SHAPESHIFTER

SHAPESHIFTER
Part 66


__ADS_3

Hingga Marco mengikuti Bella, masuk kedalam air sungai, dan berendam disana sambil memeluk Bella, sesuatu yang mendongak didalam celana pendek tipisnya, masih terasa sangat mengganggu Marco.


"Sayang! Jangan begini! Coba untuk kendalikan dirimu!" bisik Bella, yang mungkin menyadari kalau ada sesuatu yang keras yang menyentuhnya.


"Jangan memaksaku! Aku juga tidak tahu bagaimana cara mengendalikannya," kata Marco ketus.


Marco tidak berbohong, dan memang berkata apa adanya, karena dia sendiri hampir tidak tahan lagi dengan rasa sakit di kepalanya yang seakan menjadi-jadi.


Sudah beberapa kali Marco berusaha menarik nafasnya dalam-dalam, lalu menghembuskannya dengan pelan, namun seolah-olah itu hanya sia-sia, dan dia tidak bisa merasa tenang.


Detak jantung yang berdebar-debar, membuat Marco bernafas dengan sangat cepat.


Marco kebingungan untuk mengalihkan perhatiannya, dari keinginannya untuk menyentuh Bella.


Dengan melihat kesana kemari, Marco berharap ada sesuatu yang bisa menarik perhatiannya, dan mengganti isi pikirannya saat itu.


Ketika Marco melihat kearah Beta, dan beberapa laki-laki lain yang berenang tidak jauh dari mereka, barulah Marco berhenti memikirkan apa yang ingin dia lakukan kepada Bella.


Bagaimana tidak?


Meskipun gerombolan laki-laki itu berendam didalam air yang mencapai dada mereka, namun air sungai yang jernih, membuat Marco masih bisa melihat area sensitif mereka, dan Marco merasa geli melihatnya.


Akhirnya, Marco bisa bernafas lega, dan bisa memeluk Bella dengan rasa santai.


Marco melihat Adaline yang berenang dekat sekali dengan Marco dan Bella, namun tampaknya apa yang dikatakan oleh seba memang benar adanya.


Wajah Adaline yang cantik, dengan bentuk tubuhnya yang lumayan bagus, terlihat jelas karena hanya memakai pakaian renang yang lebih terbuka daripada yang dipakai Bella, namun Marco sama sekali tidak merasakan sesuatu saat melihatnya.


Hanya seperti melihat wanita cantik biasa, tanpa ada sedikitpun rasa tergoda ataupun bernafsu untuk menyentuhnya.


Marco jadi semakin penasaran bagaimana kisahnya, dari cinta segitiga antara orangtuanya dan Alpha pengganti.


Apa yang sebenarnya terjadi kepada orang tuanya itu?


Dan bagaimana hingga Daddy Marco bisa sampai terikat dengan Mommy Marco?


Sedangkan Mommy Marco katanya adalah pasangan dari Alpha pengganti.


Apakah mungkin Mommy Marco mengobral cintanya, kepada Daddy Marco dan Alpha pengganti?


Marco menggeleng-gelengkan kepalanya, dengan rasa tidak percaya akan apa yang sedang dia pikirkan sekarang.


"Ada apa?" tanya Bella.


"Tidak ada..." jawab Marco.

__ADS_1


"Hmmm... Apa kamu sedang membayangkan sesuatu yang nakal?" tanya Bella, sambil tersenyum lebar dan melirik kearah Adaline.


Marco mengerti maksud pertanyaan Bella, dan menjawabnya dengan tegas dan mantap,


"Tentu saja tidak!"


"Kalau kamu tidak percaya, bisa kamu periksa saja sendiri!" lanjut Marco, sambil menarik tangan Bella, dan mengarahkannya ke bagian bawah perut Marco.


Dengan cepat Bella menarik tangannya, sambil tertawa terbahak-bahak.


"Iya. Aku percaya. Tidak perlu kamu membuatku memeriksanya," kata Bella, yang tampak berusaha agar bisa berhenti tertawa.


Marco memeluk Bella dengan erat.


"Hanya kamu yang aku mau..." bisik Marco.


"Hmmm... Oke! Baguslah kalau begitu! Aku juga hanya mau kamu," kata Bella, sambil berbisik lalu mencium leher Marco.


Marco merasa ada yang lain saat bibir Bella menyentuh lehernya.


Oh, Gosh!


Tolong!


Terjadi lagi...


Bella tampaknya menyadari sesuatu yang terjadi pada Marco.


