
Sembari menikmati makan malam bersama, Marco memikirkan ulang perkataan Beta, tentang kaum shapeshifter yang mungkin memang akan menghilang dari muka bumi.
Dan itu bisa saja terjadi.
Mengingat kaum shapeshifter yang tinggal di permukaan utama, yang konon kata Flints, sebagian besar mulai kehilangan kekuatannya.
Lalu, kaum pelarian yang menikahi manusia biasa, tidak bisa melahirkan keturunan shapeshifter yang baru.
Maka tidak menutup kemungkinan, kalau kaum shapeshifter memang akan punah selamanya, dan hanya akan menjadi cerita dongeng seram untuk menakut-nakuti, bagi anak-anak dimasa depan.
Marco memandangi Bella disampingnya.
Apa mungkin Bella juga akan melahirkan anak manusia biasa?
Ada bagusnya kalau memang benar begitu adanya.
Anak-anak dari Marco dan Bella bisa hidup dengan normal, tanpa perlu khawatir tentang penilaian orang lain kepadanya.
Tidak perlu terasing, dan bisa dengan bebas berbaur diantara manusia biasa lainnya.
Tapi, dengan begitu, anak-anaknya juga tidak akan memiliki kemampuan yang dianggap Bella sebagai hal yang istimewa, hingga Bella bisa mencintai Marco seperti saat ini.
Dan kelihatannya, bukan cuma Marco yang tenggelam dalam pikirannya saat makan malam itu.
Pembicaraan santai yang dilakukan orang-orang yang duduk di meja makan, tampaknya tidak menarik perhatian Beta.
Ketika Marco melihat Beta, laki-laki itu tampak seperti orang yang sedang kurang berselera makan, dan menghabiskan waktunya dimeja itu dengan menundukkan pandangannya.
Beta tampak menatap makanannya, yang sebagian besar hanya didorong-dorongnya menggunakan garpu ditangannya.
Entah apa yang sekarang sedang dipikirkan oleh Beta.
Apakah tentang rencana memasuki kastil?
Atau mungkin sama seperti Marco, memikirkan tentang kemungkinan kaumnya yang akan punah.
Hingga semua selesai menghabiskan makan malamnya, Beta hanya menampakkan wajah datar, dan mengunci mulutnya rapat-rapat, agar tidak mengeluarkan sedikitpun suaranya.
"Kamu sudah mengantuk?" tanya Marco kepada Bella.
Sebagian dari mereka yang makan malam bersama, sudah beranjak pergi dari meja makan, dan tertinggal Seba yang masih membersihkan peralatan makan, didalam baki cuci piring.
__ADS_1
"Iya. Kenapa? Kamu mau pergi tidur sekarang?" tanya Bella.
"Hmmm... Iya. Ayo kita istirahat saja!" ajak Marco.
"Kami istirahat duluan!" kata Marco, sambil melihat Seba.
"Iya. Silahkan saja!" jawab Seba, lalu lanjut mencuci peralatan makan disana.
***
Sudah hampir delapan hari berlalu, sejak insiden bentrokan fisik antara mata-mata Alpha pengganti dengan Marco, yang berakhir dengan melayangnya dua nyawa shapeshifter lawan.
Luka dipunggung Marco sekarang sudah jauh lebih baik, dan Bella yang tampak jauh lebih tenang, dan sudah tidak lagi memarahi Marco, untuk kembali latihan bertarung dengan Beta.
Wajar saja kalau Bella cemas, dan sempat melarang Marco untuk berlatih.
Ketika di hari pertama sejak Marco terluka, lalu Marco memilih untuk berlatih bertarung dengan Beta, jahitan luka dipunggung Marco kembali terbuka menganga, dan berdarah cukup banyak.
Saat itu juga, Marco harus kembali pergi ke rumah sakit agar lukanya dijahit ulang, hingga mendapat tatapan mata sinis seolah-olah tidak percaya, dari dokter yang merawat Marco.
Sebenarnya, kejadian itu pasti tidak disengaja oleh Beta yang tampaknya melupakan, kalau dipunggung Marco masih ada luka segar yang cukup besar, dan mencakarnya dengan kuku elangnya waktu mereka bertarung di udara.
