SHAPESHIFTER

SHAPESHIFTER
Part 88


__ADS_3

"Kenapa?" tanya Marco.


"Tadi saja, kita hampir ketahuan. Bayangkan, bagaimana kalau kamu berada di antara beberapa shapeshifter pengikut Alpha pengganti, yang mengawal kita kesana...


Bisa-bisa penyamaran kita langsung bocor, lalu malah terjebak diantara pengikut Alpha pengganti, tanpa ada yang bisa memberikan bantuan," jawab Beta.


Marco terdiam.


"Kamu tidak pernah melihat bayangan dirimu waktu berubah bentuk? Saat kamu sedang bersemangat, atau sedang gusar?" tanya Delta.


Marco menggelengkan kepalanya.


"Kekuatanmu yang berlebihan, membuat tubuhmu berpendar seperti bohlam yang menyala terang," ujar Delta.


"Memangnya kalian tidak begitu?" tanya Marco.


"Apa kamu pernah melihat kami berpendar? Paling-paling hanya liontin di leher kami saja yang sedikit mengeluarkan cahaya...


Itupun tidak terlalu kentara, karena terlindung di balik bulu hewan yang kita tiru. Bahkan, mungkin tidak terlihat sama sekali, jika sedang berada di ruangan terbuka," jawab Delta.


"Kamu harus memikirkan rencana lain yang lebih baik," sambung Gamma.


"Bukan hanya aku, kalian juga harus membantuku memikirkannya!" ujar Marco frustrasi, kemudian berjalan pelan menjauh dari sudut itu.


Baik Beta, Gamma dan Delta kali ini terdiam, dan hanya mengikuti Marco yang berjalan ke tempat duduk mereka tadi.


Sedangkan Nancy, tampak berjalan kembali bersama Bella, dari salah satu ruangan dimana Bella tadi bersembunyi.


"Penjagaan di kastil pasti telah berubah lagi saat ini," celetuk Nancy.


"Untung saja, kalian semua sudah pergi dari sana. Akan berbeda ceritanya kalau kalian masih di area kastil, saat Alpha pengganti pergi ke menara timur," lanjut Nancy.


"Memangnya kenapa, Grandma?" tanya Marco penasaran.


"Saat Alpha pengganti pergi ke menara timur, biasanya penjagaan akan semakin ketat dan acak...


Bisa-bisa, kalian malah terjebak di antara penjagaan," jawab Nancy.


"Sekarang, aku menunggu penjelasanmu," lanjut Nancy, ketika semua sudah mengambil tempat duduk masing-masing.


"Shapeshifter saat berubah bentuk, perubahan mereka tidak ada yang sempurna. Ada tanda di salah satu bagian tubuh yang bisa dengan mudah di sakiti...


Aku hanya mau melihat, apa di tubuh shapeshifter pengikut Alpha pengganti juga memiliki tanda yang sama," kata Marco.


"Lalu, bagaimana?" tanya Nancy.


"Dia tadi memiliki tanda itu," jawab Marco.


"Apa kamu juga memiliki tanda cacat seperti itu?" tanya Nancy.


Marco hanya terdiam karena ragu.

__ADS_1


"Tidak ada, Ma'am. Marco tidak memiliki tanda di tubuhnya," jawab Beta.


Nancy tampak mengerutkan keningnya, dan mengerucutkan bibirnya, sambil menggerak-gerakkannya sedikit.


Saat ini, Nancy benar-benar terlihat kalau dia sedang berpikir keras tentang sesuatu.


"Ada apa, Grandma?" tanya Marco hati-hati.


"Tidak apa-apa..." jawab Nancy, kemudian berdiri dari tempat duduknya dan berjalan mengarah ke kamarnya.


Tidak berapa lama, Nancy terlihat sudah kembali, namun bukan dengan bentuk manusianya lagi, melainkan dengan bentuknya sebagai seekor serigala.


"Coba kalian periksa! Apa aku juga memiliki tanda itu?" tanya Nancy.


Marco, berikut juga dengan Beta, Gamma dan Delta, buru-buru berdiri dari tempat duduknya, dan pergi berganti bentuk sebelum kembali menghampiri Nancy.


Mereka kemudian mulai memeriksa bagian demi bagian tubuh serigala wanita itu.


"Ini!" kata Gamma, sambil menunjuk kearah punggung serigala Nancy.


Marco dan yang lainnya juga ikut melihat kesitu, dan memang benar, Nancy memang memiliki tanda cacat itu.


"Kamu memiliki tanda itu, Grandma!" ujar Marco.


Serigala Nancy kemudian berjalan ke kamarnya, tanpa berbicara apa-apa lagi.


Begitu juga Marco dan ketiga shapeshifter lain, yang juga berganti ke bentuk manusianya, dan kembali duduk di sofa, saat mereka sudah memakai pakaiannya lagi.


Ketika Nancy sudah dengan bentuk manusianya, dan ikut duduk di antara mereka, kening nancy terlihat semakin mengerut.


Beta, Gamma dan Delta, tampak kebingungan dan semuanya menatap Marco, seolah-olah meminta penjelasan.


"Jangan melihatku! Aku mana tahu apa-apa!" ujar Marco.


