
"Apa masih ada waktu untukku mengantar susu dan telur?" tanya Marco, sambil memasukkan susu steril kedalam botol kaca.
"Semestinya masih sempat. Tapi, tidak bisa kembali kesini lagi, kita harus bersiap-siap untuk upacara pemberkatan," jawab Bella, sambil membantu menutup botol-botol susu.
"Oke! kalau begitu, kita singgahkan saja ditoko, lalu kita menuju rumah orangtuamu," kata Marco, lalu mempercepat gerakannya menuangkan sisa susu kedalam botol-botol.
Dengan menggunakan mobil Marco, mereka berdua menuju pedagang bahan makanan segar, lalu menyinggahkan hasil ternak.
Tanpa menunggu pembayaran, Marco hanya menitipkan saja disitu semua barang yang dia bawa, dan bersepakat agar besok, Marco baru akan mengambil pembayaran, dan botol-botol susu yang kosong.
Marco tidak mau membuang-buang waktunya lagi, dengan tergesa-gesa mengemudikan mobilnya menuju rumah orang tua Bella.
Tampak disana, kesibukan sudah mengular hingga ke jalanan didepan rumah keluarga Graham.
Marco tidak memarkirkan mobilnya lebih dekat kerumah orang tua Bella, dan terpaksa harus berjalan kaki agak jauh bersama Bella, dari tempat mobilnya masih bisa diparkirkan.
"Kelihatannya, ini bukanlah perayaan sederhana," celetuk Marco.
Bella tampak menarik nafasnya panjang dan dalam, lalu menghembuskannya dengan cepat dan kasar.
"Apa hal itu mengganggumu?" tanya Marco.
"Hmmm... Sedikit," jawab Bella.
"Kalau kamu lelah, katakan saja nanti! Mungkin kita bisa bisa beristirahat sebentar, sebelum kita menemui tamu-tamu yang hadir," kata Marco.
Marco tahu, kalau Bella pasti sudah lelah mengerjakan pekerjaan dipeternakan tadi.
Melihat Bella yang terlihat lesu, membuat Marco merasa bersalah karena telah membuat Bella yang mengerjakan pekerjaannya.
"Maafkan aku... Kamu pasti lelah karena pekerjaan tadi, bukan?" tanya Marco.
"Bukan begitu... Aku hanya tidak terlalu tertarik untuk bertemu dengan orang banyak," jawab Bella.
Marco dan Bella melewati pintu pagar samping rumah Bella, untuk masuk kerumah keluarga Graham, dan tanpa banyak bicara, hanya sekadar menyapa, Marco dan Bella masuk kedalam kamar Bella.
Tidak berapa lama, terdengar ketukan dipintu kamar, tepat sebelum Marco dan Bella masuk kedalam kamar mandi.
"Kamu mandi saja. Biar aku yang membuka pintu," kata Marco, lalu berjalan ke pintu dan membukanya sedikit.
"Marco! Kamu harus bersiap-siap dikamar yang lain," kata Mommy Bella, yang berdiri dibalik pintu.
"Oke, Mom! Saya ambil perlengkapan saya dulu," jawab Marco.
__ADS_1
Marco lalu mengambil setelan jasnya, dan sepatu yang akan dia pakai di upacara pemberkatan pernikahan mereka, lalu berjalan mengikuti Mommy Bella, kesalah satu kamar didalam rumah keluarga Graham itu.
"Marco bisa bersiap-siap disini," kata Mommy Bella, kemudian menutup pintu, meninggalkan Marco sendirian disitu.
Marco lalu mandi, membersihkan diri, lalu memakai pakaiannya.
Ketukan dipintu tepat terdengar, ketika Marco sedang kebingungan, dengan bagaimana caranya memasang dasi.
Daddy Bella tampak masuk melewati pintu, dan menghampiri Marco.
"Perlu bantuan?" tanya Ben.
"Iya. Saya tidak tahu memakai benda ini sendiri," jawab Marco.
Ben tersenyum lebar, lalu membantu Marco memasang dasi dilehernya.
"Kamu anak yang baik! Dan aku berharap, kamu akan selalu menjaga Bella," kata Ben.
"Tentu saja," kata Marco mantap.
Ben menepuk-nepuk bahu Marco, sambil tersenyum lebar.
"Kamu terlihat tampan. Ayo kita keluar sekarang!" ajak Ben, lalu berjalan keluar disusul Marco.
