SHAPESHIFTER

SHAPESHIFTER
Part 68


__ADS_3

Kelihatannya, dugaan Marco kalau ada sesuatu diantara Beta dengan Adaline, terbukti adanya.


Ketika mereka semua beranjak pergi dari sungai, hingga mereka sudah tiba dirumah Marco, kedua shapeshifter itu hampir tidak bisa saling menjauh.


Ada bagusnya, tapi ada juga bagian terburuknya.


Karena Beta sibuk bersama-sama dengan Adaline, kini Delta menjadi seperti anak ayam yang tidak mau menjauh dari Marco.


Demi menghindari Delta, Marco kesana kemari mengikuti Bella, kemana saja dan apa saja yang wanita itu lakukan.


Lama kelamaan, Bella tampaknya mulai merasa risih dengan gerak-gerik Marco yang selalu menempel kepadanya.


"Ada apa?" tanya Bella datar.


"Tidak ada apa-apa. Aku hanya sedang tidak mau Delta mendekatiku," jawab Marco.


Bella tampak mengangkat pandangannya, seolah-olah sedang melihat sesuatu di bagian belakang Marco.


"Apa kamu tidak bisa mengacuhkannya begitu saja?" tanya Bella.


"Berarti, dia masih di belakangku?" Marco balik bertanya.


"Iya," jawab Bella.


"Apa masih ada yang mau kamu lakukan?" tanya Marco.


"Hmmm... Memangnya kenapa?" tanya Bella.


"Aku mau mengajakmu kekamar," jawab Marco, sambil menaik turunkan kedua alisnya, dan tersenyum nakal.


Bella tertawa kecil, sambil menutup mulutnya dengan tangannya.


"Apa harus seperti itu, hanya untuk menghindar dari Delta?" tanya Bella.


"Tidak. Aku mau kamu melanjutkan tingkah nakalmu di sungai tadi, jadi aku bisa menghukummu," jawab Marco.


Tanpa menunggu jawaban Bella, Marco memegang bahu Bella, dan dengan setengah mendorongnya, agar berjalan kearah kamar, sambil Marco mengikutinya dengan berjalan tepat dibelakang Bella.


***


Kalau Marco sudah selesai membuat Bella tersenyum lebar seperti itu saat keluar dari kamar, Marco tidak perduli lagi meski Delta kembali mengikutinya kemana saja dia pergi.


Marco memilih untuk duduk di beranda depan rumahnya, dan sesuai perkiraan Marco, tidak butuh waktu lama, hanya sepersekian detik saja, Delta terlihat menyusul, lalu ikut duduk disitu, meskipun dia hanya duduk dilantai, sambil bersandar di pagar.


"Apa ada yang kamu bicarakan denganku?" tanya Marco.


"Tidak ada. Aku hanya tidak ada teman saja, dan aku tidak tahu harus mengerjakan apa, agar aku tetap sibuk," jawab Delta.


"Hmmm..." Marco menggumam.

__ADS_1


Bagaimana mungkin ada yang mau berteman dengan Delta, kalau pembawaannya terasa buruk, dan hanya membuat orang merasa kesal saat dia ada disekitar.


"Berapa usiamu?" tanya Marco berbasa-basi.


"Tiga puluh satu, ditahun ini," jawab Delta.


"Apa saja yang kamu lakukan selama ini?" tanya Marco.


"Seperti Gamma dan Beta, berkelana, berkeliaran dari satu tempat ke tempat yang lain," jawab Delta.


"Berarti kamu sering bertemu dengan orang-orang. Apa kamu belum menemukan pasangan diantara mereka?" tanya Marco, dengan niat meledek Delta.


"Belum. Aku belum menemukan satupun yang menarik perhatianku," jawab Delta.


"Hmmm... Apa mungkin karena seleramu terlalu tinggi?" tanya Marco sambil tersenyum.


"Mungkin saja. Karena aku tidak mau melakukan kesalahan, hanya karena buru-buru ingin mendapat pasangan...


Apalagi kalau wanita itu hanya manusia biasa," jawab Delta.


Perkataan Delta terdengar seolah-olah sedang merendahkan Marco dan Bella, dan cukup untuk membuat Marco menjadi kesal.


"Apa maksudmu?" tanya Marco, sambil menahan kekesalannya.


"Manusia biasa, bisa dengan mudahnya berubah pikiran dan menjadi bosan dengan pasangannya," jawab Delta.


"Hmmm... Begitu ya?!" ujar Marco.


Apalagi yang sesama manusia biasa...


Banyak dari mereka yang sama-sama merasa bosan, dan memilih untuk berpisah, lalu mencari pasangan baru," kata Delta.


