SHAPESHIFTER

SHAPESHIFTER
Part 73


__ADS_3

Sembari memakan makan siang mereka, Marco memikirkan rencana terbaik untuk pergi ke pemukiman utama shapeshifter, tanpa menarik perhatian dari pengikut Alpha pengganti.


Menurut pemikiran Marco, mungkin akan lebih baik kalau mereka kesana dengan bentuk seperti manusia biasa.


Marco kemudian teringat sesuatu.


"Flints!" seru Marco.


"Iya. Ada apa?" tanya Flints.


"Kapan pekan perdagangan dilangsungkan di pemukiman utama?" tanya Marco.


Flints tidak segera menjawab pertanyaan Marco.


Flints malahan tampak seperti sedang berpikir, dan seolah-olah sedang menghitung sesuatu dengan jari-jari tangannya.


"Kalau perkiraanku tidak salah, lusa akan ada pekan perdagangan disana," jawab Flints.


"Apa kamu merencanakan sesuatu?" tanya Delta.


"Iya," jawab Marco.


"Aku rasa, sebaiknya kalau kita memantau keadaan disana, dalam bentuk kita sebagai manusia," lanjut Marco.


Baik Delta, maupun semua yang berkumpul di meja makan itu, terlihat mengangguk-anggukkan kepala mereka, seolah-olah mereka mengerti apa yang dimaksud Marco.


"Benar! Itu rencana yang bagus!" ujar Beta.


"Tapi... Maafkan aku sebelumnya... Aku hanya ingin menambahkan sedikit saran..." celetuk Gamma.


"Apa?" tanya Marco.


"Hmmm... Bagaimana kalau kamu mengajak pasanganmu, untuk ikut pergi bersama-sama kita kesana?" tanya Gamma.


"Bukankah itu hal yang berbahaya?" tukas Delta.


"Menurutku, justru kalau ada meski satu saja manusia biasa, mungkin kita tidak akan terlalu menarik perhatian," ujar Gamma.


"Dia bisa berpura-pura untuk melihat-lihat permata disana, saat kita mencari sela untuk memeriksa di sekitar kastil," lanjut Gamma.


"Hmmm... Aku rasa itu benar juga... Kamu dan Bella bisa berpura-pura melihat-lihat perhiasan, saat aku, Gamma dan Delta, menandai titik-titik penjaga kastil," ujar Beta.


Marco yang sedari tadi sempat terdiam, sambil mempertimbangkan ide Gamma, merasa kalau tambahan rencana itu bisa diterima.


Marco melihat Bella, dan menatapnya lekat-lekat.


Tanpa Marco berkata apa-apa, Bella seakan-akan mengerti apa yang ada dipikiran Marco saat ini.


"Aku mau ikut dengan kalian... Aku rasa kalau hanya seperti itu saja, tidak ada yang terlalu berbahaya. Asalkan tidak ada yang memicu konflik tanpa perencanaan," ujar Bella.

__ADS_1


"Kamu bisa menjagaku... Aku juga mau melihat-lihat tempat shapeshifter tinggal," lanjut Bella, sambil menatap Marco.


"Hmmm..." Marco bergumam, dengan rasa kurang yakin dengan pilihan untuk membawa Bella.


Akan tetapi setelah memikirkan ulang perkataan Bella, Marco akhirnya memilih untuk menyetujuinya, karena menurutnya mungkin itu juga lebih baik, daripada meninggalkan Bella dirumah, dan hanya bersama dengan keluarga Sums.


"Oke!" ujar Marco.


"Lusa kita berlima pergi kesana," lanjut Marco.


Beta, Gamma dan Delta, terlihat sama-sama menganggukkan kepala mereka, menandakan kalau mereka setuju.


"Oh iya! Dimana Fint dan Fent?" tanya Marco.


"Adaline tadi menelepon. Katanya di toko sedang ramai pelanggan, dan dia tidak bisa pulang makan siang...


Jadi, Fint dan Fent mengantarkan makan siang untuk Adaline. Sekalian membantu Adaline disana sebentar," jawab Seba.


"Kasihan Adaline yang harus menjaga toko sendirian..." celetuk Bella.


"Aku nanti mencari pegawai tambahan saja. Karena kamu tidak mengizinkan aku pergi kesana," lanjut Bella.


Memang toko milik Bella belakangan ini sering dipadati pembeli, jadi Marco tidak terlalu heran kalau Adaline mulai kewalahan mengurus toko itu sendirian.


"Terserah kamu saja..." jawab Marco.


"Iya. Benar katamu. Mungkin aku bisa mengajaknya bekerja di toko," kata Bella.


