
Marco sama sekali tidak mengerti dengan apa yang salah dari perkataannya, hingga bisa membuat Adaline tampak sangat gelisah.
Rasanya, apa yang dikatakan Marco tidak ada yang aneh, dan Marco juga tidak sedang berbohong tentang peternakan miliknya.
Lalu apa?
"Kenapa kamu bisa sangat berbeda?" tanya Adaline, sambil menatap Marco lekat-lekat, setelah sempat melihat kesana kemari, dengan matanya yang bergerak liar.
"Apa maksudmu?" tanya Marco, benar-benar bingung dengan arah pembicaraan Adaline saat ini.
"Kamu bisa memelihara ternak? Itu aneh bagi kita kaum shapeshifter!" kata Adaline, dengan suaranya yang agak meninggi.
Adaline kemudian terlihat salah tingkah, karena suaranya sempat membuat beberapa orang memandangi mereka berdua disitu.
"Ikut denganku! Kita bicara ditempat yang sepi," kata Adaline, lalu memegang tangan Marco, dan membawanya berjalan menjauh dari pertokoan.
Adaline terus berjalan cepat sambil sedikit menarik tangan Marco yang dipegangnya, sampai mereka berada di sela kosong, diantara dua bangunan.
Marco hanya mengikuti Adaline, tanpa berkomentar apa-apa.
"Pertama kali kamu datang kesini, apa kamu melihat atau mendengar suara hewan lain, selain aku dan kakak-kakakku?" tanya Adaline.
"Hmmm... Rasanya, tidak ada. Lalu apa hubungannya?" ujar Marco.
"Kamu tidak mengerti? Kita bisa berubah menjadi hewan, dan hewan asli biasanya merasa takut dengan keberadaan kita," kata Adaline.
"Iya. Ayam-ayamku pasti takut kalau aku berubah bentuk menjadi pemangsa mereka," kata Marco.
"Bukan itu maksudku! Naluriah hewan asli akan takut dengan kaum kita, meskipun kita berbentuk manusia," kata Adaline.
"Itu sebabnya, aku tahu kalau kamu bukan kelinci biasa. Karena kamu tidak berlari ketakutan, ketika berada cukup dekat dengan kami," lanjut Adaline.
Marco terdiam sambil memikirkan perkataan Adaline.
"Apa kamu tidak lihat? Sudah tiga kali kamu datang kesini. Apa kamu pernah melihat satu ekor pun hewan lain selain shapeshifter?" tanya Adaline.
"Hmmm... Tidak," jawab Marco.
"Apa kamu sudah mengerti sekarang?" tanya Adaline.
"Iya, tapi..." jawab Marco.
"Kamu berbeda!" sela Adaline.
"Kamu sangat berbeda dari shapeshifter biasanya," lanjut Adaline.
Marco kembali terdiam, dan tidak tahu harus berkata apa-apa lagi.
"Kamu bisa menahan sebagian bentukmu, kamu bisa berada diantara hewan yang sesungguhnya... Apa ada yang kamu sembunyikan?" tanya Adaline.
"Maksudmu apa?" Marco balik bertanya.
__ADS_1
"Hmmm... Maksudku, apa kamu ber-evolusi?" tanya Adaline.
"Aku tidak tahu. Sewaktu kamu bertanya caranya menahan bentuk pun, aku juga tidak berbohong. Aku benar-benar tidak tahu apa-apa. Jadi aku tidak bisa menjawab pertanyaanmu," kata Marco.
Adaline tampak makin gelisah.
Mata Adaline bergerak liar, sambil sesekali melihat kearah Marco, lalu kembali memutar bola matanya, dengan tubuhnya yang bergerak kesana kemari, seolah-olah benar-benar merasa terganggu dengan jawaban yang dikatakan oleh Marco.
"Kamu tidak sedang berbohong denganku, bukan?" tanya Adaline.
"Tidak. Aku bicara jujur," kata Marco.
"Aku justru tidak pernah memikirkan, kalau apa saja yang aku bisa lakukan itu adalah sesuatu yang tidak biasa. Aku benar-benar mengira, kalau semua kaum shapeshifter, bisa melakukannya," lanjut Marco.
"Sulit dipercaya! Kamu benar-benar penuh dengan kejutan," kata Adaline.
"Apalagi yang bisa kamu lakukan?" tanya Adaline.
"Aku tidak mengerti maksud dari pertanyaanmu. Karena aku tidak merasa kalau ada sesuatu yang berbeda dariku, dibandingkan dengan kalian," jawab Marco datar.
"Orang tuaku wafat saat aku masih terlalu muda, dan tanpa berpikir panjang, demi menyambung hidup, aku kembali ke rumah lama kami, dan membuka kebun jagung...
