SHAPESHIFTER

SHAPESHIFTER
Part 48


__ADS_3

Setelah memeluk Bella cukup lama, Bella sekarang sudah terlihat sedikit lebih tenang, dan Marco juga bisa ikut merasa tenang melihatnya.


"Aku membawa anak-anak keluarga Sums ke gudang pertanian sebentar. Nanti aku kembali kesini lagi," kata Marco.


Bella menganggukkan kepalanya, lalu Marco mencium kening Bella.


Marco kemudian menyusul Adaline dan saudara-saudara laki-lakinya yang sudah menunggu di beranda rumah Marco.


Ketiganya tampak tidak sabar, dan sangat bersemangat ketika melihat Marco berjalan keluar melewati pintu.


"Ayo kita pergi!" ajak Marco.


Fint dan Fent berjalan dibelakang Marco, sedangkan Adaline berjalan disebelah Marco.


"Bella memang pantas menjadi pasangan Alpha..." celetuk Adaline.


Marco menoleh kesamping melihat Adaline, tanpa berkata apa-apa.


"Bella pemberani... Dia juga terlihat kuat, meskipun dia sudah tahu, apa yang akan kalian hadapi," lanjut Adaline.


Marco tetap tidak mengatakan apa-apa, dan hanya berjalan terus mengarah ke gudang pertanian miliknya.


Dalam hati, Marco memang bangga bisa bersama Bella, dan dalam pikiran konyolnya, kalau sampai dia berhasil menggeser Alpha pengganti, maka Bella akan jadi ratu dari kaum shapeshifter.


Marco akan dengan bangganya memamerkan pasangannya yang cantik, dan dengan membayangkan hal itu saja, bisa membuat Marco senyum-senyum sendiri.


"Aku duluan!" kata salah satu saudara laki-laki Adaline, ketika mereka sudah didalam gudang pertanian.


Marco lalu memegang bahunya, sebelum dia mengulurkan tangannya kearah salah satu hewan disana.


Mereka kemudian melakukan hal yang sama, secara bergantian, hingga Adaline, Fent dan Fint, bisa menyentuh hewan-hewan ternak disana, dan juga bisa bermain dengan Duke.


"Kalian masih mau bersama hewan-hewan ini? Semua hewan ternak harus aku keluarkan dari kandang sekarang," kata Marco.


"Oh, begitu... Tapi, kami masih bisa disini?" tanya Adaline.


"Aku masih mau bermain dengan Duke," lanjut Adaline.


"Tentu saja," kata Marco, lalu membuka pintu-pintu kandang satu persatu.


"Duke! Bawa mereka semua keluar kawan!" kata Marco.


Tanpa menunggu lama-lama, Duke menggiring hewan-hewan ternak keluar dari gudang pertanian bergantian.


"Kalau kalian masih mau disini, silahkan saja. Aku mau membantu Bella, membuat kue untuk diisi ditokonya besok," kata Marco.


"Oke!" kata Adaline.


Sedangkan, kedua saudara laki-laki Adaline, tampak tidak menghiraukan Marco, dan terlalu sibuk memegang hewan-hewan ternak milik Marco.


Marco kemudian membiarkan mereka bertiga disitu, dan mendatangi Bella didalam rumah.

__ADS_1


"Mana Adaline dan saudara-saudaranya?" tanya Bella, ketika Marco berjalan mendekat, menghampirinya.


"Mereka asyik bermain dengan hewan ternak dan Duke diluar," kata Marco, lalu memeluk Bella dari belakang.


"Kata Adaline, kamu memang cocok untuk menjadi pasangan Alpha," celetuk Marco.


Bella tertawa kecil.


"Kamu menggodaku?" tanya Bella.


"Tidak sayang. Aku justru membayangkan, kalau semua tentang penggeseran Alpha sudah berakhir, kamu akan jadi ratuku yang bisa aku banggakan," kata Marco, lalu mencium pipi Bella dari samping.


"Memangnya sekarang aku belum menjadi ratumu?" tanya Bella, sambil tertawa kecil.


"Bukan begitu. Kamu selalu jadi ratu dihatiku," kata Marco.


"Hmmm... Rayuan yang bagus!" kata Bella.


"Aroma kuenya harum sekali," celetuk Marco.


"Sebentar lagi matang. Kamu bisa mencicipinya sedikit. Tidak boleh banyak-banyak, nanti tidak ada yang bisa dijual," kata Bella.


"Besok, pembukaan toko. Mungkin, aku akan banyak menghabiskan waktu disana," lanjut Bella.


"Aku akan menemanimu, setelah mengantar telur ke pedagang," ujar Marco.


"Bagaimana dengan Adaline dan saudara-saudaranya?" tanya Bella.


"Mereka bisa menunggu disini. Atau kalau mereka mau ikut kesana, tidak apa-apa?" tanya Marco.


