SHAPESHIFTER

SHAPESHIFTER
Part 21


__ADS_3

Dibandingkan dengan hari-hari biasanya, hari ini, Marco lebih bersemangat untuk melakukan rutinitas dirumahnya.


Bukan tanpa alasan.


Selain karena saat ini Marco sudah mendapatkan sedikit titik terang, tentang mencari tempat kaumnya bersembunyi, Bella yang mendatangi Marco dirumahnya lagi malam tadi, cukup untuk membuat Marco merasa puas.


Rasa gugup Marco, saat akan memuaskan dirinya dan wanita itu, sudah berkurang banyak.


Marco jadi lebih tenang, tanpa terlalu dibayang-bayangi dengan kekhawatiran, dan itu menyenangkan.


Apalagi, Bella berjanji kalau dia akan datang lagi malam nanti, ketika Marco bertanya dan memintanya untuk kembali menemuinya, saat mereka sarapan bersama tadi.


Kelihatannya, sama seperti yang Marco rasakan, Bella juga nampaknya benar-benar menikmati kebersamaannya dengan Marco.


Meskipun, Marco masih belum tahu caranya mengatakan kepada Bella tentang dirinya, tapi paling tidak, untuk sementara ini, Marco masih ada kesempatan untuk tetap bersama wanita itu.


Setelah semua yang harus dia kerjakan sudah selesai, Marco pergi menuju ke hutan, memacu mobilnya dengan kecepatan sedang.


Setelah semuanya sudah siap, Marco terbang mengangkasa, tanpa menunggu berlama-lama lagi, menembus awan dengan rute terbang yang berbeda.


Marco memperhatikan baik-baik, semua pola gambar yang bisa dilihatnya.


Kali ini dengan titik lokasi di angkasa yang berbeda, gambaran denah itu, juga berbeda dari yang dilihat Marco sebelumnya.


Marco terbang menjauh dari setiap lokasi yang dia rasa tidak ada yang istimewa.


Hari ini, Marco memang bertekad, agar dia harus bisa mendapatkan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan hari kemarin.


Rasanya, rute terbang yang dia ambil sudah terlalu jauh dari tempat dia menyimpan pakaiannya, tapi belum ada tanda-tanda, ada sesuatu yang menarik perhatiannya.


Sudah terlanjur, Marco tetap mengepakkan sayapnya, dan semakin menjauh dari titik awal dia terbang.


Setelah bermil-mil jauhnya, dan Marco hampir berputus asa, akhirnya ada sesuatu yang terlihat menonjol.


Garis pola berwarna biru terang, tampak mencolok jika dibandingkan dengan garis-garis pola samar, berwarna hitam keabu-abuan.


Marco tahu kalau dia sudah sangat jauh dari tempat awal, dan cukup membuatnya ragu untuk meneruskan perjalanannya.


Saat ini, Marco sudah mulai kelelahan, dan itu cukup beresiko, kalau Marco memaksa untuk mengikuti tanda itu.

__ADS_1


Bisa-bisa, dia terjun bebas karena kehabisan tenaga.


Marco memutar otak.


Tiba-tiba muncul sebuah ide dikepalanya.


Kalau dia turun dari ketinggian itu, lalu dengan memanfaatkan angin panas, Marco tidak perlu mengepakkan sayapnya terus-menerus.


Dengan terbang melayang, Marco bisa menghemat tenaganya.


Marco menukik turun, sampai dia bisa merasakan hawa panas dari permukaan tanah, kemudian membentangkan sayapnya lebar-lebar.


Kali ini, Marco bisa mengikuti tanda itu, tanpa perlu menguras terlalu banyak energinya.


Garis dengan warna biru terang, masih bisa terlihat jelas diketinggian itu, dan mempermudah Marco untuk mengikutinya.


Setelah terbang dengan tanda biru itu sebagai patokannya selama beberapa waktu, kini Marco sudah diatas permukaan laut.


Tapi, hawa panas yang semakin kuat mendorong naik, dan membuat Marco bisa bertahan diudara, membuatnya tetap berani untuk melanjutkan perjalanannya.


Marco tahu kalau tempat dia berada sekarang, sudah sangat jauh jaraknya dari hutan, tempat awal dia terbang.


Tapi, tidak ada kata menyerah saat ini, Marco terus terbang dia angkasa, sampai dia melihat daratan, dengan sebuah gunung yang menjulang tinggi, yang terletak didekat pesisir pantainya.


