
Ketika Marco mencari Bella didalam rumah, wanita itu tidak ada disana.
Marco kemudian berjalan ke arah gudang pertanian.
Dari kejauhan, terlihat Bella sedang menemani Duke, sambil Duke menggiring sapi-sapi masuk kekandang, didalam gudang pertanian milik Marco.
Marco kemudian menghampiri Bella yang baru saja menutup kandang sapi, dan tersenyum saat melihat kedatangan Marco.
"Kamu darimana saja?" tanya Bella pelan.
Bella lalu berjalan keluar dari gudang pertanian, dan duduk diatas tumpukan jerami, dan mengajak Duke bermain.
"Aku tadi pergi ke hutan lindung," jawab Marco, sambil berjalan dibelakang Bella.
Hewan ternak yang lain, tampak sudah masuk semua ke kandangnya masing-masing, dan pintu kandangnya sudah tertutup.
Bahkan, makanan para hewan ternak, sudah terisi didalam palung-palung makanan, dimasing-masing petakan kandang.
Kelihatannya, Bella sudah mengerjakan pekerjaan yang seharusnya dilakukan Marco disitu.
"Hmmm... Untuk apa kamu pergi kesana, hingga selama itu, baru kembali?" tanya Bella.
"Maafkan aku. Bukannya aku mau mencampuri urusanmu, aku hanya penasaran saja," lanjut Bella, sebelum Marco sempat menjawab pertanyaannya.
Marco lalu duduk diatas jerami, dimana Bella juga duduk disitu, sambil Bella melempar ranting yang jadi alat untuk permainannya dengan Duke.
"Tidak ada masalah, kalau kamu hanya mau tahu seperti itu saja... Aku tadi mencari jamur, tapi selama aku berjalan-jalan didalam hutan, tidak ada satupun yang aku temukan," kata Marco.
"Hmmm... Kamu sudah lama datangnya?" tanya Marco.
"Iya, aku sudah disini cukup lama. Pekerjaan persiapan ditoko ditunda sementara. Salah satu pekerja sedang sakit, sedangkan seorangnya lagi, sedang merayakan ulang tahun anaknya," jawab Bella.
"Membosankan kalau hanya dirumah, jadi aku kesini," lanjut Bella.
Bella melempar ranting menjauh, dan Duke mengambilnya lalu membawanya kembali kepada Bella yang tersenyum lebar melihat Duke.
"Kamu terganggu dengan kedatanganku?" tanya Bella.
"Tidak. Aku justru senang kalau kamu bisa sering disini menemaniku," jawab Marco spontan, dan itu cukup untuk membuat Marco merasa malu, karena tidak bisa mengontrol perkataannya.
Bella tampak tersenyum lebar, lalu menyandarkan kepalanya dibahu Marco.
"Kamu tahu?! Aku menyukaimu..." kata Bella.
Marco tersenyum, sambil menggigit bibirnya sendiri, dan ketika Bella mengangkat kepalanya, Marco buru-buru mengatur ekspresinya agar bisa terlihat biasa saja.
__ADS_1
"Apa aku terlalu blak-blakan?" tanya Bella, yang menatap Marco lekat-lekat.
Marco tersenyum, dan mendekatkan wajahnya kepada Bella dan menciumnya dengan lembut.
"Aku juga menyukaimu..." kata Marco pelan, lalu merangkul Bella.
"Kalau aku tinggal denganmu disini, bagaimana menurutmu?" tanya Bella.
"Eh!" celetuk Marco, yang terkejut mendengar perkataan Bella.
"Kamu keberatan?" tanya Bella.
"Tidak. Aku hanya tidak menyangka kalau kamu mau tinggal denganku," jawab Marco.
"Hmmm... Aku ingin melihat apa hubungan kita bisa berhasil. Kalau memang memungkinkan, aku mau nanti kita bisa lebih jauh," kata Bella.
"Kamu mau mencobanya?" tanya Bella.
"Iya, aku mau," jawab Marco tanpa berpikir panjang lagi, dan seketika itu jugalah, Marco menyesali jawabannya yang dianggapnya, terlalu terburu-buru.
Marco memang menginginkan Bella bersamanya, tapi bagaimana nanti?
Tidaklah mungkin, Marco bisa menyembunyikan keadaannya dari Bella selamanya.
"Aku rasa, aku bukan hanya menyukaimu saja. Tapi... Aku benar-benar menyayangimu," celetuk Bella.
Sekarang, Marco tidak bisa menolak Bella, karena wanita itu pasti akan salah paham dengan maksudnya, apalagi kalau tidak ada alasan yang tepat bagi Marco untuk tidak melanjutkan kesepakatan mereka.
