SHAPESHIFTER

SHAPESHIFTER
Part 38


__ADS_3

Gudang pertanian menjadi tempat bagi Marco dan Bella menghabiskan waktu sore itu.


Duke tanpa perlu diperintah, sudah menggiring ternak-ternak bergantian masuk kedalam kandang digudang pertanian.


"Apa kamu hanya terbang tanpa arah waktu dihutan?" tanya Bella tiba-tiba.


Marco dibantu Bella, sedang memasukkan pakan ternak kedalam palung didalam kandang.


"Tidak. Aku baru saja menemukan tempat orang-orang seperti aku berkumpul," jawab Marco.


Bella memasukkan sisa pakan ternak ditangannya kedalam kandang ayam.


"Benarkah?" tanya Bella.


Marco menganggukkan kepalanya.


"Iya," jawab Marco.


"Lalu bagaimana disana? Apa jauh dari tempat ini? Hmmm... Apa banyak mereka yang biasa berubah bentuk sepertimu?" pertanyaan Bella beruntun, dan terlihat sangat penasaran.


Marco tersenyum lebar, lalu menghampiri Bella, dan memegang kedua lengannya.


"Kalau kita sudah menikah, tokomu sudah beres, lalu kita tidak terlalu sibuk, kita bisa jalan-jalan kesana," kata Marco.


"Sungguh? Tidak apa-apa?" tanya Bella.


"Iya. Disana ada hari perdagangan, dimana banyak orang biasa yang datang berkunjung. Berjual beli, atau sekadar berjalan-jalan," jawab Marco.


Bella tersenyum lebar, lalu berpelukan dengan Marco, sambil mengangkat wajahnya, agar Marco bisa menciumnya.


Pekerjaan didalam gudang pertanian sudah selesai mereka berdua kerjakan.


Duke sudah bersantai sambil bermain mainan gigitnya, didepan pintu gudang.


Marco membawa Bella duduk ditumpukkan jerami yang ada didekat Duke, sambil memangku Bella disitu.


"Sayang... Apa kamu pernah terpikir untuk tinggal ditempat itu?" tanya Bella.


"Kenapa kamu menanyakan hal itu?" Marco balik bertanya.


"Hmmm... Aku hanya ingin tahu. Kalau-kalau kamu mungkin bisa lebih nyaman, saat tinggal diantara orang-orang yang mirip denganmu," kata Bella.


"Tidak. Tinggal disini bersamamu, masih jauh lebih menyenangkan, daripada harus memulai hidup baru ditempat lain," kata Marco.


"Kamu tidak menganggapku sebagai penghalang, bukan?" tanya Bella.


"Sayang... Aku tidak pernah berpikir seperti itu. Kamu membuatku melihat dunia ini dengan cara yang berbeda, dan aku makin mencintaimu karena itu," jawab Marco.


"Orang-orang yang sudah kutemui disana pun, ingin mendapatkan pasangan sepertimu," lanjut Marco.


"Eh! Jadi, kamu menceritakan tentang kita? Kalau kamu sudah bersamaku?" tanya Bella.

__ADS_1


"Tentu saja. Kenapa tidak? Aku patut membanggakan diri, bukan?" ujar Marco.


"Kamu jangan menggodaku...!" kata Bella tersipu-sipu.


"Tidak, sayang... Aku memang merasa bangga, karena bisa memiliki hatimu," ujar Marco, lalu mencium Bella dengan perlahan.


Sudah semakin sore, tapi keduanya seakan-akan tidak mau beranjak dari tempat itu.


Bella masih bergelayut manja dileher Marco yang memangkunya, sambil memeluk Bella dengan erat.


"Aku mau memberitahumu sesuatu," kata Marco.


"Apa itu?" tanya Bella.


"Apa kamu tahu kalau aku hanya anak yang di adopsi Mommy dan Daddy-ku?" tanya Marco.


Bella mengangkat kepalanya, yang tadinya bersandar didada Marco, lalu menatap Marco lekat-lekat.


"Tidak. Aku tidak pernah tahu tentang itu," jawab Bella.


"Apa mungkin hal itu akan membuatmu melihatku dengan berbeda?" tanya Marco.


"Tidak. Tentu saja tidak. Aku mencintaimu, dan tidak ada yang bisa mengubahnya," kata Bella.


"Tapi... Bagaimana denganmu? Apa kamu baik-baik saja mengetahui hal itu?" tanya Bella.


"Iya... Aku baik-baik saja. Daddy sudah memberitahu aku, sebelum dia wafat," jawab Marco.


Bella terlihat menundukkan pandangannya sesaat, sebelum dia kembali melihat Marco.


"Hmmm... Aku sudah mengetahui siapa orang tua kandungku," kata Marco.