"Setelah makan siang, kamu bisa mengantarkanku ke rumah keluarga Cooch?" lanjut Bella kepada Marco.


"Bisa saja..." jawab Marco.


"Kalian ada yang mau ikut?" tanya Marco sambil melihat Beta, Delta, dan Gamma.


"Iya. Lebih baik kalau kami ikut denganmu. Jadi, selain hanya menemani kalian, kami juga bisa ikut berjaga-jaga," jawab Delta.


"Oke!" ujar Marco.


Mereka kemudian berhenti berbincang-bincang, dan semuanya melanjutkan makan siangnya.


Setelah, semua sudah menghabiskan makanan mereka, hanya dengan berisitirahat sebentar di beranda rumah Marco, mereka kemudian pergi kerumah keluarga Cooch, menggunakan mobil Bella.


Belum berapa lama kendaraan itu keluar dari halaman rumah Marco, tiba-tiba terdengar suara tawa di jok belakang.


Marco melihat dari kaca spion, dan Beta tampak terkekeh dibelakang sana, sedangkan Delta dan Gamma, terlihat sedang senyum-senyum sendiri.


"Ada apa lagi denganmu?" tanya Marco yang heran dengan tingkah Beta.


"Tidak apa-apa... Meskipun kamu tidak mengajak kami tadi, kami pasti meminta agar bisa ikut dengan kalian..." jawab Beta yang tampak berusaha keras, untuk berhenti tertawa.

__ADS_1


Tetapi, Beta tampaknya tidak bisa menahannya lebih lama, dan akhirnya kembali tertawa.


"Memangnya kenapa?" tanya Marco bingung.


"Flints dan Seba, pasti sedang mengacak-acak kamar saat ini..." kata Beta sambil tertawa.


Seketika itu juga, gelak tawa dari Gamma dan Delta, yang ikut terdengar meramaikan di jok belakang.


Marco melihat Bella yang tampak tersipu-sipu malu, dan menutup mulutnya dengan tangan, meski masih bisa terlihat kalau wanita itu sedang tersenyum, dan hampir ikut tertawa.


Marco akhirnya mengerti, apa yang dibicarakan Beta, dan ditertawakan oleh semua orang didalam mobil itu.


Marco tersenyum lebar, sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


Beta memang terkadang masih bertingkah kekanak-kanakan.


Wajar saja kalau Flints dan Seba bermesraan, berhubung cukup lama mereka berdua berpisah, dan pasti sangat merindukan antara satu sama lain, tapi malah dijadikan bahan tertawaan oleh Beta.


Tidak berapa lama berkendara, mereka akhirnya tiba dirumah keluarga Cooch.


Marco, Beta, Gamma dan Delta hanya menunggu di beranda rumah keluarga itu, dan membiarkan Bella yang bertemu dengan anggota keluarga Cooch yang membukakan pintu untuknya.


Bella terlihat bercakap-cakap sebentar dengan penghuni rumah itu, sebelum akhirnya orang itu terlihat berjalan masuk, dan Bella ikut duduk bersama Marco dan yang lainnya di beranda.


"Tunggu sebentar!" ujar Bella.


Seorang gadis berparas cantik, kemudian terlihat melewati pintu dan menghampiri Bella.


Bella tampak menyapanya dengan saling berpelukan dan mencium pipi kiri dan kanan.


"Ariel, aku bersama suamiku, dan ini teman-temannya!" kata Bella, yang mungkin menyadari kalau gadis bernama Ariel itu, tampak kebingungan melihat Marco, dan pemuda yang lain disitu.


"Marco! Suami Bella," kata Marco sambil mengulurkan tangannya.


"Ariel," jawab gadis itu.


Ariel tampak menyalami satu persatu pemuda yang sudah berdiri, dan bergantian mengulurkan tangannya untuk bersalaman, sambil memperkenalkan diri.


Bella lalu bercakap-cakap dengan Ariel disitu, untuk beberapa waktu lamanya.


Sambil menunggu Bella, Marco sesekali melihat Beta, Gamma dan Delta bergantian.


Dan kalau Marco tidak salah menilai, selain Beta yang tampak santai seolah-olah tidak perduli dengan apa-apa, Gamma maupun Delta tampak berbeda, mereka terlihat seolah-olah tertarik dengan Ariel.


Marco senyum-senyum sendiri, sambil memperhatikan baik-baik gelagat Gamma dan Delta disitu.


Rasanya, memang wajar saja.


Ariel adalah gadis yang berwajah cantik, dengan bentuk tubuh yang menarik, kaki-kakinya yang jenjang memang terlihat indah, saat wanita itu hanya memakai celana pendek seperti sekarang ini.

__ADS_1


__ADS_2