
Gelas wine yang diangkat, dan beradu, dan berdenting, mengejutkan Marco dari lamunannya.
Masih banyak tamu yang berkumpul di tempat diselenggarakannya pesta pernikahan mereka, tetapi pikirannya tentang keluarga Sums, membuatnya tidak bisa memberi perhatiannya kepada orang-orang disitu.
Sudah sejak tadi keluarga Sums pergi dari tempat itu, Marco masih belum bisa menikmati kebahagian yang dirayakan tamu-tamu yang hadir.
Kedatangan keluarga Sums, memang hanya membuat Marco menjadi gusar.
Bukan tanpa alasan.
Marco yakin kalau mereka masih tidak percaya dengan apa yang dikatakan Marco.
Walaupun demikian, apa yang mereka harapkan dari Marco?
Bella tampaknya menyadari kegelisahan Marco, hingga sedari tadi dia tidak melepaskan genggamannya dari tangan Marco.
"Apa kamu masih memikirkan tentang keluarga Sums?" tanya Bella, dengan suara berbisik.
"Iya. Kemungkinan mereka masih tidak percaya dengan perkataanku," kata Marco.
"Kalau kamu mau kita bisa pergi dari sini sekarang," ajak Bella.
"Tidak perlu. Maafkan aku, yang hanya merusak suasana," kata Marco, kemudian mencium punggung tangan Bella.
Aroma harum wine dalam gelas yang diguncang perlahan, membuat Marco bisa mengalihkan sedikit pikiran gelisahnya.
Sedikit cairan manis dan asam fermentasi itu, sudah disesap Marco, hingga hampir separuh dari jumlah takaran awalnya.
Tidak sampai merasa mabuk, cairan anggur fermentasi itu, hanya untuk membasahkan tenggorokannya sedikit.
Bella yang diajak berdansa oleh Daddy-nya, menjadi tontonan Marco saat ini sambil tersenyum.
"Apa kamu sudah lelah?" tanya Marco, ketika Bella diantar Daddy-nya kembali duduk disamping Marco.
"Kenapa?" Bella balik bertanya.
"Aku ingin mengajakmu berdansa sekali lagi denganku," jawab Marco.
Bella tersenyum, dan tanpa berkata apa-apa, wanita itu lalu berdiri, dan Marco segera membawanya berdansa diantara tamu-tamu undangan yang lain.
"Apa masih ada yang kamu pikirkan?" tanya Bella.
"Iya. Bagaimana bisa aku seberuntung ini?" jawab Marco.
"Apa maksudmu?" tanya Bella.
"Aku masih tidak percaya, kalau aku bisa menikahimu," jawab Marco.
"Kamu menggodaku lagi," kata Bella.
__ADS_1
"Kamu sangat cantik. Pasti banyak yang iri denganku," kata Marco.
"Hentikan...! Kamu membuatku malu," ujar Bella pelan.
Marco memegang dagu Bella, mengangkatnya pelan, lalu menciumnya dengan lembut dan perlahan.
"I love you, so much!" ucap Marco bersungguh-sungguh.
"I love you too...!" kata Bella, dan menyandarkan kepalanya didada Marco.
Mereka berdansa hingga satu lagu berhenti mengalun pelan ditempat itu.
"Apa kamu mau istirahat, sebelum kita ikut makan malam?" tanya Marco.
"Iya. Meluruskan pinggang sebentar, tidak akan menyakiti siapa-siapa," jawab Bella.
Marco kemudian menggendong Bella, dan membawanya masuk kedalam rumah, hingga kekamar lama Bella, lalu membantu melepaskan gaun pengantin yang dipakai Bella.
Lekukan tulang punggung bella yang terbuka, menjadi sasaran ciuman lembut dari Marco, sambil menarik turun ritsleting gaun itu.
Diatas tempat tidur, dengan berbaring bersebelah-sebelahan, Bella tampak menunggu penjelasan dari Marco.
"Aku bertemu dengan suster dipanti asuhan yang menemukanku waktu aku masih bayi. Dia menceritakan semua yang dia tahu. Dan, dia yakin, kalau aku adalah Alpha bagi kaumku...
Daddy-ku yang sebenarnya yang mengatakannya kepada suster itu...
Sehingga kalau aku akan mengklaim posisi Alpha, kemungkinan aku harus berkelahi dengannya," kata Marco menjelaskan.
"Lalu apa yang terjadi kalau kamu menolak menjadi Alpha? Kenapa keluarga Sums tampak sangat memaksa?" tanya Bella.