Bella mengerutkan alisnya, dan tetap menatap Marco, seolah-olah menunggu Marco melanjutkan ceritanya.


"Baru beberapa hari ini aku mengetahuinya. Orang tuaku tinggal ditempat shapeshifter berkumpul," kata Marco.


Marco lalu terdiam, dan Bella kelihatannya masih belum puas dengan cerita Marco.


"Oke. Shapeshifter, berarti orang-orang yang mirip denganmu. Tapi, bagaimana dengan orang tuamu? Apa kamu sudah bertemu dengan mereka?" tanya Bella.


"Belum. Tapi, itu rasanya tidak mungkin lagi. Karena, menurut cerita yang aku dapatkan ditempat itu, kemungkinan besar kedua orang tuaku juga sudah meninggal dunia," jawab Marco.


Bella menundukkan pandangannya, sambil menarik nafasnya dalam-dalam, lalu menghembuskannya pelan.


"Maafkan aku... Kalau begitu, kamu lagi-lagi tidak bisa bersama keluargamu," kata Bella.


"Tidak masalah. Aku sudah menemukanmu, juga keluargamu, yang semoga saja bisa menerimaku nanti," ujar Marco.


"Meskipun kamu tidak berharap, Mommy dan Daddy memang menyayangimu..." kata Bella.


"Tidak perlu kamu mengkhawatirkan tentang itu, karena mereka menerimamu, seperti aku yang mencintaimu, sayang..." lanjut Bella, lalu mencium Marco.

__ADS_1


"Kamu tidak terganggu dengan kabar tentang orang tua kandungmu?" tanya Bella, sambil memegang kedua sisi wajah Marco, dengan kedua tangannya.


"Tidak. Apalagi aku memang tidak mengenal mereka," jawab Marco.


"Baiklah kalau begitu... Tapi, kalau ada sesuatu yang kamu inginkan, kamu akan mengatakannya padaku 'kan?" tanya Bella.


"Iya. Tentu saja," jawab Marco.


"Eh! Aku baru ingat. Apa tidak ada yang perlu kita bantu dirumah orang tuamu?" tanya Marco.


"Hmmm... Tidak ada. Hanya saja, orang tuaku mengundang kita makan malam lagi dengan mereka malam ini. Kamu mau pergi?" tanya Bella.


"Iya. Kita bisa sekalian melihat disana, kalau-kalau ada yang bisa kita kerjakan, agar orang tuamu tidak kelelahan mengurusnya sendiri," jawab Marco.


"Kamu mau mandi bersama-sama denganku?" tanya Marco, lalu tersenyum nakal.


Bella tertawa kecil, lalu memeluk Marco.


"Iya. Tentu saja aku mau," bisik Bella.


"Oke! Kalau begitu, kita mandi saja dulu. Setelah itu, barulah aku akan memberikan Duke makan malamnya," kata Marco, lalu menggendong Bella, dan membawanya masuk kedalam rumah.


Marco sudah terlihat rapi, sedangkan Bella masih merapikan rambutnya didalam kamar.


"I love you..." bisik Marco, lalu berjalan keluar dari kamar.


Merasa kalau Bella tidak membalas ucapannya, Marco lalu berbalik, dan berdiri dipintu kamar.


"I love you, honey!" kata Marco.


"Eh! Love you too, babe..." kata Bella, yang terlihat seolah-olah baru tersadar dari lamunannya.


"Apa ada yang kamu pikirkan?" tanya Marco, lalu kembali menghampiri Bella.


"Tidak ada..." jawab Bella.


"Sungguh?" tanya Marco lagi.


"Iya, sayang..." jawab Bella, lalu tersenyum lebar, sambil melihat Marco yang berdiri dibelakangnya, dari pantulan cermin.


"Hmmm... Oke! Aku memberikan Duke makanannya dulu, ya?!" kata Marco, lalu mencium pipi Bella, sebelum dia benar-benar berjalan keluar dari kamar.


Setelah semua campuran makanan Duke sudah siap didalam mangkuknya, Marco kemudian memanggil Duke, untuk makan malam.


"Duke! Sini, kawan! Makananmu sudah siap!" teriak Marco dari beranda rumahnya.


Tidak berapa lama, Duke sudah terlihat berlari dan naik keatas beranda, lalu memakan makanannya, dan Marco mengisi mangkuk yang lain dengan air minum.


"Jaga tempat ini, selama kami pergi. Oke?!" kata Marco, lalu berjalan menyusul Bella didalam rumah.


Bella terlihat sudah rapi, dan cantik seperti biasanya.

__ADS_1


"Kamu sudah siap?" tanya Marco.


"Iya," jawab Bella, lalu menggandeng lengan Marco, dan berjalan keluar bersamanya.


__ADS_2