
Sambil memakan makanannya, Marco sesekali menceritakan tentang apa yang dia alami, dan apa yang dia lakukan.
Termasuk tingkahnya yang berpura-pura di depan Nancy, Beta, Gamma dan Delta, juga saat dia berpura-pura terpengaruh oleh Peri, hingga Peri itu membuat Marco bisa berhadapan langsung dengan Eackbert.
"Aku meminta dia membantuku agar bisa segera menemui Eackbert....
... Terang saja, Cecilia bisa membuat Eackbert yang memang sedang dalam kendalinya, untuk mendatangiku," ujar Marco.
Beta dan Delta, tampak manggut-manggut seolah-olah mengerti dengan apa yang dibicarakan Marco.
"Jadi, aku dalam kendalinya selama seharian penuh?" tanya Marco.
"Yang kamu ingat terakhir adalah setelah pertarunganmu, bukan?" tanya Delta.
Marco menganggukkan kepalanya.
"Iya. Itu terjadi kemarin sore," ujar Delta.
"Hmmm... Padahal, yang aku rasakan seolah-olah hanya beberapa jam saja," kata Marco.
"Kalau mendengar ceritamu, berarti cara kerja kemampuan Peri itu, adalah dengan menarik kesadaran asli korbannya, dan membentuk halusinasi yang di sukai korbannya itu....
... Lalu, Peri itulah yang menguasai raga korbannya, dan memakainya seperti boneka," kata Delta.
"Iya. Aku rasa seperti itu, karena kamu bilang tingkahku aneh, dan tidak seperti aku biasanya," ujar Marco.
Marco sudah selesai memakan makanannya, dan beberapa shapeshifter pekerja yang menunggu di sudut ruangan segera merapikan meja makan, setelah Marco berdiri dan berjalan keluar bersama Beta dan Delta.
"Di mana Mommy-mu sekarang?" tanya Beta.
"Dia di tempat Nancy. Aku meminta Gamma mengobatinya," jawab Marco.
"Apa kamu bilang?" tanya Beta yang tampak keheranan.
"Tenang saja! Marco pasti tahu apa yang dia lakukan," ujar Delta dengan suara datar.
"Kamu mau kemana sekarang? Menjemput Bella? Atau kembali ke tempat Nancy?" tanya Delta.
"Hmmm ... Mungkin, kita singgah di tempat Nancy saja dulu," jawab Marco.
Mereka bertiga kemudian mendatangi rumah Nancy, dengan Marco yang hanya berubah bentuk sebagian, agar bisa membawa pakaian mereka ke sana.
Setibanya di rumah Nancy, Gamma terlihat sedang mengoleskan obat di atas luka Cecilia yang sudah dijahit, hingga tertutup rapat.
Cecilia masih belum sadarkan diri, dan Nancy menemani Gamma dan Cecilia di situ.
"Aku mau bertemu dengan Eackbert!" ujar Marco.
"Masuk saja! Beta dan Delta tahu tempatnya," kata Nancy.
Marco kemudian berjalan masuk bersama Beta dan Delta, untuk melihat keadaan Eackbert.
Laki-laki itu tampaknya tidak berpakaian dan hanya ditutupi dengan selimut, berbaring di atas tempat tidur, dan kelihatannya masih tertidur pulas.
"Wajah dan rupa Daddy-mu sama persis seperti dia," celetuk Nancy, yang tiba-tiba sudah berada di situ bersama mereka.
Eackbert laki-laki yang bergaris wajah tegas, dengan rahang yang lebar, bersudut, masih tersisa ketampanannya meski garis-garis halus keriput, sudah hampir memenuhi seluruh permukaan kulit wajahnya.
"Wajahnya mirip denganmu! Kalau kamu tua nanti, kamu akan terlihat seperti dia," ujar Beta.
Memang benar kata Beta, Marco seperti sedang bercermin dengan masa tuanya nanti.
Tiba-tiba Eackbert membuka matanya, dan menatap lurus ke langit-langit kamar untuk beberapa saat, sebelum dia menoleh dan melihat kearah Marco, Nancy, Beta dan Delta.
Pandangan Eackbert tampak kembali ke arah Marco, dan menatapnya lekat-lekat.
