SHAPESHIFTER

SHAPESHIFTER
Part 98


__ADS_3

Untuk beberapa saat, Marco berbicara dengan wanita itu, bagi Marco, wanita itu sedang berbicara jujur, dan mau mengakui apa yang dia lakukan saat ini, hingga Marco bisa melihat tempat berbeda itu.


Marco memang tidak sepenuhnya percaya kepada wanita itu, karena dia masih bisa mengingat akan pembicaraannya bersama Delta, Beta, dan Gamma, begitu juga Nancy.


Namun rasa ingin tahu yang lebih besar, Marco membiarkan wanita itu menguasai pikirannya.


Wanita itu kini tampak seperti sedang berpikir keras, dengan menggigiti ujung jari-jari tangannya yang memang sudah terluka.


"Jangan melakukan itu! Apa itu tidak sakit?" tanya Marco.


"Semua luka ini sudah terlalu lama, hingga aku tidak merasakan sakitnya lagi," jawab wanita itu.


Marco kemudian ikut duduk di bagian pinggir tempat tidur, bersebelahan, dan hanya menyisakan sedikit sela kosong antara Marco dan wanita itu.


"Apa anda mau menceritakan apa yang anda tahu, hingga saya harus dibawa pergi menjauh dari anda?" tanya Marco.


"Kata Daddy-mu, kamu bukan shapeshifter. Bukan juga Peri sepertiku, karena kamu tidak memiliki sayap..." jawab wanita itu.


"Dia khawatir kalau-kalau kamu akan dibunuh begitu saja oleh saudara laki-lakinya. Itu sebabnya, dia membawamu keluar dari tempat ini," lanjut wanita itu.


"Lalu kenapa anda tidak ikut keluar dari tempat ini bersamaku waktu itu?" tanya Marco.


"Daddy-mu mengutukku dengan kutukan shapeshifter, hingga aku tidak bisa berbuat apa-apa, selain tertidur sangat lama," jawab wanita itu.


"Bagaimana awalnya, hingga anda bisa berada di tempat ini?" tanya Marco.


"Aku tidak sengaja bertemu dengan Eackbert saat aku sedang terbang keluar dari pemukiman Peri, dan berjalan-jalan di pemukiman manusia biasa...


Dia mengajakku untuk berjalan-jalan ke tempat tinggalnya, dan aku menyetujuinya, hingga akhirnya aku tiba di tempat ini...


Dibandingkan dengan Eackbert yang kasar, Eackheart saudara kembarnya, Daddy-mu, memiliki sifat yang lemah lembut...


Dan tentu saja, sebagai perempuan pasti jatuh cinta dengan perlakuan yang penuh kasih sayang dari Daddy-mu itu," jawab wanita itu.


"Hmmm... Jadi maksud anda, tidak ada apa-apa antara anda dan Eackbert?" tanya Marco.


"Iya. Kami berdua hanya berteman," jawab wanita itu.


"Oh, iya! Namaku Cecilia," ujar wanita itu.


"Nama yang bagus!" kata Marco.


"Tapi, aku masih ingin mendengarkan, bagaimana anda hingga bisa berpasangan dengan Daddy, sedangkan anda datang kesini bersama dengan Eackbert," lanjut Marco.


"Apa kamu tidak memanggilku dengan sebutan Mommy?" tanya Cecilia tampak memelas.


"Baik, Mommy!" ujar Marco.


Wanita itu kemudian tersenyum lebar.

__ADS_1


"Sejak aku datang kesini, dan bertemu dengan Eackheart, sesekali aku berbincang-bincang dengannya. Dan kelihatannya, Eackbert tidak menyukai hal itu..." kata Cecilia.


"Tunggu sebentar! Mommy bisa membedakan mereka berdua?" tanya Marco menyela perkataan Cecilia.


"Iya. Dari sikapnya yang bertolak belakang, cukup mudah membedakannya," jawab Cecilia.


"Kemudian di suatu hari, aku dan Eackbert bertengkar...


Atau lebih tepatnya, dia yang memancing pertengkaran, sambil mengancamku, kalau dia akan melaporkan tingkah laku-ku di luar pemukiman Peri, kepada pemimpin kaum Peri...


Tentu saja aku tidak perduli, karena aku merasa tidak melakukan kesalahan. Hingga keesokkan harinya, Eackbert pergi dari tempat ini," kata Cecilia.


"Dia pergi kemana?" tanya Marco.


"Hmmm... Aku rasa dia pergi mencari pemukiman Peri," jawab Cecilia.


"Setelah dia pergi, aku dan Eackheart jadi semakin dekat, hingga Eackheart memintaku menjadi pasangannya, dan aku menerimanya...


Sampai akhirnya aku mengandung dan melahirkanmu...


Mimpi yang benar-benar indah, sebelum berganti dengan mimpi terburuk, sesaat setelah melahirkanmu, hingga saat ini," lanjut Cecilia.