Marco berdiri terdiam dan hanya bisa menggigit bibirnya sendiri, saking gemasnya dengan gerak-gerik Bella yang terlihat seolah-olah sedang meledeknya.


Bella!


Tunggu saja kalau sudah tiba dirumah!


Marco pasti akan menghukum kenakalanmu, hingga kamu memohon ampun.


Setelah menarik nafas panjangnya yang terasa berat, Marco kemudian menyusul Bella yang sekarang sudah keluar dari sungai, dan terlihat duduk diatas alas bersama Adaline dan Seba.


Dengan tetap berdiri didekat Bella, Marco kemudian mengambil kemejanya, dan dipakainya untuk menutupi badan Bella.


"Untuk apa?" tanya Bella dengan alisnya yang mengerut.


"Apa kamu memang mau aku membawamu pulang sekarang juga?" tanya Marco, dengan suara bergetar.


Bella tampak menurunkan pandangannya ke bagian bawah perut Marco yang kini sedikit membungkukkan badannya, lalu Bella kembali melihat ke wajah Marco sambil tertawa, dengan tangannya yang menutupi mulutnya.

__ADS_1


Marco menggigit bibirnya sendiri, sambil menatap Bella lekat-lekat dengan rasa gemas.


Fint, Fent, Beta dan Delta tampak ikut menghampiri tempat duduk itu, dengan hanya mengenakan celana dan masih bertelanjang dada.


Shapeshifter memang tidak pergi ke tempat berolahraga yang pada umumnya dilakukan manusia biasa, namun kegiatan mereka saat berganti bentuk, kurang lebih sama, bahkan lebih berat jika dibandingkan dengan orang yang berolahraga di gym.


Sehingga, tidaklah mengherankan jika semua tubuh laki-laki shapeshifter, tampak padat berbentuk dan berotot.


Pemandangan seperti model iklan minuman berprotein tinggi, seolah-olah sedang menunggu penilaian juri, kini sedang duduk manis berjejer rapi didepan Marco, Bella dan Adaline.


Tentu saja, kalau Marco ikut duduk di sebelah mereka, maka Marco pasti akan jadi pemenangnya.


Atau itu hanya harapan dan dugaan Marco?


Ah, sudahlah...


Mereka semua tidak sedang menunggu pengumuman pemenang yang menentukan siapa yang terbaik, melainkan sedang menunggu makan siang yang sedang dikeluarkan Seba dari tempat bekal.


Sembari menikmati makan siangnya, sempat beberapa kali Marco menangkap basah, saat Adaline dan Beta tampak saling tersenyum.


Dari gelagat yang terlihat antara mereka berdua, Marco menduga kalau Adaline dan Beta mungkin saling tertarik antara satu sama lain.


Bagus saja.


Entah mengapa Marco memang lebih suka melihat keberadaan Beta daripada Delta, dan kalau Beta sampai berpasangan dengan Adaline, Marco juga ikut merasa senang.


Setelah semua sudah selesai makan, beberapa dari mereka tampak berubah bentuk dan berlari kedalam hutan, meninggalkan Bella, Marco dan Seba disitu.


Bella tampak asyik berjemur sambil terlentang di atas alas, yang sudah bersih dari barang-barang yang sudah dirapikan Seba kembali kedalam tempat bekal.


Marco terpikir untuk kembali mencari tahu apa saja yang Seba tahu, dan apa yang pernah dia bicarakan dengan Beta.


"Seba!" ujar Marco.


"Iya. Ada apa?" tanya Seba, sambil menoleh kearah Marco.


"Apa Beta senior pernah memberitahumu, bagaimana dia bisa tahu tentang apa yang terjadi antara orang tuaku dan Alpha pengganti?" tanya Marco.


"Sebelum pergeseran kepemimpinan, Beta bukan kaum pelarian. Mereka semua menetap di kastil...


Itu sebabnya, Beta mengetahui apa saja yang terjadi disana. Kecuali tentangmu, karena kamu dibawa keluar dari kastil, tidak berapa lama setelah kamu lahir," jawab Seba.


"Lalu, Apa kamu bisa menceritakan, apalagi yang kamu tahu, yang mungkin sudah diceritakan Beta senior kepadamu, tentang orang tuaku dan Alpha pengganti?" ujar Marco.


Seba tampak melihat kearah Bella, seolah-olah dia merasa kurang nyaman untuk membicarakan hal itu didepan Bella.

__ADS_1


"Tidak apa-apa. Ceritakan saja!" kata Marco memaksa.


__ADS_2