
Auman demi auman yang saling mengintimidasi, membahana di halaman belakang rumah Marco.
Marco tidak tahu lagi yang mana dari mereka yang adalah Fint dan Fent, ataupun Beta dan Delta, selain tampak kalau masing-masing saling melindungi, dan saling membantu untuk menyerang lawan.
Gamma yang ikut berdiri didekat Marco, dan menonton pertandingan antara Fint dan Fent melawan Beta dan Delta, terlihat sangat gelisah.
Kaki harimau Gamma, tampak sedikit menggaruk-garuk ditanah, dan sesekali terlihat di angkatnya, seolah-olah dia hendak memukul sesuatu.
Tapi, Marco tidak terlalu memperdulikan gerak-gerik Gamma, dan tetap fokus memperhatikan bagaimana perlawanan ke empat shapeshifter, yang sedang bertarung di tengah halaman.
Beberapa kali, Marco melihat dua ekor harimau yang berlari mundur, dan menurut dugaan Marco, mereka itulah Fint dan Fent.
"Yakinkan diri kalian, kalau kalian bisa mengalahkan Beta dan Delta!" ujar Marco memberikan semangat kepada Fint dan Fent.
Pertarungan kali ini berlangsung lebih lama, jika dibandingkan dengan pertarungan Seba dan Beta kemarin.
Mungkin, karena Beta dan Delta juga sibuk mencari tanda-tanda dari Fint dan Fent, sambil melindungi tanda mereka sendiri, sehingga mereka agak teralihkan, dan tidak bisa menyerang dengan baik.
Gaya bertarung Beta dan Delta juga ikut berubah, dan tidak berulang seperti saat berlatih bertarung biasa dengan Marco.
Seolah-olah, Beta dan Delta melakukan improvisasi dari gerakan yang biasanya mereka lakukan.
Melihat itu, Marco merasa kalau ini memang latihan yang terbaik bagi mereka semua.
Bukan hanya berlatih menyerang, melainkan juga berlatih melindungi diri.
Dengan begitu juga, tidak ada satupun yang merasa kalau dirinya lebih kuat dari pada yang lain, hingga semuanya akan jadi lebih waspada dan berhati-hati.
Dan apabila shapeshifter pengikut Alpha pengganti, memiliki kecacatan yang sama, maka semua bisa bertarung tanpa banyak yang perlu terluka parah.
Setelah beberapa kali terlihat ada serangan, tiba-tiba saja salah satu dari mereka, terjatuh ke tanah dan meringis kesakitan.
Kalau Marco menilai dari suara yang didengarnya, kemungkinan itu adalah salah satu dari saudara laki-laki Adaline.
"Gamma! Bantu dia keluar dari situ! Lalu kamu yang menggantikannya!" ujar Marco.
Sambil berlari, Gamma menghampiri ke empat shapeshifter yang masih bertarung itu, dan terlihat menggigit shapeshifter yang terbaring ditanah, menjauh dari situ.
Tidak lama, suara delta yang terdengar meringis kesakitan, dan salah satu harimau kembali jatuh ketanah.
"Gamma! Kamu berhenti! Biarkan mereka bertarung berdua!" perintah Marco.
Seketika itu juga saat Gamma keluar dari pertarungan itu, kedua shapeshifter yang tertinggal, sama-sama terjatuh ketanah.
__ADS_1
"Cukup!" ujar Marco, lalu berjalan menghampiri mereka.
"Gamma! Bantu Fint dan Fent!" kata Marco, memberi perintah kepada Gamma.
Melihat dua harimau yang dibantu Gamma, Marco jadi yakin kalau yang didekatnya sekarang ini, adalah Beta dan Delta.
"Bagaimana? Kesulitan?" tanya Marco.
"Lumayan sulit! Saat harus mencari tanda, lalu harus melindungi diri, sambil menyerang," jawab Delta.
"Tanda dari Fint dan Fent terdapat di paha bagian dalam! Tentu saja sulit ditemukan!" ujar Beta.
Marco tidak menanggapi lebih jauh perkataan Beta dan Delta, karena sekarang dia sibuk memikirkan, bagaimana agar mereka bisa sering berlatih seperti itu.
Dan kalau hanya melakukannya lagi dengan Fint dan Fent, maka pertarungan itu kembali menjadi tidak berguna, karena masing-masing sudah tahu letak titik kelemahan satu sama lain.
Marco harus merencanakan latihan ulang, bersama shapeshifter lain.