Bisa-bisa, Bella akan berpikir, kalau Marco hanya menjadikannya sebagai penghapus rasa kesepian, dan juga pelampiasan nafsu seksualnya saja.
Marco mempererat rangkulannya, dan mengecup kepala Bella.
Akan ada waktunya Marco memberanikan diri untuk mengaku, dan sementara ini, sebaiknya dia menjalaninya saja dulu.
"Kamu mau menyiapkan malam denganku?" tanya Marco.
"Tentu saja!" jawab Bella, lalu berdiri dari atas jerami, dan mengibaskan potongan jerami yang menempel di pakaiannya.
Marco ikut berdiri dan melakukan hal yang sama seperti Bella, mengibas-ngibaskan bagian belakang celananya, agar terbebas dari potongan jerami.
"Duke! Ayo ikut!" seru Bella, sambil menepuk-nepuk pahanya.
Duke kemudian berjalan menghampiri Marco dan Bella, lalu ikut berjalan mengiringi kedua majikannya itu, menuju ke rumah.
Duke kelihatannya lebih suka untuk bermain diluar, ketika Marco dan Bella berjalan masuk kedalam rumah, Duke malah bermain sendiri, dengan menggigiti tulang besar mainannya, diberanda rumah Marco.
__ADS_1
Bella mencuci tangannya didalam bak cuci piring, lalu berbalik, dan melihat Marco.
"Kamu beri makan Duke saja dulu! Biar aku saja yang menyiapkan bahan-bahan makanannya," kata Bella, sambil membuka lemari es, dan melihat-lihat didalamnya.
Marco lalu berjalan keluar, dan memberikan Duke makanan dan minumannya, sambil mengelus-elus kepala Duke, yang tampak tenang meski Marco memegangnya, saat dia sedang makan.
Duke masih makan, Marco lalu berjalan masuk kembali kedalam rumah, dimana Bella sudah sibuk membersihkan sayuran di dalam bak cuci piring.
"Apa kamu tidak mau aku membantumu?" tanya Marco, sambil menghampiri Bella, dan berdiri tepat dibelakangnya dengan jarak yang cukup dekat, hingga hampir bersentuhan.
Sambil memegang beberapa helai seledri ditangannya, Bella tiba-tiba berbalik, dan hampir saja menabrak Marco.
"Tolong, kamu ambilkan daging giling dari dalam lemari es!" pinta Bella, sambil mengangkat wajahnya melihat Marco yang dekat sekali dengannya.
Marco mencium bibir Bella sekejap, kemudian dengan mendesak Bella, hingga tersandar di bak cuci piring, Marco mencuci tangannya, dibak cuci piring yang ada dibelakang Bella, lalu berjalan mengambil bahan yang diminta Bella, dari dalam lemari es.
"Seingatku, aku tidak memiliki begitu banyak bahan makanan..." celetuk Marco, sambil memegang pintu lemari es yang masih terbuka, dan menatap kedalamnya.
Bahan-bahan makanan, terlihat mengisi hampir seluruh bagian didalam lemari es, dan memang setahu Marco, dia tidak pernah membeli bahan makanan yang sebanyak itu untuk dirinya.
"Ooh... Sebelum aku kesini, aku tadi menyempatkan untuk berbelanja," kata Bella.
Marco kemudian mengeluarkan daging giling dari dalam situ, lalu meletakkannya keatas meja, dan membantu Bella yang sedang mengiris sayuran disana.
"Kamu akan menceritakannya denganku, kalau ada sesuatu yang mengganggumu 'kan?" tanya Bella, tanpa mengalihkan pandangannya dari sayuran, yang sedang dia potong-potong.
Marco menatap Bella, sambil terdiam beberapa saat, sebelum kembali melihat keatas meja, dan melanjutkan pekerjaannya.
"Iya," jawab Marco singkat.
"Aku benar-benar ingin hubungan ini berhasil... Jadi, aku mau kamu berterus terang, kalau ada yang tidak kamu sukai dariku," kata Bella, yang masih saja melihat kearah meja.
Marco berhenti memotong sayuran, dan berpindah kesisi meja tempat Bella berdiri, dan memeluk wanita itu dari belakang.
"Aku malah khawatir, mungkin kamu yang tidak akan menyukaiku lagi," kata Marco pelan.
"Hmmm... Mudah-mudahan tidak ada dari kita yang mundur," celetuk Bella.
Marco mengecup pipi Bella, kemudian kembali kesisi lain meja, dan melanjutkan memotong sayuran.
Bella memasak daging, sedangkan Marco membuat salad sayuran, dan kentang panggang.
Sesekali Marco, melirik Bella yang duduk didepannya.
"Ada apa?" tanya Bella tiba-tiba, yang menangkap basah, saat Marco curi-curi pandang terhadapnya.
__ADS_1