
Sudah menjelang petang, cahaya matahari hanya menyisakan sedikit garis-garis pola berwarna oranye di batas cakrawala, dan disetiap lekukan awan yang bergumpal-gumpal.
Seba sudah sedari tadi beranjak pergi dari bawah pohon maple, tidak berapa lama setelah Marco ikut bergabung, dan duduk disana.
Begitu juga Fint dan Fent, yang sudah pergi ke gudang pertanian, hampir bersamaan waktu dengan perginya Seba.
Sekarang ini, tertinggal Marco dan Beta yang masih duduk dibawah pohon maple itu.
"Kemampuanmu membedakan shapeshifter, dengan cara yang berbeda, memang menguntungkan kita," celetuk Beta.
"Dengan begitu, kamu bisa tahu mana pengkhianat yang mencoba menyusup diantara pengikutmu," lanjut Beta.
"Hmmm... Aku tidak terlalu memikirkan itu sekarang," kata Marco.
"Itu bukan hal sepele. Coba bayangkan saja, kalau kamu tidak bisa menyadari kedatangan musuh, mungkin akan lain lagi ceritanya tadi," ujar Beta.
Marco menarik nafasnya dalam-dalam, dan menghembuskannya dengan kasar.
"Aku anggap yang kamu katakan itu benar. Tapi, ada yang membuatku benar-benar merasa penasaran, tentang kedua shapeshifter tadi...
Apa status mereka diantara pengikut Alpha pengganti? Mereka tampaknya bisa bertarung dengan kekuatan yang hampir seimbang dengan kekuatanmu," kata Marco.
"Itu dia. Aku lupa memberitahukan padamu, kalau pengikut Alpha pengganti, tidak ada susunan hierarki. Hanya Alpha sebagai pemimpin, dan sisanya adalah petarung tanpa status...
Kekuatan mereka sebagai petarung, memang hampir setara jika dibandingkan dengan kekuatanku, atau Gamma dan Delta," ujar Beta.
"Karena itu, kita memang tidak boleh gegabah, apalagi terburu-buru mendatangi kastil, tanpa ada perencanaan," lanjut Beta.
"Kenapa bisa seperti itu? Maksudku, susunan hierarki di Alpha pengganti, kenapa bisa berbeda?" tanya Marco.
"Karena mereka bisa dianggap sebagai pembelot, sehingga mereka terlepas dari ikatan aturan shapeshifter, yang membuat mereka bisa sama-sama kuat...
Seperti manusia, asalkan mereka masih muda, pasti saja mereka masih kuat, jika dibandingkan dengan yang berusia lanjut," jawab Beta.
Kalau begitu, Marco berarti sudah salah menduga.
Perkiraan Marco, dia hanya akan melawan Alpha pengganti, sedangkan Beta, Gamma, dan Delta, akan melawan shapeshifter dari susunan hierarki Alpha pengganti, dengan status dan kekuatan yang sama seperti mereka.
"Kalau begitu, berarti aku, kamu, Gamma dan Delta, akan melawan semua pengikut Alpha pengganti sekaligus?" tanya Marco.
"Kurang lebih seperti itu...
__ADS_1
Karena anggota shapeshifter pengikutmu yang lain, hanya bisa menjadi pengalih perhatian...
Karena belum tentu mereka bisa mengimbangi, kekuatan dari pengikut Alpha pengganti," jawab Beta.
Marco terdiam sambil memikirkan perkataan Beta.
Pantas saja, waktu itu Flints tampak bersikeras agar Marco secepatnya mengklaim satusnya.
Flints juga tampak bersikeras untuk mengumpulkan semua shapeshifter, yang akan mendukung Marco.
Kalau shapeshifter pengikut Alpha pengganti semakin banyak, Marco dan kelompok pengikutnya memang akan kewalahan melawannya.
Anggap saja jika ada seratus shapesifter pengikut Alpha pengganti, maka jika hanya Marco, Beta, Gamma, dan Delta saja yang bisa bertarung dengan baik, jelas kekuatan mereka untuk melawan jadi jauh dari kata seimbang.
Maka kemungkinan besar mereka semua akan terluka, dan kemungkinan terburuknya, mereka berempat bisa saja dikalahkan, dan mati ditangan Alpha pengganti dan pengikutnya.
Tapi...
"Bukannya kamu pernah bilang, kalau akan ada pertandingan yang adil, antara aku dengan Alpha pengganti?" tanya Marco.
"Iya. Itu bisa terjadi, kalau kamu bisa memasuki kastil, dan menantang Alpha pengganti di tahtanya...