"Sudah cukup latihan hari ini..." ujar Marco, kemudian berjalan kedalam rumah, dan kembali menjadi manusia disana.
Setelah berpakaian, dan menyapa Bella yang sedang memasak makan siang bersama Seba, Marco kembali ke halaman belakang.
Terlihat disana, Beta, Gamma, Delta, Fint dan Fent, sudah berpakaian dan tampak menunggu Marco, sambil duduk dibawah pohon maple.
Marco kemudian ikut duduk dibawah pohon itu bersama mereka.
"Aku," jawab salah satu dari saudara laki-laki Adaline itu.
"Jadi, kamu tadi menemukan tanda di tubuh Beta?" tanya Marco memastikan.
"Iya," jawab pemuda itu.
"Aku juga menemukan tanda di tubuh Delta. Hanya saja aku kesulitan mencapainya," kata kembaran yang lain.
Marco terdiam, sambil memikirkan ulang latihan mereka tadi.
"Menurutku, memang akan lebih mudah bagi shapeshifter biasa untuk memilih bentuk yang lebih kecil dari shapeshifter lawan," celetuk Marco.
"Dengan begitu, mereka akan lebih lincah, dan lebih mudah mendekati titik kelemahan lawan," lanjut Marco.
"Iya. Seperti saat Seba bertarung dengan Beta," sambung Gamma.
"Kurang lebih seperti itu!" ujar Marco.
__ADS_1
Marco menarik nafasnya dalam-dalam, dan menghembuskannya dengan kasar.
Masih ada beberapa masalah yang lain, yang harus Marco pikirkan.
Mereka harus membuktikan kalau shapeshifter pengikut Alpha pengganti, juga memiliki tanda yang sama.
Menurut pemikiran Marco, mungkin bisa saja itu di buktikan saat mereka pergi ke pemukiman utama besok, dan mencoba mendekati salah satu shapeshifter pengikut Alpha pengganti di area kastil.
Tapi tentu saja, itu bukanlah hal yang mudah, karena kalau sampai salah caranya, maka mereka pasti akan mengkonfrontir konflik yang diluar dari rencana.
Rencana yang juga hingga saat ini belum ada yang terpikirkan idenya walau sedikit.
Ditambah lagi, ada satu masalah yang harus di carikan solusi, agar latihan seperti itu bisa dilakukan lagi.
Bukannya Marco tidak mau kalau shapeshifter yang lain ikut berkumpul di rumahnya, tapi menurutnya itu cukup berbahaya, karena akan menarik perhatian, saat terlalu banyak shapeshifter berkumpul di satu tempat.
"Maafkan kami... Tapi, kami mau kedalam," kata salah satu saudara laki-laki Adaline.
"Iya, silahkan saja! Latihannya juga sudah berakhir," jawab Marco.
Fint dan Fent kemudian tampak berjalan masuk kedalam rumah Marco, melewati pintu belakang rumah itu
"Apa ada dari kalian yang memberikanku ide? Bagaimana agar kita bisa latihan seperti tadi, bersama shapeshifter lain, tanpa harus berkumpul semua di tempat ini?" tanya Marco.
Untuk beberapa waktu lamanya, semua mereka disitu hanya terdiam, dan tampak sedang memikirkan sesuatu.
"Bagaimana kalau aku memanggil shapeshifter lain secara bergantian, lalu kita berlatihnya di hutan lindung?" tanya Beta.
"Bisa saja! Mungkin itu bisa menjadi cara yang terbaik," jawab Marco.
"Satu lagi! Apa ada yang memberi saran agar kita bisa membuktikan, kalau shapeshifter pengikut Alpha pengganti juga memiliki tanda yang sama?" tanya Marco.
Seperti dugaan Marco.
Hingga beberapa waktu lamanya, setelah dia menanyakan tentang hal itu, tidak ada satupun yang bisa memberikannya sedikit ide.
Semua dari mereka hanya terdiam, dan terkunci mulutnya rapat-rapat.
Mau tidak mau, Marco harus mencari ide sendiri.
Sudahlah...
Marco akan pelan-pelan memikirkan semuanya itu.
__ADS_1
Tidak akan menghasilkan apa-apa, meskipun Marco memaksakan otaknya, pada saat dia memang belum memiliki sesuatu didalam kepalanya itu.
Mana tahu, besok saat mereka sudah di pemukiman utama, lalu Marco bisa menemukan cara membuktikannya.