"Eackheart?" tanya Eackbert dengan alis mengerut.
"Bukan. Saya anaknya. Nama saya Marco," jawab Marco.
Eackbert lalu terlihat menangis sesenggukan, sambil memegang perutnya bagian bawah.
__ADS_1
"Dia mengalami lebam parah di dekat tulang ************," bisik Beta di telinga Marco.
"Kenapa anda menangis?" tanya Marco.
"Apa yang terjadi? Kenapa Eackheart memiliki anak yang sudah dewasa? Kenapa aku tidak tahu apa-apa? Apa aku sudah gila?" tanya Eackbert.
"Tidak. Anda hanya mengalami amnesia sebagian," jawab Marco
"Di mana Cecilia?" tanya Eackbert.
"Dia ada di luar!" jawab Marco.
"Sungguh? Apa dia baik-baik saja?" tanya Eackbert.
"Iya. Dia hanya sedang tidur saja ... Anda juga sebaiknya beristirahat. Kalau anda sudah sehat, anda bisa bersamanya," kata Marco.
Eackbert mengangguk pelan.
Marco kemudian mengajak semua yang lain, yang berada di situ untuk keluar dari kamar itu, agar Eackbert bisa kembali beristirahat.
Mereka semua kemudian duduk berkumpul di sofa, di dekat Cecilia yang masih terbaring.
"Tidak perlu ada yang membicarakan tentang kejadian di antara ingatan yang Eackbert lupakan. Biarkan saja dia menjalani sisa hidupnya dengan tenang....
... Meskipun kita memberitahu Eackbert tentang kematian saudaranya karena perbuatannya, hanya akan membuatnya tersiksa dengan perasaan bersalah, tanpa mengubah apa-apa...
... Yang sudah terjadi, tidak perlu di ungkit lagi," kata Marco.
Sesaat setelah Marco bicara, tiba-tiba terdengar suara isakan tangis dan datangnya dari Cecilia.
"Anda sudah sadar?" tanya Gamma, yang buru-buru menghampiri Cecilia, dan berjongkok di dekatnya.
Marco kemudian ikut menghampiri Cecilia.
"Kenapa anda menangis? Apa masih terasa sangat sakit?" tanya Marco.
"Tidak. Luka ku tidak seberapa, jika dibandingkan dengan tingkah laku buruk yang aku lakukan," jawab Cecilia.
"Tidak perlu menangis lagi. Semua di masa lalu hanya bisa disesali, dan itu percuma saja...
... Anda hanya perlu menjadi orang yang baik bagi semua orang ke depannya nanti....
... Aku rasa, kalau anda menemani Eackbert, mungkin juga akan jadi hal yang baik bagi kalian berdua," ujar Marco.
Marco kemudian menghampiri Nancy.
"Grandma! Aku titipkan Cecilia dan Eackbert kepadamu. Aku ingin segera kembali menemui pasanganku. Aku merindukannya," kata Marco.
"Apa kalian tidak mau tinggal di kastil?" tanya Nancy.
"Hmmm ... Bagaimana, ya?!" ujar Marco.
"Apa Grandma bisa mengatur pekerjaan di sini? Buatkan jalan raya untuk pergi ke kastil, jadi kita semua tidak perlu kesulitan untuk masuk keluar dari sana," lanjut Marco.
"Apa sulitnya?" tanya Nancy.
"Grandma! Apa Grandma lupa, kalau pasanganku itu manusia biasa? Apa aku harus selalu membawanya masuk keluar kastil, dengan bertelanjang dada?" tanya Marco.
Suara tawa Beta, Gamma dan Delta, terdengar renyah.
Nancy juga ikut tertawa kecil.
"Baik! Grandma akan mengurusnya. Dalam beberapa bulan ke depan, pasti jalan ke sana sudah siap pakai," kata Nancy.
"Apa kalian ikut denganku?" tanya Marco, sambil melihat Beta, Gamma dan Delta.
"Tentu saja!" jawab Beta dan Delta bersamaan.
"Aku tidak ikut. Aku masih harus merawat Cecilia dan Eackbert," jawab Gamma.
"Oke!" ujar Marco.
__ADS_1
"Grandma! Cecilia! Kami pergi dulu!" lanjut Marco.