Aku juga membeli beberapa hewan ternak, dengan menggunakan sisa uang milik orang tuaku...
Lalu apa? Mana mungkin aku tahu kalau hal itu tidak biasa bagi kita?" lanjut Marco menjelaskan.
Adaline kini terlihat jauh lebih tenang, bahkan seolah-olah tampak merasa bersalah.
"Maafkan aku..." kata Adaline.
"Mungkin kalau orang tuamu masih hidup, akan lain ceritanya," lanjut Adaline.
"Maafkan aku... Tidak seharusnya, aku menyinggung tentang orang tuamu," kata Adaline buru-buru.
"Tidak apa-apa... Aku juga minta maaf, karena tidak bisa memberikan jawaban yang ingin kamu dengar," kata Marco datar.
Adaline menarik nafasnya dalam-dalam, lalu menghembuskannya dengan cepat dan kasar.
"Mari kita pergi dari sini! Atau apa kamu masih ingin melihat-lihat?" tanya Adaline.
"Aku akan kembali ke tempat tinggalku. Pekerjaanku disana, sudah terlalu sering aku abaikan," kata Marco.
"Baiklah kalau begitu. Mari kita kembali kerumahku saja, sekarang!" ajak Adaline.
Marco menganggukkan kepalanya.
Dengan berjalan pelan, mereka kembali menyusuri jalan dipusat perdagangan itu, dan kembali mengarah ke rumah keluarga Sums berada.
Sesekali, Marco menangkap basah mata Adaline, yang sedang curi-curi memandanginya.
"Kalau ada sesuatu, sebaiknya kamu katakan saja," celetuk Marco.
__ADS_1
"Tidak ada apa-apa. Aku hanya masih memikirkan kemampuan yang kamu miliki. Tapi, semua itu percuma, kalau kamu juga tidak tahu alasannya mengapa kamu bisa melakukannya," kata Adaline.
"Yang aku tahu, kamu shapeshifter yang istimewa. Entah karena kehidupanmu yang terlalu cepat mandiri, atau apa, aku tidak berani terlalu banyak menduga-duga," lanjut Adaline.
Kalau mendengar perkataan Adaline seperti itu, Marco merasa kalau Adaline mencurigai sesuatu tentang Marco.
Dan kemungkinan yang paling besar, adalah Marco yang berbeda dari kaumnya yang lain, mengarah kepada pewaris Alpha.
Rasanya, sudah lebih dari cukup yang ingin diketahui Marco tentang tempat itu, kalau ada kemungkinan dia akan dicurigai sebagai pewaris Alpha.
Disitu juga bukan tempat yang baik untuknya menetap.
Sesulit-sulitnya, saat Marco hidup sendirian di Bridget, masih jauh lebih nyaman, daripada harus hidup penuh dengan rasa was-was, dan rendah diri berlebihan, seperti keluarga Sums.
Apalagi, sekarang Marco sudah tidak se-kesepian dulu, karena Bella akan menemani Marco, dan menyayanginya sepenuh hati.
Untuk apa Marco harus kembali ke tempat itu?
Untuk bersaing kekuatan dan kekuasaan dengan saudara Alpha?
Tidak.
Marco tidak se-ambisi itu untuk menjadi pemimpin kaum.
Dengan mengepakkan sayapnya cepat, Marco pergi meninggalkan tempat tinggal keluarga Sums, tanpa sempat berpamitan dengan anggota keluarga Sums yang lain, yang belum juga kembali dari pemukiman utama.
Tidak berapa lama, Marco sudah tiba dihutan lindung kota Bridget, dan berpakaian disana, sebelum dia berjalan keluar dari hutan, menuju mobilnya yang terparkir dipinggir jalan.
Baru saja Marco menjalankan mobilnya, mungkin baru sekitar lima puluhan meter dari tempatnya terparkir, tiba-tiba seekor serigala besar, berlari menyeberangi jalan didepan Marco, lalu menembus kedalam hutan.
Marco menginjak pedal rem secepatnya.
Huufffttt!
Hampir saja Marco menabrak hewan itu.
Seketika itu juga, mata Marco terbelalak.
Tidak ada serigala dikota Bridget...
Itu pasti bukan serigala biasa.
Marco tidak mau berlama-lama berhenti dijalan itu, dan dengan berpura-pura tidak tahu apa-apa, Marco kembali menginjak pedal gas mobilnya, dan pergi berlalu menjauh dari sana.
Siapa itu?
Dan apa yang dia lakukan dikota ini?
Apa mungkin dia itu...?
Sudahlah...
__ADS_1
Meskipun itu saudara laki-laki Alpha, belum tentu dia lantas mengenali Marco.