"Hmmm... Saudara laki-laki dari Daddy-ku, yang sekarang memegang kepemimpinan, membuat berbagai aturan, yang dianggap tidak berpihak bagi semua kaum...
Alpha pengganti itu, dianggap sebagai pemimpin yang kejam...
Mereka berharap, pewaris Alpha akan mengembalikan situasi menjadi normal, dan jadi lebih baik, sesuai dengan ramalan leluhur kaum shapeshifter," jawab Marco.
"Hmmm... Kalau begitu, mereka sekarang ini sedang dalam situasi sulit?" tanya Bella.
"Iya. Kurang lebih begitu," jawab Marco.
Marco menarik nafasnya dalam-dalam, lalu menghembuskannya dengan pelan.
"Bagaimana menurutmu?" tanya Marco.
"Maafkan aku, sayang... Semua keputusan untuk hal seperti itu, hanya kamu yang bisa menentukannya sendiri," jawab Bella.
"Apa kamu mau membantu mereka atau tidak, hanya kamu sendiri yang bisa memilih," lanjut Bella.
"Bukannya aku tidak mau membantu mereka, dan kaumku yang lain, tapi membayangkan kalau aku harus berebut kekuasaan dengan Alpha pengganti, membuatku merasa itu terlalu berlebihan," kata Marco.
__ADS_1
"Kalau dari semua informasi yang aku dapatkan, Alpha pengganti, bukanlah orang yang akan menyerah dengan begitu mudahnya...
Dia bahkan mengutuk suster yang berusaha menyembunyikan keberadaanku, juga tidak segan untuk membunuh orang yang tidak menuruti kemauannya...
Bisa kamu bayangkan, bukan?" lanjut Marco.
Bella memeluk Marco dengan erat, dan menenggelamkan wajahnya didada Marco.
Kelihatannya, Bella sekarang sedang merasa takut, meskipun Bella tidak menyatakan ketakutannya.
"Jangan khawatir! Tidak akan aku biarkan sesuatu terjadi padamu," kata Marco, lalu mengecup kepala Bella.
"Sayang... Aku bukan mengkhawatirkan diriku sendiri. Aku justru merasa khawatir denganmu... Apa mungkin dia akan mencoba untuk mencelakaimu?" tanya Bella.
"Tidak usah terlalu dipikirkan. Aku tahu kalau dia mungkin masih mencariku... Tapi, asalkan dia tidak tahu tentang keberadaanku, dia tidak akan berbuat apa-apa," jawab Marco.
"Aku juga sudah memutuskan untuk tidak kembali ke pemukiman shapeshifter. Bahkan, aku tidak akan berganti bentuk dihutan lagi...
Aku akan lebih banyak menghabiskan waktuku bersamamu. Agar aku bisa memperkecil kemungkinan untuk berkonfrontasi dengannya," lanjut Marco.
"Serumit itu... Jujur saja, aku tidak tega melihat keluarga Sums, kalau mereka dalam kesulitan. Tapi, aku juga tidak mau kalau sampai terjadi apa-apa denganmu," kata Bella, sambil mempererat pelukannya.
Marco terdiam, sambil memikirkan perkataan Bella.
Memang benar, Marco juga tidak tega melihat keluarga Sums, dan anggota shapeshifter yang lain, yang mungkin merasakan situasi yang sama seperti keluarga Sums.
Itu pilihan yang sulit.
Rasanya, Marco sekarang tampak seperti seorang pengecut.
Tapi, mau bagaimana lagi?
Apalagi, sekarang Marco harus melindungi Bella, wanita yang dia cintai.
Jika saja tidak ada kemungkinan untuk memakai jalur kekerasan, Marco mau saja mengambil alih kepemimpinan.
Jangankan bertarung, mengasari hewan ternak peliharaannya saja, Marco tidak tega.
Marco memeluk Bella dengan erat, sambil mengecup kepala wanita itu.
Dengan memikirkan semua yang terjadi belakangan ini, perasaannya berkata, kalau kemungkinan dia akan bertemu saudara Alpha, jadi semakin besar, meskipun Marco mencoba untuk menghindarinya.
Entah apa yang harus Marco lakukan sekarang.
Marco menatap Bella yang memejamkan matanya, terlihat tenang, seolah-olah benar-benar yakin kalau Marco akan selalu bersamanya, dan akan menjaganya.
Rasa bersalah, timbul didalam hati Marco, karena sekarang dia telah melibatkan Bella, dalam permasalahan kaumnya.
Sebelum makan malam keluarga berlangsung, Marco membiarkan Bella tertidur pulas dipelukannya.
__ADS_1