SHAPESHIFTER

SHAPESHIFTER
Part 89


__ADS_3

Sembari memakan makan siang bersama mereka, yang telah disajikan oleh pelayan Nancy, Marco yang senantiasa tenggelam dalam pikirannya sendiri, hampir tidak bisa menikmati rasa makanannya.


Marco ingin segera beranjak pergi dari meja makan itu, dan menghabiskan waktunya sendiri, agar tidak terganggu dengan pembahasan ringan yang sedari tadi, sesekali di bicarakan Nancy bersama Bella.


Dan kelihatannya, selera makan Marco yang buruk saat itu, menarik perhatian Nancy hingga menegurnya,


"Apa makanannya tidak cocok dengan seleramu?"


"Eh! Tidak. Maafkan aku..." jawab Marco.


"Sebaiknya kamu makan saja dulu!


Tidak akan menghasilkan apa-apa, kalau kamu memaksa untuk memikirkan sesuatu, dengan perut kosong...


Kamu justru tidak akan bisa berkonsentrasi," ujar Nancy.


"Iya," jawab Marco datar.


Akhirnya, Marco selesai menghabiskan semua makanannya, yang tadinya sempat hanya didorong-dorongnya menggunakan garpu.


"Terimakasih untuk makanannya! Sekarang, aku ingin pergi ke sebelah sana..." ucap Marco, meminta izin untuk berpindah tempat duduk.


"Silahkan!" jawab Nancy.


Marco kemudian berdiri dan beranjak pergi dan berjalan kearah pintu di bagian samping, yang tadi sempat menjadi jalan untuk kedatangan shapeshifter pengikut Alpha pengganti.


Dengan membuka pintu itu lebar-lebar, Marco menikmati udara segar sambil menatap keluar, dan kembali tenggelam dalam pikirannya sendiri, untuk beberapa waktu lamanya.


"Apa mungkin ada yang kamu rencanakan?"


Suara Beta yang tiba-tiba bertanya, membuat Marco melihat kearah datangnya suara.


Beta terlihat berdiri di dekatnya, tanpa Marco sadari sudah berapa lama Beta berada disitu.


"Aku terpikir untuk pergi sendiri menemui Alpha pengganti di kastil," jawab Marco.


"Apa kamu sudah gila?" Kali ini, suara Delta yang meninggi, terdengar dekat sekali bagi Marco.


"Aku tadi hanya bercanda! Tidak mungkin kamu menganggap perkataanku itu serius, dan mau mencoba melakukan hal itu!" lanjut Delta.


"Mungkin kamu tidak serius mengharapkan aku untuk pergi sendiri ke kastil. Tapi itu memang benar, bukan?! Kalau hanya aku yang mungkin bisa kesana, tanpa perlu membahayakan siapa-siapa," ujar Marco.


"Tidak. Membahayakan nyawamu sendiri, juga bukan keputusan yang benar!" kata Delta bersikeras.


"Apa kamu bisa menentangku?" tanya Marco heran.

__ADS_1


"Kami bisa menentangmu untuk sesuatu yang melibatkan hidup dan mati-mu," jawab Gamma yang entah kapan datangnya, dan tahu-tahu sudah berada didekat mereka.


"Itu jadi tugas kami. Karena yang layak berada di posisi berbahaya untuk pertama kali, itu kami dan bukan kamu," lanjut Gamma.


"Kalau begitu kalian yang gila!" ujar Marco.


"Untuk apa harus mati konyol, hanya karena berdasarkan alasan tugas?" lanjut Marco sinis.


"Lalu kamu menganggap tanggung jawab kita masing-masing tidak ada?


Kamu seharusnya menjadi pemimpin, bukan hanya sok hebat (meskipun mereka harus mengakui kalau Marco memang hebat) dan berusaha sendiri...


Kalau sampai terjadi apa-apa padamu, bagaimana dengan kaummu?" ujar Beta.


"Bagaimana dengan Bella, dan calon keturunanmu?" lanjut Beta.


"Kalian manipulatif. Memakai Bella dan kandungannya untuk menentang rencanaku," ujar Marco.


"Tapi itu memang benar. Kamu jangan hanya memikirkan dirimu sendiri!" ujar Delta.


"Jangan pernah kalian menyebutku egois! Aku mau melakukan ini semua, bukan untuk diriku sendiri!


Melainkan untuk keluargaku dan untuk kalian sebagai kaum yang sama sepertiku!" bentak Marco.


Beta, Gamma dan Delta kemudian terdiam untuk beberapa waktu lamanya.


Mungkin, kita bisa menemukan cara yang lebih baik...


Dan untuk sementara ini, kita bisa bertahan saja dulu," ujar Gamma pelan.