"Kamu bisa melepaskan aku sekarang! Aku harus mengeluarkan kue dari dalam oven, kalau tidak mau kuenya menjadi hangus," lanjut Bella.


Marco kemudian melepaskan pelukannya dari Bella, dan membiarkan Bella mengeluarkan piring kue dari dalam oven didepannya.


"Jam berapa kamu ke pekan perdagangan ternak?" tanya Bella, sambil meletakkan piring kue keatas meja, lalu memasukkan piring berisi kue mentah kedalam oven.


"Sebentar lagi," jawab Marco.


"Aku nanti minta Adaline menjagamu disini. Mungkin, aku akan mengajak Fint dan Fent ikut denganku," lanjut Marco.


"Hmmm... Begitu. Oke!" kata Bella.


"Bisa kamu singgah dirumah keluarga Cooch? Katakan, kalau jangan sampai mereka lupa, dengan kue pesananku," kata Bella.


"Iya. Nanti sepulangnya dari pekan perdagangan ternak, aku singgah disitu," ujar Marco.


Aroma harum kue yang dimasak Bella, menyebar hampir kesegala arah didalam rumah Marco.


Marco kemudian mencuci tangannya, dan sementara menunggu waktu untuk pergi ke perdagangan ternak, Marco membantu Bella mengemas kue yang sudah matang kedalam bungkusan khusus.


"Ini! Kamu bisa mencicipinya sedikit!" kata Bella, sambil menyuapkan potongan kecil kue ke mulut Marco.

__ADS_1


"Hmmm... Enak!" kata Marco, lalu mencium Bella.


"Kamu selalu mencuri kesempatan," ujar Bella, sambil membesarkan matanya.


Marco hanya tertawa kecil, lalu bersiap-siap untuk pergi dari situ.


"Aku pergi menjual sapi-sapi dulu," kata Marco.


Bella menganggukkan kepalanya.


"Iya," jawab Bella.


"I love you, honey..." ucap Marco, lalu mencium kening Bella.


"Love you too, babe!" kata Bella.


Marco kemudian berjalan keluar dari dalam rumah, dan mendatangi Adaline dan saudara-saudara laki-lakinya yang masih terlihat bersemangat diantara hewan-hewan ternak.


"Adaline! Aku minta tolong, agar kamu menjaga Bella, sementara aku tidak ada disini," kata Marco.


"Kamu mau kemana?" tanya Adaline.


"Sapi-sapi itu sudah tua. Sudah waktunya untuk dijual kembali. Aku akan pergi menjualnya di perdagangan ternak," jawab Marco.


"Fint! Fent! Mau ikut denganku, pergi ke perdagangan ternak?" tanya Marco.


"Iya," jawab Fint dan Fent bersamaan.


"Tapi, kita hanya bisa berjalan kaki, sambil mengiring sapi-sapi itu. Bagaimana?" tanya Marco lagi.


"Tidak masalah," jawab salah satu dari saudara laki-laki Adaline itu.


"Duke! Bantu aku mengiring sapi-sapi ini!" kata Marco.


Marco, Fint, Fent, dan Duke, kemudian berjalan keluar dari pagar yang terbuka, dan dengan berjalan kaki, mereka mengiring sapi-sapi milik Marco dijalanan.


Marco sempat berbalik sebentar, dan melihat Adaline yang melewati pintu, masuk kedalam rumah.


Meski ada rasa khawatir meninggalkan Bella, namun dengan adanya Adaline menemani wanita yang dicintainya itu, Marco bisa sedikit bernafas lega.


Tempat perdagangan ternak berjarak cukup jauh dari rumah Marco.


Dengan bantuan Fint, Fent dan Duke, Marco tidak terlalu kesulitan mengatur sapi-sapi agar tetap berjalan dalam satu kelompok, hingga mereka tiba ditempat perdagangan ternak itu, di langsungkan.


Marco bernegosiasi dengan beberapa penjagal yang tertarik dengan sapi-sapinya, dan setelah beberapa tawaran berlangsung, Marco akhirnya menyepakati harga sapi-sapinya.


Fint dan Fent terlihat sedih ketika sapi-sapi itu dibawa pergi oleh pemilik barunya, dan Marco lalu membelikan mereka dua ekor biri-biri muda.


"Ini jadi peliharaan kalian mulai sekarang!" kata Marco.


Fint dan Fent tidak bisa menyembunyikan rasa senangnya, lalu bersama-sama memeluk Marco disitu.

__ADS_1


"Sambil mengurus peliharaan baru milik kalian ini, kalian bisa sambil membantuku mengurus ternakku yang lain?" tanya Marco.


"Tentu saja. Asalkan kamu mengajari kami caranya," kata salah satu dari mereka.


__ADS_2