengenai Marco, dan Marco harus mengibasnya agar benda itu tidak menutupinya.


Marco terbang pertama kali, dan dengan kecepatan tinggi, menjauh dari tanah lapangan terbuka itu.


Tentu saja tidaklah sulit bagi elang Eackbert mengejarnya, hanya dalam hitungan detik Marco bisa merasakan kalau Eackbert sudah sangat dekat dengannya.


Bukan tanpa alasan, Marco memang sengaja memilih burung pipit, agar dia bisa bergerak lincah untuk menipu Eackbert.


Beberapa kali serangan paruh dan cakar elang Eackbert yang mengarah ke tubuhnya, bisa dihindari Marco dengan mudah.


Marco justru agak kewalahan dengan hembusan angin yang dihasilkan kepakan sayap Eackbert, hingga membuat Marco sempat beberapa kali terdorong agak jauh.


Marco tidak gentar, melainkan semakin gigih mendekati tubuh Eackbert demi mencari tanda cacat di tubuhnya itu.


Mereka berdua menghabiskan cukup banyak waktu di angkasa, karena Marco juga kesulitan menemukan tanda di tubuh Eackbert itu.


Marco bahkan hampir menyesali keputusannya yang memilih bentuk burung pipit, yang ternyata penglihatannya kurang baik.


Dan tepat saat Marco bisa melihat titik kelemahan Eackbert, perhatiannya yang teralihkan, membuat Marco mendapat serangan dari cakar Eackbert dengan cukup keras di punggungnya.


Marco kehilangan keseimbangan.


Dengan sayap yang tidak bisa dibukanya, terang saja Marco menukik tajam, terjatuh turun dari angkasa dengan kecepatan tinggi, seperti batu yang di jatuhkan dari ketinggian.


Sudah begitu keadaannya, Marco masih sempat beberapa kali menerima tendangan dari cakar Eackbert, hingga membuat laju jatuhnya menjadi lebih cepat lagi.


Badan Marco terasa panas, saat bergesekan dengan udara, dan Marco hampir saja kehilangan kesadaran karena tekanan dan rasa panas itu.


Detik-detik terakhir sebelum Marco menyentuh permukaan tanah, akhirnya Marco bisa menggerakkan sayapnya, dan membukanya lebar-lebar.


Tapi, karena sudah terlalu dekat dengan tanah, Marco tidak bisa menahan jatuhnya, dan terbanting keras diatas atas tanah lapangan, hingga Marco terguling-guling cukup lama dan cukup jauh dari titik jatuhnya.


Kelihatannya, memang sudah menjadi aturan dalam pertarungan shapeshifter, hingga tidak ada satupun yang berani mendekat untuk membantu, ataupun menyakiti Marco.


Marco berusaha keras agar bisa kembali berdiri tegak, tepat saat cakar Eackbert hampir saja menekannya ditanah.


Nyaris.


Untung saja Marco sempat menghindar, kemudian segera berubah menjadi Great Horned Owl saat itu juga.


Semua terjadi hanya sepersekian detik, hingga Marco tidak sempat memikirkan apa-apa di sela waktu itu.

__ADS_1


Marco menendang dengan kedua cakarnya, menggunakan seluruh kekuatannya yang terkumpul untuk beberapa detik tadi, ke bagian dada elang Eackbert.


Karena tendangan Marco, elang Eackbert terdorong mundur dan hampir terbaring ketanah.


Titik kelemahan Eackbert yang berada hampir di bagian ekornya, akan kesulitan bagi Marco memukul titik itu jika mereka masih berada ditanah.


Marco lalu mengepakkan sayapnya hingga dia terbang, terangkat sedikit dari tanah.


Elang Eackbert lalu mengikuti gerakan Marco, namun bukannya menyerang Marco, Eackbert tampaknya akan pergi untuk mengganti bentuk tubuhnya.


Eackbert terlihat terbang menjauh dari Marco, namun Marco tidak memberikan kesempatan yang cukup bagi Eackbert untuk melarikan diri.


Dengan kecepatan tinggi, Marco menyusul dan menendang dengan sekuat tenaganya tepat di tanda cacat Eackbert.


Pekikan suara elang Eackbert nyaring terdengar, diiringi dengan suara dentuman tubuh Eackbert yang membentur keras ke tanah.


Sayap Eackbert tampak bergerak-gerak liar seperti burung yang sekarat dan hampir mati, ketika Marco memijakkan cakarnya ke tanah, didekat tubuh elang Eackbert terbaring.


Sekali lagi, Marco kemudian memukul dengan keras dengan cakarnya, di tanda cacat Eackbert, hingga Eackbert tampak tidak bergerak lagi.


Kelihatannya, Eackbert jatuh pingsan.


Marco memang tidak berniat membunuh Uncle-nya itu.


"Aku mengklaim kekuasaan Alpha!" ujar Marco dengan suara nyaring meninggi.


Shapeshifter-shapeshifter yang ada disitu, kemudian tampak terdiam, saat Marco terbang kembali ketengah-tengah lapangan.


"Beta! Gamma! Delta!" seru Marco memanggil ketiga shapeshifter, yang tampak segera berlari menghampirinya.


"Alpha pengganti tidak mati..." bisik Marco.


"Apa yang..." Pertanyaan Beta terhenti, karena Marco menyelanya.


"Ssshh..." Marco mendesus.


"Buang mayatnya ketengah lautan!" ujar Marco dengan suara nyaring, agar semua shapeshifter disitu bisa mendengar perkataannya.


"Bawa dia ketempat Nancy, dan tahan dia disana..." bisik Marco lagi buru-buru.


Akhirnya, Beta Gamma dan Delta tampaknya mengerti dengan maksud Marco, dan buru-buru berlari ke arah tubuh elang Eackbert yang terlihat masih tidak ada pergerakan sama sekali.


Marco kemudian mengubah bentuknya sebagian, hingga dia terlihat hebat dengan bentuk manusia yang bersayap Great Horned Owl.

__ADS_1


"Apa ada yang mau mencoba menantangku?" tanya Marco.


__ADS_2