Mendengar perkataan Gamma yang berbicara dengan nada suara yang menenangkan, bisa membuat Marco terpengaruh, hingga memilih untuk menunda rencana barunya yang dianggap mereka itu rencana gila.


Dengan berjalan pelan Marco kemudian menghampiri Bella dan Nancy yang duduk di sofa.


"Apa kita belum kembali ke Bridget?" tanya Marco kepada Bella.


"Kalian sudah mau pulang? Terserah kalian saja," ujar Bella.


"Grandma! Kami mungkin sebaiknya pulang sekarang. Aku nanti meninggalkan nomor telepon rumahku...


Kalau ada sesuatu, Grandma bisa menghubungi kami, dan kami akan datang kesini secepatnya," kata Marco.


"Apa yang ingin kamu lakukan? Hingga aku harus segera menghubungimu...


Apakah pada saat ada kesempatan untuk menemui Mommy-mu? Atau pada saat pengikut Alpha pengganti memanggilmu untuk bertemu dengan Alpha pengganti?" tanya Nancy.

__ADS_1


"Dua-duanya, Grandma! Kalau ada hal yang lain daripada itu, Grandma juga tetap bisa menghubungiku," jawab Marco.


"Padahal, aku ingin kalian bisa tinggal bersamaku..." ujar Nancy.


"Grandma! Tolong jangan membuat kami merasa tidak nyaman. Perjalanan pulang ke rumahku cukup jauh," kata Marco.


"Iya, aku mengerti," ujar Nancy.


"Kalian juga sebaiknya, jangan membuat rencana berbahaya yang tidak dipikirkan matang-matang..." lanjut Nancy kemudian berdiri dari tempat duduknya, dan berjalan mengarah ke salah satu sudut ruangan itu.


Nancy tampak menuliskan sesuatu di selembar kertas, sebelum dia berjalan kembali menghampiri Marco.


"Ini nomor telepon dirumah ini," kata Nancy, sembari menyerahkan selembar kertas bercoretkan angka-angka diatasnya, kepada Marco.


"Kamu tuliskan disini nomor teleponmu!" kata Nancy lagi, dengan menyerahkan selembar kertas lain yang masih kosong, serta pena tinta kepada Marco.


Marco menuliskan nomor teleponnya diatas kertas kosong, kemudian mengembalikan kertas itu kepada Nancy.


"Aku berharap semua ini cepat berakhir...! Hingga aku bisa menghabiskan masa tuaku bersama keluargaku yang tersisa, di rumah kita yang sebenarnya didalam kastil," ujar Nancy sambil memeluk Marco.


"Jaga dirimu baik-baik, Marco! Tolong ingat perkataanku, agar jangan melakukan hal yang sia-sia dan membahayakan keselamatanmu dan pasanganmu," lanjut Nancy.


"Iya, Grandma! Wish me luck!" kata Marco.


"Tentu saja...!" jawab Nancy.


Nancy kemudian memeluk Bella cukup lama, sebelum dia melepaskannya, dan berjalan mengantar Marco, Bella dan ketiga shapeshifter lain, keluar dari tempat itu.


"Berhati-hatilah dijalan!" ujar Nancy, ketika mereka semua sudah berada di selasar toko.


"Terimakasih Ma'am untuk semuanya!"


Beta, Gamma dan Delta hampir serempak mengucapkan terimakasih kepada Nancy, sebelum mereka semua berjalan pergi menjauh dan pergi ke tempat mobil Marco terparkir.


Ketika mereka semua sudah masuk kedalam mobil, dan Marco mulai memacu kecepatan kendaraannya dijalanan, Beta tampak menggumam sendiri, saat Marco melihatnya dari kaca spion.


"Ada apa denganmu, Beta?" tanya Marco.


"Tidak ada apa-apa... Aku hanya mengkhawatirkan kalau-kalau aku akan merasa pusing, seperti saat kita berangkat kesini pagi tadi," jawab Beta.


"Bukan kamu saja..." sambung Delta pelan.


"Jadi, apa kalian suka untuk kembali tanpa menggunakan kendaraan ini?" tanya Marco.


Kelihatannya, mereka bertiga memang lebih suka kalau mereka berganti bentuk, dan berlari ataupun terbang kembali ke Bridget.

__ADS_1


Tapi, setelah mereka bertiga tampak bertatap-tatapan untuk beberapa saat, tidak ada yang berani mengeluarkan suaranya, dan hanya terdiam, lalu menatap keluar jendela.


"Hmmm... Aku tidak akan berkendara terlalu cepat. Kalau kalian merasa tidak nyaman, katakan saja!" ujar Marco, lalu kembali fokus melihat ke jalanan.


__ADS_2