Perlahan-lahan, Marco menukik turun dan mengubah bentuk menjadi manusia, setelah dekat dengan permukaan air laut, lalu kembali berubah wujud menjadi seekor ikan, ketika dia menyentuh air.


Marco tidak bisa memeriksa tempat itu dengan wujud manusia, dia akan terlihat seperti orang mesum yang berkeliaran dengan bertelanjang bulat.


Setelah mendekat ke pesisir, Marco berganti menjadi manusia, lalu berubah menjadi serigala.


Marco kemudian melihat-lihat disekitar situ, dan menembus pepohonan, agar mengurangi rasa panasnya udara dipinggir pantai.


Tempat itu sangat sepi.


Justru rasanya terlalu sepi, menurut Marco.


Tidak ada suara binatang lain, meski hanya suara burung atau jangkrik disana.


Benar-benar hening, hingga suara deburan ombak dipantai tadi, tidak bisa lagi terdengar oleh Marco.

__ADS_1


Setelah cukup lama Marco berjalan didalam situ, dari kejauhan terdengar suara derap langkah kaki, lengkap dengan suara gemerisik, seolah-olah ada yang sedang berlari menembus semak belukar, yang tumbuh dibawah pepohonan besar yang ada disitu.


Marco menjadi waspada, dan menyadari kalau pillihannya menjadi serigala, adalah suatu kesalahan.


Marco akan tampak mencolok disitu dengan ukurannya yang besar.


Tanpa berlama-lama, Marco kembali ke bentuk manusianya, lalu berganti menjadi seekor kelinci, dan bersembunyi didalam lubang dibagian akar pohon besar yang bisa dilihatnya.


Dengan mengintip hati-hati, Marco memperhatikan dari liang itu, sambil mendengarkan suara gemerisik dan derap langkah kaki, yang semakin mendekat kearahnya.


Ketika suara itu semakin dekat, dua ekor serigala dengan warna abu-abu dan hitam, tampak seperti sedang beradu kecepatan, berlari kencang melewati lubang tempat Marco bersembunyi.


Setelah mereka melewatinya, Marco melompat-lompat keluar dari dalam liang, dan melihat kedua ekor serigala yang menjauh darinya.


Dengan kemampuan mendengar jarak jauh, dari telinga kelinci yang sekarang dia tiru, Marco bisa mengetahui, kalau masih ada suara derap langkah kaki lagi, yang mendekat dari bagian belakangnya.


Buru-buru Marco melompat-lompat, dan kembali masuk kedalam lubang.


Sama seperti dua ekor serigala tadi, seekor serigala yang seakan-akan sedang menyusul kedua serigala didepannya, juga berlari kencang melewati lubang tempat Marco bersembunyi.


Kali ini setelah memastikan tidak ada lagi suara lain, selain suara yang berlalu jauh didepannya, Marco melompat-lompat mengikuti arah tiga ekor serigala tadi.


Kelihatannya, ketiga serigala itu mengarah ke pantai.


Demi memuaskan rasa ingin tahunya, Marco tetap mengikuti arah datangnya suara serigala-serigala itu.


Tiba-tiba, suara langkah yang berlari itu menghilang, dan kini yang bisa didengar Marco adalah suara orang-orang yang tertawa, bercampur dengan suara deburan ombak.


Marco makin penasaran, dan mempercepat lompatannya, menyusul kearah datangnya suara.


Dengan bersembunyi diantara semak-semak belukar, Marco melihat kalau ada tiga orang manusia yang tampaknya sedang bermain air, dengan bertelanjang dada.


Mungkin saja mereka sedang bertelanjang bulat, tapi karena mereka sedang berendam didalam air laut, jadi yang terlihat hanya bagian perut sampai ke kepala.


Ada salah satu dari mereka, yang tampak berendam didalam air laut sampai ke leher, dengan rambutnya yang panjang.


Itu seorang perempuan.


Berarti, didepan Marco sekarang, ada dua laki-laki dan satu perempuan.

__ADS_1


Entah kenapa, apakah karena kondisi mereka yang tampak seperti sedang bertelanjang atau apa, yang jelas, Marco sekarang merasa yakin kalau mereka sama seperti Marco.


Mereka bertiga adalah kaum shapeshifter!


__ADS_2