Hiasan didalam gereja terlihat indah, dan Marco duduk dikursi barisan paling depan, bersama beberapa pemuda dari anggota keluarga Graham, sambil menunggu acaranya dimulai.
Hingga saatnya upacara pemberkatan pernikahan akan dimulai, dan Marco diminta berdiri didepan Pastor.
Suara musik dan koor gereja, mengiringi Bella yang melangkah masuk kedalam gereja sambil digandeng Ben.
Bella yang tampak sangat cantik dalam balutan gaun pengantin, membuat Marco terharu dan tidak bisa berhenti tersenyum, saat wanita itu berjalan pelan menghampirinya.
Upacara pemberkatan pernikahan berlangsung tidak terlalu lama, Marco dan Bella sudah di sahkan dalam ikatan suci pernikahan, dengan simbol sepasang cincin yang melingkar di jari tangan mereka berdua.
Tepuk tangan meriah, dan sambutan orang-orang yang hadir disitu, memberikan kebahagiaan tambahan bagi Marco yang kini bisa bersama Bella selamanya.
Setelah semua acara di gereja sudah berakhir, mereka lalu kembali kerumah Graham, dan merayakan pernikahan mereka, dengan makan siang bersama para tamu undangan.
Ada sesuatu yang mengganggu Marco, dan cukup membuatnya merasa sangat gelisah, saat makan siang bersama, lalu memperhatikan satu persatu tamu undangan yang hadir disana.
Dugaan Marco kalau ada yang tidak beres, waktu dia berubah bentuk pagi tadi, memang terbukti kali ini.
Diantara tamu, terlihat Adaline bersama anggota keluarga Sums yang lain, tampak ikut menghadiri acara itu, meski Marco tidak merasa pernah mengundang mereka untuk datang kesana.
__ADS_1
Dugaan Marco kali ini, mereka memang mencurigai kalau Marco adalah pewaris Alpha, hingga membuat mereka nekat untuk datang menemui Marco dikota itu.
Marco hampir tidak bisa tersenyum, saat para tamu menemui mereka bergantian, sambil memberikan ucapan selamat.
Dan Bella kelihatannya menyadari gelagat Marco yang gelisah, dan tidak merasa nyaman dengan kondisi saat itu.
"Ada apa sayang?" tanya Bella, dengan suara berbisik.
Marco lalu menunjuk dengan matanya, keluarga Sums yang duduk dibagian paling belakang, dari tamu-tamu undangan yang lain.
"Kenapa? Siapa mereka? Rasanya, aku tidak pernah melihat mereka sebelumnya," ujar Bella, yang ikut terlihat cemas.
Marco memegang tangan Bella dengan erat.
"Mereka orang-orang yang sama sepertiku. Merekalah yang aku temui ditempat shapeshifter tinggal," kata Marco.
Bella terlihat seperti orang kebingungan.
"Maafkan aku... Aku tidak mengundang mereka kesini. Tapi, aku rasa ada sesuatu yang membuat mereka sampai datang ke pernikahan kita," lanjut Marco.
"Apa itu hal yang baik? Atau buruk? Raut wajah mereka terlihat tidak senang..." ujar Bella.
"Apa mereka tidak suka melihatmu menikah denganku? Karena aku manusia biasa?" tanya Bella, yang tampak semakin cemas.
"Bukan itu... Menurutku, bukan itu masalahnya," jawab Marco.
"Lalu? Kira-kira apa masalahnya?" tanya Bella.
"Panjang ceritanya kalau aku harus menjelaskannya sekarang," jawab Marco.
"Tapi, aku pasti menceritakannya kepadamu," lanjut Marco.
Bella dengan raut wajah memelas, menatap Marco, seolah-olah meminta Marco menjelaskannya sekarang.
Marco menarik nafasnya dalam-dalam, lalu menghembuskannya pelan.
"Aku pemimpin kaum shapeshifter!" kata Marco.
Mata Bella terbelalak, dan tampak makin kebingungan setelah Marco mengatakan hal itu.
"Aku anak dari Alpha, pemimpin mereka yang sudah meninggal, dan semestinya aku kembali kesana, dan mengambil alih kepemimpinan dari Alpha pengganti yang mempersulit hidup mereka," kata Marco menjelaskan.
"Tapi, aku tidak berminat untuk berebut kekuasaan dengan saudara laki-laki dari Daddy-ku yang sebenarnya, yang sekarang menjadi Alpha pengganti," lanjut Marco.
__ADS_1