SHAPESHIFTER

SHAPESHIFTER
Part 85


__ADS_3

Ketika Marco tiba, dan berjalan memasuki toko itu, dimana Bella menunggunya, mata Marco terbelalak.


Detak jantungnya berdegup kencang tidak beraturan, hingga darahnya yang mengalir terlalu cepat, membuat lutut Marco seakan-akan kehilangan tenaganya.


Kedua tangan Nancy, tampak berada di leher Bella yang duduk membelakangi Marco.


Dengan kaki bergetar, Marco setengah berlari menghampiri Nancy dan Bella, sambil berteriak,


"Nancy!"


Seketika itu juga, Bella menoleh kearah datangnya Marco, begitu juga dengan Nancy yang menampakkan raut wajah kebingungan.


"Ada apa?" tanya Nancy.


"Apa yang sedang kamu lakukan?" Marco balik bertanya, dengan nafasnya yang masih terengah-engah.


"Aku sedang memakaikan kalung shapeshifter di leher Bella," jawab Nancy.


Marco kemudian melihat kearah Bella yang tampak keheranan melihat Marco, dan dilehernya kini terpasang kalung berliontin berwarna biru terang.


Marco menarik nafas panjang, dan menghembuskannya dengan perlahan.


Ternyata, Marco sudah salah menduga.


"Memangnya, apa yang kamu kira sedang aku lakukan?" tanya Nancy, dengan raut wajah tidak senang.


"Maaf...! Aku kira kamu hendak menyakiti Bella..." jawab Marco pelan, dan penuh penyesalan.


"Apa kamu kira aku ini sudah gila?" tanya Nancy, dengan suara meninggi.


Nancy terlihat menggeleng-gelengkan kepalanya, seolah-olah dia tidak percaya dengan apa yang baru saja Marco katakan.


"Aku memberikan pasanganmu liontin shapeshifter yang asli. Agar supaya, kalau dia melahirkan keturunanmu nanti, kalung itu bisa di pakai anakmu," ujar Nancy, masih dengan raut wajah kesal.


"Maafkan aku..." ucap Marco pelan, lalu ikut duduk di samping Bella.


"Baik, aku maafkan kamu kali ini..." jawab Nancy.


"Aku maklumi, kalau kamu mungkin belum bisa percaya kepadaku," lanjut Nancy.


"Apa mereka sudah kembali?" tanya Bella.


"Aku baru saja bertemu Beta. Sedangkan yang lain, masih belum terlihat," jawab Marco.


"Beta? Kalian bersama Beta?" tanya Nancy tiba-tiba.


Kerutan di kening nancy, terlihat semakin dalam, saat dia bertanya kepada Marco.


Marco terdiam.


Apa mungkin Marco sudah salah bicara?


Seharusnya, Marco tidak memberitahu, siapa yang ikut bersama mereka ke tempat itu.

__ADS_1


"Apa lidahmu sekarang menjadi kelu? Hingga kamu tidak bisa menjawab pertanyaanku?" tanya Nancy.


Marco bertatap-tatapan dengan Bella.


Marco ingin mendapat sedikit saran dari Bella, namun tampaknya wanita itu juga tidak bisa memberikan Marco apa-apa.


"Iya. Kami datang bersama Beta," jawab Marco.


"Suruh dia masuk! Jangan biarkan dia berlama-lama diluar! Bisa menarik perhatian!" perintah Nancy.


"Tapi, dia masih menunggu teman kami yang lain," ujar Marco.


"Bergantian dengannya! Kamu saja yang menunggu diluar!" kata Nancy.


Marco menuruti perkataan Nancy, dan segera berdiri dari tempat duduknya, kemudian berjalan keluar menemui Beta.


"Ada apa?" tanya Beta, ketika Marco berjalan mendekat kepadanya, yang sekarang sedang berdiri di selasar toko.


"Kamu masuk saja kesana!" kata Marco, sambil menunjuk pintu yang hanya terhalang kain gorden.


"Bella sedang di dalam sana bersama seseorang," lanjut Marco.


"Siapa?" tanya Beta.


"Panjang, kalau harus aku jelaskan sekarang. Nanti saja! Kamu masuk saja dulu kesana! Biar aku yang menunggu Gamma dan Delta," jawab Marco.


Tanpa banyak berkomentar lagi, Beta kemudian berjalan masuk, mengarah kemana yang di tunjukkan Marco tadi kepadanya.


Kini, Marco sibuk melihat kesana kemari, mencari tanda-tanda keberadaan Gamma, maupun Delta.


"Kamu sendirian?" tanya Delta, setelah dia benar-benar dekat dengan Marco, dan tampak melihat ke sekitarnya.