"Apa ada alasan khusus mengapa aku di berikan di panti asuhan di kota Bridget?" tanya Marco.


"Disana ada salah satu manusia yang pernah menjadi pelayan kaum Peri, dan membuatku yakin kalau dia bisa merawatmu sementara...


Sampai tiba waktunya untuk aku dan Daddy-mu menjemputmu," jawab Cecilia.


"Itulah sebabnya, hingga aku menjadi sangat sedih. Karena Daddy-mu berkata kepadaku, bahwa aku tidak akan bisa menemuimu lagi, selama kamu memang hanya menjadi manusia biasa," ujar Cecilia.


"Kenapa? Bukankah Mommy tetap bisa menemuiku nanti?" tanya Marco.


"Kata Daddy-mu, dia tidak mau keberadaanmu diketahui oleh Eackbert, agar dia tidak bisa membunuhmu...


Karena takut dengan kemungkinan itu, aku hampir gila memikirkannya...


Aku ingin menemuimu, tapi aku tidak mau membahayakan nyawamu... Daddy-mu lalu mengutukku, agar aku bisa tenang," jawab Cecilia.


"Tidak disangka. Eackbert kembali dan membunuh Daddy-mu. Kutukan Daddy-mu seketika menghilang setelah kematiannya, dan aku terbangun...


Eackbert lalu mengurungku disini, bahkan menyiksaku dengan ikatan ini..." lanjut Cecilia, dengan raut wajah sedih.


"Kalau begitu, berarti Eackbert sangat mencintai Mommy...


Apa Mommy tidak bisa meminta belas kasihannya, agar mau melepaskan Mommy dari sini?" tanya Marco.


"Justru itu yang membuatnya tidak akan mau melepaskanku! Karena dia masih memaksaku untuk menjadi pasangannya," jawab Cecilia.


"Aku sudah tidak tahan lagi... Sudah terlalu lama dia menyiksaku. Aku ingin bisa bersamamu anakku, dan terlepas dari kesakitan ini..." lanjut Cecilia sambil menangis.

__ADS_1


Suara tangisannya kini persis sama dengan yang didengar Marco didalam mimpinya.


Marco terdiam untuk beberapa saat.


"Mommy! Aku akan membantumu agar bisa terlepas dari Eackbert," kata Marco.


"Apa kamu sungguh-sungguh mau membantuku?" tanya Cecilia, dengan wajah memelas.


"Tentu saja! Kamu adalah Mommy-ku. Meskipun aku harus membunuh Eackbert, aku akan melakukannya untukmu," ujar Marco mantap.


"Sekarang aku ingin menemui Eackbert!" lanjut Marco.


Seketika itu juga penglihatan Marco kembali ke keadaan semula.


Marco kembali ke dalam kamar yang bersih dengan adanya Nancy, berikut juga dengan Beta, Gamma dan Delta di tempat itu.


Marco berjalan pelan menghampiri tempat tidur tempat Cecilia berselonjor, lalu membungkuk dan mendekatkan wajahnya ke salah satu sisi wajah Cecilia.


"Mommy! Aku menyayangimu!" bisik Marco di telinga Cecilia.


Cecilia tersenyum lebar, kemudian memeluk Marco dengan erat, dan Marco membalas pelukannya.


"Mommy sangat berharap kepadamu, anakku sayang...!" kata Cecilia.


"Mommy pasti sangat kesakitan..." ujar Marco.


Marco kemudian setengah menunduk di sebelah Nancy, hingga Marco bisa mencapai pasungan besi di kaki Cecilia.


Dalam sekali pukulan menghentak dengan kepalan tangannya, Marco berhasil membuat pasungan besi itu terlepas dari kaki Cecilia.


"Sudah waktunya, Mommy diperlakukan dengan baik! Aku akan menyingkirkan Eackbert untukmu!" ujar Marco.


"Marco! Apa yang kamu bicarakan?" tanya Nancy yang tampak kebingungan.


Tapi, Marco tidak menjawab pertanyaan Nancy.


Marco kemudian mengulurkan sebelah tangannya kearah Cecilia, hingga wanita itu menyambutnya dan beranjak turun dari atas tempat tidur.


Cecilia lalu menggandeng lengan Marco dan berjalan pelan bersamanya.


Beta, Gamma dan Delta yang menghampiri Marco, hanya di tepis Marco begitu saja, hingga mereka terdorong menjauh darinya, tanpa melihat kearah wajah mereka.


"Marco!"


"Marco! Apa yang kamu lakukan!"


"Marco!"


Seruan demi seruan yang diteriakkan Nancy, Beta, Gamma dan Delta, memanggil namanya, sama sekali tidak di perdulikan oleh Marco.

__ADS_1


Yang melihat Marco saat ini, pasti mengira kalau dia itu bukanlah Marco yang mereka kenal.


__ADS_2