Alhasil, selama beberapa hari yang berlalu, Marco tidak berani melakukan sesuatu yang berbahaya, dan lebih banyak menghabiskan waktunya, untuk melakukan pekerjaan renovasi rumahnya bersama Beta, Fint dan Fent.
Marco juga lanjut mengajarkan Fint dan Fent, berkendara menggunakan mobilnya, disela-sela waktu senggangnya.
Fint dan Fent sekarang sudah bisa mengemudi, meski masih belum terlalu lancar, tapi bisa dianggap sudah cukup mahir, hingga bisa menggantikan Marco untuk mengantar telur ke pedagang bahan makanan segar.
Semenjak terjadinya insiden itu juga, Bella tidak lagi pergi ke toko kue miliknya, dan hanya Adaline yang pergi mengurus toko kue milik Bella itu.
Hari ini, setelah luka Marco dirawat Bella, wanita itu mengizinkan Marco untuk kembali berlatih, dengan banyak petuah dan amanat, dan berkali-kali menyuruh Marco dan Beta, agar lebih berhati-hati.
"Tenang saja... Kami hanya akan berlatih bertarung dihalaman belakang," kata Marco, membujuk Bella agar tidak merajuk.
Ketika Marco dan Beta sedang dalam pertarungan yang sudah berlangsung kurang lebih dua jam sejak pagi tadi, Marco bisa merasakan kedatangan shapeshifter lain ditempat tinggalnya itu.
"Ada yang datang!" kata Marco, menghentikan pergumulan antara dirinya dengan Beta.
"Apakah berbahaya?" tanya Beta buru-buru.
"Tidak. Aku rasa tidak," jawab Marco.
__ADS_1
Untuk beberapa hari ini, tampaknya Marco sudah bisa membandingkan dan membedakan intuisinya, ketika ada shapeshifter yang mendekat.
Apakah itu musuh, ataukah hanya shapeshifter pendukungnya, hingga dia tidak lagi seperti pada awal-awalnya yang menghampiri pendatang ditempatnya, dengan serampangan dan rasa marah.
"Dimana?" tanya Beta.
Marco melihat kearah langit.
Tidak ada yang terlihat diatas sana, hanya perasaannya saja yang mengatakan, kalau ada shapeshifter lain yang sedang berada diatas mereka.
"Diatas sana!" jawab Marco.
Beta yang saat ini masih berbentuk singa, berlari kesalah satu sudut halaman belakang rumah Marco.
Dan tak lama kemudian, hembusan angin kencang karena kepakan sayap Beta, menerpa Marco yang hanya tetap berdiri ditengah-tengah halaman belakang rumahnya, saat Beta terbang mengangkasa.
Marco berjalan pelan dengan santainya, mengarah ke pohon maple, dan dengan tetap mempertahankan bentuk singa-nya, Marco duduk dibawah pohon itu.
Marco hanya menunggu Beta kembali, tanpa mau ikut dengannya untuk menemui shapeshifter lain, yang diduga Marco sedang berada di angkasa.
Tidak perlu berlama-lama Marco menunggu, baru saja Marco duduk dibawah pohon itu, Beta sudah kembali bersama satu shapeshifter, yang memakai bentuk yang sama seperti Beta.
"Marco! Ini Delta!" kata Beta.
"Alpha!" kata elang yang menurut Beta itu bernama Delta, sambil menundukkan kepalanya, seolah-olah sedang memberi hormat kepada Marco.
"Apa kamu datang sendiri?" tanya Marco.
"Iya. Flints masih mencari Gamma," jawab Delta.
"Untuk sekian lama Flints mencari, tapi baru kalian berdua saja yang bisa dia temukan..." ujar Marco datar.
"Karena kami tidak pernah menetap di satu tempat untuk waktu yang cukup lama," kata Beta, seolah-olah mengerti dengan apa yang Marco pikirkan.
"Apa kamu mau berganti menjadi manusia sekarang?" tanya Marco datar.
"Mungkin akan lebih baik kalau aku segera berganti menjadi manusia, agar kita bisa lebih nyaman berbincang-bincang," jawab Delta.
Marco hanya mendengus, lalu berjalan masuk kedalam rumah, dan tetap berjalan terus sampai kedalam kamar, dan berganti menjadi manusia disana.
Setelah berpakaian, Marco kembali ke halaman belakang rumahnya, sambil membawa sepasang pakaian ganti miliknya untuk dipakai Delta.
__ADS_1