"Tidak. Beta, dan Bella, ada didalam," jawab Marco, sambil menunjuk ke jalan masuk di dalam toko.


"Dimana Gamma?" tanya Marco.


"Dia belum kembali?" Delta balik bertanya.


"Kalau dia sudah kembali, untuk apa aku harus bertanya kepadamu?!" ujar Marco ketus.


"Maaf..." jawab Delta.


"Masuk saja kamu kedalam sana! Tunggu nanti aku menyusul, kalau Gamma sudah bersamaku," perintah Marco.


Delta menganggukkan kepalanya, lalu menuruti perintah Marco, berjalan ke dalam toko.


Menit demi menit berlalu saat Marco menunggu, namun batang hidung Gamma belum terlihat.


Dimana Gamma?


Apa memang ada sesuatu yang terjadi?


Atau hanya sekedar kekhawatiran Marco saja, karena sudah tidak sabar menunggunya untuk kembali.

__ADS_1


Rasanya, hampir setengah jam, Marco berdiri di selasar toko itu, sambil melayangkan pandangannya ke segala arah, namun Gamma masih belum terlihat.


Hampir saja, Marco masuk kedalam dan berniat untuk menyuruh Beta menyusul Gamma, namun pemuda itu akhirnya terlihat, di tempat yang tidak terlalu jauh dari tempat Marco berdiri sekarang.


Gamma tampak melihat kesana-kemari, sebelum akhirnya pandangannya dan Marco beradu, dan Gamma berjalan menghampiri Marco.


"Kenapa kamu lama sekali?" tanya Marco, ketika Gamma sudah berada didekatnya.


Gamma tidak menjawab pertanyaan Marco, dan hanya terdiam disitu, seolah-olah ada yang sedang dia pikirkan.


"Ayo, ikut masuk denganku!" ajak Marco, kemudian berbalik dan berjalan masuk ke dalam toko.


Gamma tampak menyusul Marco, sambil berjalan pelan, dan masih tidak mengeluarkan suaranya.


Didalam, Bella tampak berbincang-bincang dengan Nancy, sedangkan Beta dan Delta, hanya terdiam sambil memandangi kedua wanita itu.


"Siapa dia ini?" bisik Beta, ketika Marco duduk di antara dia dan Bella.


"Katanya, dia adalah adik dari Daddy Alpha terdahulu..." jawab Marco sambil ikut berbisik-bisik.


"Apa?" tanya Beta seolah-olah tidak percaya, dan tampaknya dia tidak sadar, kalau suara yang dia keluarkan cukup nyaring.


Semua mata tampak melihat kearah Beta untuk beberapa saat, sebelum Nancy kembali berbincang-bincang dengan Bella.


"Apa kamu yakin ini tidak apa-apa?" tanya Beta dengan suara berbisik-bisik.


"Aku tidak tahu... Tapi, aku rasa tidak ada apa-apa, sejak kami kesini tadi," jawab Marco.


"Maafkan saya, anak-anak!" ucap nancy tiba-tiba.


Sontak perkataan Nancy, membuat semua yang ada disitu menatapnya lekat-lekat.


"Mungkin saya kurang sopan, hingga sedari tadi belum menyapa kalian semua...


Harap kalian maklumi...


Saya benar-benar ingin berbicara dengan cucu mantuku, selain karena ini kali pertama saya bisa bertemu Alpha dan pasangannya, juga karena rasa penasaran saya tentang keadaan di dunia luar," kata Nancy.


"Apa kalian mau minum sesuatu? Kalian tidak terburu-buru, bukan?" tanya Nancy.


Beta, Gamma dan Delta, melihat kearah Marco sebentar, sebelum mereka semua secara bersamaan, menggelengkan kepala mereka.


"Tunggu sebentar!" kata Nancy, kemudian berdiri dan berjalan mengarah ke toko.


"Apa yang terjadi?" tanya Beta.


"Aku tidak tahu harus memulainya dari mana... Yang jelas, kita semua pasti memiliki pertanyaan masing-masing, dan aku rasa kita tidak bisa membicarakannya disini," jawab Marco.


"Nanti di perjalanan pulang, aku jelaskan. Aku juga butuh penjelasan dari kalian," lanjut Marco.


Sama seperti pertama kali Marco masuk ketempat itu, dan dilayani oleh salah satu pegawai toko.


Kali ini, mereka pun dilayani salah satu pegawai toko tadi, dan disajikan minuman dan sedikit camilan.

__ADS_1


"Apa ada sesuatu yang ingin kalian tanyakan?" tanya Nancy.


"Tidak usah malu-malu. Aku yakin kalian semua pasti kebingungan, kenapa Alpha bisa bersama denganku di tempat ku ini," lanjut Nancy.


__ADS_2