"Maaf, Ma'am! Tapi, bukankah Mommy Marco adalah seorang manusia biasa?" tanya Beta.


"Tidak. Dia bukan manusia biasa. Dia juga bukan shapeshifter...


Saya sudah menjelaskan kepada Marco, kalau Mommy-nya tidak menua. Itu mustahil bagi shapeshifter, apalagi untuk manusia biasa," jawab Nancy.


"Delta! Apa kamu pernah tahu sesuatu tentang kaum berbeda yang bisa hidup abadi?" tanya Nancy.


"Hmmm... Maaf, Ma'am! Ilmu pengetahuan saya belum terlalu banyak. Tapi, dari beberapa hal yang pernah diajarkan kepada saya, belum ada satupun kaum yang bisa hidup selamanya," jawab Delta.


"Bagaimana dengan penyihir? Bukankah mereka bisa menghisap sari kehidupan makhluk lain?" tanya Nancy.


"Tidak semudah itu, Ma'am!" jawab Delta.


"Bahkan, setahu saya dari pengalaman Grandpa atupun Daddy, umur penyihir justru sangat singkat. Itu sebabnya mereka mencari asupan dari sari kehidupan makhluk lain...


Itupun, hanya tingkat penyihir tertentu saja yang bisa melakukan hal itu," lanjut Delta.

__ADS_1


"Tapi, kalau begitu bisa saja kalau Mommy Marco adalah penyihir? Mungkin tingkat tinggi," ujar Nancy.


"Apa Mommy Marco pernah keluar dari kastil?" tanya Delta.


"Tidak. Dia di jaga dengan sangat ketat, bagaimana dia bisa keluar?" ujar Nancy.


"Kalau begitu, aku rasa dia bukan penyihir. Karena, dia harus keluar dan membuat ramuan yang bahan-bahannya tidak mungkin ada di dalam kastil," jawab Delta.


"Juga, kalau dia hanya penyihir, Marco justru tidak bisa sempurna, karena penyihir adalah makhluk yang rapuh," lanjut Delta.


"Tapi, bisa saja 'kan kalau pengikut Alpha pengganti yang mengambilkan bahan keperluannya untuknya?!" ujar Beta.


"Penyihir membocorkan rahasianya? Tidak. Itu mustahil. Sesama mereka penyihir saja, masih saling menyembunyikan bahan ramuan," kata Delta.


"Kalau kamu bertemu dengannya langsung, bagaimana? Apa kamu kamu bisa mengenalinya?" tanya Marco.


"Hmmm... Aku rasa tidak. Jangankan aku, Grandpa saja mengira kalau dia itu manusia biasa, apalagi aku yang masih sangat minim pengalaman," jawab Delta.


Nancy kemudian berdiri dari tempat duduknya.


"Kita sudahi dulu pembahasan kita. Kalian makan siang disini saja!" ujar Nancy lalu berjalan mengarah ke toko.


"Ada sesuatu yang mengganjal yang ingin aku tanyakan pada kalian..." celetuk Marco.


"Apa pengikut Alpha pengganti mengenali kita, dari energi yang kita keluarkan saat kita berubah bentuk?" tanya Marco.


"Iya," jawab Beta, Gamma, dan Delta serempak.


"Kenapa bisa begitu?" tanya Marco.


"Meskipun kekuatannya seimbang dengan kami, tapi pengikut Alpha pengganti tidak memiliki kemampuan untuk menyalakan liontin...


Hanya Alpha pengganti, Kamu (yang juga adalah Alpha), aku, Gamma dan Delta saja yang bisa," jawab Beta.


"Kalau begitu kalau kita melepas liontin, maka kita tidak akan dikenali?" tanya Marco.


"Sedikit tersamarkan, karena kekuatan kita juga ikut berkurang," jawab Beta.


"Tentu saja hal itu hanya berlaku bagi kami. Sedangkan kamu, meski tidak memakai liontin, kamu tetap mencolok saat kamu tidak bisa mengendalikan kekuatanmu," lanjut Beta.


Marco manggut-manggut mengerti.


"Kalau kita dalam bentuk manusia, bagaimana?" tanya Marco.


"Itu cara terbaik untuk penyamaran. Karena, asalkan mereka tidak tahu bagaimana rupa kita saat menjadi manusia, mereka tidak akan menaruh curiga," jawab Beta.


"Tapi, dengan bentuk kami sebagai manusia, kami juga tidak bisa mengenali Alpha pengganti, berikut juga dengan pengikutnya, saat mereka memakai bentuk manusia ataupun bentuk hewan," lanjut Beta.


"Satu lagi! Kalau kita dalam bentuk manusia. Kekuatan kita juga tidak ada, hingga menjadi sangat rawan untuk di sakiti oleh lawan," sela Gamma.


"Ide untuk memeriksa kastil, hanya menjadi hal yang sia-sia. Ide untuk berpura-pura ingin menjadi pengikut Alpha pengganti, itu juga ide yang gila...

__ADS_1


Sebaiknya, carilah ide yang lebih masuk akal, yang layak untuk kita lakukan, sebelum kamu mencetuskan rencana baru...


Kecuali, kamu bisa pergi sendiri ke kastil, dengan memakai bentukmu sebagai manusia," ujar Delta.


__ADS_2