Marco, Beta dan Delta kemudian terbang pergi dari pemukiman utama shapeshifter, dan kembali ke rumah Marco di kota Bridget.
****
Adaline yang sekarang lebih fokus mengurus toko kue, terlihat semakin akrab dengan Beta.
Fint dan Fent juga semakin pintar mengurus hewan ternak, dan juga semakin lancar mengemudi mobil.
Flints yang sudah kembali ke rumah Marco, lebih sering menghabiskan waktunya bersama Seba di dapur.
Delta berkencan dengan Ariel, anak keluarga Cooch yang bekerja di toko kue milik Bella, dan hampir setiap sore, Delta mengunjungi rumah keluarga Cooch untuk bertemu dengan Ariel.
Sudah kurang lebih empat bulan berlalu.
Kini perut Bella sudah sedikit membuncit dan Marco jadi semakin senang untuk menyentuhnya, bahkan sering berbicara sambil menempel di perut Bella.
Ketenangan yang mereka nikmati sejak berakhirnya perebutan kekuasaan Alpha, terganggu dengan bunyi telepon yang berulang-ulang siang itu.
Nancy memberitahu kepada Marco, kalau jalan menuju ke kastil sudah selesai dibuat, dan Nancy berharap agar Marco serta keluarganya bisa segera tinggal di kastil.
Setelah berembuk, Seba dan Flints, begitu juga Fint dan Fent akan tetap tinggal di rumah Marco.
Sedangkan, Adaline, Beta dan Delta ikut bersama Marco dan Bella.
Semua orang kemudian bersiap-siap, dan mengatur perjalanan mereka yang pergi ke pemukiman utama shapeshifter.
Toko kue milik Bella, diserahkan kepengurusannya kepada orang tua Bella, hingga masa kontrak tempat itu berakhir.
Orang tua Bella yang berpikiran terbuka, membuat Marco tidak kesulitan untuk meminta izin membawa Bella pindah dari kota itu.
Tentu saja, mereka masih harus menyembunyikan perihal shapeshifter, dari orang tua Bella, dan hanya beralasan kalau Marco dan Bella pindah ke kota lain, karena mendapat bisnis baru yang jauh lebih baik di sana.
Semenjak kepindahan mereka ke kastil, Eackbert, Cecilia dan Nancy juga ikut menetap di kastil itu.
Marco, Beta, Gamma dan Delta, masih sering bertarung meski hanya sekedar menggerakkan badannya saja.
"Aku bosan dengan permainan kita yang berulang!" ujar Marco, ketika Beta, Gamma dan Delta menghampiri Marco, yang sedang duduk-duduk bersantai bersama Bella dan Adaline.
"Apa kamu mau mencoba sesuatu yang baru?" tanya Delta.
"Apa itu?" Marco balik bertanya.
"Kamu mau kita pergi berjalan-jalan ke tempat pemukiman kaum lain?" tanya Delta.
Marco terdiam sambil menatap Bella.
"Kenapa melihatku? Tidak perlu mengkhawatirkan aku, masih dua bulan lagi sebelum waktunya untuk aku melahirkan," kata Bella.
"Kira-kira bisa menghabiskan waktu berapa lama?" tanya Marco.
"Tiga hari sudah paling lama, lalu kita kembali ke sini," jawab Delta.
"Bagaimana? Mau mencoba petualangan baru?" lanjut Delta.
"Oke!" jawab Marco.
___________ TAMAT____________
NB:
Terimakasih sudah membaca tulisan ini hingga akhir. 🤗🙏
Terimakasih banyak bagi readers yang sudah mendukung author baik berupa like, komentar, gift, dan vote , dari awal hingga penulisan cerita ini berakhir. 🤗🙏
Dukungan kalian sangat bermakna dan membekas di hati author 🤗🙏
Coretan ini tidak hebat, dan benar-benar hanya tulisan sederhana, namun harap di maklumi saja , ya?!😅 Karena author memang masih perlu banyak belajar 😁🙏
Mohon dimaafkan, kalau ada kata-kata dari tulisan author yang kurang berkenan di hati readers. 🤗🙏
__ADS_1
TERIMA KASIH.♥️