Marco merasa kalau pembahasan itu hanya akan membuatnya merasa semakin tidak menyukai Delta, meskipun Marco tahu kalau memang begitu sifat manusia biasa pada umumnya.


Manusia biasa dengan mudahnya merasa bosan, lalu ketidak cocokan dijadikan alasan untuk berpisah, dan mengganti pasangannya dengan yang baru.


Hingga banyak yang suka bergonta-ganti rekan di tempat tidur, tanpa memikirkan bagaimana efeknya bagi mereka di masa depan.


Manusia biasa bisa menjadi mahluk yang tidak setia seperti hewan *tertentu, dan shapeshifter yang bisa berubah menjadi hewan, justru bisa bersikap setia dengan satu pasangan saja, seperti manusia yang terhormat.


(*ada jenis hewan yang setia dengan satu pasangannya sampai mereka mati, misalnya angsa)


Tapi, itu kembali membuat marco memikirkan Bella, sebelum wanita itu bersama Marco sekarang ini.


Mungkin saja, kalau Bella...


Bangku di beranda yang jadi tempat duduk Marco, kini seakan-akan ada duri-duri disana, yang membuat Marco merasa kalau duduknya menjadi tidak nyaman.


Ah, sudahlah...

__ADS_1


Semua sudah menjadi masa lalu, bukan?


Yang penting sekarang, bagaimana nanti di masa yang akan datang.


Seba kemudian terlihat ikut duduk di beranda itu, dan seolah-olah akan duduk dilantai, dan Marco menahannya.


"Duduk saja di atas sini! Tidak apa-apa," kata Marco.


"Tidak perlu... Aku lebih suka duduk dilantai, agar bisa terasa lebih santai," kata Seba, dan tetap tampak bersikeras, hingga akhirnya dia ikut duduk dilantai seperti Delta.


"Delta! Bagaimana kabar Flints?" tanya Seba.


"Menurutku, dia tidak lama lagi kembali bersama Gamma. Karena lokasi jelajah Gamma tidak terlalu luas," jawab Delta.


"Lain lagi ceritanya kalau Flints mencari Beta, dia itu yang tersulit untuk ditemukan," lanjut Delta.


Seba tampak tertawa kecil.


"Memang benar. Aku dan Flints benar-benar kewalahan mencari Beta waktu itu," kata Seba.


"Hingga saking lelahnya aku mencari, aku singgah ditempat tinggal Beta terdahulu, dan membiarkan Flints yang berkeliaran mencarinya," lanjut Seba.


"Kenapa bisa begitu?" tanya Marco.


"Beta bertugas memetakan lokasi penyebaran kaum shapeshifter, jadi dia tidak pernah menetap di satu tempat lebih dari satu hari...


Gamma memeriksa anggota shapeshifter yang sudah tua, kalau ada yang terluka, atau membutuhkan bantuan...


Sedangkan aku... Aku tugasku tidak terlalu penting, kalau di masa-masa damai dan tidak ada peperangan," jawab Delta.


"Memangnya tugasmu apa?" tanya Marco.


"Hanya menilai dan menandai anggota kaum yang berguna untuk kelangsungan shapeshifter atau tidak. Atau lebih jelasnya, tugasku menilai apa anggota itu bisa diikutkan dalam peperangan atau tidak," jawab Delta.


"Tapi, membantu Alpha, adalah tugas kami yang paling utama," lanjut Delta.


"Peperangan katamu? Berperang melawan apa?" tanya Marco.


"Hmmm... Di dunia ini bukan hanya ada manusia biasa dan shapeshifter saja. Bahkan ada juga kaum lain yang kalau dilihat begitu saja, tampak seperti manusia biasa...


Jika ada salah paham tentang lokasi tempat tinggal, atau wilayah kekuasaan, maka akan terjadi peperangan antara kaum satu dengan yang lain," jawab Delta.


"Peperangan didalam kaum juga bisa terjadi. Contohnya sekarang ini, akan ada perebutan kekuasaan, maka pasti akan terjadi perang saudara," lanjut Delta.


"Selain manusia, shapeshifter, apalagi kaum lain yang kamu tahu?" tanya Marco penasaran.


"Skin-walker, penyihir, werewolf, dan masih banyak lagi," jawab Delta.


"Apa kamu pernah bertemu salah satu dari mereka?" tanya Marco yang semakin penasaran.

__ADS_1


"Aku hanya pernah sekali bertemu dengan seorang penyihir tanpa sengaja, tapi kami saling berpaling agar tidak ada bentrok..." jawab Delta.


__ADS_2