Yang jadi masalah, dan butuh perencanaan matang, adalah bagaimana caranya kamu bisa masuk kesana. Melewati semua penjagaan ketat dari pengikut Alpha pengganti," jawab Beta.
Kita berharap Flints bisa cepat mengumpulkan mereka semua," lanjut Beta.
"Kenapa kamu tidak ikut membantu Flints?" tanya Marco.
"Bukannya aku tidak mau membantu, tapi kamu lihat contohnya tadi? Informasi yang mulai menyebar, akan jadi situasi yang berbahaya, kalau kamu hanya sendirian...
Kalau sudah ada dari mereka yang memeriksa sampai kesini, menurut perkiraanku, pasti akan ada lagi pengikut Alpha pengganti yang lain yang akan menyusul, mendatangi tempat ini," jawab Beta.
"Kalau hanya tiga atau empat orang dari mereka, kamu mungkin bisa melawannya sendiri. Tapi, kalau berjumlah banyak, bagaimana?
Kamu mungkin tetap bisa menghabisi mereka semua, tapi juga ada kemungkinan, kalau kamu akan terluka," lanjut Beta.
Marco mendengus kesal.
Bukan karena Marco marah dengan Beta, tapi karena memikirkan hal itu, yang mana Marco tadi saja sudah bisa terluka.
Marco ingin semua ini secepatnya berakhir.
__ADS_1
Jika saja dari awal Alpha yang juga Daddy Marco yang asli tidak membawa Marco ke panti asuhan, mungkin jalan cerita hidup Marco akan berbeda.
Memikirkan tentang pertarungan demi pertarungan, demi melindungi orang yang Marco sayangi, membuat Marco cukup frustrasi.
"Apa ada yang kamu ketahui tentang Alpha terdahulu? Kenapa sampai dia membawaku keluar dari kastil?" tanya Marco.
"Maksudmu, kamu mau tahu tentang Daddy-mu?" Beta balik bertanya.
"Iya," jawab Marco.
"Tidak ada. Aku tidak tahu apa-apa, tentang alasannya hingga kamu tidak tetap tinggal didalam kastil...
Yang aku dengar dari Daddy-ku, hanya bahwa saat kamu lahir, kamu tidak bisa berubah, selayaknya keturunan shapeshifter pada umumnya...
Karena itu juga, banyak shapeshifter yang jadi pengkhianat, dan mengikuti Alpha pengganti. Karena mereka menganggap, ramalan yang tertulis hanya omong kosong," kata Beta.
"Maafkan aku... Aku tidak berniat membicarakan keburukan orang tuamu...
Tapi para shapeshifter, memang banyak yang menganggap bahwa Alpha terdahulu, adalah pemimpin yang tidak layak untuk dihormati...
Karena menjadikan manusia biasa sebagai pasangannya," lanjut Beta.
Marco tertawa sinis.
"Lalu bagaimana tanggapan kalian tentangku sekarang? Aku juga memiliki pasangan, yang hanyalah seorang manusia biasa," ujar Marco.
"Apa aku masih pantas untuk kalian harapkan menjadi pemimpin?" Marco lanjut bertanya.
Hingga beberapa waktu kemudian setelah Marco mengatakan hal itu, Beta hanya terdiam, dan sama sekali tidak mengeluarkan suara apa-apa dari mulutnya.
Kelihatannya, Beta sedang memikirkan sesuatu yang bisa menjadi jawabannya yang tepat.
"Kamu tetap layak menjadi Alpha yang kami hormati," jawab Beta.
"Kamu Alpha yang berbeda. Lalu apa salahnya, kalau segala sesuatu tentang shapeshifter juga ikut berbeda. Berubah dari kebiasaan lama, yang terbawa-bawa dari generasi ke generasi...
Buktinya, banyak juga kaum pelarian yang berada di pihakmu, mengikuti jejak Alpha terdahulu, berpasangan dengan manusia biasa...
Meskipun belum ada satupun dari mereka, yang berpasangan dengan manusia, lalu melahirkan keturunan shapeshifter," lanjut Beta.
Marco kembali tertawa sinis.
__ADS_1
"Hmmm... Kalau benar demikian, kalau keturunan shapeshifter semakin jarang dilahirkan, maka lama kelamaan kaum ini akan punah," celetuk Marco.
"Mungkin saja kalau mahluk seperti kita, memang ditakdirkan agar menghilang dari bumi ini selamanya..." kata Beta datar.